
JUN HAOBEI tentu saja mengangguk dan tersenyum ringan. "Jangan khawatir, pelindung emas ini tidak akan dipecahkan oleh iblis kecil sepertinya. Biarkan dia lelah sendiri untuk menghancurkan nya. Secara alami, energinya akan terkuras dan dia menjadi lemah," jawabnya.
Sudut mulut Shen Yin berkedut ringan tapi dia akui jika ini efektif. Keduanya tidak melakukan apapun saat ini dan menyaksikan iblis bencana meraung tidak suka dan kesal. Makhluk itu terus menyerang pelindung emas tapi lama kelamaan dia kelelahan.
"Manusia, tidakkah kalian begitu pengecut berada di dalam sepanjang waktu? Keluarlah dan hadapi aku!" Iblis bencana sedikit mengecil saat ini. Dan kali ini tidak baik untuk dirinya sendiri.
"Di sini lebih aman. Kami tidak sebodoh itu untuk menjadi sup di dalam panci." Jun Haobei menimpali.
"..." Seandainya semua manusia sepintar kamu, kami para iblis pasti akan kurus dan kesepian, batin iblis bencana.
Tapi karena inilah iblis bencana menjadi lebih marah. Sangat tidak berdaya.
Sementara itu di sisi lain ....
Di dalam rumah tua Jun, Jun Ye yang menginap di rumah itu merasa sedikit kedinginan. Dia terbangun dan melihat jam dinding. Ini sudah hampir pukul satu pagi. Kenapa cuaca begitu dingin?
Jun Ye turun dari tempat tidur besar tanpa menyalakan lampu utama ataupun lampu tidur. Hawa dingin yang dirasakannya bukan karena faktor cuaca tapi ....
"Apakah ada makhluk jahat di rumah ini?" gumamnya.
Sangat menyebalkan jika melihat makhluk tak kasat mata merangkak ke kamarnya. Walaupun selalu berpura-pura tidak melihat, Jun Ye masih harus mengalami senam jantung berulang kali.
Terutama saat melihat kuda merah menyala waktu di hutan waktu itu, dia semakin enggan untuk pergi ke tempat yang berhubungan dengan bukit dan gunung.
Melalui mata batinnya, Jun Ye seperti melihat cahaya kegelapan di luar rumah. Dia membuka gorden sedikit dan melihat apa yang terjadi di halaman belakang.
__ADS_1
"...?!!" Jun Ye terkejut dan jantungnya berdegup kencang.
Perlahan dia meletakkan sedikit gorden yang dipegangnya dan kembali ke tempat tidur. Wajahnya sedikit pucat dan rasa mual yang kuat seketika membuatnya pergi ke kamar mandi.
Tak lama kemudian, dia kembali sambil menyentuh perutnya yang tidak nyaman.
"Makhluk apa itu? Kenapa begitu menjijikkan?" gumamnya.
Tapi Jun Ye sepertinya melihat sepupu dan sepupu iparnya di sana?
Rasa takut mengalahkan keingintahuannya. Dia memilih untuk kembali tidur. Tapi mengetahui dia tak bisa tidur, Jun Ye berwajah kusut.
......................
Jun Haobei dan Shen Yin saat ini masih berhadap dengan iblis bencana. Shen Yin tidak lagi menggunakan mata kanannya untuk meramalkan sesuatu. Dia memilih untuk membiarkan Shin Mose turun tangan sendiri.
"Selama yang kamu mau," jawab Jun Haobei.
"Tapi ini menguras energi spiritualmu juga. Kita harus segera melenyapkannya. Aku mengantuk."
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Jun Haobei sekilas menebak niatnya.
"Kamu jaga tubuhku. Biarkan Shin Mose yang mengatasinya."
"Raja dunia bawah itu? Bukankah dia juga iblis?"
__ADS_1
"Entahlah. Tapi dia lebih kuat. Jadi biarkan dia mencoba."
Jun Haobei menyipitkan mata dan mengangguk samar. Karena Shin Mose menempati alam bawah sadar gadis itu untuk menjaga jiwanya, maka biarkan dia menjadi berguna.
Tak lama, Shen Yin langsung jatuh ke dalam tidur panjang dan benang merah seketika keluar dari tanda peoni merah di punggung Shen Yin.
Semua benang merah itu seketika menghancurkan perisai yang dipasang oleh Jun Haobei dan bayangan bunga teratai besar muncul di depan mereka.
"Makhluk apa lagi ini?" Iblis bencana curiga dan mundur sedikit.
Bayangan teratai merah perlahan mekar dan membentuk sosok Shin Mose yang berpakaian merah saat ini.
Iblis bencana langsung membelalak mata merahnya. "Kamu ... Kamu ... Raja dunia bawah, Shin Mose!"
Shin Mose mendarat di rumput hijau yang dingin dan tersenyum pada iblis bencana. "Kamu tahu aku. Itu artinya, kematianmu telah tiba," katanya.
Iblis bencana sedikit gelisah pada awalnya tapi kini berubah ketakutan. Jangan bercanda! Shin Mose adalah raja dunia bawah, raja semua makhluk di sana. Dia hanya iblis kecil yang tidak berharga. Bagaimana mungkin bisa mengalahkannya?
Tapi di saat iblis bencana ingin memohon belas kasihan, pihak lain tidak mau melepaskannya dan langsung menyerang. Kali ini iblis bencana tidak mengingat perjanjiannya dengan manusia yang memerintahkannya lagi. Dia sedang berusaha menyelamatkan hidupnya sendiri.
"Hah? Mau lari ke mana? Iblis kecil, kamu tidak bisa lari dari mataku!" Shin Mose merentangkan tangan kanannya ke depan dan bola cahaya hitam langsung mengenai tubuh iblis bencana.
Ada raungan binatang di udara tapi orang biasa tidak mendengarnya. Pada saat yang bersamaan, tubuh iblis bencana terbakar hebat sebelum akhirnya jatuh dan berguling-guling di tempat.
"Arrgghhh! Panas, panas!" Iblis bencana terkena api hitam Shin Mose.
__ADS_1
Terjadi sedikit getaran di kediaman keluarga Jun saat ini. Semua penghuni rumah hampir bangun semua dan terkejut dengan adanya gempa bumi tersebut.