The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Dicurigai Oleh Li Yugang


__ADS_3

MUNGKINKAH Li Nuo tidak mati bunuh diri melainkan dibunuh?


Li Yugang memikirkan ini selama menyeduh mi instan dan seseorang yang bekerja di bidang jaringan program meneleponnya. Ini tentang smartphone yang ditemukannya di apartemen Li Nuo, meminta tim mereka mereka untuk membongkar isinya.


"Datang ke kantorku dan laporkan detailnya," kata Li Yugang langsung menutup panggilan telepon.


Dia kembali ke ruang kerja dan menatap meja yang masih membeku. "Kapan lapisan es ini akan mencair?" tanyanya penasaran.


Bukankah seharusnya mencair setelah bersentuhan dengan udara hangat?


Jun Haobei yang menikmati secangkir kopi pun masih memiliki ekspresi datar. "Secara alami, mungkin besok pagi."


"Apakah kamu bercanda?" Li Yugang ingin berteriak, marah dan kesal.


Jun Haobei menatapnya dengan tatapan agak tajam. "Kamu bukan lawannya."


"..." Ini bukan waktunya untuk itu, oke? Li Yugang malas berdebat dengan teman dinginnya ini.


"Kamu menyukai gadis itu?" tanyanya curiga.


Jun Haobei menyipitkan mata, tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Dia tidak tahu perasaan semacam itu sejak kecil dan hanya menikmati kasih sstang keluarga yang cukup rumit.


Masalah wanita seperti ini, dia jarang mengungkapkan pendapat. Dia mencoba kencan beberapa kali tapi tidak nyaman. Banyak wanita yang tertarik pada ketampanan dan kekayaannya, namun mereka tidak tahan dengan sikap nya saat pertama kali memulai kencan.


Pada akhirnya dia tidak melakukannya lagi. Sehingga dia dikenal sebagai pria dingin yang sulit dijangkau oleh para wanita.


Entah kenapa, hanya Shen Yin yang begitu tenang saat menghadapinya. Bahkan jika gadis itu tahu siapa dia, tak ada ekspresi tergila-gila atau bersikap centil di depannya.


Gadis itu sama sekali tidak peduli dan cenderung canggung saat menghadapinya seolah-olah merasa bersalah?


Jun Haobei tidak tahu tentang itu. Li Yugang berpikir jika temannya itu kini tertarik dengan Shen Yin, dagunya hampir jatuh.


"Saudaraku, kamu tak bisa jatuh cinta gadis itu dia. Itu mengerikan. Mungkin dia menyimpan ular dan kalajengking di bawah kasurnya." Li Yugang berpikiran buruk.


Jun Haobei segera berekspresi dingin. "Jika kamu begitu menganggur, aku akan meminta atasanmu untuk membuatmu sibuk!" ancamnya.


"Saudaraku, kamu kejam!" Li Yugang sedikit menggigil. Dia sebenarnya bawahan siapa saat ini?


Reputasi Jun Haobei sebagai presdir Jun Enterprise dikenal banyak kalangan. Tak terkecuali departemen detektif nasional, tempat di mana Li Yugang bekerja.


Li Yugang akhirnya menikmati mi instannya sebelum mendingin dan tak lama setelah itu, ketukan pintu di luar memecahkan keheningan.

__ADS_1


Li Yugang meminta orang itu masuk, ternyata seorang pria yang bekerja di bagian IT.


"Bos, ini yang kamu minta," kata pria berkacamata bening itu seraya menyerahkan sebuah flashdisk padanya.


"Apakah selesai?" tanya Li Yugang kembali ke ekspresi seriusnya saat kerja.


"Ya. Tidak ada masalah."


"Oke, kamu bekerja keras." Li Yugang jarang memuji bawahannya.


Pria berkacamata itu tidak bereaksi seolah-olah ini bukan hal yang luar biasa. Setelah menyerahkan barang itu, dia kembali ke tempat kerjanya yang cukup jauh dari kantor Li Yugang.


Jun Haobei duduk tenang di sofa dan memperhatikan Li Yugang menghadap laptop untuk memeriksa isi flashdisk.


"Apakah kamu memiliki petunjuk lain malam ini?"


"Kami menemukan smartphone di apartemen Nuo Nuo, Lan Miao yang pingsan di bawah tempat tidur serta jubah hitam dari organisasi tertentu." Li Yugang berkata jujur. "Kamu harusnya sudah menebak dan datang kemari bukan?"


"Ya."


"..." Sepertinya tidak ada yang bisa disembunyikan dari pria itu, pikir Li Yugang.


