The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Mendirikan Tenda


__ADS_3

SHEN YIN mengalami mabuk perjalanan. Dia tidak suka berada di dalam mobil terlalu lama apa lagi sampai berjam-jam. Kini, perutnya tidak nyaman, wajahnya sedikit pucat, kulitnya agak dingin dan yang lebih penting, kepalanya sakit.


Jadi dia langsung berbaring di tempat tidur tanpa memperhatikan keduanya.


Yi Er sempat khawatir dengan keadaan Shen Yin dan ingin memberi tahu Guru Ling tentang masalah Shen Yin yang langsung sakit setelah turun bus. Namun Shen Yin menolak dan meminta mereka untuk tidak berisik. Dirinya akan baik-baik saja setelah tidur.


Namun, hal tersebut bukan masalah yang akan selesai begitu saja. Tak lama, seseorang mengetuk pintu kamar penginapan mereka. Ketika Yi Er membuka pintu, Guru Ling sudah berada di luar.


"Ah, Guru Ling? Masuk, masuk," kata Yi Er langsung gugup.


"Terima kasih." Guru Lin mengangguk dan melihat ke tempat tidur.


"Apakah Guru Ling datang ke sini untuk Xiao Yin?" tanya Yi Er.


"Ya. Seseorang menelepon guru dan berkata jika siswi Shen Yin tidak suka berada di dalam mobil terlalu lama dan kemungkinan besar mabuk perjalanan. Jadi guru membawakan obat untuknya."


Guru Ling menyerahkan bungkusan keresek putih berisi beberapa obat untuk mengatasi masuk angin, mual-mual bahkan muntah akibat mabuk perjalanan. Tak lupa juga minyak angin aromaterapi, sangat bagus untuk menenangkan kepala yang pusing.


"Kalau begitu Guru Ling, terima kasih. Kami akan menjaganya dengan baik," kata siswi sekamar mereka. Meskipun dia tidak tahu siapa yang Guru Ling maksud, mungkin kerabat Shen Yin.


"Ya. Guru akan kembali dulu. Ingat untuk makan jika masih lapar. Kalian tinggal pesan pada pelayan di sini dan semua biaya makan ditanggung oleh sekolah. Jadi jangan khawatir untuk menghitung uang jajan kalian," jelas Guru Ling sangat murah hati.


Yi Er dan siswi sekamar langsung berbinar. "Benarkah?" tanya keduanya.


Tapi Yi Er sedikit ragu. "Tumben sekolah punya banyak uang untuk membayar makanan kami? Apakah kepala sekolah bertobat?" tanyanya tanpa pikir panjang.


"..." Guru Ling tidak berdaya. Dia sangat ingin berkata jika tunangan Shen Yin lah yang membayar semuanya hingga akhir perkemahan nanti.

__ADS_1


Tentang kepala sekolah ... Guru Ling ingat saat Jun Haobei akan membayar semua kebutuhan penginapan dan makanan di rumah istirahat, kepala sekolah sudah tersenyum seperti rubah. Jelas uang saku sekolah akan aman tahun ini. Di mana kepala sekolah begitu murah hati?


Jadi, Guru Ling menjelaskan jika semua ini ditanggung oleh investor utama sekolah. Kedua gadis itu percaya dan sangat berterima kasih pada orang yang membiayai semua kebutuhan perkemahan akhir musim gugur tahun ini.


Adapun Shen Yin yang sama sekali tidak tidur, mendengar semua itu, dia segera mencibir. Keduanya mungkin agak bodoh tapi Shen Yin tidak sebodoh mereka.


"Ayam yang mematuk beras," gumamnya.


Maksud gadis itu, di mana ada beras jatuh ke tanah, ayam akan mematuknya tanpa pandang bulu. Yi Er dan siswi sekamarnya sama saja. Tentu saja Shen Yin tak perlu mencari tahu siapa yang bermurah hati membantu.


Siapa lagi jika bukan Jun Haobei?


Pada akhirnya, Shen Yin masih harus minum obat dengan desakan Yi Er. Setelah itu dia benar-benar tertidur. Adapun Yi Er dan siswi sekamar, mereka pergi memesan makanan dan ternyata beberapa murid juga melakukan hal yang sama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak ada polusi udara seperti asap kendaraan dan lain sebagainya. Di pedesaan sangat segar dan menyenangkan. Makanan di penginapan juga mewah dan beragam. Para pembina lega karena semua murid yang ikut dalam kegiatan perkemahan akhir musim gugur pun tidak mengalami masalah.


