
Shen Yin mengangkat panggilan telepon dari Jun Haobei. Pria itu tampaknya tidak senang kali ini. Mungkin karena Shen Yin bepergian selama seharian tanpa memberi kabar.
Mau tidak mau, Shen Yin mengucapkan selamat tinggal pada Yi Er dan bergegas pulang.
Setibanya di rumah, Jun Haobei menunjukkan ekspresi tidak senang. Pria itu baru saja pulang dari kantor, jasnya sedikit kusut dan dua kancing kemeja bagian atas dibuka. Tampaknya pria itu minum sedikit bersama rekan-rekan kerjanya.
"Apakah acara reuni nya begitu menyenangkan?" tanyanya sedikit berbahaya.
Shen Yin sedikit canggung. "Ya, menyenangkan. Aku pergi dengan Yi Er untuk menonton film."
"Kenapa tidak menghubungiku sebelumnya?"
"Aku lupa." Saat mengucapkan dua kata ini, Shen Yin sedikit malu.
Jun Haobei tersenyum tapi bukan senyum. Dia menghampiri wanita itu dan meraih pinggangnya. "Ternyata istri ku lupa pada suaminya. Mungkin aku terlalu longgar padamu akhir-akhir ini?" godanya penuh bahaya.
"Tentu saja tidak!"
Shen Yin tidak menyangka jika Jun Haobei akan tahu maksudnya. Apakah pria ini menjadi begitu pintar akhir-akhir ini. Lalu dia teringat dengan kejadian aneh saat di stasiun kereta api dan bioskop.
"Kesampingkan itu. Aku merasa aneh hari ini." Dia mulai serius.
Keduanya duduk di sofa balkon.
"Ada apa?" Jun Haobei tidak mengejarnya lagi.
__ADS_1
"Entah kenapa aku merasa mataku bisa menangkap adegan yang tidak dilihat orang lain. Saat di stasiun kereta api ..." Shen Yin menceritakan semuanya dari awal hingga bertemu dengan Bo Yu.
Lalu kemudian Jun Haobei menyentuh sudut mata wanita itu. "Apakah matamu masih sakit saat ini?"
"Tidak." Shen Yin menggelengkan kepala. "Semuanya baik-baik saja. Aku hanya merasa tidak nyaman saja sekarang. Seolah-olah apa yang dikatakan Bo Yu memiliki makna lain," jelasnya.
Jun Haobei menyipitkan mata dan tidak berkata apa-apa lagi tentang masalah tersebut. Dia mengelus rambut wanita itu dan mengakhiri percakapan serius.
"Kalau begitu pergilah mandi air hangat untuk melepaskan penat. Aku masih memiliki beberapa dokumen yang harus ditangani di ruang belajar," katanya lembut.
Shen Yin menghela napas lega. "Ya ..."
Untungnya Jun Haobei tidak menuntutnya saat ini. Shen Yin buru-buru pergi ke kamar untuk berendam air hangat. Tapi tak lama setelah dia pergi, Jun Haobei mendengar teriakan marah wanita itu seolah-olah sedang menuduh seseorang memasuki kamarnya.
Jun Haobei segera menyusulnya ke kamar. Dia melihat Shen Yin bicara dengan nada dingin pada sesuatu yang ada di kamar mandi. Karena Shen Yin tidak menyadari kedatangannya, Jun Haobei segera menepuk pundak wanita itu.
"Apakah kamu selingkuh dariku? Siapa wanita itu? Beraninya kamu membawa wanita lain pulang. Apa yang kalian lakukan di belakangku?" teriaknya.
Jun Haobei tidak bicara apa-apa dan dia melihat ke kamar mandi. Tidak ada siapa-siapa di dalam sana. Semuanya tampak seperti biasanya. Namun karena Shen Yin sangat marah, Jun Haobei mau tidak mau menyentuh wajahnya.
"Tidak ada siapa-siapa? Siapa yang Xiao Yin lihat?" tanyanya datar. Sepertinya Shen Yin melihat sesuatu yang tak seharusnya dilihat orang biasa bukan?
"Kamu masih menyangkal! Wanita itu—" Shen Yin menoleh ke bak mandi dan tertegun. Dia merasa kepalanya pusing saat ini.
Jelas dia baru saja melihat seorang wanita cantik berendam di bak mandi yang penuh oleh busa. Wanita itu tersenyum padanya dan bertanya siapa dirinya dan kenapa ada di sini.
__ADS_1
Jelas ini adalah rumah Jun Haobei. Shen Yin adalah istrinya. Selama tinggal di sini, Shen Yin tidak pernah melihat wanita lain masuk sama sekali.
Tapi sekarang tidak ada siapa-siapa di sana. Dilanda kebingungan ekstrem, Shen Yin linglung di tempat.
"Tadi—" Shen Yin ingin bilang dirinya tidak berbohong.
"Xiao Yin, mungkinkah kemampuan mu kembali?" tebak Jun Haobei.
"Hah? Tidak mungkin?" Shen Yin tidak yakin. Tapi lagi-lagi matanya tidak nyaman saat ini. Namun hanya sesaat. Setelah itu baik-baik saja.
"Siapa yang selingkuh? Tidak ada siapapun. Kamu hanya melihat sesuatu yang tidak kamu lihat. Jangan pikirkan itu sekarang dan mati diskusikan besok." Jun Haobei menenangkannya.
Shen Yin memekakkan matanya sebentar dan mengangguk. Jika dia memulihkan kemampuannya, maka Bo Yu pasti menjadi pelaku utama.
Tiba-tiba saja Jun Haobei membawa ke kamar mandi dan menutup pintu cukup keras.
"Apa yang kamu lakukan? Aku ingin mandi dan beristirahat." Shen Yin meredakan firasat buruk.
Jun Haobei menatap Shen Yin sedikit panas. "Mandi bersama. Xiao Yin harus dihukum karena melupakan suaminya," goda pria itu.
"Kamu!" Shen Yin membelalakkan mata.
Sebelum dia bereaksi lebih banyak, Jun Haobei sudah bertindak ....
Keduanya terjerat untuk waktu yang cukup lama di bawah pancuran air hangat. Jun Haobei menenggelamkan miliknya ke tubuh wanita itu berulang kali dan memanjakannya. Suara Shen Yin agak serak dan kedua kakinya seperti tak bisa menopang tubuhnya lagi.
__ADS_1
Untungnya Jun Haobei menahannya. "Xiao Yin, kamu masih tidak bisa menahannya," bisiknya. Tapi dia senang karena wanita itu terlihat tak berdaya saat disentuh olehnya.