
JUN HAOBEI melihat waktu yang sudah lewat tengah malam. Dia ragu untuk pergi. "Ini sudah terlalu larut. Pergilah besok," katanya.
Shen Yin sama sekali tidak berniat untuk mengurungkan niatnya. Dia telah berganti pakaian saat ini. Namun Jun Haobei juga telah turun dari tempat tidur.
"Jika keluargamu masih ingin aman dan sehat, maka pergi sekarang."
Mendengar jika keluarga Jun dalam bahaya, Jun Haobei tidak tinggal diam. Sudah cukup bagi kakeknya menderita di masa lalu dan kini seseorang ingin menyerang keluarga besarnya lagi.
Alasan kenapa Shen Yin bisa tahu, selain karena Shin Mose yang memberi tahu apa yang dilakukan pihak lain, dia juga memasang pelindung di sekitar rumah keluarga Jun. Jika pelindung itu rusak, maka sesuatu telah menyerangnya.
Shen Yin mengetahui jika pelindung yang dipasangnya rusak. Menandakan jika pihak lain melakukan sesuatu yang lebih besar.
Jun Haobei juga berganti pakaian dan segera meninggalkan rumah bersama Shen Yin. Namun keduanya tidak mengendarai mobil, melainkan pergi menggunakan jimat teleportasi. Cara ini lebih mudah dan cepat tapi Jun Haobei sedikit merasakan firasat buruk.
Saat Shen Yin menggunakan jimat teleportasi, dia sedikit mual. Dan ketika keduanya tiba di halaman keluarga tua Jun, Jun Haobei sedikit berwajah pucat dan bersandar di batang pohon untuk sementara waktu.
“Kenapa kamu begitu lemah? Masih belum terbiasa?” Shen Yin melihatnya lemas, merasa tidak berdaya di hatinya.
Jun Haobei menyeringai dan menatapnya penuh arti. “Kamu akan tahu saat berada di tempat tidur.”
Kali ini Shen Yin sedikit canggung. Kenapa pria itu mulai berpikiran cabul sepanjang waktu?
__ADS_1
Setelah Jun Haobei merasa lebih baik, keduanya berjalan ke halaman belakang tanpa berniat membangunkan orang rumah. Saat ini, rumah keluarga Jun terlihat suram dan diselimuti oleh energi kegelapan.
Bahkan setiap kali Shen Yin melangkah, jejak aura kegelapan langsung menyapa tubuhnya.
Bayangan naga ungu di tubuh Jun Haobei sedikit terusik namun Jun Haobei berusaha keras untuk menahannya agar tidak membuat masalah.
“Ini dia …” Shen Yin berhenti di halaman belakang dan melihat sosok makhluk raksasa yang terlihat mengerikan berada di antara pagar.
Jun Haobei tidak bisa melihat apa yang saat ini dilihat oleh Shen Yin. Dia segera meraih tangan wanita itu dan perlahan matanya bisa melihat makhluk itu.
“Itu …” Jun Haobei ingin tahu.
Jun Haobei melihat istrinya seperti sedang berpikir keras dan ekspresi wajahnya sedikit tidak senang.
“Bisakah makhluk ini di atasi?” tanyanya.
“Bisa, tapi sedikit merepotkan. Tapi …” Shen Yin melihat aura ungu keemasan di tubuh Jun Haobei. “Coba kamu gunakan bayangan naga ungu keemasan di tubuhmu. Seharusnya bisa menekan iblis itu,” imbuhnya.
“Baiklah.”
Kali ini Jun Haobei tidak menahan bayangan naga ungu keemasan yang sudah lama ingin keluar dari tubuhnya. Seketika, bayangan naga ungu raksasa keluar dari tubuh Jun Haobei dan tingginya sejajar dengan iblis bencana.
__ADS_1
Aura ungu yang penuh dengan vitalitas dan kekuatan misterius langsung menguar dari bayangan naga. Sepasang mata bayangan naga ungu keemasan menatap iblis bencana, terlihat meremehkannya.
Iblis bencana terlihat waspada terhadap bayangan naga ungu dan tubuh besarnya yang jelek langsung gemetar sedikit. Bayangan naga ungu seketika menyerangnya tanpa pandang bulu, melilit iblis bencana sekuat tenaga dan tidak mau melepaskannya.
“Naga apa kamu ini? Kenapa begitu kuat?” Iblis bencana itu ternyata bisa bicara.
Sayangnya bayangan naga ungu keemasan tak bisa bicara dan hanya melilitnya sambil menyerap energi kegelapan di tubuhnya.
Kali ini, iblis bencana merasa terancam dan ingin melepaskan diri. Dia melihat dua manusia yang berdiri tak jauh di depannya. Shen Yin dipenuhi dengan aura raja kegelapan tapi juga kutukan dari neraka. Sedangkan pria di sampingnya dipenuhi dengan aura ungu.
Aura ungu itu … iblis bencana sepertinya menyadari jika Jun Haobei adalah berkah para dewa?
Kenapa dirinya begitu tidak beruntung kali ini.
“Siapa kalian dan kenapa mengganggu rencanaku?” Iblis bencana mencoba untuk bertahan dari belitan bayangan naga ungu.
Shen Yin menyipitkan mata. “Kamu tidak perlu tahu siapa kami, tapi kali ini kamu berada di tempat yang tidak seharusnya.”
“Hah, tidak seharusnya? Aku hanya menjalankan perintah dari manusia bodoh yang ingin bekerja sama dengan bangsa kami. Itu bukan salah kami. Jika mereka tidak memberi kami perjanjian yang sepadan, maka kami tidak akan menyetujui keinginan pihak lain,” jelas iblis bencana tampak meremehkan manusia.
Manusia sangat serakah dan suka mengambil jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu. Dan bekerja sama dengan iblis adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Manusia yang bodoh, lalu kenapa menyalahkan bangsa iblisnya?
__ADS_1