The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Pergi Ke Rumah Keluarga Chen


__ADS_3

SHEN YIN memerah. Citranya yang dingin dan terasing di masa lalu kini sedikit memudar. Lagi pula setelah berkultivasi di pegunungan, dia jauh lebih energik dan segar.


"Itu dari guru, bukan aku," elaknya.


Jun Haobei terkekeh. Tidak mengejarnya lagi. Dia khawatir wanita itu akan marah dan malam ini tidak bisa tidur bersama.


"Selama aku pergi, bagaimana kondisi keluargamu?" Shen Yin segera serius.


"Apakah tentang musuh keluarga Jun?"


"Ya."


"Tidak masalah. Itu hanya serangga yang berulang kali datang untuk menjadi ngengat."


"Apakah musuhmu keluarga Fang memiliki identitas yang luar biasa?"


"Tidak terlalu," jawab Jun Haobei suam-suam kuku. Di matanya, ini sama sekali tidak berarti apa-apa. "Keluarga Fang memiliki tua-tua sebelumnya tapi sudah meninggal beberapa tahun lalu. Kemudian Keturunan mereka mulai mencaplok beberapa keluarga bangsawan lain diam-diam hingga banyak keluarga bangsawan yang tidak bertahan lama tinggal di ibu kota," jelasnya.


"Lalu bagaimana dengan sekarang?"


"Sejak kutukan pada tubuh kakek dihilangkan, keluarga Fang jelas waspada pada keluarga Jun. Mereka masih diam-diam menggerakkan tangan di belakang kami. Tujuannya adalah aku." Jun Haobei mengingat kejadian selama tiga tahun terakhir. Ekspresinya pun menjadi dingin.


"Tentu saja, kamu adalah pewaris. Mereka ingin menghilangkan akar. Apakah mereka memiliki anak yang dibanggakan juga?"


"Ya. Dia juga pewaris yang seusia denganku."


"Kalau begitu kamu dan dia bersaing dalam dunia bisnis." Shen Yin menebak.


"Tentu saja. Kenapa Xiao Yin menanyakan ini?"

__ADS_1


"Jika keluargamu ingin aman di masa depan, keluarga Fang ini harus diurus lebih dulu." Shen Yin berkata serius.


Jun Haobei tahu itu dan dia hanya ingin membuat seluruh anggota keluarga di rumahnya tenang. Bahkan kakeknya tak bisa mengatakan apa-apa. Adapun Jun Ye yang bodoh, Jun Haobei hanya memintanya untuk berhati-hati.


"Jangan khawatir, kita masih memiliki banyak waktu saat ini," kata Shen Yin menenangkan.


"Yah, tidak apa-apa."


Sementara itu, Jun Ye sudah menghubungi teman satu kampusnya yang selalu terkena sial. Pihak lain berkata tidak apa-apa untuk mengundang seseorang. Jadi Shen Yin dan Jun Haobei akan berangkat besok pagi.


Shen Yin menyiapkan beberapa kebutuhan sebagai seorang ahli metafisika. Namun dia tidak seaneh seorang metafisika pada umumnya. Dia tampak sederhana dan tidak meyakinkan.


Hingga keesokan paginya, Jun Ye mengantar keduanya ke rumah di mana temannya selalu terkena sial.


Jun Ye menjelaskan tentang identitas pihak lain agar Shen Yin tidak banyak bertanya ketika tiba nanti. Tentu saja pihak lain sangat kaya dan merupakan salah satu keluarga bangsawan di ibu kota.


Shen Yin memiliki tebakan di hatinya tapi belum yakin jika tidak memastikannya sendiri.


"Ini rumah keluarga Chen," ujar Jun Haobei setelah mengenali rumah.


"Pernahkah kamu ke sini?"


"Ya. Pembicaraan bisnis. Keluarga Chen terkenal dengan bisnis pakaian dengan merek ternama internasional. Mereka bekerja sama dengan perusahaan Jun."


"Ternyata seperti itu," gumam Shen Yin.


"Ayo." Jun Ye memimpin keduanya untuk mengikuti.


Untungnya, pihak lain sudah menunggu di depan pintu dan sangat senang saat melihat Jun Ye. Lagi pula, pihak lain masih seorang pria kecil yang ceroboh.

__ADS_1


Namun saat melihat dua tamu lain ikut dengan Jun Ye, pria yang memiliki perawakan hampir sama dengan Jun Ye itu pun terkejut.


"Ini ..." Dia tampak bingung.


"Ini Shen Yin, sepupu iparku. Dan ini sepupuku, Jun Haobei." Jun Ye memperkenalkan keduanya.


"Hah? Jun ... Jun ... Jun Haobei? Apakah CEO Jun Enterprise?" Pria berkacamata itu terkejut. Rambutnya agak acak-acakan karena baru saja tidur dan mencuci wajah namun tidak memiliki waktu untuk berdandan.


"Ya."


"..." Aku tidak tahu jika sepupumu adalah Jun Haobei. Kupikir itu hanya lelucon, batinnya.


Jun Ye pun memperkenalkan pria berkacamata itu pada keduanya. "Ini Chen Kai. Temanmu."


Pria bernama Chen Kai itu justru malu dan lupa memperkenalkan diri. Dia meminta maaf berulang kali. Lalu keduanya segera dipersilakan masuk.


Hari ini, ibu Chen Kai ada di rumah dan sibuk merawat bunga di halaman belakang. Akhirnya, Chen Kai menemui ibunya dulu untuk menyambut tamu yang dibawa temannya.


Namun saat ibu Chen Kai yaitu Nyonya Chen melihat Jun Haobei, ada sedikit keterkejutan di wajahnya.


"Tuan ... Tuan Muda Jun? Kenapa ada di sini?" Nyonya Chen khawatir keluarga mereka menyinggung keluarga Jun jadi sedikit gugup hari ini.


Jun Haobei masih menunjukkan ekspresi datar. "Datang dan temani sepupu dan istriku."


"Hah? Istri? Sepupu?" Nyonya Chen kebingungan. Dia melirik putranya yang bodoh.


Chen Kai tahu ibunya pasti salah paham jadi buru-buru menjelaskannya kembali. Mendengar penjelasan putranya, Nyonya Chen akhirnya mengerti.


Wanita cantik di samping Jun Haobei adalah Shen Yin, istri Jun Haobei yang baru saja kembali dari perguruan keabadian. Sedangkan Jun Ye, Nyonya Chen tentu saja tahu. Tapi tidak menyadari jika itu adalah sepupu dekat Jun Haobei. Dia pikir itu hanya kerabat jauh.

__ADS_1


"Apakah kalian datang untuk menghilangkan kesialan yang melekat pada Chen Kai?" tanya Nyonya Chen.


__ADS_2