
SHEN YIN menatapnya selama beberapa waktu dan berpikir selama beberapa waktu ini dia mengenal Jun Haobei. Meski tidak ada interaksi yang terlalu intim, dia juga tidak menolaknya.
Baginya, pertunangan yang dipilih para tetua untuknya di masa lalu pasti memiliki alasan. Dia memiliki kutukan di tubuhnya dan hanya aura ungu keemasan di tubuh Jun Haobei lah yang mampu menekan kutukan itu.
Bahkan makhluk neraka tidak mampu menyentuhnya. Betapa beruntungnya menjadi tunangan pria itu.
Shen Yin meletakkan pakaian yang baru saja dilipatnya dan menghampiri Jun Haobei. Pria itu hanya berdiri dengan tenang, menatapnya seperti ingin menerkamnya kapan saja.
Gadis itu memeluknya.
Saat ini, Jun Haobei sedikit menegang. Ini kali pertama Shen Yin mengambil inisiatif untuk dekat dengannya.
"Jika mau, tunggu aku kembali. Jika kamu tidak mau, kamu bebas untuk memiliki siapapun yang mampu mengisi kekosonganmu. Lagi pula ini hanyalah pertunangan lisan karena hubungan dua keluarga supernatural." Shen Yin menjelaskannya. "Aku baik-baik saja. Mungkin kita tidak berjodoh di masa depan ...."
"Jangan katakan itu," bisik Jun Haobei segera memeluknya dengan erat. "Kamu hanyalah satu-satunya milikku. Dan kamu hanya bisa menikah denganku di masa depan. Jangan mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya."
Jun Haobei akan selalu menunggunya. Tidak peduli berapa lama, bahkan jika sudah sedikit tua, gadis itu hanya satu-satunya miliknya. Jika tidak, dia tak perlu menikah seumur hidup.
"Kalau begitu tunggu saja. Kamu mungkin bisa mengunjungi perguruan keabadian jika guru kakakku mengizinkannya." Shen Yin hanya bisa menghibur pria itu dengan beberapa kalimat lalu melanjutkan membereskan pakaian.
Karena Shen Yin sudah ingat apa yang terjadi tahun itu saat keluarga Shen terbunuh, maka satu-satunya tujuan dia saat ini adalah berkultivasi. Jika dia bisa lepas dari kutukan ... mungkin masih bisa bersama Jun Haobei.
"Haobei ... Jika di masa depan, aku hanya manusia biasa tanpa kemampuan supernatural, apakah kamu masih akan tertarik padaku?" tanyanya tiba-tiba.
__ADS_1
"Gadis bodoh. Aku tidak bersamamu karena kemampuan apapun."
Jun Haobei terkekeh. Jika itu benar-benar terjadi, maka biarkan saja. Toh, dia tidak peduli. Bukanlah itu bahkan lebih bagus? Seumur hidup, Jun Haobei akan mendukungnya secara penuh.
Shen Yin hanya tersenyum. Setelah mengemas pakaian ke dalam koper, dia kembali ke apartemen Jun Haobei sebelumnya. Shen Yang sudah menunggu di sana. Namun untuk perpisahan jangka panjang, mereka mengadakan acara makan sederhana.
Pada malam hari, hujan salju ada di mana-mana. Shen Yin dan Shen Yang diantar Jun Haobei ke kaki pegunungan, tempat di mana perguruan keabadian berada. Pria itu memakai pakaian tebal, tak terkecuali Shen Yin dan yang lainnya. Mereka mengantar dua saudara kandung itu untuk terakhir kali.
"Apakah kamu benar-benar harus pergi?" Jun Ye merasa sedikit disayangkan.
Shen Yin sangat kuat dalam kemampuan supernatural. Gadis itu bisa menjadi ahli metafisika atau pengusir hantu jika mau. Pekerjaan ini sedikit tidak masuk akal tapi bayarannya besar.
Sayangnya Shen Yin tidak pernah tertarik untuk melakukan hal ini.
"Tentu saja tidak!" Jun Ye segera menggelengkan kepala. Jangan bercanda! Dia mungkin bisa dihajar sepupunya yang baik.
Shen Yin menatap Jun Haobei dan tersenyum padanya. Dia memegang gagang koper. "Aku belum sempat bertemu dengan adik perempuanmu untuk terakhir kali. Oh, iya. Jika adikmu serius menjalin hubungan Ye Zhuan, aku tidak lagi menentangnya. Aku melihat jika Ye Zhuan bukan lagi bencana bagi adik atau keluargamu. Dia bisa membantumu di masa depan. Oh, satu hal lagi ... Berhati-hatilah dengan musuh keluarga Jun," tuturnya.
Sayangnya dia tak bisa mengatakan lebih banyak lagi karena terbatas oleh takdir yang tersembunyi. Namun Shen Yin yakin jika Jun Haobei pasti mengerti.
Pria itu mengerutkan kening, menjadi lebih serius dan mengangguk. "Jangan khawatir. Aku akan membahas ini dengan keluarga."
Musuh keluarga Jun adalah keluarga Fang. Masalah ini ... Jun Haobei harus membicarakannya kembali dengan kakeknya.
__ADS_1
Jun Haobei, Jun Ye serta Li Yugang menyaksikan Shen Yin dan Shen Yang menaiki pegunungan. Sudah ada seseorang yang menjemput keduanya. Lagi pula, tidak mudah untuk menemukan perguruan keabadian di pegunungan karena ada array yang melindunginya.
Jun Haobei tidak beranjak dari tempatnya sebelum sosok gadis itu menghilang di balik gelapnya pegunungan.
"Sepupu, ayo kembali dulu," kata Jun Ye seraya menepuk bahu sepupunya.
"Ya."
Mereka kembali dengan keheningan di sepanjang jalan.
Sementara di Perguruan Keabadian.
Shen Yin dan Shen Yang tiba kurang dari seperempat jam. Keduanya disambut oleh Guru Zhinghu yang sudah menunggu sejak lama. Saat Shen Yin melihat Guru Zhinghu, dia merasa telah melihat sosok seorang kakek dari dirinya.
"Guru," sapa Shen Yin.
Guru Zhinghu mengangguk, "Bagus kalian sudah ada di sini."
"Apakah Guru tahu aku akan datang?"
"Takdir akan membawamu kemari. Kamu sangat patuh pada kakakmu."
Shen Yin tersipu. Shen Yang adalah saudara laki-lakinya, anggota keluarga yang tersisa dari keluarga Shen. Jadi tentu saja Shen Yin tidak akan membuat kakaknya kecewa karwna selalu merasa bersalah atas masa lalu.
__ADS_1
"Kamu di sini mungkin akan menghabiskan waktu dua sampai tiga tahun untuk mengolah aura spiritual? Apakah kamu tidak menyesalinya?" Guru Zhinghu sedikit tidak yakin.