The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Tidur Di Apartemen Jun Haobei


__ADS_3

SEGERA, Shen Yin yang tidak mau mendengar lebih jauh lagi tentang kutukan pada dirinya, akhirnya mencabut pedang perak dari dada kiri Tong Yue.


Darah memercik ke tubuh dan wajahnya, cukup banyak. Beberapa pria berjubah hitam juga berjatuhan satu persatu saat Tong Yue yang mulai kehilangan vitalitasnya tak mampu lagi mengendalikan mereka.


Tubuh Tong Yue tumbang, kulitnya menjadi keriput, rambutnya berubah menjadi putih. Wajah cantiknya kini menjadi nenek-nenek yang telah melebihi usia delapan puluh tahun. Sangat tua.


Pada akhirnya, dia meninggal di tempat dengan luka tusukan yang sangat dalam.


Shen Yin tertegun di tempat. Pedang peraknya yang merupakan set artefak suci juga menghilang di udara, kembali ke gulungan penyimpanan miliknya.


Tubuhnya kini dipenuhi oleh percikan darah. Wajahnya juga kotor. Tangannya berkeringat dingin. Dia menghabiskan banyak energi untuk mampu mengendalikan pedang perak yang sombong itu.


Tato bunga peoni di punggungnya terasa panas lagi. Tidak tahu apa yang kini terjadi, Shen Yin sudah tidak peduli. Tapi tanpa diketahui oleh dirinya, aura kegelapan dari tubuh Tong Yue dan para pria berjubah hitam yang kini tergeletak tak bernyawa pun terisap ke tato tersebut.


Shin Mose yang berada di alam bawah sadar Shen Yin menyerap energi kegelapan itu dan mengembalikannya ke dunia bawah. Selama ini, Shen Yin sama sekali tidak mengetahui apa-apa.


Melihat ketiga teman sekelasnya yang masih pingsan, Shen Yin menggunakan jimat teleportasi untuk memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman. Ingatannya tentang malam ini juga telah dihapus.


"Xiao Yin ...," panggil seseorang.


Shen Yin menoleh ke belakang dan melihat sosok jangkung berjas lengkap berjalan ke sisinya. Dia terkejut.


"Kenapa kamu di sini?" tanyanya.


Jun Haobei yang tadi mendapatkan panggilan telepon dari Shen Yang pun langsung bergegas. Shen Yang berkata jika adiknya mungkin kehilangan banyak energi saat ini serta sulit mengendalikan diri ketika mata kanannya digunakan terlalu sering.


Tubuh Jun Haobei memiliki aura bayangan naga ungu yang mampu mengusir hawa jahat. Selain itu, mampu memulihkan energi pada tubuh Shen Yin.


Pria itu berjalan ke sisinya dan khawatir saat melihat begitu banyak darah di tubuhnya.


"Di mana kamu terluka?" tanyanya tanpa menghiraukan pertanyaan gadis itu.


Shen Yin linglung sebentar dan segera menggelengkan kepala. "Ini bukan darahku."


Pria itu mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku jasnya dan menghapus noda darah di wajah gadis itu.

__ADS_1


"Ayo pergi dan bersihkan dirimu. Kakakmu sangat khawatir tapi tidak bisa datang karena mendapatkan panggilan dari gurunya. Biarkan aku datang dan temani kamu," jelasnya.


Shen Yin yang sejak awal berakar di tempatnya pun melangkah satu kali tapi tubuhnya segera terhuyung ke depan. Jun Haobei menangkapnya tepat waktu.


Kaki gadis itu tidak memiliki tenaga sehingga Jun Haobei membopongnya.


Mereka keluar lewat pintu belakang. Ternyata Li Yugang bersama beberapa anggota detektif lainnya telah tiba untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi.


Shen Yin hanya menceritakan secara singkat tentang Tong Yue yang sejak awal merupakan vampir sempurna. Kini sudah meninggal dan tidak akan lagi memakan banyak korban.


Selama ini, Tong Yue telah memobilisasi banyak mayat pria sebagai vampir tanpa jiwa. Sengaja menculik banyak manusia yang terpilih untuk dijadikan makanan Tong Yue.


Jun Haobei membawanya ke dalam mobil dan pergi ke apartemen terdekat miliknya untuk mengurus gadis itu. Di perjalanan saja, Shen Yin sudah tertidur karena kelelahan.


