
TAK LAMA setelah berjalan beberapa menit, ketiganya berhenti di tepi lembah yang dalam. Sangat gelap dan sunyi. Li Yugang terkejut dan menyoroti lembah itu. Tapi senter hanya bisa menyoroti pepohonan paling atas saja. Mereka tidak tahu seperti apa di bawah sana.
"Bagaimana kita turun sekarang? Tidak mungkin Jun Ye datang ke sini bukan?" tanya Li Yugang merasa semua ini aneh.
Shen Yin tidak menjawab. Dia melihat sekeliling tepi lembah dan menggunakan mata kanannya untuk melihat apa yang terjadi di tempat tersebut. Iris matanya berubah menjadi hitam pekat. Ini sangat tidak terduga bagi Shen Yin.
Gadis itu segera melompat turun dari tepi lembah yang masih cukup miring. Lereng tepi lembah dipenuhi oleh rerumputan yang tinggi dan juga pepohonan kecil yang mudah patah.
"Shen Yin, apakah kamu gila?!" teriak Li Yugang saat melihat gadis itu sudah terjun ke bawah dengan cepat. Dia menyoroti gadis itu dengan senternya.
Shen Yin berpegang pada salah satu pohon kecil di lereng lembah. Dia menatap Li Yugang dengan tegas. "Dia dalam bahaya hidup! Aku harus segera menyelamatkannya. Panggil pihak rumah sakit sekarang!"
"Apaa?! Pihak rumah sakit?!" Li Yugang tanpa sadar melihat iris mata kanan gadis itu berbeda dengan mata kirinya, sedikit terkejut.
Apakah dia tidak salah lihat? Gadis itu memiliki dua warna iris yang berbeda.
Li Yugang tidak pulih dari pikirannya sejak Jun Haobei sudah mengikuti Shen Yin ke bawah sana. Dia bahkan lebih terkejut.
"Haobei, kamu juga?" tanyanya semakin marah.
"Aku tidak akan membiarkan dia pergi sendiri."
"Sial!" gerutu Li Yugang. Ini cinta sejati yang membutakan mata setiap orang, pikirnya.
Di bawah lembah.
Shen Yin turun lebih cepat dan segera berlari ke arah lokasi yang diperlihatkan oleh penglihatan mata kanannya. Dia tidak peduli dengan ranting pepohonan kecil yang menghalangi jalannya ataupun tanah berlumpur.
Namun Shen Yin lupa jika di lembah tersebut, para makhluk entitas bersembunyi dalam kegelapan, mengintainya di mana-mana. Jumlahnya tidak kecil. Ini lebih banyak daripada kumpulan makhluk entitas yang memakan mayat seorang wanita di pedalaman hutan sebelumnya.
"Jun Ye! Apakah kamu mendengarku? Jun Ye?" teriak Shen Yin seraya melihat sekeliling.
Penglihatan mata kanannya hanya berakhir di sebuah tempat tapi tidak menjelaskan lokasi lebih jelasnya. Ada sebuah danau kecil di lembah dan Shen Yin pergi ke sana.
"Jun Ye!!" teriaknya lagi. Suaranya menggema, diiringi dengan suara geraman dari berbagai arah.
__ADS_1
Shen Yin tidak ingin mendengar suara para makhluk entitas yang mengejarnya tapi punggungnya juga berkeringat dingin. Makhluk-makhluk ini terlalu banyak. Shen Yin bersiap untuk mengeluarkan gulungan penyegel serta air suci dari gulungan penyimpanan magis miliknya.
Tapi tiba-tiba saja dia mendengar suara serak memanggilnya dari arah danau.
"Jun Ye?" teriak Shen Yin lagi.
"Ah ... Aku ... Aku di sini ... Aku di sini. Xiao Yin, apakah, apakah itu kamu?" Suara serak yang lemah itu terdengar tidak berdaya.
Orang biasa mungkin tak akan mampu mendengar suaranya yang sangat kecil.
"Tolong ... Siapapun di sana, tolong!" Suara itu terdengar lagi.
Shen Yin akhirnya mengesampingkan para makhluk entitas yang mengintip dari kegelapan dan berniat untuk melompat ke danau. Dia melihat sebuah tangan melambai di tengah danau dan riak air di permukaan semakin jelas.
"Jangan khawatir, aku akan datang!" Shen Yin baru saja berjalan ke tepi danau untuk turun tapi tubuhnya tiba-tiba saja didorong kuat dari belakang.
Dia terkejut dan mengutuk dalam hatinya karena lengah. Belum sempat melihat makhluk jenis apa yang mendorongnya, Shen Yin sudah tercebur ke danau dan sulit menuju permukaan.
