
TELINGA GADIS itu memerah dan wajahnya sedikit panas. Sepertinya Pak Tua Jun mengira jika Domian datang ke kamarnya untuk sesuatu yang bisa melahirkan cicit untuknya.
Jun Haobei melihat gadis itu sedikit linglung pun segera menyipitkan matanya. Wajah keduanya begitu dekat satu sama lain.
"Apa yang kamu pikirkan?" godanya.
Gadis itu menggelengkan kepala.
Jun Haobei sudah melepaskan tangannya dan mencium bibir gadis itu tanpa peringatan apapun. Shen Yin tertegun saat merasakan bibirnya dicium oleh pria itu.
Lagi pula, pria mana yang akan tahan saat melihat orang yang dicintai berbaring di sampingnya. Jun Haobei tidak terkecuali. Meski dia tahu gadis itu masih sekolah, keinginannya untuk mencium tidak hilang.
Tapi Jun Haobei tidak berlebihan. Dia hanya menciumnya saja dan memeluknya sepanjang malam.
Pak Tua Jun mungkin lupa jika gadis itu masih di bawah umur. Tidak mungkin bagi Domian untuk bertindak sebagai bajin*an.
***
Keesokan paginya.
Shen Yin bangun lebih awal. Tidak seperti biasanya, dia tampak sehat-sehat saja hari ini. Badannya segar dan kulitnya yang pucat juga telah membaik.
Dia tidak menyadari jika semalam, Jun Haobei menyuntikkan aura supernatural miliknya untuk membuat gadis itu terhindar dari demam lagi. Karena itu, Jun Haobei sengaja tidur bersamanya.
Saat Shen Yin bangun, Jun Haobei tidak ada di kamar tamu. Sepertinya sudah kembali sejak dini hari tadi.
Pintu kamar tamu tiba-tiba saja dibuka oleh Jun Haoran.
"Xiao Yin, kamu sudah bangun?"
"Ya." Shen Yin mengerutkan kening ketika melihat Jun Haoran yang membuka pintu diam-diam.
Jun Haoran melihat sekeliling kamar dan terbatuk canggung. Apakah kakek berbohong padanya? Jelas kakak tidak ada di sini, batinnya.
Shen Yin turun dari tempat tidur dan melihat gerak-geriknya yang mencurigakan. Dia mengerutkan kening. "Tidak ada barang yang hilang. Kamu dapat yakin aku tidak akan menjual barang-barang di rumah ini."
Jun Haoran terkejut dan segera menggelengkan kepala. "Tidak, tidak. Xiao Yin, aku tidak bermaksud demikian. Aku sebenarnya mencari kakakku. Kupikir dia sembunyi di sini sepanjang malam," katanya jujur. Mau tidak mau, dia mengatakan segalanya alih-alih dituduh sebagai wanita yang mencurigai calon kakak iparnya.
__ADS_1
"Apakah kakekmu yang memberi tahu?"
"Ini ... Xiao Yin, aku harap kamu tidak menyalahkan kakekku." Jun Haoran terbatuk canggung dan tahu jika kakeknya suka sekali penasaran terhadap sesuatu.
Jun Haobei telah hidup tanpa wanita selama ini dan tidak pernah dikabarkan dekat dengan wanita mana pun. Banyak kencan buta yang dilakukan tapi tidak ada satu pun yang berhasil.
Para wanita itu akan menyerah lebih awal karena tidak kuat dengan aura kakaknya yang mendominasi.
Awalnya keluarga Jun mungkin akan memiliki seorang pewaris tanpa keturunan. Jun Haobei mungkin ditakdirkan untuk hidup kesepian. Sampai pada suatu hari, Shen Yin muncul, Jun Haobei menunjukkan beberapa keanehan.
Pada akhirnya, Pak Tua Jun tahu Shen Yin adalah tunangan yang dipilih melalui tradisi turun temurun keluarga supernatural, suasana hati pria tua itu menjadi lebih berbunga-bunga. Bahkan jika Shen Yin terlalu muda, Jun Haobei bisa menunggu dua tahun lagi. Tidak apa-apa bagi seorang pria menikah pada usia tiga puluh tahun.
Shen Yin ingin berbicara sesuatu pada Jun Haoran tapi smartphone nya tiba-tiba saja berbunyi. Sebuah pesan dari Shen Yang, memintanya untuk segera pulang.
Kakaknya mungkin khawatir dia tidak akan nyaman menginap di ruang orang lain. Lagi pula masih rumah tua keluarga Jun. Shen Yang masih enggan untuk membiarkan hubungannya dengan keluarga Jun.
"Aku akan segera kembali. Kakakku benar-benar khawatir hari ini." Shen Yin memberi tahu Jun Haoran.
