The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Perkemahan Akhir Musim Gugur


__ADS_3

JUN HAOBEI yang baru saja memenangkan diri pun merasa jika tubuhnya sangat nyaman, napasnya menjadi lebih ringan serta ia bisa merasakan peredaran darahnya lancar.


Tubuhnya seperti terbebas dari sesuatu yang berat. Sepertinya dia bisa bergerak lebih cepat di masa depan.


Akhirnya, Jun Haobei menggelengkan kepala.


Shen Yin melihatnya baik-baik saja pun segera menguap dan memasang ekspresi jijik. "Kalau begitu pergilah bersihkan dirimu. Aku kau tidur."


Dia bangkit dari sofa dan pergi ke kamar tidur.


Jun Haobei melihat tubuhnya dipenuhi oleh cairan hitam lengket yang bau dan merasa tidak nyaman. Dia segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Tak lama setelah membersihkan diri, Jun Haobei keluar dengan handuk putih melilit di pinggangnya. Tidak ada jubah mandi besar di apartemen Shen Yin sehingga dia hanya bisa memakai handuk setelah mengeringkan tubuhnya.


Sekarang, dia memikirkan baju ganti.


Jun Haobei mengambil smartphone nya dan hendak menghubungi sang asisten untuk membelikannya baju sementara tapi ....


Melihat ke arah tempat tidur di mana Shen Yin memejamkan mata karena mengantuk, dia menghela napas. Meski matanya terpejam, gadis itu masih berjaga-jaga.


"Apakah kamu punya pakaian pria di sini?"


Shen Yin membuka matanya sedikit dan berpikir. "Ada pakaian saudaraku di lemari. Kamu periksa, apakah ukurannya pas. Jika tidak, pergilah beli sendiri," jawabnya.


Setelah itu, Shen Yin benar-benar tertidur.


Melihatnya yang begitu kelelahan, Jun Haobei merasa bersalah. Dia memeriksa lemari di mana ada pakaian Shen Yang tertata rapi di dalamnya.


Untungnya semua pakaian milik Shen Yang tidak terlalu beda ukuran dengannya. Secara alami, Jun Haobei memilih memakai kardigan abu-abu serta celana panjang berwarna hitam.


Setelah menyisir rambut, Jun Haobei berjalan ke sisi tempat tidur, memperhatikan gadis yang terlelap. Kemudian dia memakaikan selimut untuknya. Gadis itu hanya mengerutkan kening dan bergumam tidak jelas sebelum akhirnya kembali tenang.


Jun Haobei menggelengkan kepala dan terkekeh ringan. "Gadisku, selamat tidur," bisiknya. Dia mencium keningnya dan bangkit meninggalkan kamar.


Pada pukul sembilan pagi.


Shen Yin terbangun secara alami dan menguap malas. Dia merasa masih sedikit mengantuk dan segera menggunakan aura untuk menghilangkan rasa kantuk yang tersisa.


Sebelumnya, Shen Yin tidak menyadari jika pagi seharusnya berangkat ke sekolah. Ketika melihat angka pada jam digital di atas meja nakas, Shen Yin tertegun.

__ADS_1


Jam sembilan?!


Dia segera turun dari tempat tidur dan mengambil handuk untuk mandi. Tapi tiba-tiba saja aroma masakan tercium. Ia mengerutkan kening.


"Siapa yang memasak? Apakah saudaraku kembali lagi?" gumamnya.


Shen Yin pergi ke dapur dan melihat pria jangkung memakai kardigan abu-abu, tengah membuat sandwich dan beberapa hidangan lainnya.


"Kamu masih di sini?" tanyanya heran.


Jun Haobei menoleh dan tersenyum. "Kamu sudah bangun? Pergi mandi sebelum sarapan," katanya tanpa menjawab gadis itu.


"Apakah kamu tidak pergi setelah mandi tadi malam?" tanya gadis itu dengan ekspresi malas.


"Tunanganmu tinggal satu apartemen, bukankah itu wajar?"


"..." Shen Yin ingin tersandung sesuatu.


Ini pacar lagi!


Bisakah pria itu tidak mengatakannya sepanjang waktu?


Jun Haobei tidak melanjutkan topik itu dan segera memintanya untuk sarapan.


“Kamu sangat dekat dengan kepala sekolah?”


“Hanya kenalan biasa, kamu tidak perlu khawatir akan dikritik di masa depan,” jawabnya.


