
SHEN YIN tidak banyak berekspresi hari ini dan menghabiskan waktunya di apartemen. Dia memainkan smartphone, mandi, makan camilan dan tidur. Pada akhirnya, dia merasa bosan dan pergi untuk menonton film Deep Story.
Tanpa diduga, dia akan bertemu Tong Yue sedang bersama dengan beberapa teman sekelas. Shen Yin mengenakan hoodie bertudung cukup besar sehingga tidak akan ada yang mengenalinya dalam sekilas.
Dia tidak terlalu mengenal gadis itu. Jika bukan karena perkemahan akhir musim gugur sebelumnya, dia mungkin tak akan mengenal pihak lain begitu detail.
Pada akhirnya, Shen Yin tidak berniat untuk menyapa dan berbaur dalam keramaian.
Bioskop spesial film horor buka pukul sembilan malam. Shen Yin telah memesan tiket. Orang yang menonton film Deep Story tidak terlalu ramai seperti hari-hari peluncurannya. Tapi juga tidak sedikit.
Shen Yin duduk di barisan paling belakang. Tidak banyak orang yang duduk di sekitarnya kecuali beberapa pasangan yang akan bermesraan diam-diam.
Tanpa membeli popcorn atau minuman, Shen Yin menonton film dengan tenang. Dari awal hingga film akan berakhir, dia sama sekali tidak mengubah ekspresinya.
"Ternyata menonton film horor tidak seseram kenyataan," gumamnya.
Shen Yin tidak berniat menonton lebih jauh. Namun mata batinnya menangkap sosok bayangan hitam yang memenuhi beberapa kursi kosong. Auranya suram, dingin dan tentu saja negatif.
Shen Yin awalnya enggan untuk mengabaikan makhluk-makhluk tak kasat mata tersebut. Dia berpura-pura tidak melihatnya dan segera meninggalkan gedung bioskop secepat mungkin.
"Oh, Shen Yin!" teriak Tong Yue yang baru saja keluar ruang bioskop sebelah.
Shen Yin menoleh dan melihat sosok Tong Yue yang memegang wadah popcorn. Gadis itu berlari kecil dan menghampirinya.
"Apakah kamu menonton film horor?" tanyanya.
"Ya. Aku penasaran dengan film horor yang sedang diperbincangkan itu, jadi tonton saja sebentar," jawab Shen Yin. "Ini sudah malam, jangan berkeliaran sendirian. Pulanglah lebih awal," katanya memperingati.
"Aku bersama beberapa teman sekelas. Oh, ya. Omong-omong, bagaimana jika kamu ikut denganku ke rumah hantu." Tong Yue teringat dengan apa yang akan dia dan teman sekelas rencanakan malam ini, pergi ke rumah hantu untuk menguji adrenalin.
"Rumah hantu?" Shen Yin menaikkan sebelah alisnya.
"Ada rumah hantu di taman bermain. Malam ini pasti sangat ramai. Ayo ikut denganku dan bersenang-senang." Tong Yue terlihat sangat antusias. Meski begitu, dia masih menunjukkan sisi kutu bukunya.
__ADS_1
Shen Yin berpikir sebentar. Ini jam sepuluh malam. Tapi mungkin tidak apa-apa untuk bermain lebih lama dari pada biasanya. Pada akhirnya, Shen menerima ajakan Tong Yue dan keduanya segera menyusul beberapa teman sekelas yang telah menunggu di taman bermain.
Tong Yue menceritakan tentang vampir yang akhir-akhir menghantui ibu kota. Termasuk berita tentang vampir original yang begitu populer di internet.
Ketika keduanya menyapa beberapa teman sekelas yang ikut, mereka segera menuju ke rumah hantu.
Penjaga pintu rumah hantu memberikan instruksi singkat pada mereka. Shen Yin memperhatikan sekitar dan beberapa makhluk tak kasat mata masih bisa dilihatnya.
Sesekali, Shen Yin merasa ada tangan dingin menyentuh bahu dan betisnya. Tapi tidak dipedulikan. Semakin dia bertindak seolah-olah melihat mereka, gangguannya akan semakin besar.
Saat memasuki rumah hantu, mereka disambut oleh berbagai hantu-hantuan. Baik itu berpakaian menyeramkan bahkan sedikit konyol. Mereka menjerit dan saling merapatkan diri.
"Ah!!! Hantu itu tidak memiliki kepala!" Salah satu dari mereka menunjuk ke sebuah jendela kotor, di sana ada hantu tanpa kepala. Lengkap dengan suasana ruangan bercahaya merah serta asap buatan yang tidak berbau.
