The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Jelajah Malam


__ADS_3

SHEN YIN MENDENGAR teriakan yang menyayat hati, ketakutan serta rasa sakit yang teramat dalam. Suara itu hanya terdengar satu kali. Namun pendengaran Shen Yin berkali-kali lipat lebih tajam sehingga suara lain di dalam hutan terdengar.


Tapi dia tak bisa mengatakan hal tersebut pada kedua gadis itu.


"Bukan apa-apa. Jangan pergi ke kedalaman hutan. Besok saat berkeliling hutan wisata, ingatlah untuk tidak berpisah dari rombongan." Shen Yin menasihati keduanya.


"Apakah begitu serius? Apa ada pembunuhan di hutan ini?" Tong Yue mulai berpikir macam-macam.


"Tidak ada. Jangan berpikiran buruk." Yi Er menenangkan.


Meskipun semua orang di perkemahan merasa tenang-tenang saja, namun pada kenyataannya tidak demikian. Para pembina yang merasa ada yang salah pun ingin segera melaporkan hal tersebut pada polisi sekitar. Namun Li Yugang selaku detektif nasional segera bertindak. Dia menelepon polisi setempat atas nama detektif ibu kota.


Hal tersebut tentu saja ditanggapi dengan baik dan polisi setempat pasti bergegas untuk menelusuri sekitar hutan.


Karena suara teriakan tadi, para pembina memutuskan untuk tidak melakukan keliling hutan wisata, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Hingga, malam pun tiba.


Api unggun besar di tengah-tengah perkemahan menjadi penerangan alami. Beberapa murid berada di depan tenda sambil bersiap-siap untuk melakukan penjelajahan di malam pertama.


Menurut informasi yang didapat, tidak ditemukan siapa-siapa di hutan. Mereka hanya menemukan beberapa bercak darah serta helaian rambut wanita.


Meski tidak ada orang hidup atau mayat yang ditemukan, polisi setempat sudah sepakat jika ada kasus misterius di sana. Entah itu penculikan atau pembunuhan, semuanya belum pasti.


Untung saja Li Yugang datang dengan Jun Haobei. Jika tidak, masalah ini mungkin akan terabaikan.


"Shen Yin ... Apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanya Tong Yue.


"Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja." Shen Yin tidak khawatir seperti mereka. Tapi dia memikirkan sesuatu yang lain.


Di perjalanan kemarin malam saja sudah dicegat oleh vampir. Hutan di sekitar sini pasti menjadi sarang mereka. Mau tidak mau, Shen Yin membekali diri dengan beberapa perlengkapan seperti kalung salib perak, belati perak yang mirip dengan belati yang biasa dibawa oleh para pendaki serta sarung tangan medis.


Yi Er dan Tong Yue merasa aneh saat melihatnya namun tidak bertanya lebih jauh. Lagi pula Shen Yin selalu membawa benda-benda yang lebih aneh daripada itu.


"Semuanya berkumpul," teriak salah satu pembina.

__ADS_1


Para murid perkemahan segera berkumpul di sisi tanah lapang di mana para pembina berada. Beberapa peraturan serta nasihat diberikan pada mereka agar tetap berhati-hati saat di perjalanan.


Setiap kelompok yang terpilih akan berangkat lebih dulu. Setelah beberapa menit, kelompok lain akan menyusul di belakang. Kelompok yang pergi akan dijaga oleh satu pembina sehingga mereka tak perlu khawatir jika sesuatu terjadi.


Shen Yin, Yi Er, Tong Yue satu kelompok dengan tiga murid laki-laki yang dipilih melalui undian nomor. Jadi, satu kelompok berisi enam hingga delapan orang. Jun Ye berada dalam kelompok yang sama dengan gadis itu.


Lalu, Shen Yin melihat Jun Haobei berjalan ke arah kelompoknya. Dia merasa kebingungan.


"Apa yang diinginkan pembina?" tanyanya tanpa sadar.


Jun Haobei menaikkan sebelah alisnya dan tampak santai. "Aku akan menjadi pemimpin kelompok ini," jawabnya.


"..." Apakah kamu sengaja? Pikir Shen Yin.


"Tuan Jun akan menjadi pemimpin kami? Apakah itu sungguhan?" Yi Er terlihat antusias.


Jun Haobei masih memiliki ekspresi datar yang samar. "Ya."


"Hebat! Dengan adanya Tuan Jun, harusnya perjalanan ini baik-baik saja," ujar Yi Er langsung menghela napas.


