The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Shen Yin Memberitahukan Rahasia


__ADS_3

DUA JAM kemudian, aroma masakan tercium hingga ke kamar. Shen Yin yang masih setengah sadar dari tidurnya pun perlahan membuka matanya.


Gorden jendela dibuka, sinar matahari pagi akhir membuat Shen Yin mengerutkan kening.


Cuaca pagi ini sedikit dingin karena akan memasuki musim dingin.


Jun Haobei berdiri di depan jendela sambil merokok. Tidak tahu apa yang dipikirkannya. Tapi setelah beberapa saat, dia membuang rokoknya dan membangunkan Shen Yin.


"Ayo, bangun ... Sarapan dulu," katanya.


"Jam berapa sekarang?" Gadis itu mencoba untuk melihat jam dinding.


"Jam tujuh pagi. Hari ini sekolah cuti jadi kamu tidak perlu terburu-buru."


"Ini bukan hari minggu," kata gadis itu.


"Tidak apa-apa."


"..." Shen Yin curiga jika Jun Haobei yang meminta cuti untuk semua murid hari ini.


"Masalah gadis bernama Tong Yue itu, Li Yugang sudah mengurusnya. Sekarang, semua murid di sekolah hanya tahu jika dia pindah sekolah ke luar negeri karena urusan keluarga. Tidak perlu khawatir tentang vampir yang muncul di sekolah," jelasnya.


"Aku sama sekali tidak khawatir tentang ini." Shen Yin bangun dan duduk di tepian tempat tidur. Dia menyentuh pelipisnya yang sedikit sakit.


Kali ini dia cukup tidur. Baru menyadari jika pakaian yang dikenakan merupakan sebuah gaun selutut.


Shen Yin jarang menggunakannya gaun atau pakaian yang lebih feminin.


"Di mana pakaianku yang semalam?"


"Aku mencucinya. Nanti juga kering."


"..." Apakah kamu masih bisa mencuci baju? Pikirnya.


Setelah sarapan, Shen Yin tidak langsung pergi. Li Yugang datang ke apartemen Jun Haobei dan membawa banyak laporan tentang kasus semalam.


Pemilik rumah hantu tidak tahu menahu tentang adanya kecelakaan di sana. Bahkan penjaga rumah hantu taman hiburan juga kebingungan.


Shen Yin sudah menduga jika Tong Yue sebelumnya menggunakan pesona untuk menguat penjaga rumah hantu melupakan apa yang terjadi setelah mereka masuk.

__ADS_1


Tak ada kamera CCTV di lokasi kejadian sehingga sulit untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan tentang ini?"


"Lupakan saja. Setelah ini, vampir di kota tidak akan berani muncul lagi. Beberapa vampir hutan telah menekan keberadaan mereka. Kemunculan besar, sangat kecil kemungkinannya untuk berbuat ulah," jelas Shen Yin setelah melihat kilas balik tentang apa yang terjadi selama beberapa hari terakhir.


Tapi dia merasa jika peristiwa besar akan terjadi dalam waktu dekat.


Setelah Li Yugang pergi, Shen Yin fokus lagi pada pembicaraan lain.


"Nasib adikmu telah berubah, kini lebih aman dan semuanya akan baik-baik saja. Apakah pria bernama Ye Zhuan itu mengunjungi adikmu?" tanyanya.


Jun Haobei sedang memegang secangkir kopi yang tinggal setengah. Mendengar tentang masalah adiknya, Jun Haobei tentu tidak akan lalai.


"Dia masih datang. Tapi kali ini sikapnya lebih terbuka. Dia juga sengaja menemuiku dan memintanya untuk bertemu denganmu. Apakah kamu nyaman atau tidak? Jika tidak, aku akan memintanya untuk tidak datang lagi padamu," jelasnya.


Shen Yin terlihat berpikir. "Tentu saja, aku akan bertemu dengannya. Aku ingin tahu apa yang diinginkannya dariku," katanya.


Shen Yin curiga jika pria bernama Ye Zhuan ini memiliki beberapa keterampilan yang cukup lirik. Bahkan mampu berkeliaran di rumah keluarga Jun tanpa hambatan.


"Kalau begitu aku akan meminta Jun Haoran untuk mengaturnya."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah beberapa hari, Shen Yin pada akhirnya tidak bertemu dengan Ye Zhuan. Pria itu hanya menitipkan sebuah kotak aneh untuknya.


Shen Yin tidak terlalu peduli dan mengecek isi dari kotak kecil yang diberikan Ye Zhuan padanya. Ketika mengetahui isinya, Shen Yin tidak bicara untuk waktu yang lama.


