The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Kotak Hitam Di Bawah Ranjang


__ADS_3

CHEN KAI menggelengkan kepala dan ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Dia sedikit memerah karena malu dan ingin sekali menurunkan semua poster. Jika dia tahu mereka akan memeriksa kamar, dia mungkin sudah berkemas lebih dulu agar terlihat seperti pria yang sangat baik.


Jun Ye bahkan baru menyadarinya setelah melihat beberapa poster. "Sepertinya bukan? Aku tidak tahu ada idol seksi seperti ini?"


"Ini bukan idol. Mereka ... mereka penari panas di acara film dewasa." Suara Chen Kai semakin kecil.


"...."


Ada keheningan untuk sementara waktu hingga akhirnya Chen Kai terkena lemparan sendal bulu milik ibunya. Pria itu berteriak kaget dan mengelus pipinya yang kini terlihat meninggalkan bekas.


"Bu!" Chen Kai panik.


"Kamu anak durhaka! Lebih baik aku segera menjodohkanmu setelah masalah ini selesai. Poster berantakan macam apa ini? Sejak kapan ada di sini?" Nyonya Chen terkejut melihat dinding kamar putranya dipenuhi dengan poster wanita seksi.


"Aku membelinya seminggu yang lalu." Chen Kai tidak berani berbohong.


Shen Yin tidak mau repot dengan pertengkaran ibu dan anak. Dia memperhatikan seluruh isi kamar dan pergi ke dekat tempat tidur. Dia memeriksa kolong ranjang dan melihat ada sebuah kotak kecil berwarna hitam diletakkan di tengah-tengah.


"Apakah kamu tidak pernah memeriksa kolong ranjang mu?" tanyanya.


"Oh, tidak." Chen Kai menggeleng kepala. "Apakah ada sesuatu di bawah sana? Mayat? Darah? Ular?" tanyanya takut-takut.


"Bukan apa-apa. Hanya sebuah kotak kecil." Shen Yin mencoba untuk mengambil kotak hitam kecil itu tapi sedikit kesulitan.


"..." Kotak hitam bahkan lebih mencurigakan, batin Chen Kai.


"Sepupu Ipar, butuh bantuan?" tawar Jun Ye.


"Ambil kotak itu untukku." Shen Yin malas.


"Oh, baiklah."


Jun Ye melihat kotak hitam kecil di tengah-tengah kolong ranjang. Tangannya juga tidak bisa menjangkaunya. Pada akhirnya dia menggunakan kakinya untuk bisa mendoromg kotak itu ke sisi berlawanan. Untung saja kolong ranjangnya tidak terlalu sempit sehingga kakinya bisa masuk.


Shen Yin segera meraih kotak hitam kecil itu. Kotaknya tidak berat. Setidaknya seukuran kotak beludru tempat cincin pada umumnya.

__ADS_1


"Sejak kapan kotak itu ada di kolong ranjangku?" tanya Chen Kai terkejut.


"Tentu saja sejak hari di mana kamu terkena sial."


Memikirkan ini, Chen Kai menghitung kembali berapa lama dia terkena sial. Sudah lama. Dia bahkan tak pernah memeriksa kolong ranjang nya sekian Bibi Liu yang selalu membersihkan kamar.


"Apa isinya?" tanya Nyonya Chen.


Shen Yin sudah mengetahui isi dari kotak tersebut. Namun dia masih membukanya. Tidak ada hal yang aneh. Hanya sebuah jarum emas pendek yang diletakkan pada kain merah. Kain itu berwarna merah karena darah. Kain yang menjadi alas jarum emas masih sedikit basah. Itu artinya belum lama diganti.


"Berapa kali kain itu harus diganti?" Nyonya Chen sudah sesak nafas saat mendengar semua penjelasan Shen Yin. Kenapa ada begitu banyak kejadian mengerikan di rumah mereka?


"Paling lambat sebulan sekali. Paling sedikit, dua Minggu sekali. Tergantung mau berapa lama kemajuan sihirnya bekerja," jawab Shen Yin.


Bibi Liu yang membersihkan kamar Chen Kai pasti rutin menggantinya diam-diam.


"Kain yang dilumuri darah? Tapi darah apa?"


"Tentu saja darah manusia. Ini darah dari orang yang ingin mengambil keberuntungan Chen Kai."


Nyonya Chen melihat suaminya seperti menyadari sesuatu, akhirnya tak bisa menahan diri untuk bertanya. "Suamiku, apa yang kamu tahu?"