Keduanya penasaran dengan usia smartphone yang ditemukan di apartemen Li Nuo. Ada beberapa folder berisi foto-foto serta screenshoot-an sejumlah panggilan dan SMS.


Yang membuat mereka terkejut, nomor telepon yang dilacak oleh tim IT dari smartphone itu menunjuk pada satu identitas.


Shen Yin!


Pihak lain menjawab telepon dari smartphone Li Nuo yang ditemukan mati total. Tidak tahu siapa yang menelpon Shen Yin dan apa hubungannya ini dengan gadis itu. Tapi yang pasti, Li Yugang sudah curiga.


"Mungkinkah kematian Nuo Nuo terhubung dengannya?" tuduhnya.


"Tidak." Jun Haobei yakin ini.


"Mungkin saja Lan Mio memegang smartphone Nuo Nuo dan menelpon Shen Yin malam ini?"


"Itu juga tidak mungkin."


"Kenapa kamu berkata demikian? Mungkinkah kamu sudah tahu sesuatu?"


Jun Haobei masih memiliki ekspresi tenang. "Apakah kamu sudah mendapatkan berita dari rumah sakit?"

__ADS_1


"Belum."


"Kalau begitu telepon dan tanyakan. Kapan Lan Miao pingsan."


"Ya, aku tahu."


Li Yugang juga profesional, segera menghubungi anak buahnya yang berjaga di rumah sakit secara sembunyi-sembunyi. Pihak lain segera menjawab dan melaporkan kabar terkini.


Setelah mengonfirmasi sesuatu, Li Yugang menutup panggilan. Dia mengerutkan kening, melihat ke layar laptopnya dan berpikir lagi.


Lan Miao diperkirakan pingsan sekitar jam empat sore dan kini sudah larut malam. Berarti sudah berjam-jam lamanya berada di bawah tempat tidur.


Sementara seseorang yang memanggil Shen Yin dengan smartphone kedua milik Li Nuo masih baru. Ini menandakan jika seseorang ada di apartemen Li Nuo dan melakukan panggilan tersebut.


Mungkinkah orang yang memakai jubah hitam itu?


Lagi pula Shen Yin sangat mencurigakan, bukan hanya tidak membiarkannya untuk mencari tahu tentang organisasi pemilik jubah hitam berlogo dua tangan membentuk huruf Y, tapi juga berkata omong kosong tentang kekuatan gaib.


Namun ... Dia melihat ke mejanya lagi yang masih diselimuti oleh lapisan es, mau tidak mau dia harus mengakuinya bahkan jika tidak mau!


"Aku akan bertanya padanya tentang ini. Lebih baik bagimu untuk tidak memprovokasi harimau," kata Jun Haobei setelah melihat sederetan nomor milik Shen Yin di screenshoot-an.


"Tapi ..." Li Yugang masih tidak mempercayai hal ini.


"Bagaimana jika jiwa Li Nuo benar-benar masih ada dan tidak bisa pergi ke alam reinkarnasi?" tanya Jun Haobei sedikit menguat lelucon, lalu meninggalkan kantor Li Yugang dengan punggung dingin.


"..." Sebagai teman, bukankah kamu harusnya menghibur dan membantuku? Bukan menambah masalah! Ah ...! Li Yugang tampak frustasi dan mau tidak mau menghabiskan mi instan yang hampir dingin.


Keesokan harinya.


Sore hari, pelajaran di sekolah telah usai dan semua murid berhamburan untuk pulang atau kembali ke asrama.


Shen Yin berpisah dengan Yi Er karena arah tempat tinggal mereka berlawanan. Tapi hari ini, semuanya berjalan seperti biasa. Kehidupan membosankan di sekolah, mengikuti ujian, latihan, olahraga dan pergi ke kelas ekstrakurikuler.


Shen Yin tidak membawa sepeda hari ini dan berjalan di sepanjang trotoar. Sesekali dia akan melihat bayangan hitam, asal hitam dan juga beberapa hantu gentayangan yang mencoba menyentuhnya.


Beberapa kali, Shen Yin harus menunduk dan pura-pura tidak melihat mereka. Orang lain tak bisa melihat mereka, asap hitam atau bayangan hitam hanya tampak di mata orang-orang yang memiliki kemampuan spiritual yang tinggi.


Suara-suara putus asa mereka membuat Shen Yin kesal dan akhirnya memasang earphone.


Sampai tak lama setelah itu, sebuah mobil hitam berada di sampingnya, melaju perlahan. Kaca jendela mobil diturunkan dan seseorang memanggilnya.

__ADS_1


Shen Yin menoleh dan melihat siapa orang tersebut.


"Tuan Jun? Kenapa kamu di sini?" tanyanya.


__ADS_2