Ketika tiba di apartemen, gadis itu sedikit terbangun.


"Ada pakaian bersih di sini, pergilah mandi dan tidur. Jangan terlalu memikirkan apa yang terjadi hari ini. Besok semuanya akan baik-baik saja," kata Jun Haobei.


Shen Yin sudah mampu berjalan meski sedikit lemah. Dia membersihkan diri dan memakai gaun yang telah disiapkan oleh Jun Haobei. Tanpa berkata-kata lagi, dia tertidur begitu saja di ranjang.


Kali ini ekspresinya serius.


"Akan lebih baik jika kamu menemukan sarang para vampir ini dan membuatnya menghilang dari ibu kota," kata Jun Haobei. Dia tak menunggu Li Yugang menanggapi kata-katanya dan segera mengakhiri panggilan telepon.


Jun Haobei kembali ke kamar dan berbaring di sebelah Shen Yin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, Shen Yin terbangun di pelukan Jun Haobei. Dia menguap dan belum sepenuhnya menyadari jika ini bukan kamarnya sendiri. Hingga akhirnya, dia mencium aroma parfum laki-laki dari pria di sampingnya.


"Ahh!!" Dia berteriak karena kaget dan segera menjauh dari tubuh Jun Haobei.


Pada akhirnya, dia terjatuh dari ranjang dan menghantam lantai. Tapi itu bukan apa-apa bagi Shen Yin. Dia segera bangkit kembali dan waspada pada pria itu.


Jun Haobei terbangun akibat suara yang ditimbulkan gadis itu. Dia tampak lebih tenang.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun?" Dia mengerutkan kening. "Ini masih terlalu pagi. Tidurlah kembali."


"..." Shen Yin yang akhirnya pulih dengan apa yang baru saja terjadi pun terdiam.


Jam dinding masih menunjukkan pukul lima pagi. Di luar, hari masih cukup gelap. Tapi suara ayam jantan di kejauhan sudah terdengar.


Shen Yin tidak menyangka akan tidur satu ranjang dengannya. Mungkin semalam dia terlalu lelah sehingga tidak berwaspada sedikit pun. Anehnya lagi, dia juga tidak bermimpi buruk kali ini.


Mungkin Shen Yin harus mengunjungi toko Kakek Liao lagi.


"Di mana ini?" tanyanya.


Jun Haobei yang saat ini terlihat malas pun berbaring menyamping dan menopang kepalanya. "Di apartemen terdekat. Apakah kamu ingat apa yang terjadi semalam?"


"Ya ... tentu saja." Jika tidak ingat, bukankah itu lelucon? Pikirnya.


"Kalau begitu jangan khawatirkan apapun. Tidurlah kembali dan bangun nanti. Kakakmu pergi semalam dan kemungkinan akan kembali minggu depan. Jangan khawatir tentang apa yang terjadi semalam, orang-orang kakekku sudah mengurusnya," jelas Jun Haobei.


Pak Tua Jun sudah mendapatkan kembali aura supernatural nya dan kini mampu memiliki beberapa keterampilan. Selain itu, Pak Tua Jun memiliki banyak orang kepercayaan.


Meski saat ini keluarga Jun sedang bermasalah dengan keluarga Fang, di permukaan, semuanya tampak baik-baik saja.


Shen Yin tidak berniat untuk kembali tidur tapi entah kenapa dia menguap. Sepertinya masih belum cukup tidur sehingga dia berbaring di samping pria itu.


"Jangan memelukku!" Dia memberinya peringatan.


"Bukankah kita tunangan?"


"Jangan gunakan alasan pertunangan untuk memelukku di tempat tidur."


Jun Haobei terkekeh dan tidak memaksanya. Dia justru bangkit dari tempat tidur dan menggunakan sandal rumah. Shen Yin tidak tahu apakah pria itu kesal atau marah dengan perkataannya barusan , tapi dia tidak peduli.


"Tidurlah lagi, aku akan buatkan sarapan." Jun Haobei menawarkan dirinya untuk menjadi koki pagi ini.


Dia sebenarnya bisa saja menyewa koki di apartemennya untuk hari ini tapi terlalu malas. Lagi pula, dia ingin memasak untuk gadis itu sendiri.

__ADS_1


Shen Yin tidak terlalu peduli dan menarik selimut untuk kembali tidur. Apakah pria itu benar-benar akan memasak sepagi ini? Batinnya.


__ADS_2