
DI KELUARGA Jun, malam harinya.
Pak Tua Jun duduk dengan kemarahan di ruang kerjanya. Jun Haobei dan Tuan Jun tidak berkata apa-apa setelah mengetahui rahasia yang selama puluhan tahun tersembunyi. Pak Tua Jun ingat jika Shen Yin berkata bahwa makhluk dari aura jahat itu dikirim seseorang untuk memundurkan kemampuan supernaturalnya.
Oleh karena itu, Shen Yin mengirim kembali makhluk aura jahat itu ke orang yang mengirimnya, setidaknya jika si pengirim sudah meninggal, maka akan berdampak pada keturunan pertama—anak sulung.
Sayangnya Pak Tua Jun memiliki informasi pahit di mana si pengirim masih hidup dan kini dikabarkan sedang sakit parah. Hal ini diketahui setelah beberapa keluarga rahasia mengetahui kabar tentang Keluarga Fang yang berantakan sepanjang hari.
Pak Tua Fang di keluarga tersebut dikatakan mengalami kejang dan serangan balik dari aura jahat supernatural. Seperti yang keluarga supernatural ketahui, siapapun yang terkena serangan balik pasti telah melakukan pelanggaran di masa lalu.
Entah bagaimana informasi keluarga Fang bisa bocor, ada di antara orang-orang bangsawab tersebut berpikir jika ini adalah karma atau retribusi. Mereka tidak terlalu menyukai keluarga Fang sejak awal karena kesombongan mereka. Kini pria tua di keluarga tersebut sakit parah, siapa yang tidak senang. Jika itu sampai meninggal, bukankah kekuatan keluarga Fang berkurang setengahnya?
Kenapa Pak Tua Jun bisa tahu jika keluarga tersebut yang mengirimnya aura jahat, tentu saja lagi-lagi karena penjelasan Shen Yin. Siapapun yang mengirimnya, dipastikan pasti akan sakit parah. Dan itu tak terduga, terjadi belum satu hari aura jahat dari makhluk kegelapan itu dilempar kembali.
"Mereka benar-benar berani menggunakan cara tercela selama bertahun-tahun. Ayah, tidak apa-apa. Sekarang semuanya sudah kembali seperti semula," kata Jun Haogang setengah marah dan benci tapi tidak bisa impulsif.
"Yah, Kakek. Ayah benar, semuanya baik-baik saja sekarang." Jun Haobei juga menenangkan kemarahan kakeknya.
__ADS_1
Tuhan tahu jika kakeknya terlalu marah, mungkin mati mendadak karena jantungan? Jika Pak Tua Jun tahu isi pikirannya yang berantakan, mungkin sudah memukul cucunya dengan tongkat.
Pak Tua Jun tahu dia telah menakuti kedua pria itu dan menghela napas. "Maaf, maafkan aku. Jika bukan karena aku, kalian ... kalian tidak perlu menderita seperti ini," matanya penuh penyesalan. Lalu dia menatap Jun Haobei dengan penuh harapan. "Nak, pergilah ke gadis Shen itu untuk membuka meridian aura di tubuhmu lagi sehingga bisa berlatih aura supernatural!"
Jun Haobei mengerutkan kening, tidak ada ekspresi terkejut di wajahnya. "Kakek meminta ini padanya?"
"Ya."
"Apakah dia setuju?"
"Tentu saja. Ini adalah permintaan terakhirku sebelum berobat padanya sebelumnya." Pak Tua Jun merasa lega saat ini.
Pak Tua Jun menatap putranya dan mendengus, "Dia? Lupakan saja. Apa yang akan dilakukan dengan orang yang akan tua? Aku khawatir tulangnya akan patah saat berlatih. Keluarga Jun kami hanya berharap padamu saja."
"..." Jun Haogang yang dibuang oleh Pak Tua Jun di dalam hatinya, tidak bisa berkata-kata. Sebenarnya, dia lebih suka kerja di perusahaan saja. Itu sudah cukup.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di apartemen Shen Yin.
Malam hari hujan deras mengguyur ibu kota. Disertai gemuruh kilat yang sesekali terlihat di langit gelap. Shen Yin tinggal sendiri di apartemennya setelah Shen Yang pergi untuk melakukan misi kecil di ibu kota.
Dia meminum segelas susu sebelum beranjak tidur. Meski dia teringat dengan potongan jiwa gelap Li Nuo yang berada di vila Lan Miao, malam ini dia tidak mau pergi ke mana pun. Sangat lelah. Setelah melihat jika jimat yang terhubung dengan jiwa gelap Li Nuo masih utuh dan baik-baik saja, dia menghela napas lega. Setidaknya, tidak ada yang salah kali ini. Tampaknya Lan Miao dilarikan ke rumah sakit ketika siuman bukan?
Shen Yin berbaring di tempat tidur dan memandang langit-langit kamarnya yang bersih, tak tahu apa yang dipikirkannya. Kemungkinan besar setelah malam ini, ibu kota akan memanas.
Tanpa sadar, dia tertidur tanpa gangguan ...
Saat tertidur, Shen Yin seperti kembali ke rumah tua keluarga Shen dan melihay banyak darah di mana-mana. Ada orang-orang yang dikenalnya tergeletak di lantai, bersimbah darah. Salah satunya adalah seorang wanita yang selalu berkesan bagi Shen Yin, ibunya.
Wanita cantik yang masih awet muda itu muntah darah setelah ditusuk oleh pedang aura dan memandang Shen Yin dengan senyum penuh kasih sayang.
"Yin'er ... Ibu percaya, kamu bisa melewati ini semua. Kami tidak menyalahkanmu, kami semua menyayangimu. Ibu hanya memohon satu hal padamu, jaga kakakmu. Mulai saat ini, satu-satunya keluargamu sekarang ..." Suara wanita berpakaian congsam tu akhirnya meninggal dengan luka di perutnya.
Adegan dalam mimpi itu benar-benar membuat Shen Yin ingin berteriak tapi tidak bisa. Hingga kobaran api mendekatinya dengan cepat. Shen Yin yang merasa akan mati dalam api pun tiba-tiba saja membuka matanya dan duduk di tempat tidur.
__ADS_1
Jantungnya berdegup, keringat dingin membanjiri tubuhnya dan dia merasakan sensasi terbakar di punggungnya. Jelas itu hanya mimpi tapi ....