The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Shen Yin Menceritakan Tentang Dirinya


__ADS_3

JUN HAOBEI menyetir sendiri hari ini dan sengaja menunggu Shen Yin pulang sekolah. Dia hampir saja terlambat dan melihat gadis itu di trotoar, berjalan santai sambil menunduk.


"Masuk."


Dia mengira jika gadis itu sedikit tidak nyaman.


Jun Haobei keluar mobil dan memperhatikan jika Shen Yin sedikit aneh hari ini, seperti sedang memperhatikan sesuatu. Ekspresi wajahnya bahkan agak pucat.


Mungkinkah gadis itu sakit lagi?


Apa yang dilihat Shen Yin saat ini jelas bukan hantu atau potongan jiwa yang tidak lengkap, melainkan sosok raksasa, badan kekar dan dari pinggang ke bawah merupakan wujud setengah ular hitam. Sosok itu juga bertanduk banteng serta memegang sabit besar yang sangat tajam.


Makhluk itu terlihat tak jauh darinya, muncul entah dari mana dan menatapnya dengan ganas. Penuh kemarahan dan rakus akan aura. Seolah-olah Shen Yin saat ini hanyalah mangsa kecil di matanya.


Shen Yin pucat bukan karena takut, melainkan aura jahat dari makhluk tak kasat mata itu membuat tubuhnya dingin seperti berada di gua es. Jelas bukan musim dingin.


Makhluk itu adalah iblis!


Shen Yin tidak menyangka akan bertemu iblis di tempat ramai seperti ini. Sepertinya cabang gerbang dunia iblis ada di sekitar tempat tersebut dan iblis yang ada di hadapannya saat ini seharusnya merupakan penjaga pintu.


Dia ingin menggunakan jimat pelindung untuk menghalau napas iblis dari sosok setengah ular itu. Tapi di saat dia hendak mengeluarkan kertas jimat, seseorang menepuk pundaknya.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Jun Haobei.


Shen Yin langsung menoleh pada pria itu dan mendapati jika tangan yang menepuk pundaknya dipenuhi aura ungu keemasan yang sangat nyaman.


Lalu dia menatap ke arah di mana iblis penjaga pintu itu hendak mengayunkan tongkat sabitnya.


Tiba-tiba saja, iblis berbadan setengah ular yang ingin menyerangnya langsung menghilang perlahan sambil menatap Jun Haobei dengan ketakutan.


"Manusia yang diberkati dewa ..." Iblis setengah ular itu bergumam dan Shen Yin mampu mendengarnya.


Manusia yang diberkati dewa?


Dia sedikit bingung dengan perkataan iblis itu tapi seharusnya bukan lelucon semata. Aura ungu keemasan yang ada pada tubuh Jun Haobei merupakan berkat dewa?

__ADS_1


Shen Yin bisa melihat bayangan naga ungu melayang di atas tubuh Jun Haobei. Bayangan naga ungu itu menekan aura iblis yang hendak menyerang Shen Yin sebelumnya. Setelah itu langsung lenyap seolah-olah tidak pernah muncul.


Shen Yin linglung di tempat dan tidak memedulikan panggilan Jun Haobei sebelumnya. Akhirnya pria itu menepuk kepalanya dengan tenang.


"Jika kamu tidak sehat, pulang dan istirahat lebih awal," katanya.


Shen Yin menatapnya kembali dan ingin bertanya sesuatu. Tapi ....


"Mampirlah ke apartemenku lebih dulu jika ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan." Dia berkata balik.


"Ya. Baiklah. Memang ada sesuatu yang ingin aku katakan. Masuk mobil." Jun Haobei mengangguk dan tersenyum langka. Jika bawahannya tahu bahwa tuan mereka tersenyum tulus seperti itu, pasti akan berlutut.


"..." Shen Yin bergumam tidak jelas namun mengikuti Jun Haobei menuju mobilnya.


Gadis itu duduk di samping Jun Haobei dan memasang sabuk pengaman. Sepanjang perjalanan, suasana di mobil begitu hening. Shen Yin tidak berniat untuk bicara dengannya tanpa ada topik yang pasti. Jadi di memilih untuk memikirkan apa yang dikatakan iblis setengah ular tadi.


Jun Haobei memiliki tubuh yang diberkati dewa?


Sepertinya keluarga Jun masih memiliki bakat langka seperti Jun Haobei, ini benar-benar jarang di dunia supernatural.


Mentalitas gadis itu untuk melihat pria berkualitas seperti dirinya benar-benar kuat.


