
JUN HAOBEI MENGAKU dia tak percaya dengan hantu seperti itu karena tidak pernak melihat atau diganggu.
Shen Yin merasa sakit kepala lagi ketika memikirkannya. Di mana hantu-hantu itu akan mengganggu jika tubuh Jun Haobei diselimuti oleh aura ungu keemasan dan penjaga berubah bayangan naga ungu di atas tubuhmu.
Ini hanya kesombongan yang tak ada habisnya.
Naga adalah makhluk yang sombong dari generasi ke generasi. Jun Haobei dilahirkan untuk sifat itu.
"Li Nuo hanya menjadi jiwa gelap yang dikurung oleh orang supernatural yang memiliki sihir gelap. Sehingga semakin tidak berdamai. Aku hanya membantu jiwanya tidak dipenuhi dendam dan bisa bebas setelah urusannya selesai," jelas Shen Yin.
"Apa yang diinginkan wanita itu?"
"Dia ingin membawa Lan Miao pergi bersamanya ke neraka," jawab Shen Yin enteng. Tapi sedikit lelucon.
Neraka dan surga hanyalah pilihan terakhir semua jiwa manusia. Untuk memasuki tempat seperti itu, jiwa mereka harus melewati delapan belas tingkat neraka, menyeberangi lautan kematian dan memanjat pohon dewa ....
Dan setelah itu ... mungkin neraka dan surga ditentukan oleh para dewa?
Domian tidak bisa berkomentar tentang masalah dunia lain seperti itu. Apakah surga dan neraka itu benar-benar ada?
Sebagai seorang pria yang hidup dalam dunia bisnis dan tidak bercampur dengan kehidupan dunia lain, Domian sedikit demi sedikit mulai mengerti jika pengetahuannya masih dangkal.
“Lalu … kamu setuju?” tanyanya.
“Ya, kenapa tidak?” Shen Yin tersenyum padanya. “Lagi pula aku juga bukan seseorang yang memiliki amal untuk naik ke surga,” imbuhnya.
Jangankan memikirkan surga, memiliki kehidupan yang damai di dunia ini saja begitu sulit. Shen Yin hidup di antara dunia manusia dan alam lain yang tak terlihat oleh mata manusia biasa.
“Kamu datang ke sini seharusnya bukan hanya untuk itu saja bukan?”
Akhirnya topik pembicaraan ini menjadi lebih serius. Jun Haobei mengeluarkan selembar kertas HVS yang terlipat rapi di saku celananya. Dia lipatan kertas itu pada Shen Yin.
“Aku harap kamu mampu menjelaskan masalah ini.”
Shen Yin menerima kertas itu dan membukanya dengan santai. Isinya merupakan isi gambar screenshoot-an sebuah riwayat panggilan telepon dari smartphone kedua milik Li Nuo.
“Ini nomor teleponku. Ada apa?” tanyanya.
__ADS_1
Jun Haobei tidak terkejut saat melihatnya mengakui langsung tentang nomor telepon.
“Seseorang meneleponmu dati smartphone milik Li Nuo?”
“Ya, memang. Itu Li Nuo yang memanggilku,” jawab Shen Yin jujur. Menurutnya tidak perlu berbohong tentang ini pada Jun Haobei. “Ada apa? Kamu tidak percaya?” tanyanya.
“Aku hanya mempercayai apa yang aku lihat,” jawab Jun Haobei sedikit berat untuk mengakuinya. “Li Yugang mengira kamu memiliki hubungan dengan pembunuhan Li Nuo kali ini dan berkomplot dengan orang yang memiliki jubah hitam itu,” jelasnya.
“Ah, dia benar-benar layak menjadi seorang pemimpin detektif. Pikirannya sangat luas,” puji Shen Yin sekaligus terdengar mengejek. “Apakah Lan Miao masih di rumah sakit?”
“Ya, dokter berkata jika tubuh Lan Miao kekurangan cairan dan tekanan darahnya cukup rendah hingga harus mendapatkan infus.”
Shen Yin memikirkan sesuatu dan sepertinya mendapatkan ide. “Bukankah kamu hanya mempercayai apa yang terlihat? Aku akan membawamu ke sana nanti.”
“Rumah sakit?”
“Ya. Setelah Lan Miao tertidur, kita bisa ke sana dan bertemu dengan Li Nuo.”
