
SHEN YIN belum menyadari jika saat ini dirinya sedang dalam bahaya.
Rantai keemasan itu menangkis rantai segel tubuh kutukan milik Lord Zhuan dan sepertinya mengetahui adanya ancaman. Setidaknya ada empat rantai yang muncul dari tubuh Shen Yin yang masih tertidur.
Benturan dua energi supernatural yang berbeda menciptakan angin yang cukup kencang dan hawanya sangat panas. Ini membuat Shen Yin semakin tidak nyaman dan ingin membuka matanya. Tapi sangat berat.
Rasanya ada sesuatu yang membuatnya tak bisa terjaga.
Lord Zhuan tahu situasinya tidak benar. Dia tidak bertindak gegabah dan dengan hati-hati mengendalikan rantai tubuh kutukan yang ingin menjerat Shen Yin.
“Siapapun kamu dan apapun wujudmu, dunia ini bukan tempatmu berada. Kamu harus kembali ke dunia bawah bersama gadis itu. Dia juga bukan milik dunia ini,” ujar Lord Zhuan tenang.
Keempat rantai keemasan yang berada di tubuh Shen Yin sepertinya tidak suka dengan perkataannya.
Segera, cahaya keemasan mengembun di atas tubuh Shen Yin dan membentuk sebuah bunga peoni merah yang terlihat masih kuncup. Ketika wujud bunga peoni merah itu terbentuk jelas, satu persatu kelopaknya mulai mekar.
Lord Zhuan memperhatikan saksama dan masih berwaspada. Mungkin wujud yang muncul dari tubuh gadis itu bisa menyerangnya.
Setelah bunga peoni merah besar spiritual itu mekar, sosok pria berjubah brokat merah darah terbentuk. Perlahan, bunga peoni itu memudar dan menyatu dengan tubuh pria berjubah brokat tersebut.
Lord Zhuan tertegun saat melihat pria berpakaian zaman kuno itu muncul. Wajahnya merupakan kecantikan atau ketampanan yang tidak dimiliki oleh semua pria di dunia ini.
“Siapa kamu?” tanya Lord Zhuan sangat penasaran.
Sejak kapan Shen Yin dijaga oleh sosok ini? Pikirnya.
Pria berjubah brokat itu memiliki rambut panjang, wajah dirias seperti pria zaman kuno yang selalu ada di rumah bordil dan senyumnya yang lembut menyimpan banyak kekejaman.
“Kamu tidak layak tahu siapa aku. Tapi kamu telah mengganggu tidurku,” jawab pria berjubah brokat merah itu dengan nada yang manja. “Makhluk rendahan, segel kecilmu ingin menarikku kembali ke dunia bawah? Apakah kamu sudah dapat izinku?” tanyanya.
“Kamu … siapa kamu di dunia bawah?” Lord Zhuan menyipitkan matanya. Pria berjubah brokat merah itu jelas bukan manusia.
Pria berjubah brokat merah itu tertawa. Tidak khawatir akan didengar oleh orang lain karena sudah ada penghalang gaib yang menyelimuti kamar tamu itu.
__ADS_1
“Siapa aku? Yakin ingin tahu?” Pria itu tersenyum dan menyentuh bibirnya. Dia segera menapakkan kakinya di lantai tak jauh dari ranjang. “Aku adalah Raja Dunia Bawah, Shin Mose.”
“...” Lord Zhuan belum memahami identitas pria itu dan baru saja mendengar siapa namanya. Dia segera berkeringat dingin.
“Raja Shin? Tidak mungkin … bagaimana yang mulia raja ada di tubuh seorang gadis yang memiliki mata kutukan itu? Ini jelas tidak mungkin!”
Lord Zhuan akhirnya pulih dari pikirannya sendiri. Rantai penyegel tubuh kutukannya tiba-tiba saja menghilang ketika Shin Mose mengibaskan tangannya dengan kemalasan.
“Kenapa aku tidak mungkin berada tubuh gadis itu?” tanya Shin Mose.
“Itu … itu karena yang mulia raja Shin jelas sangat agung dan benci wanita,” jawab Lord Zhuan polos. Dia jelas tahu Shin Mose meski tidak pernah melihat sosoknya.
Di dunia bawah, Shin Mose selalu berada di ruangan yang tertutup dan berbicara dengan rakyatnya dari balik tirai. Tidak ada yang tahu seperti apa sosoknya.
“...” Shin Mose tidak menyangkal hal ini. Dia memang benci wanita.
Tapi tentang Shen Yin … jelas sedikit berbeda karena terlahir dengan kondisi Yin dan Yang yang saling bertentangan. Jadi, Shin Mose yang meninggalkan dunia bawah untuk tujuan tertentu pun segera bersemayam di tato bunga peoni merah yang terdapat pada punggung gadis itu selama belasan tahun.
