
SOSOK AURA jahat Li Nuo menatap Shen Yin cukup lama dan sedikit keengganan terlihat di wajahnya yang cukup mengerikan.
"Dia ... Dia berutang nyawanya padaku. Aku ingin dia mati! Mati!!!" Kebencian yang terlihat pada aura jahat Li Nuo benar-benar membuat suasana di sekitarnya seperti berada dalam gudang es.
Shen Yin merasakan embun es terbentuk di pagar tangga dan dia sedikit tertarik. Tidak diduga, kebencian Li Nuo benar-benar lebih serius daripada yang dia duga. Namun dia sama sekali tidak terpengaruh oleh aura jahat Li Nuo tersebut.
"Apapun itu, kadang hidup menderita lebih baik daripada kematian," katanya.
Shen Yin berjalan menuruni anak tangga hingga dia berada cukup dekat dari sosok aura jahat Li Nuo. Dia mengeluarkan sebuah buku novel dari jimat penyimpanan yang baru saja dia gambar sebelum datang.
"Bisakah aku meminta tanda tanganmu? Novel Deep Story yang kamu buat sangat bagus. Aku mengagumimu," katanya lagi.
"..." Sosok aura jahat Li Nuo yang melihat mata cerah Shen Yin, tidak tahu harus berkata apa. Dia hanya jiwa gelap yang tersisa tapi ... apakah ini rasanya bertemu penggemar? Aneh?
Semua lampu di vila tersebut akhirnya menyala kembali seolah olah tidak ada yang terjadi. Jendela juga tertutup seperti sedia kala dan jejak jahat di vila tersebut sudah menghilang. Setelah Li Nuo menandatangani novelnya sendiri, Shen Yin melewatinya. Dia berdiri di depan Lan Miao yang benar-benar pingsan dan pucat kali ini.
"Hubunganmu dengannya sangat baik sebelumnya?" tanya gadis itu santai.
Jiwa gelap Li Nuo yang awalnya memiliki kebencian hingga membuat embun es di sekitarnya pun melunak. Kini tergantikan dengan kesedihan yang dalam. Tentu saja hubungannya sangat baik dengan Lan Miao. Keduanya adalah sahabat.
__ADS_1
Semenjak dia diadopsi oleh Li Yugang, Lan Miao juga tidak menunjukkan ketidaksenangannya. Justru sangat mendukung dan sedikit itu. Namun jenis iri yang baik. Siapa yang tahu bahwa karakter nya akan berubah malam itu.
Hanya mengingatnya saja, jiwa gelap Li Nuo merasa tidak rela dan tidak mempercayainya. Sahabat yang dia percaya telah membunuhnya dan bekerja sama dengan seseorang yang dikatakan sebagai seorang supernatural. Sama seperti Shen Yin—sang ahli supernatural.
Setah menceritakan semua itu pada Shen Yin, jiwa gelap Li Nuo merasa lebih lega. Tapi bukan berarti kebencian di matanya menghilang. Dia ingin membawa sahabatnya mati, menemaninya di dunia lain. Setelah mendengar kata-kata Shen Yin tadi, rasanya ada benarnya juga. Hidup menderita kadang lebih mengasyikkan daripada kematian yang singkat. Dia bisa mengganggunya seumur hidup hingga napas terakhirnya.
Jadi kali ini jiwa gelap Li Nuo berkompromi diam-diam dengan ide Shen Yin.
"Apakah dia mati?" tanya jiwa gelap Li Nuo.
Shen Yin mengerutkan keningnya dan melirim jiwa gelap berpenampilan hantu itu. "Kamu sudah mati dan seharusnya tahu apakah dia mati atau belum."
"..." Jiwa gelap Li Nuo terdiam cukul lama sebelum akhirnya berkata, "aku tidak berpengalaman menjadi jiwa yang gentayangan."
Gadis itu itu naik dan pergi ke kamar Lan Miao. Dia mengambil smartphone wanita itu dan memeriksa apa saja yang ada di dalamnya. Beberapa nomor tidak dikenal serta nomor telepon milik perusahaan perfilman serta editor perusahaan novel.
Shen Yin tidak membutuhkannya. Namun dia mengingat dengan baik nomor telepon aneh yang jelas tidak biasa. Sepertinya ini merupakan salah satu nomor telepon dari orang-orang supernatural. Dia pasti akan meminta bantuan mereka kali ini sejak jiwa gelap Li Nuo muncul untuk menghantuinya.
"Siapa saja orang kepercayaanmu selama membuat novel?" tanyanya pada sosok jiwa gelap Li Nuo di belakang. Tanpa menoleh pun, dia sudah mengenalinya.
__ADS_1
"Ah, itu ... Sepertinya seseorang bernama Jun Haoran," jawabnya agak tidak yakin.
"Jun Haoran?" gumam Shen Yin. Keluarga Jun yang itu atau ....
Sebelum Shen Yin berpikiran liar, jiwa gelap Li Nuo sudah membuyarkan lamunannya.
"Aku kurang yakin. Setiap kali hanya berkomunikasi lewat WeChat dan terkadang mengobrol di pesan pribadi Weibo. Aku belum pernah bertemu dengannya secara langsung," jelas jiwa gelap Li Nuo jujur.
Shen Yin tidak berpikir banyak. Tapi dia tahu jika nama saudara perempuan Jun Haobei adalah Jun Haoran. Sepertinya memang keluarga Jun. Lagi-lagi, kenapa harus berurusan dengan keluarga itu? Pikirnya.
Sudut mulut Shen Yin sedikit berkedut. Mungkin ini takdir atau semacamnya. Dia menyingkirkan poni yang menghalangi mata kanannya dan mulai menggunakan kemampuan mata Yin Yang yang dimilikinya. Iris mata kanannya berubah menjadi merah, biru, ungu hitam dan hijau secara bergantian. Dia tidak menemukan sesuatu yang aneh di vila ini.
"Tampaknya dia baru menempati vila ini," katanya.
"Ya." Jiwa gelap Li Nuo mengangguk. "Dia berkata bahwa dia akan menyewa vila ini lebih dulu sebelum membelinya dari pemilik asli," imbuhnya.
Tidak peduli siapa pemilik asli vila, Shen Yin tak akan mengorek lebih jauh. Iris mata kanannya sudah kembali normal dan merapikan poninya.
"Aku akan kembali. Kamu baik-baik di sini dan amati setiap gerak-geriknya. Diperkirakan dia akan menghubungi pihak lain," katanya.
__ADS_1
Dia berjalan keluar kamar. Jiwa gelap Li Nuo kebingungan dan hendak menyusul untuk bertanya, namun sosok gadis itu sudah menghilang?
"..." Sangat cepat? Pikirnya.