
SHIN MOSE tertawa ringan dan berpikir jika Jun Haobei tidak sebodoh yang dia kira. Dia mengangguk dengan percaya diri. Dengan begitu, dia tak perlu repot-repot mencari alasan agar tetap berada di tubuh Shen Yin.
"Karena sejak lahir dia memiliki tubuh kutukan, usianya tak bisa melebihi lima belas tahun. Keluarga Shen telah menjadi korban untuk membayar kutukan tersebut. Mereka enggan untuk membunuh gadis ini sehingga memilih untuk mengorbankan keluarga sendiri," jelas Shin Mose. "Bayangkan, jika gadis ini tahu kejadian yang sesungguhnya tentang bencana berdarah keluarga Shen beberapa tahun lalu, mungkin dia akan menyalahkan dirinya sendiri."
Jun Haobei mendengarkan dari awal hingga akhir. Tak ada satu pun kata yang terlewat. Tangan yang memegang bahu gadis itu mengencang.
"Alasan kenapa dia masih bernyawa dan bernapas saat ini, sepenuhnya karena aku menahan jiwanya. Gadis ini memiliki mata unik yang mampu mengumpulkan banyak aura jahat. Aku hanya meminjam tubuhnya untuk mengumpulkan semua sumber aura jahat di dunia ini agar kembali ke dunia bawah. Jangan khawatir, selama aura jahat tetap ada di dunia ini, aku tak akan meninggalkan tubuhnya."
"Adakah cara agar jiwanya tetap utuh?" tanya Jun Haobei segera khawatir. Dia memeluk tubuh gadis itu. Takut jika suatu hari nanti, gadis itu akan meninggalkan dirinya sendiri di dunia ini.
"Oh, masalah ini ..." Shin Mose menatap Jun Haobei dengan rakus. Tapi segera, rencana jahatnya terlihat oleh bayangan naga ungu, aura yang menekan menerpa tubuhnya.
Shin Mose sedikit menggigil dan menyesali pikirannya.
"Tentang ini ... Aku belum tahu. Bagaimana pun juga, aku bukan dewa," jawabnya datar. "Jika kamu ingin tahu, pergilah ke kuil tertua di wilayah barat ibu kota. Di sana, kamu mungkin akan menemukan jawabannya," jelasnya lagi tidak berani berpikir macam-macam.
"Lalu, kenapa Xiao Yin memiliki tubuh kutukan?"
Shin Mose menatapnya. Jun Haobei ini memiliki banyak keingintahuan. Jelas tato naga ungu di dadanya bukan simbol biasa.
"Mungkin ... ini ada hubungannya denganmu," jawabnya sambil tersenyum.
"Aku?"
"Kamu adalah tunangan yang dipilih dua keluarga di generasi sebelumnya. Para tetua keluarga supernatural pada masa itu jelas memiliki kemampuan yang lebih baik daripada masa sekarang. Mereka mampu meramalkan masa depan. Bahkan namaku tercatat dalam buku takdir gadis ini."
Mengenai buku takdir, Jun Haobei tidak perlu tahu. Ini rahasia para dewa. Alasan kenapa Shin Mose tahu, tentu saja karena sebelumnya tinggal di dunia bawah. Dunia bawah memiliki kaitan erat dengan alam gaib lainnya sehingga tidak terlalu sulit untuk tahu.
"Jadi, kamu adalah iblis?" tanya Jun Haobei datar.
"..." Shin Mose ingin tersandung sesuatu di hatinya.
__ADS_1
"Bukan!" jawabnya kesal. "Aku bukan iblis. Kenapa aku begitu rendah di mata mu?" tanyanya kesal.
"Siapapun aku, kamu tidak perlu tahu. Manusia, kamu juga memiliki batasan. Waktuku sudah habis. Aku harus kembali ke alam bawah sadar. Ingatlah, selama gadis ini mengumpulkan banyak aura jahat untuk menghilang dari dunia ini, maka dia memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama."
Setelah berkata demikian, Shin Mose perlahan menghilang dari pandangan Jun Haobei.
Tak lama setelah itu, Shen Yin yang berada di pangkuan Jun Haobei pun sadarkan diri. Gadis itu terlihat linglung serta kebingungan. Dia bangun dan melihat sekitar.
Jun Haobei sendiri tidak berkata apa-apa. Dia memakai bajunya kembali. Dia telah melakukan banyak. Percakapan dengan Shin Mose sehingga kini dia tak bingung seperti sebelumnya.
