
KEESOKAN paginya, Shen Yin bangun seperti biasa. Karena musim dingin, dia mandi air hangat, sarapan dan pergi sekolah. Liburan musim dingin masih cukup lama. Setidaknya sebelum tahun baru, dia harus menyelesaikan semu pelajarannya yang tertinggal.
Jun Haobei sudah pergi sejak mengantarnya ke sekolah.
Untungnya Guru Ling selaku wali kelas Shen Yin tidak bertanya lebih banyak. Kepala sekolah sudah menjelaskannya juga. Namun karena Shen Yin terlambat dalam belajar, setelah jam sekolah usai, dia tidak langsung pergi.
Yi Er menunggu dengan setia sambil makan camilan atau membaca novel. Siapa yang tahu, sebelum pukul lima sore, Shen Yin sudah menyelesaikan semua mata pelajaran yang telah ditinggalkan.
"Sudah selesai?" Yi Er yang melihat gadis berambut sebahu itu keluar dari ruang guru pun segera mengerutkan kening.
Shen Yin mengangguk. "Tidak ada masalah."
"..." Genius memang berbeda, batin Yi Er merasa sedih. Seandainya dia sepintar table mate nya, mungkin akan lebih baik.
Keduanya meninggalkan gedung sekolah dan berbincang-bincang lagi.
"Omong-omong, apakah kamu memakai kalung yang kuberikan padamu sebelumnya?"
"Oh, ini?" Shen Yin mengeluarkan liontin kalung yang ada di lehernya.
Kalung dengan liontin pedang mahoni merah kecil itu selalu dipakainya. Ini mengurangi gangguannya terhadap mimpi buruk dan efek dari mimpi itu sendiri.
"Terima kasih karena sudah memberikan ini padaku. Apakah ibumu baik-baik saja tanpa kalung ini?" tanya Shen Yin.
"Jangan khawatir, ibuku sudah lama tidak memakainya." Yi Er menggelengkan kepala. Dia tidak pernah melihat ibunya memakai ini lagi.
Keduanya berpisah setelah keluar gerbang sekolah. Shen Yin yang memakai syal tanpa sengaja melihat sekelebat bayangan hitam menuju sebuah gang. Dia menyipitkan mata dan segera mengejar sosok bayangan hitam itu.
__ADS_1
Gang-gang di ibu kota memang tidak sekotor di kota lain, tapi jarang dilewati. Apa lagi saat malam hari. Kasus kejahatan mulai meningkat akhir-akhir ini, terutama menyangkut geng dunia bawah.
Shen Yin melihat hamparan salju di mana-mana, tapi tidak menemukan sosok bayangan hitam tadi.
Iris mata kanannya segera berubah menjadi beberapa warna. Sampai akhirnya berhenti di warna hitam pekat. Meskipun tidak tahu kematian apa yang akan terjadi, Shen Yin tidak peduli. Dia tidak menemukan jejak manusia yang akan mati di tempat tersebut.
"Mungkinkah karena benda yang diberikan Jun Haobei hingga aku tak diganggu mereka lagi saat ini?" gumamnya.
Menurutnya, makhluk tak kasat mata akan datang padanya, mengganggu atau bahkan menyerangnya. Tapi kali ini tampaknya berbeda.
Jelas tadi ada bayangan hitam melesat ke gang setelah melihat dirinya sendiri. Tapi saat dihampiri, sosok itu sudah tidak ada.
Awalnya Shen Yin ingin memeriksa gang. Dia ingin tahu apa yang ada di sana.
Namun sebelum melangkah ke sana, suara klakson mobil menghentikan langkahnya. Shen Yin menoleh, mendapati mobil hitam berhenti di sisi jalan tak jauh darinya.
Sosok Jun Haobei keluar mobil. Pria itu mengenakan kemeja putih, dahi hitam bergaris, celana hitam formal, sepatu mengkilap dan kacamata bening kotak yang biasanya dipakai pria-pria pada umumnya untuk gaya kantor.
Shen Yin mengerutkan kening. Dia tanpa sadar melihat bayangan naga ungu keemasan muncul di atas tubuh pria itu. Bayangan naga ungu keemasan itu tampaknya menatap ke arah tertentu dengan ekspresi penuh permusuhan.
Gadis itu juga melihat ke arah di mana bayangan naga ungu keemasan terlihat sangat marah dan kesal. Tapi Shen Yin sama sekali tidak melihat apa-apa.
Apa yang sebenarnya terjadi? Batinnya.
Awalnya dia ingin menggunakan mata batinnya untuk melihat lebih jauh tentang dunia lain. Tapi Jun Haobei sudah mendesaknya lagi untuk masuk.
Pada akhirnya, Shen Yin hanya bisa mengesampingkan masalah ini.
__ADS_1
Ketika keduanya meninggalkan tempat tersebut, apa yang baru saja melesat ke gang muncul lagi. Sosok hitam itu perlahan membentuk wujudnya. Semakin jelas dan padat.
Awalnya hanya setinggi manusia dewasa, tapi semakin lama, tinggi sosok itu hampir mencapai atap rumah bertingkat dua. Sosok hitamnya menyelimuti gang tersebut.
Makhluk tersebut memiliki sepasang mata merah, tubuh hitam, ekor yang aneh serta deretan gigi runcing yang padat. Bahkan hampir mustahil memiliki celah di antara giginya yang lebat. Makhluk tersebut juga mengeluarkan bunyi nyaring aneh.
Kucing jalanan yang melintas di sekitar tempat tersebut langsung menggeram. Bulu-bukunya meremang dan menatap tajam ke arah di mana makhluk itu berada. Pada akhirnya tidak ada yang terjadi.
* * *
Selama beberapa hari, suasana di ibu kota mulai tenang kembali. Berita tentang para vampir yang merajalela kini telah ditangani oleh sebagian orang-orang berkemampuan khusus. Bahkan para vampir hutan juga ikut turun tangan secara diam-diam.
Shen Yin juga menerima surat dari para vampir hutan tentang kasus teman Xu Ming. Kini salah satu temannya yang terinfeksi telah menjadi vampir. Kondisi kejiwaannya tidak buruk. Meski pada awalnya tidak mampu menerima kenyataan, setidaknya masih bisa pulang dan berkumpul dengan beberapa sanak keluarga.
Dengan begitu, kasus vampir ini juga telah berakhir sekarang.
Shen Yin merasa lega.
melihat salju yang turun, Shen Yin menghela napas.
“Kenapa kamu melamun?” Yi Er menepuk pundaknya dan duduk di seberang gadis itu.
Keduanya kini berada di kantin sekolah dan baru saja makan siang. Meski membawa bekal, beberapa makanan yang disiapkan oleh pihak sekolah masih bisa dipesan. Tapi harus membayar cukup mahal.
“Tidak ada,” jawab Shen Yin sekenanya, dia meminum susu kotaknya yang masih hangat.
Yi Er sibuk dengan smartphone-nya dan mencari berita yang sedang naik daun. Semuanya masih tentang kasus politik dan pertanian. Di antaranya juga menyangkut tentang perkembangan manga dan robot ciptaan perusahaan ternama.
__ADS_1
Lalu, dia ingat ada sebuah berita yang cukup populer selama seminggu terakhir.
“Omong-omong, apakah kamu sudah tahu tentang kasus kematian beberapa orang secara mengenaskan akhir-akhir ini?”