Yi Er mengambil lebih banyak makanan pagi ini dan merasa puas saat menyentuh perutnya.


"Tidakkah kamu khawatir sakit perut?" tanya Shen Yin yang hanya makan seadanya.


"Oh, jangan salahkan aku karena makanan ini sangat lezat. Dietku gagal bulan ini," jawab Yi Er merasa tidak berdaya. "Tapi tidak apa-apa. Makanannya enak."


"..." Shen Yin memperhatikan pergelangan tangan Yi Er yang sedikit lebih berisi dari pada sebelumnya. Sepertinya benar, gadis itu gagal diet.


Setelah sarapan, para guru pembina mengajak semua muridnya untuk bersiap pergi ke hutan perkemahan. Jam menunjukkan pukul tujuh pagi dan jalanan menuju hutan perkemahan masih sedikit berembun.

__ADS_1


Bahkan nyamuk juga menggigit dengan senang hati. Semua murid menggunakan lotion anti nyamuk tak terkecuali Shen Yin. Gadis itu berjalan tak jauh dari keberadaan Jun Ye.


Untungnya, lokasi tanah lapang di hutan perkemahan tidak terlalu jauh dari lokasi penginapan. Mereka sampai setelah lima belas menit berjalan kaki. Dengan tas berat dan kaki kesakitan, para murid berpakaian olahraga yang sama itu akhirnya duduk dan meluruskan kaki.


Ternyata cukup jauh, pikir mereka.


"Baik, semuanya. Kalian akan membuat tenda, menyusun api unggun sendiri untuk memasak, mencari kayu bakar, mengambil air dari sungai terdekat dan juga melakukan kegiatan yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Kami beberapa guru akan menjadi pembina kalian. Oh, satu lagi, guru mendapatkam informasi jika dua pembina tambahan akan datang pagi ini dan tentu saja memimpin para murid laki-laki secara terpisah. Apakah semuanya paham?" jelas Guru Ling panjang lebar. Dia berdiri sejajar dengan para pembina lainnya.


Kali ini bukan hanya kelas Shen Yin saja yang ikut, tapi beberapa kelas dari angkatan yang sama. Hanya saja lokasi membangun tenda tidak dalam satu tempat yang sama agar kegiatan antar kelas tidak terganggu. Jadi Guru Ling dan beberapa pembina lainnya bisa mengontrol beberapa murid dalam tim.


"Pembina, apakah pembina tambahan yang akan datang masih seorang pria?" tanya salah satu murid laki-laki.


"Ya, tentu saja. Bagaimana mungkin kami menempatkan pembina wanita cantik untuk kalian? Bukankah itu tatapan dan pikiran yang tidak benar?" Guru Ling terbatuk dan nada bicaranya sedikit main-main.


"..." Beberapa murid laki-laki langsung mengeluh diam-diam. Ternyata pembina pria. Pasti tidak menyenangkan.


"Baik, mari bangun tendanya dan lakukan tugas masing-masing. Setiap regu telah ditetapkan. Satu tenda berisi tiga sampai empat orang. Ayo lakukan, guru yakin kalian pasti bisa." Guru Ling memberi semangat.


Wilayah laki-laki dan perempuan dipisah tak terlalu jauh. Lalu mereka mulai mengeluarkan tenda lipat dan mendirikannya sesuai instruksi. Shen Yin, Yi Er dan seorang siswi sekamar yang bersama semalam juga dalam tim yamg sama.


Siswi itu bernama Tong Yue, gadis berambut kepang dua yang manis. Dia tidak terlihat seperti seorang kutu buku tapi sikapnya sangat baik.


Tong Yue selalu berpikir bahwa satu tim dengan Shen Yin lebih baik daripada dengan siswi lainnya. Dia tak suka banyak bergaul. Shen Yin juga orang yang cuek. Jadi Tong Yue merasa jika bergabung dengan Shen Yin tidak akan terlalu rumit.


Setelah tenda didirikan, mereka melihat dua orang pria berseragam olahraga acak datang dan menyapa para pembina yang ada di sana.


Yi Er segera menyikut Shen Yin. "Xiao Yin, Xiao Yin ... Mungkinkah pembina yang guru Ling maksud adalah tunanganmu dan kepala detektif nasional itu?" bisiknya sangat terkejut.

__ADS_1


__ADS_2