Jangan bercanda, kepala sekolah sangat enggan untuk bermasalah dengan Jun Haobei. Bagaimana mungkin akan mengejar masalah kecil seperti ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada saat ini, kepala sekolah sedang bersin dan menggigil tanpa alasan. Lalu memikirkan panggilan telepon dari Jun Haobei yang mengatakan jika Shen Yin tidak bisa masuk sekolah karena tidak enak badan.


Ketika ditanyakan, kenapa Jun Haobei tahu Shen Yin sakit, jawabannya mengejutkan kepala sekolah. Shen Yin adalah tunangan keluarga Jun!


Di masa depan, dia harus mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh Shen Yin sehingga Jun Haobei akan puas. Jika dia memperlakukan tunangannya dengan buruk, Jun Haobei mungkin mengambil alih sekolah dan menjadi investor utama.


Itu mengerikan.

__ADS_1


“Kepala, Sekolah, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Guru Ling, wali murid kelas di mana Shen Yin juga merupakan siswanya.


Kepala sekolah menggelengkan kepala dan sedikit berkeringat dingin di kedua tangannya. “Aku baik-baik saja. Mungkin hanya masuk angin,” jawabnya begitu sederhana. Tapi tidak ada yang tahu jika hatinya sedikit bergetar.


“Kalau begitu, perkemahan akhir musim gugur ini akan dibatalkan?” Guru Ling sedikit berharap.


“Tentu saja tidak. Aku hanya masuk angin dan tidak ada hubungannya dengan perkemahan akhir musim gugur tahun ini.” Kepala sekolah mencibir. Dia tahu semua guru tidak terlalu menyukai aturan yang dia buta karena terlalu parsial.


Namun setelah berpikir lagi, kepala sekolah tertegun dan langsung membelalakkan mata. “Tunggu … kamu bilang perkemahan musim gugur?”


“Ya.” Guru Ling mengangguk. Dia memegang buku pelajarannya dan bersiap untuk kembali ke kelas sebelum jam pelajaran kedua dimulai.


“Apakah minggu depan?”


“Ya.” Guru Ling mengangguk lagi dengan ekspresi polos, seolah-olah berkata ‘Oh, kepala sekolah, tidakkah kamu ingat?’


“...” Kepala sekolah membatu. Dia hampir melupakan masalah ini.


Itu semua gara-gara pekerjaannya yang menumpuk.


“Kepala sekolah, apakah ada yang salah?” Guru Ling entah kenapa merasa tidak nyaman di hatinya. Ini adalah naluri seorang wanita.


Kepala sekolah terdiam sebentar sebelum akhirnya menunduk karena malu. “Aku lupa jika minggu depan adalah perkemahan akhir musim gugur.”


“...” Kali ini giliran Guru Ling yang terkejut.


“Tapi tidak apa-apa. Semuanya masih bisa dilaksanakan bahkan jika aku lupa. Tapi masalahnya, tempat untuk perkemahan kali ini belum ditentukan …” Kepala sekolah menghela napas tidak berdaya.


“Kalau begitu, haruskah aku dan guru lainnya juga mencari tempat untuk direkomendasikan?” usul Guru Ling.


Kepala sekolah menggelengkan kepala. Bahkan jika dia hampir lalai dalam masalah ini, dia akan bertanggung jawab sampai akhir. Tidak perlu merepotkan guru yang lain. Ini juga alasan kenapa kepala sekolah masih duduk di posisi tersebut sampai sekarang.


Karena kepala sekolah tidak membutuhkan bantaun saat ini, Guru Ling juga tidak memaksanya. Dia segera meninggalkan ruang kepala sekolah dan menuju kelasnya mengajar.


Shen Yin cuti karena sakit. Menurut kepala sekolah, orang penting di dekat gadis itu menghubunginya dan mengaku sebagai tunangan.


Untungnya Guru Ling bukan tipe orang yang tidak masuk akal dan berhenti mencampuri urusan muridnya. Lagi pula Shen Yin sangat pintar, masalah belajar di kelas ini tidak akan menjadi hambatannya saat ujian.


Ketika Guru Ling memasuki kelas, semua murid langsung duduk rapi di tempatnya.

__ADS_1


"Baiklah semuanya, saya akan memberitahukan informasi penting tentang perkemahan akhir musim gugur ...."


Guru Ling memberikan situasi terkini tentang persiapan perkemahan yang telah direncanakan sejak musim panas sebelumnya. Dan semua murid juga antusias tentang masalah ini.


__ADS_2