"Bagaimana mereka bisa membuat hal-hal menyeramkan seperti itu? Aku tidak berani tidur sendirian malam ini," kata Tong Yue juga menyeka keringat dingin di dahinya. "Shen Yin, apakah kamu takut?"
"Tidak." Shen Yin melihat hantu tanpa kepala bohongan itu dengan ekspresi datar. "Dia hanya memakai kostum setengah badan. Jelas kepalanya ada di bawah kostum. Darahnya bohongan, hanya pewarna merah yang sering dipakai dalam pembuatan film horor," jelasnya.
"..." Hantu tanpa kepala bohongan itu tak bisa berbuat lebih banyak. Ternyata ada gadis yang satu ini sama sekali tidak takut dengannya.
"..." Tong Yue dan yang lainnya sedikit lebih tenang.
Mereka berjalan lebih jauh lagi dan bertemu dengan berbagai macam hantu-hantuan. Suara cekikikan dan rintihan tak luput dari pendengaran mereka. Bahkan hawa dingin juga dirasakan seperti nyata.
Namun Shen Yin segera serius saat hawa dingin muncul tiba-tiba. Jelas ini bukan bagian dari efek yang diberikan oleh pengelola rumah hantu.
"Ahh!! Vampir!" teriak gadis yang ada di depan Shen Yin, menunjuk ke arah di mana sosok jangkung berdiri.
"Ya Tuhan! Mereka juga menyediakan vampir di sini. Karena tidak baru saja membicarakan vampir, entah kenapa aku menjadi lebih takut sekarang."
"Apakah manusia serigala juga ada di sini?"
"Hei, jika ada manusia serigala bohongan di sini, maka aku datang lagi minggu depan."
__ADS_1
"Aku juga."
"..." Shen Yin dan Tong Yue tidak berdaya. Keduanya berjalan beriringan sambil menatap satu sama lain.
Keduanya juga melihat pria jangkung berjubah hitam berdiri di dekat pintu ruangan lain. Iris matanya merah, wajahnya pucat serta mengeluarkan aroma yang sedikit busuk.
Shen Yin berhenti.
Tong Yue serta teman sekelas lainnya juga tidak berani melanjutkan penjelajahan rumah hantu lagi.
"Tong Yue, bisakah kita kembali saja. Sepertinya semakin jauh kita masuk, hawanya tidak benar," kata salah satu dari mereka. Mereka semua merupakan teman dekat Tong Yue di kelas.
"Ah, ini ..." Tong Yue sedikit bingung. Dia juga melihat pria jangkung berjubah hitam itu mulai berjalan mendekat ke arah mereka.
Tong Yue tiba-tiba saja tertawa canggung untuk menghilangkan ketegangan. "Ini hanya rumah hantu bohongan. Semuanya hanya palsu. Kenapa takut? Kita hanya perlu melewatinya saja dan semuanya akan beres."
Dia juga berkeringat dingin. Tidak berani untuk menunjukkan ketakutannya.
Shen Yin menyipitkan matanya. Wajahnya menunjukkan ekspresi dingin yang tidak biasa. Melalui penglihatan mata kanannya, dia tahu jika ada yang tidak benar dengan lingkungan sekitar.
Terlalu sunyi dan tertutup. Shen Yin tidak merasakan aura manusia di sekitar tempat ini selain mereka berlima. Tentu saja, pria berjubah hitam itu merupakan pengecualian.
Dengan cekatan, Shen Yin mengeluarkan beberapa jimat pelindung gaib dan melemparkannya ke arah pria berjubah hitam itu. Tong Yue ingin menghentikan aksinya yang aneh tersebut namun Shen Yin justru menangkap Tong Yue dan mendorongnya ke arah pria itu.
"Kamu—" Tong Yue melebarkan matanya dan melirik Shen Yin dengan tidak percaya. Wajahnya seketika menjadi pucat.
Shen Yin hanya tersenyum kecil dan mengeluarkan jimat pelindung lain dari gulungan penyimpanan. Tiga teman sekelas lainnya berteriak ketakutan. Tapi Shen Yin membuat mereka pingsan agar mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.
Jimat pelindung yang dilemparkan Shen Yin pada pria berjubah hitam itu seketika aktif. Dinding cahaya putih kebiruan langsung muncul dan mengurungnya. Tong Yue yang kini jatuh ke pelukan pria berjubah hitam itu juga ikut terkurung bersama.
"Shen Yin, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mendorongku?" tanya Tong Yue dengan ekspresi tidak mempercayainya.
...****************...
__ADS_1
NB: Kenapa Shen Yin tiba-tiba mendorong Tong Yue? Ada yang bisa menebak?