Jun Haobei juga ada di sana dan sangat penasaran dengan barang yang diberikan Ye Zhuan untuk tunangannya.


"Apa ini?" tanya Jun Haobei saat Shen Yin memegang sebuah buku usang bergambar bunga peoni merah pada sampulnya.


Ada juga beberapa gambar bunga peoni merah yang dilukis menggunakan tinta merah. Tapi tidak memiliki arti lain.


Shen Yin jauh lebih tahu. Dia tidak menyangka jika Ye Zhuan akan mengetahui tentang tato bunga peoni yang ada di punggungnya. Ternyata merupakan simbol dari kutukan yang dimilikinya selama ini.


Dalam secarik surat yang ditulis, Ye Zhuan awalnya ingin membawa Shen Yin ke dunia bawah. Shen Yin bukan milik dunia ini dan kutukan mata uniknya tidak bisa berada di dunia manusia begitu saja.


Tapi beberapa perubahan terjadi di tengah jalan. Shen Yin yang terus membaca surat itu pun langsung memiliki tiga garis hitam di kepalanya. Apakah ini benar-benar Ye Zhuan, pria kalem dan berekspresi lembut itu? Isi suratnya terlihat konyol.

__ADS_1


Shen Yin melirik Jun Haobei yang sudah berekspresi masam di depannya. Dia terkejut dan segera melipat surat itu tanpa memberi tahunya lebih lanjut.


"Hanya surat tentang bunga ini," katanya mencari asalan.


"Aku tidak tahu kenapa kamu menyembunyikannya dariku. Tapi apapun alasannya, yang pasti bukan surat cinta." Jun Haobei sudah menyimpulkan sedikit alasannya untuk mengurangi rasa cemburu.


"..." Shen Yin tak berkata apapun lagi.


Dia melihat beberapa lukisan tentang bunga peoni merah pada lembaran kertas HVS.


"Kenapa dia menggambar begitu banyak bunga peoni?"


"Itu karena aku memiliki tanda ini di tubuhku." Shen Yin berkata jujur.


"Tanda?" Jun Haobei mengerutkan kening. Wajahnya tiba-tiba saja menjadi gelap. "Apakah dia pernah melihat tubuhmu?"


"Tidak. Tapi dia tahu aku bahwa aku memiliki tanda ini. Dia mengetahuinya sejak beberapa tahun lalu," jelas Shen Yin dengan sudut mulut berkedut. Jika tidak dijelaskan, dia khawatir pria ini akan berprasangka buruk.


"Bukankah kamu berkata tidak pernah bertemu dengan Ye Zhuan?"


"Memang. Ternyata Ye Zhuan memakai topeng kulit manusia dari dunia bawah yang membuatku tidak mampu mengenalinya. Aku hanya merasa namanya cukup akrab, ternyata memang orang yang pernah muncul di keluarga Shen tahun itu," jelasnya lagi.


Shen Yin segera membuka bajunya dan membuat Jun Haobei sedikit canggung. Dia tidak tahu apa yang dilakukan Shen Yin. Meski gadis itu kini hanya memakai pakaian dalam berwarna merah muda bercorak polkadot, Jun Haobei masih memerah.


Dia selalu memiliki pandangan murni terhadap tubuh wanita yang pernah dikencaninya. Namun Shen Yin berbeda. Selain merupakan tunangan, dia juga nyaman saat memeluk dan menciumnya.


"Apa yang kamu lakukan?" Wajah Jun Haobei menjadi lebih gelap lagi.


Shen tidak peduli dengan apa yang ada di pikirannya. Setelah membuka baju, dia menunjukkan punggungnya pada Jun Haobei.


Pria itu akhirnya melihat sebuah tato bunga peoni di tengah punggungnya. "Ini ... Apakah bunga peoni ini?" Dia merasa jika gambar bunga peoni pada selembar kertas HVS itu mirip dengan yang ada di punggung Shen Yin.


"Ya. Tanda ini sudah ada sejak aku lahir. Aku dilahirkan dengan tubuh kutukan bermata unik. Karena ini juga, aku membuat seluruh anggota keluarga Shen meninggal. Orang luar tidak ada yang tahu tentang kehancuran keluarga Shen. Pada tahun itu, bencana berdarah keluarga Shen dilakukan olehku." Shen Yin terlihat bersedih saat mengingat kejadian tahun itu.


Suasana tiba-tiba saja hening. Jun Haobei menyentuh tanda bunga peoni di punggungnya dan merasa ada sesuatu yang menarik perhatian.


Dia tiba-tiba saja tersenyum. "Kalau begitu, aku juga memiliki rahasia yang ingin diberitahukan pada Xiao Yin."


"Apa itu?"

__ADS_1


__ADS_2