
"TIDAK PERLU mengkhawatirkan nya begitu banyak. Sudah kebiasaan." Shen Yang menguap dan menuruni anak tangga. Dia memakai pakaian serba hitam dan terlihat misterius. Tapi sekilas menguarkan aura yang menenangkan.
Jun Haobei secara tidak langsung percaya dengan kemampuan gadis itu dan mengikuti Shen Yang ke ruang tamu. Keduanya mengobrol dengan baik hingga membuat Nyonya Jun menghela napas lega. Dengan putranya di sini, hubungannya dengan keluarga supernatural itu mungkin akan lebih baik.
Di dalam kamar Pak Tua Jun.
Rantai spiritual yang membelenggu monster setengah asap hitam misterius itu terus bergetar. Shen Yin memegang rantai spiritual dengan erat tapi dahinya sedikit berkeringat. Tanpa diduga, hawa panas dari makhluk tersebut membuatnya sedikit kewalahan.
Rasanya seperti ada di sauna, pikir Shen Yin.
Pak Tua Jun kaku di tempat dan melihat makhluk itu semakin besar dan kekuatannya juga bertambah. Dia khawatir dengan gadis itu. Bisakah menghadapinya.
"Ini ... Gadis, bisakah kamu menanganinya?" tanyanya ragu.
"Apakah ini terlihat mengerikan?" tanya balik Shen Yin tampak lebih tenang.
"..." Anak kecil saja akan menangis ketakutan, batin Pak Tua Jun serius.
"Jangan khawatir. Pada kenyataannya, makhluk ini lebih rendah dari tingkat iblis. Jadi aku bisa mengatasinya dengan mudah," jelas Shen Yin meyakinkannya, melirik Pak Tua Jun dengan heran.
"..." Jadi kenapa kamu begitu bertele-tele untuk menangkapnya? Pikir pria tua itu lagi.
Shen Yin menatap mangkuk perak berisi darah yang berputar seraya jarum jam. Hawa panas dan dingin sesekali membelai kedua betis telanjangnya. Dia mengerutkan kening dan menarik rantai spiritual dengan sekuat tenaga seraya membaca mantera pengusiran.
Makhluk spiritual gelap tersebut meraung lagi dan berusaha untuk melepaskan diri, menatap Shen Yin dengan ganas. Sayangnya Shen Yin tidak terpengaruh dan mengeluarkan jimat lainnya.
__ADS_1
"Aku memerintahkanmu untuk tunduk!" teriaknya mengandung mantera misterius hingga jimat kuning dengan karakter merah pun mengeluarkan cahaya samar.
Makhluk gelap tersebut semakin meronta saat merasa tubuhnya kepanasan. Namun Shen Yin tidak mau kalah dan terus menekannya hingga makhluk mengerikan itu akhirnya melemah. Dalam sekejap mata, makhluk itu berubah menjadi gumpalan asap dan terisap ke dalam jimat yang dipegang Shen Yin.
Mangkuk perak berisi darah di depannya tumpah dan mengenai karakter yang ditulis oleh Shen Yin sebelumnya. Entah apa yang terjadi, darah tersebut tiba-tiba saja meresap ke lantai hingga akhirnya tak meninggalkan bekas.
Asap hitam yang memenuhi lantai dan sekitarnya pun perlahan memudar dan hilang begitu saja. Suasana kembali hening.
"..." Pak Tua Jun bernapas panjang dan merasa jika pemandangan sebelumnya hanyalah ilusinya saja.
Apakah semuanya sudah selesai? Pikirnya.
Shen Yin sedikit kelelahan dan wajahnya agak pucat. Memegang jimat yang telah diisi oleh makhluk spiritual kiriman itu, dia langsung berjongkok dan mengedipkan mata kanannya yang kesakitan. Iris mata kanannya sudah kembali normal namun rasa sakit dan darah yang keluar dari pelupuk matanya belum mengering.
Pak Tua Jun pulih dari adegan tadi dan turun dari tempat tidur. "Gadis, apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya.
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Tapi ini belum selesai," jawab Shen Yin baru ingat dengan langkah selanjutnya.
"Belum selesai?" Pak Tua Jun kebingungan.
"Ya."
Shen Yin menghela napas dan membenarkan mangkuk perak ke posisi semula. Dia mengeluarkan cairan suci dari jimat penyimpanan yang membuat Pak Tua Jun terkejut lagi dan lagi. Sangat praktis. Tidak perlu membawa tas atau kantong apapun jika punya jimat pemimpi.
Mungkin jimat penyimpanan saat ini mirip dengan tas spiritual di zaman kultivator dulu.
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Pak Tua Jun penuh rasa ingin tahu.
"Ini adalah air suci."
"Air suci? Apakah itu didapat dari kuil?"
"... Tidak. Ini dibuat secara khusus olehku. Tidak sembarangan orang bisa membuat air suci. Butuh waktu lama dan prosesnya panjang. Kamu tidak akan sabar membuatnya." Shen Yin menjelaskan dengan sabar seraya menuangkan cairan tersebut ke mangkuk perak tadi.
"Dari mana kamu tahu bahwa aku tak akan sabar membuatnya?"
"Tentu saja kamu sudah tua. Membutuhkan waktu dua belas jam tanpa henti untuk membuat air suci, kamu mungkin sudah pingsan karena kelaparan."
"..." Apakah membuat air suci begitu lama? Pikir Pak Tua Jun lebih terkejut seolah-olah baru saja belajar sesuatu.
"Selain diproses dengan cara spiritual dan juga mata air pegunungan, lantunan kitab para dewa juga dibutuhkan. Kamu harus menghafal seluruh isi kitab para dewa dan melantunkannya selama dua belas jam," jelas Shen Yin benar-benar murah hati.
"..." Pak Tua Jun tidak memiliki kemampuan menghafal begitu banyak kata.
"Oh, iya. Ketebalan kitab para dewa sendiri kira-kira dua sentimeter."
"..." Benar-benar tidak sanggup.
Mendengar semua itu, Pak Tua Jun menghela napas tidak berdaya dan merasa sesak juga. Apakah begitu keterlaluan? Hanya untuk membuat air suci ... sangat merepotkan.
"Kenapa air suci ini berbeda dengan yang aku dengar dari para biksu di kuil?" tanyanya.
__ADS_1