Setelah mengetahui seluk beluknya, Lord Zhuan dan dua muridnya langsung berlutut dan meminta pengampunan pada Shin Mose.
Shin Mose malas untuk mengobrol dengannya. Waktunya di luar tubuh tidak banyak. Kini tubuhnya mulai transparan sedikit demi sedikit.
“Pergilah dan jangan ganggu gadis ini. Alangkah lebih baik bagimu untuk membantunya di masa depan, mengumpulkan semua jiwa kegelapan dan tarik ke dunia bawah untuk mengumpulkan dosa mereka. Gadis itu telah menderita selama ini. Sangat baik baginya untuk bersanding dengan pria itu.” Shin Mose segera berubah kembali menjadi rantai keemasan dan melesat ke tubuh Shen Yin.
Lord Zhuan merasa ada yang akan datang ke kamar ini dan segera menghilang bersama dua muridnya. Tak lupa juga untuk menutup jendela secara diam-diam agar tidak ketahuan ada penyusup.
Seketika, pintu kamar terbuka dan sosok Jun Haobei yang telah bergegas diam-diam pun menyipitkan mata. Dia memperhatikan seisi kamar tamu tapi tidak menemukan apapun selain kesunyian.
Shen Yin masih tidur dengan mimpi buruknya.
Jun Haobei masuk dan menutup pintu dengan hati-hati agar tidak membangunkan orang rumah. Dia menghampiri gadis itu dan menyentuh dahinya. Panas, pikirnya.
“Xiao Yin …” Jun Haobei mencoba untuk membangunkannya.
__ADS_1
Gadis di tempat tidur itu mengerutkan kening dan membuka matanya perlahan. Rasanya kepala hampir pecah, pusing dan agak mual. Tubuhnya tidak nyaman.
“Xiao Yin, apakah kamu baik-baik saja?”
“Jun Haobei? Kenapa kamu di sini?” gumam gadis itu saat menyadari jika ada orang lain di sisinya. Dia mencoba untuk duduk dan bersandar di kepala tempat tidur.
“Aku merasakan aura aneh dari kamar ini dan segera bergegas. Mungkin Ye Zhuan akan diam-diam mendatangimu dengan niat buruk di tengah malam.”
Jun Haobei tidak berbohong. Dia memang datang karena masalah tersebut.
Shen Yin mengerutkan kening dan berpikir jika dia baru saja bermimpi buruk. Punggungnya masih meninggalkan sensasi panas meski tidak terlalu besar. Dia mengabaikannya.
“Mungkin aku mengigau hingga membuat suasana di ruangan ini menjadi aneh.” Gadis itu menguap dan menyentuh dahinya sendiri. Dia demam lagi. Ini sangat membosankan.
“Bisakah itu?” Jun Haobei jelas tidak percaya.
“Siapa tahu, lagi pula aku memiliki tubuh kutukan, mungkin jiwaku bosan dan berkelana.” Shen Yin menjawabnya tanpa berpikir lebih jauh.
“...” Jun Haobei jelas tidak langsung percaya.
“...” Shin Mose yang berada di alam bawah sadar tato bunga peoni juga diam-diam meratapi nasibnya. Gadis itu sungguh tidak peduli dengan tubuhnya sendiri.
Jun Haobei dan Shen Yin tidak tahu apa yang sebelumnya terjadi. Tapi jelas Shen Yin menyembunyikan sesuatu dari pria itu tentang keanehan tubuhnya.
Gadis itu menguap dan menarik selimut hingga seleher. "Kembalilah ke kamarmu dan tidur. Jangan ganggu aku. Ini rumah keluargamu, jangan membuat masalah," katanya.
Jun Haobei tidak peduli dan segera naik ke tempat tidur. Dia berbaring di samping itu. Shen Yin segera membuka mata dan menatapnya tidak percaya.
"Jun Haobei! Apa yang kamu lakukan? Pergi!" Dia mendorong pria itu tapi tidak berhasil.
Dia ingin memprotes lebih banyak lagi dan membuat gerakan besar untuk mengusirnya. Namun Jun Haobei tiba-tiba saja membekap mulutnya.
"Sstt! Jika kamu tidak ingin kakek salah paham, jangan berisik," bisiknya.
__ADS_1
"..." Shen Yin melirik ke arah pintu yang tertutup dan merasakan aura seseorang di luar pintu.
Dia akhirnya menyadari jika Pak Tua Jun diam-diam pergi untuk menguping di luar pintu kamar tamu.