"Akhir-akhir ini tuan muda Fang selalu beruntung dalam saham atau pelelangan. Dia juga memenangkan beberapa investor dan dipanggil ke luar negeri untuk mewakili bisnis keluarga. Saat aku kembali ke rumah, kamu selalu melapor jika Chen Kai bernasib buruk dan selalu terkena sial. Awalnya aku tidak memikirkan hal ini berhubungan. Tapi sekarang ... ini bisa mungkin," jelasnya.


Shen Yin mengangguk. "Ini memang darah anak Fang Ergang."


Melalui mata uniknya, Shen Yin bisa mengetahui asal-usul dari darah tersebut. Anak Fang Ergang memang beruntung tapi keberuntungan itu sebenarnya adalah milik Chen Kai.


Chen Kai memiliki takdir yang bagus dalam bisnis di masa depan. Keberuntungan ini biasanya akan dimanfaatkan oleh sebagian orang dan mencurinya.


Kasus seperti ini biasa di mata orang-orang. Kadang mungkin tidak menyadarinya. Seberapa keras orang itu berusaha untuk bangkit dan menginginkan kesuksesan, pasti tidak akan pernah mendapatkannya. Karena setiap kali nilai keberuntungannya tiba, pihak lain sudah mencurinya.


Maka satu-satunya jalan mencuri keberuntungan orang lain adalah menggunakan bantuan seorang pendeta tao jahat.


Siapa tahu, kasus yang akan ditangani Shen Yin saat ini adalah nilai keberuntungan yang dicuri penjahat.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?" tanya Nyonya Chen.


"Jika keberuntungan Chen Kai ingin kembali, maka kain ini harus dibakar dengan api suci. Lalu jarum emasnya jual saja. Lumayan bernilai uang," jawab wanita itu.


"Hah? Jual? Apakah tidak apa-apa menjual hal seperti ini?" Chen Kai sedikit merinding saat melihat jarum emas dipegang oleh Shen Yin.


"Ini hanya jarum biasa yang terbuat dari emas asli. Alasan kenapa pihak lain menggunakan jarum emas di atas kain berdarah ini hanya untuk kepercayaan. Emas melambangkan kekayaan. Yang dicuri anak Fang Ergang adalah kekayaan keluarga Chen dan keberuntunganmu. Jadi keduanya diletakkan di tempat yang sama. Ini tidak sulit untuk dilakukan," tutur Shen Yin panjang lebar.


"..." Ternyata emas asli. Sungguh dunia orang kaya yang boros, batin Chen Kai.


Orang tua dan anak pun marah tentang hal ini dan sangat ingin sekali mengutuk keluarga Fang. Tapi sayangnya keluarga mereka lebih rendah dari keluarga Fang.


Keluarga Chen tidak sebesar keluarga Fang, jadi mereka hanya bisa menelan kemarahan aja. Tapi bukan berarti tidak ada kebencian.


Shen Yin segera mengeluarkan sebatang lilin merah yang memiliki aroma harum saat sumbunya dibakar. Keluar Chen sangat ingin tahu tentang lilin merah tersebut. Aromanya sangat menenangkan.


"Ini adalah lilin merah yang telah direndam dalam air suci selama beberapa bulan. Ada beberapa kandungan dalam lilin yang bisa membuat api suci. Benda-benda yang mengandung Yin (aura dingin) akan terbakar oleh api suci tanpa terkecuali," jelasnya.


Shen Yin ingin mengambil kain kecil yang telah dilumuri darah namun Jun Haobei menahannya.


"Jangan kotori tanganmu. Biarkan aku saja," tawarnya.


Jun Haobei mengambil kain yang sedikit basah oleh darah. Lalu mulai membakarnya.


Kain merah itu perlahan terbakar oleh api suci. Tanpa disadari, Chen Kai juga merasa lebih nyaman dan lega. Dia tidak lagi dihantui oleh perasaan kesialan.


"Jika seperti ini, pihak lain akan tahu kan?"


"Tentu saja. Ini juga memberikan serangan balik pada pendeta tao yang membantu mereka memberikan sihir ini."


"Ternyata seperti ini." Chen Kai akhirnya paham.


Setelah kain darah sepenuhnya dibakar oleh api suci, tampaknya aura di tubuh Chen Kai menjadi lebih jernih. Namun tak lama setelah itu, terdengar suara teriakan dari lantai bawah.


"Itu suara bibi Liu," kata Nyonya Chen.

__ADS_1


Tuan Chen menenangkan istrinya lalu melirik Shen Yin sebentar. "Apa yang terjadi?"


__ADS_2