The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Rumah Sakit


__ADS_3

PRIA VAMPIR itu menatap Li Yugang dengan sedikit cibiran. "Artinya jelas, orang yang telah lama meninggal tapi gadis itu sangat menyayanginya saat orang itu masih hidup. Makhluk tak kasat mata mampu melakukan ini, menghipnotis pikiran manusia yang sedang kacau."


"..." Kenapa Li Yugang merasa jika pria berkulit pucat itu membencinya?


Jun Haobei merenung. Dia mendengar Shen Yin bergumam memanggil ibunya. Mungkin gadis ini mendengar suara ibunya saat tenggelam.


Di saat mereka menunggu pihak kepolisian tiba, sosok lain muncul lagi dari kegelapan. Kali ini tanpa peringatan apa-apa, sosok jangkung seorang laki-laki muncul sambil berteriak memanggil Shen Yin.


Nada bicara laki-laki yang tiba-tiba muncul itu terdengar panik.


"Xiao Yin!! Xiao Yin! Apakah kamu baik-baik saja?" teriak laki-laki berpakaian serba putih itu langsung berlari ke arah di mana Shen Yin terbaring di pelukan Jun Haobei.


Jun Haobei dan yang lainnya terkejut dengan kedatangan laki-laki itu.


"Tuan Shen? Mengapa kamu ada di sini?" tanya Jun Haobei lebih tenang.


Shen Yang awalnya tertuju pada kondisi Shen Yin yang lemah dan akhirnya tersadar kembali jika dirinya tidak sendirian di sini. Matanya sedikit memerah saat menatap Jun Haobei, jelas ingin menangis tapi menahan diri.


Tubuh Jun Haobei basah kuyup dan kemungkinan besar menyelamatkan Shen Yin di danau.


"Aku langsung datang setelah merasakan tubuh Xiao Yin sangat lemah. Aku tahu jika itu terjadi, jiwanya dalam bahaya," jawab laki-laki itu sedikit gemetar.


Jun Haobei mengerutkan kening, nerasa bersalah pada dirinya sendiri. "Maaf, aku tidak menjaganya dengan baik," katanya.


Shen Yang menggelengkan kepala. "Tidak. Ini tidak ada hubungannya denganmu. Gadis ini selalu ceroboh. Saat pikirannya kacau, makhluk lain akan mudah mengendalikan pikirannya."


"Ternyata seperti itu," gumam Li Yugang.


Shen sepertinya memperhatikan danau dan sekitarnya. Pria vampir yang ada di sebelah Li Yugang berkeringat dingin. Mungkinkah orang suci yang suka melantunkan ajaran Buddha ini akan memusnahkan semua makhluk peliharannya?


Tidak, tidak!


Seharusnya tidak mungkin!


Shen Yang mengeluarkan jimat kuning dari saku bajunya dan segera membaca mantra. Jimat kuning bertulisan aksara kuno bertinta merah itu segera dilemparkan ke tengah danau.


Jimat kuning tersebut melesat seperti anak panah.

__ADS_1


"Iblis terkutuk! Kembalilah ke tempat asalmu!" teriaknya.


Tak lama setelah itu, terdengar jeritan seorang wanita dari arah danau. Suaranya begitu mengerikan dan menyayat hati. Makhluk itu segera muncul ke permukaan danau hingga menciptakan riak di permukaannya.


Iblis wanita berpakaian hanfu merah, rambut hitam panjang menjuntai hingga ke mata kaki serta memiliki dua tanduk merah menyala seperti api. Iblis itu menggeram kesakitan ke arah Shen Yang yang berani menyakitinya.


Li Yugang yang kini bisa melihat wujud wanita mengerikan itu pun berteriak dan pingsan di tempat. Pria vampir di sampingnya segera menangkap tubuh pria itu dan mendengus.


"Manusia ini sungguh lemah," gumamnya.


Iblis wanita di yang muncul di tengah danau itu menjerit kepanasan saat jimat pengusiran iblis yang dilemparkan Shen Yang mengenai pelindung gaibnya.


"Argghh!! Manusia tidak berguna!" teriak iblis wanita itu ingin menyerang Shen Yang dengan bola api. Tapi sayangnya tidak berhasil karena rantai gaib segera menjerat tubuhnya.


"Tidak! Tidak! Aku tidak mau pergi!" jerit iblis itu kesakitan. Sayangnya, pintu gerbang alam gaib terbuka dan iblis wanita itu terlempar ke dalamnya.


