The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Ye Zhuan Datang Atas Perintah Raja Dunia Bawah


__ADS_3

JUN YE merasa suara itu lebih dekat. Dia akhirnya fokus pada satu arah di mana suara nenek tua itu berasal. Tak lama, mata Jun Ye menangkap sebuah bayangan yang cukup samar.


Hantu nenek itu agak pendek, dengan pakaian lusuh dan agak berdarah di dahinya, Jun Ye sedikit menebak bagaimana nenek tersebut meninggal. Hanya saja dia tidak mengatakan hal ini pada siapapun.


Li Yugang curiga dengan apa yang ditatap laki-laki di sampingnya.


"Jun Ye, jangan bilang jika kamu bisa melihanya juga?" tebaknya.


"Ya," jawabnya datar dan penuh ketidakpeduliannya.


"..." Li Yugang langsung merinding lebih banyak.


Dia tidak tahu jika sepupu Jun Haobei memiliki mata batin juga? Sama seperti Shen Yin?


"Lalu, apakah nenek itu marah?" bisiknya.


"Lumayan."


"..." Apa maksudmu dengan kata 'lunayan'?


Shen Yin sepertinya sedang berdiskusi dengan Ye Zhuan tentang cara menangani hantu nenek itu. Tapi pada akhirnya hantu nenek memilih untuk menyerah dan meninggalkan mereka.


Hantu nenek tidak mau pergi ke dunia bawah atau diadili untuk pergi ke jalan reinkarnasi. Dia suka di dunia ini bahkan jika dirinya telah menjadi hantu.


Tapi tampaknya Ye Zhuan tidak menyerah untuk membujuk nenek itu pergi bersamanya ke dunia bawah terlebih dahulu.

__ADS_1


Di mata anggota Organisasi Pandora, Ye Zhuan terkenal kejam dan tak kenal ampun saat menghukum orang yang salah. Tapi kali ini, baik Shen Yin maupun Jun Haobei melihat sisi lain Ye Zhuan yang lembut, penuh senyum serta berbicara baik layaknya seorang cucu yang mengobrol dengan neneknya sendiri.


Shen Yin dan Jun Haobei saling melirik selama beberapa saat. Keduanya seperti memiliki pikiran yang sama saat ini. Ye Zhuan pandai menipu korbannya!


Pada akhirnya, hantu nenek mau pergi dengan Ye Zhuan setelah mengingat beberapa keturunannya yang mungkin kini bersedih karena dirinya belum mati dengan tenang.


"Aku akan kembali lagi nanti. Omong-omong, jangan mulai ritualnya dulu sebelum aku kembali," kata Ye Zhuan pada Shen Yin.


"Kamu datang untuk menjadi penjaga juga?" tanya Shen Yin polos.


"..." Bukan, tapi melindungimu atas perintah raja, batin Ye Zhuan dengan sudut mulut berkedut. Setelah itu dia menghilang bersama hantu nenek tadi.


Li Yugang dan Jun Ye masih tidak mempercayai apa yang baru saja dilihatnya. Orang itu menghilang secara ajaib. Meski Jun Ye tidak jarang melihat makhluk halus menghilang di depan matanya, tapi tadi itu masih manusia.


Baik Jun Haobei maupun Shen Yin tidak berbicara banyak. Namun Li Yugang masih penasaran dengan sosok hantu nenek yang tidak bisa dilihatnya sejak awal. Dia hanya mendengar suara, bukankah itu lebih mengerikan dari pada tidak bisa melihat wujudnya.


"Nona Yin ... Tadi itu, apakah nyata?" tanyanya seraya memegang senter dengan sedikit gemetar.


Shen Yin meliriknya seperti sedang memperhatikan orang aneh. "Jika tidak? Ilusi?"


"Aku berharap itu hanya ilusi," jawabnya.


Namun Jun Ye mencibir dan menepuk pundaknya yang sedikit lebih tinggi darinya. "Sayangnya itu bukan ilusi. Ingatlah untuk menjadikan ini pelajaran."


"..." Li Yugang menampar mulutnya sendiri. Dia pasti tidak bisa tidur nyenyak malam ini. Sungguh merepotkan.

__ADS_1


Jun Haobei tidak melepaskan tangannya yang memegang tangan Shen Yin. Dia menatap sepupunya dengan acuh tak acuh.


"Ini juga berlaku untukmu!"


"..." Jun Ye ingin tersedak sesuatu.


Tiba-tiba saja angin malam berhembus sedikit lebih kencang. Suara-suara ranting dan rerumputan yang dilewati orang terdengar di telinga mereka. Lalu ada suara sesuatu yang berlari kencang ke arah mereka.


Suaranya semakin jelas dan membuat bulu kuduk merinding.


"Apa itu?" Li Yugang kembali menegang. Dia tanpa sadar merapatkan diri ke sisi Jun Ye.


Shen Yin menyipitkan mata. Iris mata kanannya yang terhalangi oleh poni segera berubah warna menjadi hijau. Dia melihat sekeliling dengan baik. Hingga akhirnya menangkap sesuatu yang membuat malam ini mungkin tidak beruntung.


"Makhluk entitas ada di sini," katanya.


"Apa??!" Jun Ye dan Li Yugang semakin merasakan firasat buruk.


"Lalu ... Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Jun Ye.


"Dengan Haobei, semuanya akan baik-baik saja. Mereka tidak berani mendekat," jawab Shen Yin bahkan sedikit malas.


Iris mata kanannya kembali berwarna normal. Melalui penglihatan iris mata hijaunya yang merupakan tanda ramalan besar, dia sama sekali tidak merasakan bahaya di perjalanan kali ini. Tapi para makhluk entitas itu sepertinya tahu di mana Shen Yin berada dan kini hanya mengintip dari kegelapan.


Jun Ye dan Li Yugang menyoroti semak-semak dan pepohonan di sekitar. Keduanya melihat banyak pasang mata merah menyala yang mengintip dari berbagai arah.

__ADS_1


"Jangan menyoroti mereka. Ayo pergi. Kita sudah melewatkan banyak waktu," kata Shen Yin segera melangkah.


Jun Haobei mengikuti. Pada akhirnya, Jun Ye dan Li Yugang tidak mau jauh-jauh dari keduanya dan segera merapatkan diri. Tidak peduli apakah itu ketakutan atau memalukan, keselamatan lebih di utama.


__ADS_2