The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Penyusup Di Tengah Malam


__ADS_3

SELAMA MAKAN malam, Shen Yin sesekali akan bertukar pandang dengan Jun Haoran secara diam-diam. Meski begitu, dia tahu jika Ye Zhuan ini memperhatikannya sepanjang waktu.


Entah kenapa, sorot mata itu membuatnya tidak nyaman. Dia pernah melihat sorot mata itu di suatu tempat. Hingga bayangan berdarah di rumah Shen pun melintas di pikiran gadis itu hingga menyebabkannya sakit kepala.


Rasanya tidak mungkin jika Ye Zhuan adalah pria berjubah hitam dengan simbol dua tangan membentuk huruf Y. Tidak mungkin dari Organisasi Pandora.


Pada akhirnya, Shen Yin tidak makan dengan baik hingga Domian menyarankannya untuk istirahat. Pak Tua Jun tidak mempermasalahkan kedua anak muda yang sedang jatuh cinta itu. Setelah makan, Shen Yin dan Jun Haobei pergi ke lantai dua untuk beristirahat sebentar di balkon.


“Menginap saja di sini. Ada banyak kamar tamu yang kosong.” Jun Haobei memintanya untuk bermalam karena hari sudah cukup larut.


Tapi Shen Yin yang sedang memikirkan masalah dua tahun lalu pun segera menggelengkan kepala.


“Kakakku menungguku pulang, aku tidak bisa menginap di sini,” katanya.


"Aku akan meneleponnya untuk memastikan kamu aman."


"..." Bilang saja kamu ingin aku menginap malam ini, pikir Shen Yin.


Gadis itu ingin menolak tapi apa yang ingin dikatakannya kembali lagi ke perut. Pada akhirnya, dia berencana untuk menginap malam ini. Sebelum menghubungi Shen Yang, Jun Haobei telah mendahuluinya.


Melihat pria itu berbicara di telepon dengan nada santai, Shen Yin sedikit malu. Tampaknya Shen Yang marah di telepon tapi tidak berdaya. Pada akhirnya sang kakak mengizinkan adiknya menginap satu malam di sana. Besok pagi, Jun Haobei harus mengantarkannya ke apartemen dengan selamat.


Setelah urusan di pihak Shen Yang selesai, Jun Haobei merasa lega. Malam ini, dia akan menyelinap masuk ke kamar gadis itu untuk tidur di ranjang yang sama. Pendekatan sedikit demi sedikit sangat dibutuhkan. Jika tidak, dia akan dianggap sebagai pria kuno yang enggan dekat dengan wanita.


"Apakah kamu sudah memastikan siapa Ye Zhuan?" bisik Jun Haobei saat duduk di sampingnya.


"Aku belum yakin tapi mungkin sudah menebak sesuatu. Aku akan memberi tahu mu ketika benar-benar memastikannya," jelas Shen Yin.


"Baiklah."


Ketika jam tidur telah tiba, Shen Yin pergi ke kamar tamu yang telah disiapkan. Dia sepertinya menyadari ada seseorang yang mengamatinya. Dan di saat menoleh ke arah tertentu, dia tertegun. Ternyata Ye Zhuan belum pergi dari rumah keluarga Jun.


Mungkinkah juga menginap di sini?

__ADS_1


Dia dan Ye Zhuan bertatapan cukup lama. Pria itu tidak memiliki ekspresi aneh, hanya tersenyum sopan sebelum akhirnya berbelok ke sisi lain.


"Xiao Yin, kenapa kamu belum tidur?"


Suara Jun Haoran segera menyadarkan kembali pikiran gadis itu. Shen Yin menoleh dan mendapati Jun Haoran sudah memakai baju tidur dan bersiap untuk kembali ke kamarnya.


"Apakah pria itu juga menginap di sini?" tanya Shen Yin.


"Hmm? Maksudmu Ye Zhuan? Tidak." Jun Haoran menggelengkan kepala. "Dia pulang setelah mengobrol sebentar dengan ayahku," katanya lagi.


"Kapan?"


Jun Haoran tampaknya setengah berpikir. "Mungkin satu jam yang lalu. Kenapa bertanya tentang ini?"


"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya merasa aneh saja malam ini."


"Apakah kamu mengenalnya?"


Saat mendengar organisasi ini, Jun Haoran sedikit mengerutkan kening. "Aku pernah mendengar tentang ini, tapi tidak tahu banyak. Masalah ini ...."


"Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit penasaran. Kalau begitu, selamat malam." Shen Yin tidak ingin membicarakannya lagi malam ini. Pikirannya kacau.


"Oh, selamat tidur ..." Jun Haoran melihatnya memasuki kamar tamu pun masih penasaran. Tapi tidak berniat untuk memata-matai nya.


Di kamar tamu.


Shen Yin pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya untuk mendinginkan pikiran. Ye Zhuan pergi dari rumah satu jam yang lalu. Kemudian, bagaimana bisa ada di rumah ini lagi. Shen Yin jelas melihatnya. Itu bukan ilusi.


Dia yakin, Ye Zhuan ini datang untuknya.  Hanya saja dengan kemampuan pelindung keluarga Ye, tidak mungkin bagi pria itu untuk memulai dengannya secara terbuka.


Setelah menjernihkan pikirannya, Shen Yin memutuskan untuk tidur lebih awal tanpa memikirkan kejadian hari ini.


Waktu terus berlalu.

__ADS_1


Hingga saat tengah malam tiba, bayangan seorang pria di luar jendela terlihat samar-samar. Gorden yang tertiup angin karena jendela tidak ditutup rapat pun berkibar lembut.


Sosok pria itu masuk tanpa mengeluarkan suara. Ketika berada di kamar tamu Shen Yin, akhirnya penyusup itu terlihat jelas.


Di bawah cahaya lampu dari luar, seorang pria berjubah hitam dengan logo dua tangan membentuk huruf Y di punggung jubah pun perlahan mendekati tempat tidur. Dia memperhatikan Shen Yin yang tidur dengan gangguan mimpi buruk tapi tidak mampu untuk bangun.


Akhirnya, pria berjubah hitam itu membuka tudung dan memperlihatkan wajahnya. Iris mata merah darah serta bekas luka di wajah sebelah kanannya sedikit menakutkan. Tapi dia tampak tenang saat melihat gadis itu tertidur dengan mimpi buruk.


Tak lama setelah itu, dua pria berjubah hitam lainnya muncul di belakang pria dengan bekas luka di wajahnya.


“Lord, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya salah satu dari mereka, bicaranya sangat pelan.


“Bantu aku memegang tali segel. Jangan membuat suara apapun dan lakukan diam-diam. Aku akan membawa gadis ini ke dunia bawah dengan teknik penyegel tubuh kutukan.” Pria berjubah dengan bekas luka itu ternyata adalah Lord Zhuan, penguasa Organisasi Pandora.


Kedua muridnya itu mengangguk  patuh dan berdiri di sisi yang berlawanan.


Di sisi lain, Lord Zhuan yang akhirnya telah mengetahui tentang jati diri Shen Yin pun tak ragu lagi untuk merapalkan mantera. Kedua tangannya saling mengatup dan cahaya kegelapan muncul di antara kedua telapak tangannya.


Setelah mantera gelap diucapkan. Banyak pola dan tulisan kuno aneh muncul dari tubuh Lord Zhuan dengan kecepatan yang tidak terduga. Pola dan tulisan aneh itu seperti rantai gaib yang mampu mengikat apapun yang ada di sekitarnya.


Ketika pola dan tulisan kuno muncul membentuk rantai, cahaya merah samar terpancar dari segel tersebut.Akibatnya, hampir membuat seisi kamar bercahaya merah. Sayangnya tidak ada yang menyadari hal ini karena Lord Zhuan telah membuat persiapan.


Shen Yin sendiri tenggelam dalam mimpi buruk. Dia mulai merasa jika tubuhnya kepanasan. Dia tidak menyadari jika tato bunga peoni di punggungnya mulai bercahaya kembali.


Di sinilah Lord Zhuan yang bersiap menjerat Shen Yin dengan rantai bertulisan serta simbol kuno itu kembali membacakan mantera yang lebih panjang lagi.


“Segel kutukan!” gumamnya segera mengarahkan rantai supernatural bertulisan kuno dan berpola aneh itu ke tubuh Shen Yin.


Rantai bertulisan kuno serta  berpola aneh itu langsung melesat ke tubuh Shen Yin yang terbaring di tempat tidur.


Namun sebelum hal tersebut terjadi, tato bunga peoni di punggung Shen Yin bereaksi lebih keras. Lalu cahaya merah darah segera muncul dari tubuhnya. Cahaya itu membentuk sebuah rantai keemasan yang kaya aura.


Lord Zhuan mundur beberapa langkah. DIa menatapnya dengan rasa terkejut yang dalam. “Bagaimana ini mungkin?” gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2