
SHEN YIN tidak saling menggoda lagi dengan Jun Haobei. Dia menjelaskan tentang ciri-ciri makhluk entitas bahan menggambarnya dengan santai. Tapi meskipun begitu, Shen Yin masih memiliki teknik menggambar yang bagus. Apa yang digambarnya terlihat seperti lukisan seorang profesional.
Li Yugang sebenarnya tidak terlalu terkejut lagi tapi entah mengapa dia merasa cemburu dengan bakatnya. Jika orang-orang seperti ini berada di tim khusus investigasi mereka, mungkin akan sangat luar biasa.
Sayangnya, Jun Haobei mampu mengetahui apa yang ada di pikirannya.
"Jangan menyentuh ide Xiao Yin," katanya.
"..." Li Yugang tersedak sesuatu. Dia segera menyimpan gambar makhluk entitas tersebut dan fokus memanggang irisan daging.
Shen Yin suka irisan daging setengah matang. Jadi tidak butuh waktu lama baginya untuk memasak daging dan mencelupkannya ke saus hot pot yang enak.
Dia makan cukup banyak. Ada beberapa sayuran pendamping juga. Bahkan Shen Yin meminta semangkuk nasi serta acar sayuran pedas.
Jun Haobei mengerutkan kening, sedikit khawatir. "Jangan terlalu banyak makan makanan pedas, kamu bisa sakit perut."
Mengingat Shen Yin makan makanan pedas saat perut kosong, Jun Haobei tahu jika ini tidak baik.
"Aku tahu." Oleh karena itu, Shen Yin juga memesan sup ayam dan makan nasi lebih dulu.
***
Keesokan paginya, Shen Yin bangun seperti biasa. Dia merasa kelelahan di tubuhnya hilang semenjak menyerap aura dari makhluk entitas.
Semalam, ketika kembali ke apartemen, Shen Yin berkomunikasi lagi dengan Shin Mose. Pria yang ada di alam bawah sadarnya itu berkata jika dirinya keluar, maka Shen Yin akan pingsan. Untuk alasannya, Shin Mose masih tidak memberi tahu secara langsung.
__ADS_1
Dia berkata bahwa akan ada saatnya Shen Yin untuk tahu. Tapi bukan saat ini. Intinya, selama Shen Yin menyerap banyak aura kegelapan, maka tubuhnya juga akan lebih baik.
Tebakan Shen memang tidak salah. Tato bunga peoni di punggungnya akan memiliki reaksi seperti terbakar jika Shen Yin menolak untuk memedulikan aura jahat yang berkeliaran. Lagi pula, sebab dan akibat berlaku. Shen Yin harus mengumpulkan beberapa aura jahat dari dunia ini, membersihkan mereka dan mengirimnya ke gerbang dunia bawah.
Anggap saja sebagai pembayaran kutukan mata unik. Begitulah menurut penjelasan Shen Yin.
Karena Shin Mose mengenal Ye Zhuan, pada hari itu juga, Shen Yin pergi ke rumah tua keluarga Jun untuk bertemu dengan Jun Haoran.
Tanpa diduga, dia juga akan bertemu dengan sepupu Jun Haobei, siapa lagi jika bukan Jun Ye.
"Shen Yin? Kenapa kamu datang ke sini?" tanya Jun Ye saat melihat gadis itu berpakaian kasual, berdiri di depan pintu sambil memegang kotak berisi makanan.
Sore ini, Shen Yin datang ke rumah tua Jun dan. Ketika Jun Ye menahan gadis itu di pintu, Jun Haoran tiba-tiba saja menghampiri mereka dan menjitak kepala sepupunya yang pemalas.
Jun Ye meringis saat merasakan sakit di kepalanya. Dia menatap Jun Haoran dengan malas. "Kenapa kamu suka sekali memukul kepala orang?"
"Aku hanya memukulmu!"
"..." Jun Ye tutup mulut. Dia tidak ingin dijitak lagi oleh sepupunya yang galak ini.
Pada akhirnya, Jun Haoran mengabaikan Jun Ye dan membawa Shen Yin masuk. Dia tersenyum bahagia, memperlakukan Shen Yin seperti pacar kecil yang sangat penting bagi hidupnya.
"Xiao Yin, apa yang kamu bawa? Baunya enak!" Jun Haoran tidak bisa menahan diri untuk bertanya saat aroma makanan tercium dari kotak yang dipegang gadis itu.
"Aku membuat dim sum, pangsit, siomay dan bakso. Ada juga sup ikan spesial. Buatlah dan bawa ke sini, bukan masalah besar," jawab gadis itu. Dia menyerahkan nya pada Jun Haoran.
__ADS_1
"Untukku?"
"Tentu saja."
"Oke, oke, terima kasih. Masakan Xiao Yin pasti enak!" Jun Haoran sangat antusias dan membawa gadis itu ke ruang tamu lebih dulu.
Jun Ye yang memperhatikan mereka dari kejauhan pun merasakan krisis yang tak terkatakan. Sepupunya ini agak antusias dengan Shen Yin, apakah Jun Haobei tahu?
Lagi pula, Jun Haoran baru saja putus dengan Ye Zhuan yang hampir menikah itu. Kini Jun Haoran menghabiskan pikirannya untuk Shen Yin, bukankah ini sejenis saingan cinta?
Pada akhirnya, karena pikiran tidak sehat Jun Ye, Jun Haobei ditelepon. Jun Ye memberi tahukan semuanya.
Faktanya, Jun Haobei tidak tahu jika Shen Yin akan datang ke rumah tua karena dia jarang pulang ke sana. Sekarang, Jun Ye ada di rumah tua karena ayahnya memiliki urusan pekerjaan dengan perusahaan Jun lainnya. Jadi beberapa pembicaraan keluarga bisa dilakukan bersama Pria Tua Jun.
Setelah menelepon, Jun Ye kembali ke atas dan mengerjakan pekerjaan rumah musim dinginnya. Sebelum liburan musim dingin dan merayakan tahun baru, pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru justru semakin banyak.
* * *
Di suatu tempat ....
Jun Haobei sedang berada di perusahaan Jun Enterprise, duduk santai sambil memegang smartphone. Setelah Jun Ye menelepon, dia berencana untuk kembali ke rumah tua. Gadis itu ada di sana pasti bukan tanpa alasan.
Jun Ye berkata jika Shen Yin datang untuk menemui Jun Haoran secara khusus. Bahkan masih membawa makanan yang enak.
Kebetulan, asistennya juga baru saja masuk ke ruangan. Asistennya terkejut, "Bos, Anda mau pergi ke mana? Lima belas menit lagi ada rapat video dengan negara sebelah," lapornya.
__ADS_1