"Ah, sarapan dulu. Aku akan meminta kakakku untuk mengantarmu kembali. Omong-omong terima kasih sudah datang malam tadi." Jun Haoran tak lupa tentang apa yang terjadi semalam.
"Tidak masalah." Shen Yin menggelengkan kepala. Dia melihat Jun Haoran kembali dan merasa bingung. Dia merasa adegan berdarah yang akan menimpa wanita itu telah hilang.
Pada akhirnya, Shen Yin tidak mengatakan apa-apa.
Setelah mencuci muka dan sarapan seadanya, Shen Yin diantar pulang oleh Jun Haobei. Shen Yang telah menunggunya di halaman apartemen dan ekspresinya tidak ramah saat melihat Jun Haobei. Meski begitu, Jun Haobei sama sekali tidak takut atau gugup. Dia menyapa seperti biasanya.
"Kakak ..." Shen Yin ingin mengatakan sesuatu agar tidak menyalahkan Jun Haobei.
Namun laki-laki itu menukasnya. "Kamu masuk dulu. Ada sesuatu yang harus aku katakan padanya."
Shen Yin tidak membujuk lagi dan segera masuk apartemen.
Di luar, kini tinggal Jun Haobei dan Shen Yang.
"Ada apa?" tanya Jun Haobei saat melihat ekspresi serius laki-laki itu. Seharusnya bukan masalah tentang Shen Yin yang menginap di rumah tua Jun.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi semalam?" tanya balik Shen Yang seraya menyipitkan mata.
__ADS_1
"Semalam?" Jun Haobei menaikkan sebelah alisnya dan menceritakan apa yang dia ragukan tapi tidak ada bukti.
Ketika Shen Yang mendengar semuanya, dia merasa khawatir tapi juga bingung. Di sisi lain, ada sesuatu yang ingin menyegel adiknya seperti dua tahun lalu. Masih dari organisasi yang sama. Lalu di satu sisi lainnya, kekuatan aneh melonjak dari tubuh adiknya.
Itu terjadi pada tengah malam tadi.
"Apakah ini terkait dengan pria yang bernama Ye Zhuan itu?" tanya Jun Haobei.
"Seharusnya begitu. Meskipun aku tahu adikku tidak mungkin dikalahkan begitu saja, tapi kekuatan pihak lain tidak kecil ..." Shen Yang berpikir keras namun tidak mau membicarakannya lagi. "Lupakan saja. Aku akan bertanya padanya nanti."
"Aku sudah bertanya, tapi dia sama sekali tidak ingin mengatakan apa-apa."
"Jangan khawatir, aku bisa membuat dia mengatakan segalanya. Kalau begitu, terima kasih sudah mengantar adikku kembali." Setelah berkata demikian, Shen Yang segera memasuki apartemen.
Jun Haobei tetap diam ditempat sejak laki-laki itu masuk. Lalu segera meninggalkan kawasan tersebut.
Tanpa disadari, Shen Yin telah memperhatikan dari lantai tempatnya tinggal. Keduanya seperti berbicara serius. Dia duduk di sofa sambil meminum segelas susu hangat.
Ketika Shen Yang kembali, dia tahu situasinya tidak terlalu baik.
"Tahukah kamu bahwa semalam nyawamu akan melayang?" Shen Yang marah tapi tidak berdaya. Dia menatap adiknya dengan ekspresi kesal. "Pria itu kembali dan ingin menyegelmu. Kamu bahkan tidak tahu?"
"..." Shen Yin tidak berbicara.
"Orang yang ingin menyegelmu telah kembali dan mencoba untuk membawamu pergi. Jika itu sampai terjadi ... bagaimana denganku?" Shen Yang tanpa sadar menjadi panik dan pikirannya berantakan.
Mendengarkan kakaknya yang mulai berbicara tentang kecemasan, Shen Yin tidak tahun lagi.
"Kakak!" Dia berteriak.
"..." Shen Yang tertegun.
Suasana tiba-tiba saja menjadi lebih tenang. Gadis itu berdiri dan menatap kakaknya dengan ekspresi lelah.
"Cukup! Aku tidak ingat apa yang terjadi semalam. Saat aku bangun, tubuhku merasa lelah." Shen Yin mengatakan yang sesungguhnya.
Dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi semalam. Bahkan tentang Shin Mose Sang Raja Dunia Bawah sekali pun, Shen Yin sama sekali tidak tahu.
__ADS_1
"Xiao Yin ... Kakak hanya khawatir padamu. Kamu adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa saat ini." Shen Yang tahu dia berlebihan kali ini dan segera meninggalkan ruangan tersebut.
Keduanya mulai saling menenangkan diri sendiri.