Narsisme ini mungkin hanya akan membuat Shen Yin mencibir.


Shen Yin terbatuk malu dan untuk kali pertamanya dia ketahuan mengintip seseorang. Dia mengembuskan napas panjang dan memilih pertanyaan di pikirannya. Dia cukup berhati-hati tentang masalah ini.


"Aku hanya penasaran, bagaimana bisa kamu memiliki tubuh yang diberkati dewa," kata gadis itu.


Jun Haobei mengerutkan kening. Sepertinya dia tidak terkejut saat mendengar itu. Lalu dia mendengar Shen Yin mengatakan sesuatu yang lain.


"Kamu memiliki aura ungu keemasan di tubuhmu dan bayangan naga ungu keluar dari tubuhmu." Gadis itu mengerucutkan bibirnya. "Meski aku cemburu dengan kondisimu, tapi aku masih bingung ... kenapa iblis itu takut padamu."


"..." Bisakah dia menjawab ini? Jun Haobei juga agak bingung setelah topik berganti tentang iblis.


Shen Yin mengatakan apa yang baru saja dilihat sebelum Jun Haobei menepuk pundaknya. Jelas iblis itu langsung menghilang perlahan, tidak berani melawan Jun Haobei.

__ADS_1


"Apakah kamu bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata seperti itu?" tanya Jun Haobei akhirnya penasaran.


Shen Yin tidak langsung menjawab. Dia sedikit gugup untuk pertama kalinya. "Aku bukan hanya mampu melihat mereka, tapi juga mampu pergi ke perbatasan alam mereka," ungkapnya jujur.


Jika Shen Yin ingin memanfaatkan Jun Haobei untuk mengatasi beberapa masalah, kejujuran dns kerja sama dibutuhkan. Jadi katakan saja, tidak perlu munafik. Dia tahu Jun Haobei tidak menyukai tipe orang seperti itu.


"Pasti sulit bagimu," kata Jun Haobei tidak tahu harus berkata apa.


Dia belum pernah mengalami kejadian seperti itu selama ini sehingga menganggap apa yang dikatakan Shen Yin seperti cerita di novel-novel.


Namun Shen Yin tidak keberatan untuk menceritakan apa yang selama ini dia alami, kehidupan dunia tak kasat mata bahkan konsekuensinya.


Alam tak kasat mata berdampingan dengan dunia manusia dan gerbangnya hanya aura. Untuk para hantu yang selalu menampakkan diri pada manusia, sekujur merupakan jiwa yang tidak lengkap pada akhirnya gentayangan.


Para hantu ini sebenarnya masih memiliki urusan yang belum selesai di dunia tapi telah menemui kematian lebih dulu.


Ada juga bangsa iblis, klan vampir yang tersisa serta beberapa entitas lainnya yang lebih kuat. Mereka berdampingan dengan dunia manusia tapi tidak seenaknya ikut campur secara terang-terangan.


"Aku tahu kamu akan mengira jika aku gila dan berkhayal, tapi itu yang kulihat dari mata kananku." Shen Yin menjadi lega entah kenapa.


Selain kakaknya, dia tak pernah menceritakan masalah ini pada orang lain. Sekarang, dia mengatakannya begitu banyak. Tidak tahu bagaimana tanggapan Jun Haobei terhadapnya.


"Mata kananmu?" Jun Haobei yang menyetir justru semakin penasaran.


Semakin banyak dia tahu tentang gadis itu, lebih mudah baginya untuk memikirkan rencana masa depan.


Shen Yin selalu menutupi mata kanannya dengan poni yang sengaja dipanjangkan. Bagi gadis lain, poni yang menghalangi pandangan itu tidak nyaman. Namun bagi Shen Yin, ini justru rasa aman.


"Mata kananku merupakan ... mata unik yang termasuk dalam jenis kutukan keluarga. Aku sudah memilikinya sejak lahir dan ... membawa bencana pada keluargaku sendiri," jelasnya sedikit berat. Napasnya agak sesak dan tidak tahu apakah dia mampu memikirkan tahun itu lagi?


Tapi Jun Haobei menghentikannya. "Jangan mengingat jika itu menyakitkan. Ketika kamu siap, aku bisa mendengarkannya kapan saja," ujarnya.


Shen Yin terkejut dan akhirnya tersenyum. "Terima kasih."


"Kamu mengatakan ini padaku, pasti ada tujuannya. Ayo, dengarkan apa yang ingin aku lakukan untukmu," kata Jun Haobei langsung ke intinya.

__ADS_1


__ADS_2