The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Lan Miao yang Marah


__ADS_3

YI ER MELIHAT hidangan di atas meja dan tersenyum penuh arti. Tentu saja dia tidak lupa apa yang dikatakan Shen Yang sewaktu memintanya datang untuk menemani Shen Yin malam ini. Adiknya tidak bisa makan makanan pedas, hindari makanan yang terlalu asam dan juga jangan perbanyak makan sayur.


Jadi kali ini dia membuat dim sum yang isiannya khusus sayuran dicampur dengan daging. Adapun sup ayam itu, pasti penuh gizi. Lihatlah sayuran yang berenang bersama potongan ayam, terlihat menggoda. Tapi di mata Shen Yin, ini hanyalah bencana.


Sejak kapan Yi Er mematuhi kakaknya yang cerewet? Pikirnya.


"Jangan mengeluh. Lihatlah seperti apa ekspresimu? Ini masam. Ayo, makan, jangan menatap sup ayam seperti menatap daging mentah berkuah darah." Yi Er sedikit menggodanya meski dia sedikit tidak suka dengan kata-kata horornya sendiri.


"..." Shen Yin yang berwajah pahit benar-benar hanya bisa menelan semua kata yang ingin diucapkannya kali ini.


"Omong-omong, apakah kamu sudah menonton film horor itu?" tanya Yi Er mengambil topik.


"Film yang mana?" Shen Yin makan sup ayam, utang bersemangat.


"Tentu saja Deep Story yang novelnya ditulis oleh Little Rabbit itu."


"Hanya menontonnya sebentar."


"Apakah kasus kematiannya sudah terpecahkan?" tanyanya.


"Belum. Seharusnya masih berjalan."

__ADS_1


"Maksudmu, dia tidak bunuh diri?"


"Ya." Shen Yin mengangguk.


Yi Er terlihat berpikir sambil memegang sumpit. "Jika dia tidak bunuh diri, siapa yang berani melakukannya?"


"Siapa menurutmu?" Shen Yin menatapnya dengan pandangan main-main.


"..." Apakah kamu menggodaku? Pikirnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah sakit ibu kota, Lan Miao yang kepalanya diperban pun, wajahnya masih terlihat pucat. Dia duduk bersandar sambil memegang smartphone-nya, baru saja melakukan beberapa panggilan. Dia tidak mungkin tinggal di vila berhantu itu lagi, terutama setelah dihantui oleh sosok Li Nuo.


"Kenapa kamu baru datang? Tahukah kamu bahwa aku tidak bisa tidur nyenyak setelah dihantui wanita sialan itu!" Dia berteriak di ruang rawat inap, melihat seorang pria berpakaian serba hitam dan berjaket dengan warna senada.


Tudung jaket yang dikenakan pria itu terlihat lebih besar sehingga menutupi kepalanya dengan baik. Pria jangkung yang diperkirakan berusia kepala tiga itu memakai masker. Lan Miao tidak pernah melihat penampilan aslinya, hanya sepasang mata dingin yang selalu ingin membunuhnya.


Pria itu tidak mengubah ekspresi tapi nada bicaranya semakin buruk. "Untuk masalah kecil ini saja kamu sangat lemah! Bukankah ini yang kamu inginkan, menjadi terkenal dan mengambil semua keberuntungannya?"


Namun Lan Miao yang diliputi amarah pun tidak peduli dengan kata-katanya. "Lalu kenapa dia menghantuiku? Bukankah kamu berkata jika dia tidak akan hidup tenang dan selalu terjebak dalam kegelapan?"

__ADS_1


Setelah bertanya demikian, pria berpakaian serba hitam itu juga diam. Dia juga merasa aneh. Apa yang dia lakukan untuk membunuh dan mengurung jiwa yang tidak mau meninggal dunia ini selalu berhasil. Tak ada satu jiwa pun yang mampu melawan. Tapi, kini potongan jiwa Li Nuo justru bebas, membuatnya tidak mengerti.


"Apakah ada orang lain yang datang ke apartemen itu setelah kematiannya?" Pria berpakaian serba hitam itu hanya bisa bertanya dulu.


Lan Miao yang sedikit marah pun agak linglung, sedikit memikirkan beberapa hari terakhir. "Kecuali para polisi investigasi, Li Yugang dan pria bermarga Jun itu, tidak ada lagi ... Aku sudah bertanya pada orang-orang di sana, tidak ada yang datang," jelasnya. "Kenapa bertanya ini?"


"Mungkin ada seseorang yang mampu membebaskan potongan jiwa gelap seseorang. Ketika wanita itu mati, kamu harus ingat jika jiwanya tidak akan tenang. Aku sudah memasang mantera di sana agar potongan jiwanya tidak bisa pergi ke mana pun. Sekarang potongan jiwanya gentayangan, aku hanya bisa menguncinya kembali," jelas pria itu justru kesal karena masalah ini.


"Berapapun bayarannya, aku penuhi selama kamu memusnahkan jiwanya! Kali ini aku ingin jiwa wanita sialan itu menghilang selamanya tanpa reinkarnasi!" Lan Miao benar-benar marah kali ini dan ceroboh. Dia jatuh dari tangga dan dibawa ke rumah sakit.


Hari ini dia bisa dipulangkan, tapi sebelum itu, dia harus memastikan jika vila nya telah dibersihkan. Jika potongan jiwa gelap Li Nuo masih ada di sana, dia akui sangat enggan. Hantu penuh kebencian itu ingin membunuhnya.


"Lupakan itu. Setelah menjalani prosedur kepulangan, aku akan pergi ke rumahku untuk membereskannya."


Setelah berkata demikian, pria berpakaian serba hitam itu keluar ruangan. Dia tidak peduli dengan manusia biasa yang memintanya untuk melakukan sesuatu, tapi dia juga butuh uang sehingga membuat pekerjaan ini. Sayangnya, pekerjaan sebagai orang supernatural tidaklah mudah. Jika diketahui pihak lain yang lebih kuat, dia juga dalam bahaya.


Hanya untuk seorang penulis kecil, Lan Miao mengorbankan beberapa hal berharga agar bisa dikenal banyak orang, menggantikan seseorang yang telah dianggap sahabat sejak lama.


Pria itu berjalan di koridor rumah sakit dan mencibir, "Sungguh persahabatan plastik. Wanita malang itu justru harus mati di tangan sahabatnya sendiri. Hati wanita benar-benar tidak bisa ditebak ...," gumamnya.


Tiba-tiba saja pria berpakaian serba hitam itu merasakan hawa dingin di sekitarnya dan berhenti. "Siapa?" tanyanya dingin sambil melihat sekeliling.

__ADS_1


__ADS_2