
SEJAK AWAL, Shen Yin sudah tahu ada yang tidak beres dengan tempat tersebut. Tapi yang lebih penting lagi, ini ada hubungannya dengan Tong Yue.
Saat ini Shen Yin melihat pria berjubah hitam dan Tong Yue mencoba untuk keluarga dari jimat pelindung miliknya. Apapun yang terkurung di dalamnya pasti tak akan mampu membebaskan diri.
Tong Yue tidak takut pada pria berjubah hitam yang ada di sampingnya. Ini sudah membuktikan jika sejak awal, Tong Yue mengenalnya.
"Bisakah kalian berhenti untuk berakting di depanku? Terutama kamu," kata Shen Yin saat mengalihkan perhatiannya pada Tong Yue.
"Shen Yin, yang kamu maksud?" Tong Yue kebingungan dan dia sedikit menjauh dari pria berjubah hitam.
Shen Yin menyipitkan mata, menyingkirkan poni sebelah kanannya ke belakang telinga, lalu tahan dengan jepit rambut yang selalu dipakainya.
Wajah Shen Yin kini terlihat lebih jelas di mata Tong Yue. Sangat cantik. Meski cahaya remang-remang di ruangan tersebut kurang bagus, tapi di mata Shen Yin, semuanya terlihat jelas.
Iris mata kanan Shen Yin berubah warna menjadi merah darah. Dalam penglihatannya itu, dia mampu memperhatikan adegan ulang di mana Tong Yue bertemu dengan pria berjubah hitam, pergi ke restoran bersama beberapa orang asing. Tapi saat keluar, Tong Yue hanya sendiri.
Terus berulang-ulang hingga tidak tahu berapa banyak adegan berdarah di masa lalu yang dilihat Shen Yin melalui pikiran Tong Yue.
Ada pun pria berjubah hitam itu, jelas merupakan vampir kota yang telah hidup hampir seratus tahun berkat kultivasi dan memperdalam aura gelap sehingga bisa berumur panjang. Karena bukan vampir dari keturunan murni, tubuhnya jauh lebih buruk.
Iris mata kanan Shen Yin yang berubah merah darah pun membuat Tong Yue terkejut.
"Kamu ..." Gadis itu tidak tahu harus berkata apa. "Siapa kamu?"
"Siapapun aku, tidak tepat bagimu untuk tahu," jawab Shen Yin sambil tersenyum misterius. "Mari kita bicarakan, tujuanmu dengan jelas. Tong Yue, kamu adalah sejenis mereka. Kamu memimpin mereka. Tapi masih berpura-pura tidak berdaya. Apakah kamu takut padaku?" tanyanya.
Tong Yue tidak menjawab atau mengeluarkan pendapat. Dia menatap Shen Yin. Ekspresi lemah dan tidak berdayanya kini berubah menjadi kedinginan dan tajam. Iris matanya berubah merah seperti para vampir lainnya. Dia memiliki taring, kuku tajam serta kulit pucat.
Dalam keseharian Tong Yue di sekolah, jelas kali ini penampilannya berbanding terbalik.
__ADS_1
"Manusia, kamu cukup pintar!" Tong Yue tidak berpura-pura lagi setelah dirinya terpojok kali ini.
Pria berjubah hitam yang ada di sampingnya adalah anak buahnya sendiri.
Tong Yue telah menjadi pemimpin mereka selama puluhan tahun dan hidup di dunia manusia sebagai gadis polos. Dia mencakar dinding supernatural yang mengurungnya, mencoba untuk merobek dan menyerap energi nya. Tapi terlalu sulit.
"Jadi bagaimana jika kamu tahu tentang aku? Apakah kamu menyesal mengenalku sebagai temanmu? Selama ini aku selalu mencari mangsa dengan berpura-pura mengajak mereka ke suatu tempat. Lalu culik dan isap darahnya. Sayangnya kali ini gagal!" Tong Yue tampaknya kesal karena rencananya telah diganggu oleh Shen Yin.
"Tapi tidak apa-apa. Kamu telah di sini. Meskipun aku bisa merasakan aura supernatural dari tubuhmu sejak lama, namun bagiku bukan masalah. Kamu sama seperti manusia lainnya, lemah dan tidak berdaya. Mari kita lihat, apakah kamu mampu mengalahkan anak-anakku tersayang," jelas Tong Yue lagi seraya mengangkat salah satu tangannya dan membuat sebuah lambang.