Ketika giliran kelompok Shen Yin tiba, Jun Haobei memimpin dari depan dan meminta Jun Ye berada paling belakang. Namun Shen Yin tidak setuju. Dia ingin berada paling belakang.


Para laki-laki di kelompoknya merasa tidak senang karena seorang gadis berada di belakang. Namun saat ini, Shen Yin yang memiliki kemampuan khusus lebih cocok untuk berada di baris paling belakang.


Apa yang dikhawatirkan Shen Yin tentu saja penculikan orang di malam hari. Murid yang berada paling belakang akan rentan disekap diam-diam ke dalam hutan.


Di jalan setapak yang cukup lembab, hawa dingin menerpa tubuh mereka. Pepohonan yang menjulang tinggi serta sedikit berkabut menambah suasana menjadi lebih mencekam.


"Apakah di malam hari, tempat seperti ini begitu mengerikan? Kenapa aku merasa aman ada hantu yang muncul kapan saja?" Murid laki-laki yang ada di depan Jun Ye pun merasa jika badannya mulai panas dingin.


"Kamu penakut juga!" Yi Er mencibir.


"Siapa yang takut? Aku hanya merasakan firasat buruk!" Murid laki-laki yang tadi bicara itu sedikit malu.


"Alasan!" Yi Er tidak percaya.

__ADS_1


Shen Yin tidak bicara sepanjang perjalanan dan sesekali Jun Haobei akan menatap ke belakang. Dia memastikan jika gadis itu masih ada.


Sementara Jun Ye yang masih terpikirkan dengan perkataan Shen Yin di bus pun, kini sedikit linglung. Dia tidak mengerti apa maksudnya dengan berhati-hati untuk menjaga darahnya sendiri?


Awalnya perjalanan lancar-lancar saja. Sesekali berbelok, melewati jalanan menurun hingga tanjakan. Kaki mereka sedikit pegal dan mati rasa. Kecuali Shen Yin dan Jun Haobei yang terlihat bugar seperti sebelum berangkat jelajah malam.


"Ayo istirahat dulu, aku haus dan ingin makan sesuatu," keluh Tong Yue pada mereka.


Jun Haobei melihat mereka yang telah lelah pun juga setuju. Dia tidak bisa memaksa mereka untuk berjalan lebih cepat. Akhirnya, mereka duduk di batang pohon yang telah tumbang, mengambil air minum masing-masing serta memakan bekal.


Jun Haobei sendiri tidak lapar. Tapi dia masih mengambil beberapa potong sushi yang ada di kotak makan Shen Yin.


Jun Ye mengambil senter dan menyoroti sekitar pepohonan. Dia selalu penasaran dengan apa yang ada di kegelapan. Keberaniannya ini mungkin seharusnya tidak dilakukan.


Hingga, ketika lampu senter menyoroti salah satu pohon besar yang cukup jauh dari jalan setapak, Jun Ye tiba-tiba saja berekspresi tidak benar. Wajahnya sedikit pucat dan senter yang menyoroti tempat tadi mulai bergoyang.


"Ketua Kelas, ada apa denganmu?" tanya Tong Yue.


"Aku ...."


Jun Ye kebingungan harus memberi tahu mereka dengan cara apa. Tapi yang pasti, punggungnya mulai berkeringat dingin. Tanpa sadar, Jun Ye menatap Shen Yin yang sedang makan potongan sushi terakhir.


Dia kembali melihat ke arah pohon yang tadi disoroti oleh senter dan makhluk itu masih ada di sana. Apa yang dilihat Jun Ye sama sekali yang ada di bus tadi malam. Makhluk entitas.


Makhluk itu bersembunyi di balik pepohonan dan sesekali mengintip sambil menjulurkan lidah panjangnya yang penuh darah. Mata merahnya menatap mereka. Makhluk entitas itu merayap di batang potong seperti cicak dan kini perlahan turun.


Di saat menyadari ada manusia yang melihatnya, makhluk entitas tersebut segera berlari ke arah mereka.


Jun Ye yang telah ketakutan dan panik sejak melihatnya pun tiba-tiba saja berdiri.


"Kita segera tinggalkan tempat ini! Kita harus segera pergi! Ayo, cepat!" teriaknya.


Shen Yin serta yang lainnya menatap Jun Ye dengan kebingungan.


"Ketua Kelas, kenapa kita harus lari?" Tong Yue masih belum menghabiskan makanannya.

__ADS_1


__ADS_2