Menurut Shin Mose, Shen Yin seharusnya sudah meninggal ketika usianya yang kelima belas. Tapi karena takdir yang tak bisa terbaca, Shin Mose memasuki tubuh gadis itu dan menetap di alam bawah sadarnya. Tato bunga peoni memiliki kaitan erat dengan dunia bawah, khususnya Shin Mose.
Untuk tetap hidup di dunia ini, Shin Mose perlu berada di tubuh Shen Yin.
Solusinya jika ingin Shin Mose terbebas dari alam bawah sadar Shen Yin, Jun Haobei harus pergi ke kuil tertua di bagian barat ibu kota. Namun setahu pria itu, kuil tertua di sana sudah tidak digunakan lagi.
Namun dia mungkin harus mencobanya.
"Apa yang kamu ingat?" Jun Haobei tanpa sadar bertanya.
"Aku hanya ingat cahaya ungu dari tato naga di tubuhmu melesat ke arahku. Lalu punggungku panas dan setelah itu aku mungkin pingsan?" Dia juga kurang yakin.
"Ya, kamu membuatku khawatir," kata pria itu segera memeluknya.
Shen Yin yang masih bingung pun tidak menolak pelukannya.
"Xiao Yin ... Jangan pernah meninggalkan aku. Jika suatu hari nanti kamu menghilang, aku akan mencarimu hingga ke neraka sekali pun," bisik pria itu.
"Ada apa denganmu? Aku hanya pingsan," kata Shen Yin merasa aneh.
"Tidak apa-apa." Jun Haobei bersedih karena Shen Yin tidak menyadari jika jiwanya sendiri kini hanya tertahan di tubuhnya.
__ADS_1
Jun Haobei memeluknya lebih erat dan berjanji akan mencari cara agar jiwa gadis ini menyatu kembali dengan raganya.
Dengan begitu, pria yang mengaku raja dunia bawah itu tak akan terus menerus bersemayam di alam bawah sadar tunangannya. Jun Haobei memiliki kecemburuan ekstrem di hatinya dan telah membuat rencana jangka panjang.
Di alam bawah sadar gadis itu, Shin Mose mungkin menggigil lagi tanpa mengetahui alasannya.
"Xiao Yin, maukah kamu menikah denganku setelah lulus SMA?"
"Apakah kamu gila?" Shen Yin semakin tidak mengerti kenapa pria itu berkata tak wajar setelah dirinya sadarkan diri. "Aku belum tentu akan menikahimu," imbuhnya.
Tiba-tiba saja Jun Haobei memeluknya lagi lebih intim. "Aku pasti tidak akan mengecewakan Xiao Yin. Xiao Yin pasti akan puas denganku," bisiknya.
Shen Yin memiliki tiga garis hitam di kepalanya. "Kalau begitu ... Lihat saja nanti," katanya ragu-ragu.
Menikah? Dia belum bahkan belum memikirkannya. Bukankah terlalu muda untuk menikah?
Apa yang terjadi hari ini, keduanya tidak membahasnya lagi. Shen Yin dan Jun Haobei memiliki pemahaman masing-masing. Bahkan saat Shen Yang kembali setelah turun pegunungan tiga hari kemudian, pasangan itu terlihat baik-baik saja.
Shen Yang awalnya curiga jika Jun Haobei melakukan sesuatu pada adiknya. Tapi tidak ditemukan bukti apa-apa. Jadi dia merasa lega.
Kebetulan Jun Haobei baru saja menjemput Shen Yin dari sekolah dan mampir sebentar ke apartemennya.
Shen Yang sedang membuat jimat di dekat jendela. Dia mengetahui kehadiran keduanya tapi tidak bergerak sedikit pun.
"Guru memintamu untuk ikut denganku ke perguruan. Dia ingin melihatmu sebentar. Aku harap kamu tidak menolaknya," kata Shen Yang.
"Gurumu? Kenapa tiba-tiba ingin melihatku?"
Shen Yang menoleh padanya. "Dia merasa jiwamu tidak seimbang dengan tubuhmu. Jadi datanglah dan biarkan dia melihatnya."
"Oh." Shen Yin tidak memiliki banyak reaksi.
__ADS_1
"..." Apa reaksimu? Sangat tenang? Pikir Shen Yang.