* * *
Sebelum Jun Haobei mengatakan sesuatu, pikirannya seperti terbalik dan kepalanya pusing. Embusan angin yang cukup hangat menyapu tubuh sebelum akhirnya diterpa oleh angin malam yang dingin.
Jun Haobei melihat pemandangan baru di depannya.
Rumah sakit!
Ini merupakan rumah sakit tempat di mana Lan Miao dirawat. Saat ini dia dan Shen Yin berada di bawah pohon rindang yang tidak memiliki pencahayaan.
“Apakah tadi itu teleportasi?”
Shen Yin yang wajahnya sedikit pucat pun mengangguk. “Ya, ini melelahkan jika berteleportasi sambil membawa orang lain,” jawabnya sedikit haus.
Jun Haobei tidak melihat seberapa pucatnya Shen Yin saat ini dan ketika pergi ke tempat yang lebih terang, ternyata kulit gadis itu tidak terlihat sehat.
“Aku akan baik-baik saja setelah istirahat.” Shen Yin melihatnya mengerutkan kening, sedikit tidak berdaya.
Akhirnya Jun Haobei membelikan minuman untuknya dan mereka segera pergi ke bangsal di mana Lan Miao berada.
__ADS_1
Saat ini, koridor rumah sakit tidak terlalu banyak orang dan cukup sepi. Mengingat jika membuat kegaduhan di rumah sakit dilarang. Setibanya di pintu bangsal, Shen Yin masuk tanpa mengeluarkan suara dan Jun Haobei mengikuti diam-diam.
Semua pasien di ruangan tersebut sudah beristirahat lebih awal dan tidak menyadari ada orang lain datang. Di saat dia ada di dekat ranjang di mana Lan Miao dirawat, Shen Yin melihat jiwa gelap Li Nuo menatap Lan Miao dengan ganas.
Jiwa gelap Li Nuo segera mengetahui jika gadis itu datang dan ingin memintanya untuk mencekik wanita ini sampai mati. Tapi Shen Yin mengajak jiwa gelap Li Nuo untuk mengobrol sebentar di tempat yang cukup aman.
“Kenapa kamu membawa pria berbahaya seperti ini?” tanya jiwa gelap Li Nuo tapi tidak bisa didengar oleh Jun Haobei.
Shen Yin tidak menjawab dan meminta Jun Haobei mengulurkan tangan. Gadis itu meraih tangannya dan menyalurkan aura spiritual ke tubuh Jun Haobei dan tidak berniat untuk melepaskannya.
Saat ini, Jun Haobei merasakan kehangatan dari tangan gadis itu, entah kenapa hatinya gatal. Betapa kecilnya tangan seorang gadis hingga ia bisa meremasnya.
“Shen Yin, apakah kamu mendengarkanku? Kamu tidak membawa pria berbahaya ini untuk berpacaran di depanku, ‘kan?” Jiwa gelap Li Nuo bertanya lagi.
“Apakah kamu Li Nuo?”
Pada akhirnya Jun Haobei terkejut saat tiba-tiba penampakan seorang wanita melayang tak jauh di depan keduanya.
Wanita itu memiliki wujud setengah manusia dan setengah asap sehingga tidak tahu harus menggambarkannya sebagai wujud apa.
Tapi sosoknya tidak semenyeramkan hantu yang ada di film. Justru, jiwa gelap Li Nuo ini memiliki wajah putih pucat dan rambut berantakan.
Jiwa gelap Li Nuo berteriak ngeri saat tahu jika Jun Haobei menatap ke arahnya. Ini … ini … pria itu bisa melihat wujudnya?
Tanpa sadar jiwa gelap Li Nuo melihat tangan Shen Yin yang memegang tangan pria itu.
“Bisakah kamu melihatku?” tanyanya kurang yakin.
“Ya.”
“...” Baik, pria berbahaya ini akhirnya bisa melihat dia saat ini tapi ….
“Jangan dekat denganku. Kamu memiliki aura yang mampu membuatku takut!” Jiwa gelap Li Nuo menjauh sedikit.
Ia memperhatikan jika aura ungu keemasan di tubuh Jun Haobei seperti badai yang mengamuk. Jika jiwa gelap Li Nuo ceroboh sedikit saja, mungkin bisa hancur tanpa berkesempatan untuk bereinkarnasi.
Shen Yin melirik Jun Haobei. “Sekarang, apakah kamu percaya?”
__ADS_1