Diiringi dengan suara lengkingan yang menggema, pintu gerbang alam gaib pun tertutup rapat dan segera menghilang dari pandangan mereka.


"..." Pria vampir yang menahan tubuh Li Yugang pun sedikit gemetar dan kakinya hampir lemas.


Jun Haobei dan Jun Ye sepertinya tidak terlalu terkejut dengan apa yang dilakukan Shen Yang. Setelah iblis wanita itu lenyap, air danau kembali tenang.


Para makhluk entitas sudah melarikan diri sejak jeritan iblis wanita menggema. Kelompok manusia di depan mereka tak bisa diprovokasi.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Jun Haobei saat melihat Shen Yang sedikit pucat.


"Tidak apa-apa. Aku hanya kehilangan banyak energi. Iblis wanita itu cukup kuat. Jika Shen Yin berada di posisi ini, mungkin bukan masalah besar," jawabnya.


"..." Pria vampir mendengar perkataan Shen Yang dan mulai berpikir. Mungkinkah gadis yang pingsan itu lebih kuat darinya?


Ketika polisi datang, Jun Ye dan Shen Yin segera dievakuasi. Pria vampir tadi sudah melarikan diri dan menyerahkan Li Yugang yang pingsan pada Shen Yang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah sakit, Shen Yin yang berbaring di ranjang pun membuka matanya perlahan. Cahaya putih yang cukup menyilaukan membuatnya sedikit enggan untuk membuka mata.


Aroma obat-obatan rumah sakit tercium. Tangan kirinya juga sedikit pegal, membuat gadis itu mengerutkan kening.

__ADS_1


"Xiao Yin, apakah kamu sudah bangun?" Shen Yang yang tidak tidur sejak semalam pun tiba-tiba saja memeriksa denyut nadi gadis itu. Untung saja semuanya normal. Dia menghela napas lega.


Shen Yin yang baru saja siuman pun mulai melihat sekitar. Tempat ini seharusnya bukan lagi di perkemahan.


"Apakah ini rumah sakit?" tanya gadis itu.


"Ya."


"Aku benci rumah sakit," gumamnya.


"Kamu memiliki tubuh yang lemah. Perlu diinfus," kata Shen Yang.


Tidak heran Shen Yin merasa jika tangan kirinya sedikit pegal. Ternyata sedang diinfus.


"Kakak, kenapa kamu di sini?" Akhirnya Shen Yin menyadari jika Shen Yang menemaninya.


"Hei, aku merasakan jiwamu melemah, jadi datang dan periksa. Untung saja tidak ada bahaya apa pun. Jun Haobei yang menyelamatkanmu di danau," jelasnya.


Meskipun Shen Yang enggan menyebutkan pria itu, namun hanya Jun Haobei yang mampu menjaga Shen Yin di masa depan ketika dirinya kembali ke pegunungan.


"Jam berapa sekarang?" Gadis itu merasa perutnya keroncongan.


"Setidaknya sudah malam hari. Kamu koma seharian penuh." Shen Yang memijat pelipisnya yang sedikit sakit. Matanya sedikit kemerahan akibat kurang tidur. "Apakah kamu lapar?" tanyanya.


"Ya." Gadis itu mengangguk ringan. Dia ingin bangun dari posisinya.


Shen Yang membantunya duduk bersandar di kepala ranjang pasien VIP. Lalu dia pergi untuk mengambil makanan yang telah disiapkan oleh rumah sakit.


Setelah menunggu cukup lama, seseorang masuk ruang rawat Shen Yin, tapi bukan Shen Yang. Jun Haobei lah yang datang sambil membawa nampan berisi bubur ayam dan juga sup sayur bening, segelas susu serta potongan buah apel yang telah dicampur madu.


"Di mana kakakku?" Gadis itu mengerutkan kening.


"Biarkan kakakmu beristirahat. Dia telah menjagamu sejak berada di rumah sakit dan tidak mau ada orang lain yang menggantikannya. Aku selalu menunggu di luar pintu," jelas Jun Haobei seolah-olah sedang mengeluh.


Shen Yin sudah lapar dan tidak mau berdebat dengannya. Mau tidak mau, Shen Yin harus rela disuapi oleh pria itu sedikit demi sedikit. Tangannya terlalu lemah untuk meemgang mangkuk berat.


"Apa yang terjadi setelah aku pingsan?"

__ADS_1


__ADS_2