Suara minta tolong dari Jun Ye masih menggema di telinganya. Shen Yin yang tak bisa melihat apa-apa di dalam air pun mulai berpikir. Mungkinkah suara itu palsu?
Shen Yin tak bisa mempertahankan napasnya di dalam air. Dia mulai tersedak air.
"Tolong aku ... Siapapun di sana, tolong aku." Suara Jun Ye terngiang lagi di telinga Shen Yin.
Tapi suara itu tiba-tiba saja berubah menjadi tawa seorang wanita yang sangat akrab di telinga Shen Yin.
"Xiao Yin, apakah itu kamu? Bisakah ... Bisakah kamu menolong ibu, tolong ibu. Di sini sangat gelap. Maukah kamu menemani ibu?"
Shen Yin yang tubuhnya mulai tenggelam pun hampir tak bisa mempertahankan kesadarannya lagi. Tubuhnya lemas saat mendengar suara wanita itu.
Ibu ... Maafkan Xiao Yin, batinnya penuh kesedihan.
Pada akhirnya, dia mulai menutup matanya dan kehilangan kesadaran.
Di saat yang bersamaan, terlihat sosok yang berenang cepat ke arahnya. Sosok itu langsung memeluk Shen Yin dengan erat dan berenang kembali ke permukaan.
__ADS_1
Ada banyak suara di tepi danau serta teriakan panik Li Yugang. Beberapa pria vampir berjubah hitam juga muncul dan menemukan keberadaan Jun Ye di salah satu sarang makhluk entitas. Tapi Jun Ye tidak pingsan, dia lemah dan tak bisa berdiri lama. Ada banyak luka di tubuhnya bahkan kehilangan banyak darah.
Wajah Jun Ye pucat pasi. Dalam keadaan seperti itu, tidak pingsan akibat luka berat sungguh luar biasa. Untungnya, pria vampir memiliki sejenis obat untuk mengurangi rasa sakit sehingga Jun Ye tidak dalam bahaya untuk saat ini.
Jika bukan karena para pria vampir yang segera menyelamatkannya, mungkin Jun Ye akan menjadi tawanan makhluk entitas hingga besok. Atau mungkin dijadikan santapan pada malam berikutnya.
Tapi Jun Ye terkejut saat mendengar jika Shen Yin tiba-tiba saja terjatuh ke danau setelah berteriak akan menyelamatkannya. Jelas dia sama sekali tidak pergi ke arah danau.
Saat ini, Jun Haobei yang melompat ke danau untuk menyelamatkan Shen Yin pun muncul dan berenang ke tepian.
"Haobei, bagaimana keadaan gadis itu?" tanya Li Yugang yang sudah lama melupakan keberadaan pria vampir di sebelah Jun Ye.
"Pingsan," jawab pria itu.
Pria vampir sedikit menjauh dari para manusia di sekitarnya. Dia melihat bayangan naga ungu keemasan di atas tubuh Jun Haobei mulai menatapnya dengan ganas.
"..." Jelas aku tidak melakukan apa-apa. Kenapa makhluk itu menatapku seperti menargetkan kelinci untuk dimakan? Pikir si pria vampir agak sedih.
Jun Haobei membawa Shen Yin ke tepian dan memeriksa keadaannya. "Apakah kamu sudah menelpon pihak rumah sakit?" tanyanya.
"Ya. Polisi akan datang untuk membantu kita. Tidak lama lagi mereka datang," jawabnya.
Jun Haobei fokus pada Shen Yin saat ini dan langsung melakukan pertolongan pertama. Dia menekan dada gadis itu berulang kali untuk mengeluarkan air dari paru-parunya. Setelah itu, dia juga melakukan napas buatan.
Tak lama, Shen Yin memuntahkan air danau cukup banyak tapi tidak mampu untuk membuka matanya. Dia terlalu lemah.
"Ibu ...," gumamnya. "Maafkan Xiao Yin," imbuhnya serak.
"Oke, tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja," bisik Jun Haobei sepertinya mengerti sesuatu. Gadis ini jatuh ke sungai entah karena bisikan atau gangguan lain. Yang penting saat ini dirinya aman.
Pria vampir memperhatikan Jun Haobei memeluk gadis itu di pangkuannya. Sebelah alisnya naik sedikit. Cinta antar manusia cukup manis, pikirnya.
"Aura kegelapan di sini terlalu berat dan siapapun yang pikirannya kacau, mudah untuk dijebak makhluk dari dunia lain. Mungkin, alasan kenapa gadis itu tak mencoba menuju permukaan danau ... karena mendengar suara seseorang yang sangat disayanginya," jelas pria vampir itu dengan baik hati memberi tahu mereka.
"Ah? Seseorang yang sangat disayangi? Apa maksudmu?" tanya Li Yugang.
__ADS_1