
BAIK JUN Haobei maupun Shen Yin tidak suka berbicara banyak sehingga tidak banyak percakapan di antara keduanya. Ketika Shen Yang selesai membuat bubur, setidaknya sudah lebih dari satu jam. Jun Haobei akhirnya pamit ketika Shen Yang selesai memasak.
Awalnya, Jun Haobei ingin membicarakan masalah membuka jalur meridian di tubuhnya. Tapi Shen Yin sakit dan tidak sopan untuk bertanya tentang masalah itu saat ini. Jadi dia akan datang lain hari. Belum lagi, keluarga Jun juga harus menyelesaikan akun dengan keluarga Fang yang berantakan.
Setelah Jun Haobei pergi, gadis itu akhirnya merasa lebih baik. Entah kenapa, di hadapan pria itu, Shen Yin merasa tidak bisa menyembunyikan apapun dengan baik.
“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Shen Yang.
“Tidak ada apa-apa, hanya mengucapkan ‘terima kasih’ atas masalah kemarin.” Shen Yin hanya bisa mengatakan alasan yang masuk akal agar kakaknya tidak curiga.
Dia bangun dan duduk bersandar di kepala tempat tidur. Kepalanya sedikit berdenyut dan tubuhnya yang panas dan kesakitan tidak mereda sedikit pun. Namun Shen Yin memiliki kontrol diri yang baik sehingga Shen Yang tidak memperhatikan detailnya.
Aroma bubur ayam yang harum membuat dia lapar. Tapi di sisi lain, dia pasti tak bisa memegam sendok dengan benar. Tangannya akan gemetar dan diketahui oleh Shen Yang cepat atau lambat.
"Ada apa?" Melihat adiknya hanya setengah linglung ketika Shen Yang menyodorkan mangkuk bubut itu, keningnya berkerut.
"Suapi aku," kata Shen Yin sedikit malu.
Shen Yang menatapnya dengan ketidakpercayaan. "Sejak kapan kamu begitu manja? Sudah lama sekali?" candanya.
Gadis itu cemberut, tidak senang. "Aku sakit dan tidak punya tenaga. Malas memegang sendok. Kamu suapi aku sekarang."
__ADS_1
"Baiklah, baiklah, bayi besar ..." Shen Yang tertawa ringan, menggodanya.
Jika bukan karena rasa sakit di tubuhnya, Shen Yin tidak perlu repot-repot disuapi. Tapi kondisinya saat ini tidak terlalu memungkinkan untuk memegang sendok dengan gemetar di hadapan Shen Yang.
Akhirnya, Shen Yang menyuapi adiknya dengan bubur ayam, sendok demi sendok. Setelah makan, gadis itu kembali menyelimuti dirinya dengan selimut. Bahkan mengusir Shen Yang, biarkan dia tidak khawatir. Semuanya akan baik-baik saja setelah tiga hari.
Shen Yang juga tahu jika ini bukan sesuatu yang membahayakan, tapi sebagai kakak laki-laki, dia juga khawatir.
"Bukankah kamu harus kembali ke pegunungan untuk bertemu guru?" tanya Shen Yin mencoba untuk membujuknya.
"Dia akan mengerti ini. Aku akan kembali ketika kamu sembuh," katanya.
"Tidak perlu. Hubungi Yi Er saja. Biarkan dia menemaniku di sini."
Setelah dibujuk beberapa kali, akhirnya Shen Yang setuju. Dia menghubungi Yi Er ketika jam sekolah usai dan memintanya untuk datang ke apartemen Shen Yin, menginap beberapa hari. Yi Er tentu saja tidak keberatan dan langsung berkemas. Dia tiba sore harinya di apartemen gadis itu.
Ketika tiba, Shen Yang sudah pergi lebih awal. Shen Yin membuka pintu apartemen dan menyambut Yi Er seperti biasanya. Shen Yin terlihat pucat saat Yi Er melihatnya.
"Xiao Yin, bagaimana bisa kamu menjadi sakit seperti ini? Kembali berbaring, jangan pedulikan aku di sini," kata Yi Er penuh perhatian.
Gadis itu memiliki kalung sederhana dengan liontin pedang kayu mahoni. Belum lagi selalu membawa manik-manik Buddha di tasnya. Dia terlihat cedia tapi juga sopan, sangat baik pada orang-orang sekitarnya.
__ADS_1
Dia meletakkan tas berisi pakaian dan juga beberapa buku pelajaran untuk beberapa ke depan.
Shen Yin kembali berbaring di tempat tidur, tenaganya tidak banyak saat ini dan tubuhnya mulai berkeringat. Dia masih kesakitan di mana-mana tapi tidak separah sebelumnya. Namun tubuhnya masih panas.
"Xiao Yin ... Apakah kamu sudah minum obat?"
"Tidak ada gunanya."
Yi Er mengerutkan kening dan memeriksa suhu tubuh gadis itu. Benar-benar panas. Tapi ketika dia memeriksa denyut nadi pergelangan tangan gadis itu, ekspresi wajahnya pun berubah lebih serius.
Yi Er berasal dari keluarga buddhisme dan tahu beberapa ajaran Buddha. Selain itu, Yi Er juga memiliki sedikit aura suci di tubuh yang sudah pasti turun temurun. Untungnya aura itu tidak bentrok dengan aura supernatural milik Shen Yin.
Shen Yin tidak menyembunyikan tangannya kali ini dan membiarkan gadis itu memeriksanya secara teliti. Lagi pula, beberapa hal tidak akan diketahui oleh Yi Er. Dengan kemampuan Yi Er yang masih lemah kali ini, Shen tidak khawatir untuk ketahuan jika rasa sakit di tubuhnya dipicu dari mimpi buruk.
Gadis itu hanya melihat Yi Er melepaskan kalung berliontin pedang mahoni merah dan memakaikannya pada Shen Yin.
"Energi di tubuhmu kacau dan seharusnya diakibatkan oleh roh jahat. Xiao Yin, jangan menyentuh barang-barang jahat di masa depan, itu tidak baik untuk tubuhmu," jelas Yi Er.
"..." Shen Yin tidak mengatakan apapun kali ini.
Roh jahat?
__ADS_1
Saat memikirkan ini, dia tersenyum pahit. Dia mungkin merupakan roh jahatnya sendiri bukan? Mimpi buruknya tentang tahun-tahun berdarah itu memang sangat jahat untuk dirinya sendiri.