
JUN HAOBEI mengabaikan pelayan dan bertanya di mana kakeknya berada akhirnya butler rumah tersebut segera memberi tahunya jika Pak Tua Jun ada di kamar. Lalu dia pergi untuk memberi tahu tuan dan nyonya rumah. Belum lagi tuan muda mereka membawa seorang gadis cantik yang sedikit aneh hari ini.
Shen Yin tidak banyak bicara dan mengikuti pria itu. Sekilas, dia melihat sekitar aura supernatural yang cukup kental memenuhi rumah ini. Tidak baik atau buruk, hanya saja ... sangat disayangkan jika tidak dibudidayakan dengan baik.
Kemampuan supernatural keluarga Jun seharusnya juga luar biasa di masa lalu.
"Bagaimana menurutmu tentang rumah ini?" tanya Jun Haobei seraya menaiki anak tangga.
"Tidak masalah. Hanya saja keluargamu benar-benar disayangkan. Tidak bisa membudidayakan aura, ck!" Shen Yin sedikit mencibir tapi tidak mengejeknya terlalu jauh.
Jun Haobei tahu jika ini fakta dan tidak mau memperdebatkannya.
Ketika sampai di depan pintu kamar Pak Tua Jun, Jun Haobei mengetuk pintu. Ada suara samar dari dalam diiringi batuk ringan. Shen Yin mengerutkan kening. Entah kenapa ketika dia dekat dengan kamar pria tua ini, auranya sedikit tidak bersahabat.
Jun Haobei berkata jika kakeknya memiliki penyakit aneh yang tidak pernah bisa disembuhkan. Tidak tahu penyakit apa namun yang jelas pasti merupakan salah satu mantera jahat dari masa lalu. Lagi pula, keluarga Jun telah berjaya sejak lama dan pasti ada banyak musuh berkeliaran untuk menunggu kehancuran keluarga tersebut.
Ketika keduanya masuk, Pak Tua Jun duduk bersandar di ranjangnya dan memasukkan sepotong apel ke mulutnya.
"Kakek," ujar Jun Haobei lembut.
__ADS_1
Pria tua itu mengangguk dan kebingungan. "Kenapa kamu kembali begitu cepat?"
Dia melihat seorang gadis datang bersama cucunya dan tak bisa memikirkan hal lain selain kata 'pacar'. Mungkinkah gadis kecil ini pacar cucunya yang sulit diatur.
"Kamu kembali membawa pacarmu? Apakah kamu tahu perasaan yang lama ini?" cibir pria tua itu sedikit enggan. Gadis itu cantik hanya saja ....
"Bukan," kata Jun Haobei segera mengklarifikasi. "Kakek, aku sudah menemukannya."
"Menemukan pacar?" tebak.
"Bukan! Ini orang yang kamu cari." Jun Haobei mau tidak mau menahan diri untuk tidak marah di tempat. Tiga garis hitam hampir saja meluncur di kepalanya.
"Orang yang aku cari?" gumam Pak Tua Jun dengan keheranan. Dia tidak terlalu pikun hanya saja ... Tunggu! Siapa yang dia cari? Orang supernatural itu?
Pak Tua Jun menatap Shen Yin dengan ekspresi tidak percaya dan hampir saja melompat dari tempat tidur. Jika bukan karena peringatan cucunya yang malang, dia mungkin sudah jatuh dari ranjang. Tidak mungkin! Orang yang menjadi pemilik token giok merah itu masih seorang gadis?
Dia masih tidak percaya. Shen Yin sendiri tidak mau repot dengan pikiran pria tua itu dan secara alami melihat-lihat seisi kamar. Tidak ada benda jahat di ruangan ini atau sesuatu yang lain. Semuanya tampak normal.
Hanya saja ada banyak barang antik yang tersusun rapi di meja dan lemari hias. Sebagian lagi tertata di atas rak kayu mahoni berukiran rumit. Shen Yin menyentuh beberapa barang antik dan secara tidak sengaja melihat asal mula barang tersebut. Ternyata barang-barang zaman dinasti lama.
__ADS_1
Keluarga ini sepertinya masih mencintai barang antik seperti dirinya.
Pak Tua Jun melihat gadis itu terlihat acuh tak acuh, menyentuh beberapa barang kesayangannya dan terlihat tidak tertekan sama sekali. Entah itu karena sedang diuji atau memang temperamen gadis itu sedikit aneh, Pak Tua Jun tidak merasa ada yang salah.
Jika benar pemilik token giok merah itu adalah miliknya, maka keluarga mereka ... bisakah dikatakan beruntung.
Pak Tua Jun menghela napas dan meminta Jun Haobei keluar untuk menunggu. Ada sesuatu yang harus dia katakan pada gadis itu. Jun Haobei tidak keberatan dan keluar kamar dengan patuh.
Di luar, Nyonya Jun—Yun Xinya dan Tuan Jun—Jun Haogang datang. Ada juga saudara perempuan Jun Haobei yaitu Jun Haoran juga datang.
Jun Haobei membiarkan mereka menunggu lebih dulu karena ada tamu yang sedang bicara dengan kakeknya. Mereka penasaran. Terlebih lagi Jun Haobei membawa seorang gadis ke rumah, bagaimana mungkin mereka tidak terkejut.
"Haobei, apakah dia pacarmu?" tanya Nyonya Jun lebih khawatir. Dia bahkan belum melihat seperti apa gadis itu, tapi terlambat untuk mengintip sosoknya.
"Bukan," jawabnya sedikit tertunduk. Perasaannya campur aduk. Dia belum pernah mengenali wanita mana pun selain ibu dan saudara perempuannya sendiri selama ini. Jadi bagaimana bisa mendapat pacar dengan mudah?
Meski dia mampu mencari pacar sesuka hati, tapi itu pun pasti memandang ketampanan dan kemapanan keluarganya. Bukan karena cinta. Namun Shen Yin berbeda. Hanya saja Shen Yin juga bukan targetnya.
"Lalu ... kenapa kamu membawanya ke rumah? Siapa dia?" Saudara perempuannya malah curiga.
__ADS_1