
NB: Warning Chapter
...----------------...
JUN HAOBEI tidak menjawab. Dia tidak belajar dari mana pun. Tapi semuanya berdasarkan insting sendiri. Shen Yin tidak percaya. Pria sulit untuk dipercaya jika belum pernah melihat atau mengalaminya.
"Apakah kamu belajar dari sekretarismu di kantor?" cibir wanita itu.
Jun Haobei tersenyum. "Sekretaris ku adalah seorang pria. Xiao Yin tidak boleh berpikiran bengkok."
"..." Ternyata bukan, batin wanita itu.
"Jika Xiao Yin tidak percaya, aku akan membuktikannya malam ini." Jun Haobei tidak menunggunya untuk berpikir yang tidak-tidak lagi dan mengecap lehernya
Wanita memiliki banyak titik sensitif. Begitu pula dengan Shen Yin. Dulu, dia dan Jun Haobei hanya sekadar pelukan dan ciuman. Tapi kini keduanya sama-sama dewasa dan pikiran mereka juga telah banyak berubah.
Ketika tangan pria itu merambah ke tubuh bawahnya yang paling sensitif, Shen Yin merasakan sengatan aneh yang membuatnya mengerang. Dia benar-benar malu untuk ini. Namun Jun Haobei sepertinya sangat menikmati perbuatannya.
"Kamu ... Apa yang kamu lakukan?"
Shen Yin memerah. Kedua kakinya gelisah. Melihat pria itu sudah pindah ke bawah sana, dia bahkan lebih tidak bisa menerimanya.
"Tidak, tidak! Jun Haobei, apakah kamu gila? Apa yang kamu lakukan?"
Dia ingin merapatkan kedua kakinya dan beringsut mundur. Namun Jun Haobei malah menariknya kembali. Pria itu mencium pahanya dan menatap Shen Yin dengan ekspresi yang benar-benar berbeda dari biasanya. Ini hanya tatapan pria cabul!
__ADS_1
"Kamu— Ahh! Haobei!" Shen Yin berteriak karena terkejut saat pria itu berani menjarah mahkotanya dengan sapuan lidah. Perasaan geli tidak terbendung lagi.
Ia belum pernah mengalami hal ini jadi tidak tahu seperti apa rasanya untuk pertama kali. Tapi dia tidak menyangka jika Jun Haobei berani melakukan hal ini untuk pemanasan.
Setelah beberapa saat, Jun Haobei sepertinya tidak bisa menahan dirinya lagi untuk memulai intinya.
"Kamu sudah basah. Aku akan memulainya sekarang," bisik Jun Haobei, menggigit daun telinga Shen Yin dengan manja.
Shen Yin benar-benar seperti udang yang dimasak saat ini. Tidak berani untuk bicara. Ternyata pria akan menjadi tak tahu malu saat berhadapan dengan wanita di ranjang.
Dia sudah bersiap untuk ini setelah mengambil sertifikat pernikahan dengan Jun Haobei waktu lalu. Tapi dia tidak menyangka akan berjalan secepat ini.
Tapi saat sesuatu memasuki tubuhnya perlahan, Shen Yin merasakan sakit dan tidak mau melanjutkannya lagi.
"Tidak, Haobei! Ini ... Ini menyakitkan," katanya takut-takut.
Seberapa enggan nya Shen Yin untuk merasakan ini, Jun Haobei tidak mundur. Dia sudah menunggu selama tiga tahun lamanya, hanya untuk menikah dan memiliki hati dan tubuh gadis itu seutuhnya.
Wanita itu kini ada di bawah nya. Jun Haobei benar-benar ingin memiliki dia lebih dalam dan dalam lagi. Sehingga di masa depan, tidak ada seorang pun yang berani untuk mencuri Shen Yin darinya.
Saat penghalang terakhir ditembus, Shen Yin menitikkan air mata. Dia mencubit lengan pria itu, sangat marah. Tapi Jun Haobei sepertinya tidak memedulikan cubitan di lengannya. Bahkan terlihat lebih bangga.
Dia mencium bibirnya lagi untuk mengalihkan pikiran Shen Yin tapi tidak memungkiri jika rasa sakit itu pasti ada setiap kali dia bergerak.
Lambat laun, gerakannya menjadi sedikit lebih liar. Shen Yin tidak terlalu lagi merasakan sakit berkepanjangan. Tapi tetap saja tidak nyaman. Pikirannya dipenuhi oleh kabut setiap kali Jun Haobei menyelam ke dalam miliknya dengan penuh gairah.
__ADS_1
Napas keduanya tidak beraturan.
Jun Haobei menopang tubuhnya agar tidak menindih wanita itu. Tapi matanya telah merekam setiap inci dan ekspresi Shen Yin dalam ingatannya.
"Xiao Yin, kamu milikku mulai sekarang," bisiknya mendominasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, Jun Haobei bangun lebih awal dan membuat sarapan untuk Shen Yin. Wanita itu masih tertidur lelap dan terbangun satu jam kemudian.
Tubuhnya yang kesakitan setelah aktivitas semalam membuat Jun Haobei merasa lebih bersalah. Wanita itu cemberut sepanjang pagi tapi tidak membuat Jun Haobei kapok untuk membujuknya.
"Tidak ada lain kali!" Shen Yin protes.
"Baiklah, tidak ada lain kali." Pria itu berkompromi. Masalah benar atau tidaknya, belum tentu bisa menjamin apapun. Janji saja dulu.
Karena Shen Yin tidak memiliki banyak tenaga untuk berjalan dengan baik, Jun Haobei membopongnya ke ruang makan. Untuk tidak ada pelayan di sana sehingga wanita itu tidak merasa malu.
"Istriku telah bekerja keras semalam, makanlah dulu untuk mengisi tenaga. Hari ini aku mungkin akan pulang larut, jadi jangan begadang," kata Jun Haobei. Dia duduk berpakaian rapi dan berapa untuk ke kantor.
"Kamu begitu sibuk?" Shen Yin memakan sarapannya dengan tenang. Masakan Jun Haobei juga enak.
"Keluarga Fang mungkin tidak tenang saat ini dan mulai membuat gerakan terhadap keluarga Jun. Mereka ingin mengacaukan perusahaan Jun dan mungkin mencelakai anggota keluarga. Aku harus pergi untuk menangani ini," jelasnya.
Shen Yin mengerutkan kening. Dia melihat naga dengan aura ungu keemasan di tubuh Jun Haobei menguat lebih kaya dari sebelumnya. Shen Yin juga merasa jika tenaga pulih lebih banyak.
__ADS_1
Mungkinkah semalam dia dan Jun Haobei tak sengaja berkultivasi ganda?