
PAK TUA JUN tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Shen Yin. Kenapa dia harus turun dai tempat tidur? Apakah dia akan lari ketakutan karena sesuatu? Jadi Pak Tua Jun hanya mengangguk enteng. Dia tidak akan turun.
Shen Yin tidak menjelaskan lebih banyak. Dia mengeluarkan kuas dan juga tinta merah Sri jimat penyimpanannya lagi dan menulis bebwraoa karakter di sekeliling mangkuk perak. Semua karakternya jelas berhubungan dengan pembersihan aura jahat.
Setelah menulis sesuatu di lantai, Shen Yin menyimpan kembali kuas dan tinta merah. Dia menyelipkan poni kanannya ke daun telinga hingga Pak Tua Jun bisa melihat seperti apa wajah gadis itu secara menyeluruh. Benar-benar gadis yang cantik dengan sepasang mata yang indah.
Tapi iris mata kanan gadis itu tiba-tiba saja berubah menjadi ungu, merah, biru, hitam pekat dan akhirnya hijau. Terus berulang hingga darah keluar dari kelopak matanya. Pak Tua Jun terkejut dan ingin mengatakan sesuatu, namun Shen Yin sedang fokus pada pemanggilan aura jahat di tubuh pria tua itu.
"Dengan hukum langit dan bumi, Yin dan Yang, hidup dan mati, hukum surga dan neraka, ikatlah kebencian dan hancurkan aura jahat!" Setelah Shen Yin berkata demikian, tiba-tiba saja embusna angin yang cukup panas memenuhi seisi kamar.
Karakter yang ditulis Shen Yin di lantai pun bercahaya.
Kata-kata Shen Yin seperti menggantung jejak aura spiritual, membuat tubuh Pak Tua Jun tidak nyaman seolah-olah ada sesuatu yang hendak keluar dari tenggorokannya.
Menghadapi situasi ini, Shen Yin sangat tenang. Tak lama setelah itu, asap hitam mulai menyebar di lantai dan Pak Tua Jun akhirnya terbatuk dan menyentuh dadanya yang sedikit kesakitan. Asap hitam misterius langsung keluar secara paksa seolah-olah aura di tubuh Shen Yin telah menariknya.
Iris mata kanan gadis itu masih berubah-ubah tapi darah tidak lagi keluar dari matanya. Pada akhirnya, asap misterius yang keluar dari tubuh Pak Tua Jun pun menampakkan wujud aslinya yang besar dan mengerikan.
__ADS_1
Di tempat tidur, Pak Tua Jun benar-benar terkejut melihat monster jelek tersebut. Tubuhnya mendadak kehilangan tenaga dan tidak tahu harus berbuat apa. Tapi yang pasti, makhluk yang terbentuk dari aura asap misterius itu menatap dirinya dengan penuh kejahatan.
Pak Tua Jun teringat dengan apa yang dikatakan Shen Yin, jangan turun dari tempat tidur apapun yang terjadi. Mungkinkah karena ini?
Shen Yin diabaikan oleh makhluk itu. Namun Shen Yin segera menggerakkan tangan dan sebuah rantai spiritual muncul dari telapak tangannya, mengikat makhluk itu.
"Aura jahat dari keluarga supernatural yang tidak berkultivasi dengan baik. Sungguh menciptakan makhluk jelek sepertimu," katanya.
Mangkuk perak berisi darah Shen Yin dan Pak Tua Jun pun sedikit bergetar. Darahnya berputar searah jarum jam.
Makhluk mengerikan itu perwujudan setengah asal dan langsung berbalik untuk melihat Shen Yin. Tubuh besar, mata bulat menyala, gigi runcing dan terlihat menjijikkan, benar-benar seperti monster. Meski makhluk perwujudan dari asap hitam tersebut tidak bisa bicara tapi masih mampu memahami perkataannya.
Makhluk itu mengeluarkan suara yang memekakkan telinga, mencoba untuk melarikan diri dari rantai yang membelenggu tubuhnya. Tapi setiap kali dia hendak menembus dinding, pagar spiritual mementalkannya kembali. Makhluk tersebut tak mampu melakukan apapun.
Di luar kamar, Jun Haobei serta yang lainnya medengar suara mengerikan dari kamar kakeknya. Ekspresi mereka langsung berubah dan ragu-ragu apakah harus masuk atau tidak. Jun Haobei memegang kenop pintu dan hendak membukanya tapi tidak bisa. Ada sesuatu yang menghalangi pintu.
Apa yang dilakukan gadis itu? Jun Haobei sedikit curiga tapi tidak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
"Jangan membuka pintu secara paksa. Itu sia-sia," kata seseorang yang tiba-tiba saja mengalihkan perhatian keluarga Jun.
Mereka menoleh dan melihat sosok Shen Yang sudah berjalan mendekat dengan ekspresi yang cukup khawatir.
"Apa yang dilakukan adikmu pada kakekku?" tanya Jun Haobei.
"Bukankah kamu berkata ingin menyembuhkan penyakit aneh kakekmu? Adikku sedang melakukannya. Lihat ini," jawab Shen Yang segera mendekati pintu dan menyentuhnya dengan santai. Ada warna jingga kemerahan terlihat samar di permukaan pintu.
"I-itu ... Apa itu?" tanya Jun Haoran merasa luar biasa. Dia tidak memiliki jejak aura supernatural di tubuhnya jadi ketika melihat hal magis ini, dia terkejut.
"Ini adalah pagar spiritual. Adikku akan membangunnya ketika sedang melakukan sesuatu. Ada sesuatu di dalam yang tak boleh keluar jadi dia melakukan ini," jelasnya.
"Kami mendengar suara yang mengerikan di dalam." Nyonya Jun berkata dengan khawatir.
"Ada aura jahat di dalam. Jangan khawatir, adikku mengurusnya." Shen Yang sudah terbiasa dengan metode adiknya dan hanya menanggapinya dengan acuh tak acuh. "Aku haus. Bisakah meminta air minum?"
"..." Jangan berani untuk mengusir tamu, pikir mereka kecuali Jun Haobei.
__ADS_1
Nyonya Jun di tengah kekhawatirannya pun segera meminta pelayan untuk menuangkan segelas air dan camilan untuk Shen Yang. Pria itu pergi ke ruang tamu untuk menunggu adiknya selesai.
"Tidakkah kamu mengkhawatirkan adikmu di dalam?" tanya Jun Haoran penasaran. Sikap Shen Yang terlalu santai.