Shen Yin memperhatikan sekitar dan tiba-tiba saja banyak pria berjubah hitam yang muncul di udara kosong.
Rumah hantu ini telah terisolasi dari dunia luar sehingga apapun yang terjadi di dalamnya, tak ada yang akan menyadarinya.
Shen Yin tidak panik tapi juga tidak terlalu santai. Dia sudah memindai tubuh para pria berjubah hitam yang tudungnya menghalangi wajah. Mereka semua hanyalah mayat yang telah digunakan sebagai wadah kosong para jiwa baru untuk dijadikan vampir.
Tong Yue merupakan vampir sempurna yang basis kultivasinya cukup tinggi. Tapi bukan vampir berdarah murni sehingga untuk mempertahankan penampilannya, dia harus melakukan ritual khusus.
Tentu saja Shen Yin tidak akan membiarkan hal itu berhasil. Dia mengeluarkan gulungan kertas lain yang muncul di telapak tangannya. Lalu membuka gulungan tersebut, menggigit jempolnya hingga berdarah.
Darah yang keluar itu segera dioleskan pada gulungan.
"Set artefak suci, munculah!"
Tidak lama setelah itu, sebuah pedang perak muncul dari gulungan tersebut diiringi dengan cahaya yang menyelimuti permukaan gulungan.
Shen Yin segera memegang pedang tersebut dan menebaskannya pada pria berjubah hitam yang mendekat.
Seketika, pria berjubah hitam yang terkena pedang perak di tangan Shen Yin pun menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Tidak mungkin!" Tong Yue semakin kesal saat mengetahui jika setiap pria berjubah hitam yang menghilang itu juga mengurangi kekuatan di tubuhnya. "Tidak, bagaimana mungkin! Apa yang kamu lakukan pada mereka? Pedang itu—"
Akhirnya menyadari jika pedang perak di tangan gadis itu membuat basis kultivasinya selama ini menjadi sia-sia.
"Manusia, aku ingin membunuhmu!" Tong Yue segera menggunakan kekuatannya sebisa mungkin untuk merobek dinding pelindung supernatural.
Pada akhirnya berhasil pecah karena Shen Yin tidak ada waktu untuk memperkuat array pelindung.
Shen Yin segera menghindar saat Tong Yue menggunakan cakarnya untuk menyerang. Beberapa benda di sekitar hancur akibat pertarungan sengit. Dia juga harus memasang pelindung di sekitar tiga teman sekelasnya yang kini pingsan.
Pedang perak di tangan Shen Yin mengeluarkan cahaya putih yang membuat penglihatan Tong Yue serta para pria berjubah hitam menjadi kabur. Hal ini membuat mereka kesal.
Menghindari serangan Tong Yue sembari melenyapkan satu persatu pria berjubah hitam, Shen Yin tidak kewalahan sama sekali. Iris mata kanannya yang masih berwarna merah darah pun kini berubah menjadi hitam pekat.
"Kematian," gumamnya.
Shen Yin segera menuju ke arah Tong Yue dan menghunuskan pedang peraknya ke dada kiri gadis itu. Tong Yue tidak sempat menghindar karena tubuhnya mendadak kaku.
Pada akhirnya, pedang itu menembus dada kirinya. Diiringi dengan teriakan kesakitan Tong Yue, darah segera merembes dari lukanya.
"Kamu ... Kamu ..." Tong Yue merasa napasnya menjadi sulit. "Kenapa ... Kenapa kamu ... mampu ... mengalahkan ku?" gumamnya.
Shen Yin hanyalah manusia yang memiliki keterampilan supernatural. Bagaimana bisa kalah dari dirinya yang jelas-jelas seorang vampir sempurna?
Selama ini, Tong Yue telah meminum banyak darah dari beberapa manusia terpilih untuk mempercantik dirinya serta membuatnya tetap muda.
Bagaimana bisa berakhir di tangan Shen Yin?
Siapa gadis itu?
__ADS_1
Tong Yue menatap Shen Yin dengan ekspresi ngeri. Kini dia bisa merasa aura gadis itu melebihi dirinya sendiri. Jelas bukan manusia bisa, tapi ... tubuh kutukan dan mata unik yang menjadi bencana dua dunia.
"Kamu ... dikutuk surga." Tong Yue menyeringai. "Kamu hanya ... bisa ... masuk neraka." Dia tertawa.