THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 26 (Part²)


__ADS_3

Hari ke-2 setelah beni diungsikan ke dalam bunker militer garis akhir yang bertugas untuk mengevakuasi seluruh warga yang selamat dari bencana mematikan, karenanya hampir 8:10 dari penduduk pribumi lenyap begitu saja, sedangkan sisanya harus bertahan hidup dengan mengubah cara pola pikir mereka ke arah lain


Belas Kasihan, kesih sayang, toleransi hingga nasionalis selalu menjamah hati mereka untuk menyimpang dari jalan tersebut, hingga tiada tempat untuk manusia mencari kedamaian dan keadilan karena itu sudah menjadi hukum mutlak untuk dunia yang sudah kacau balau


Namun siapa akan menyangka jika dampaknya sangat besar bagi bangsa Indonesia dan mancanegara yang tidak menduga akan terjadi hal tak diinginkan sampai-sampai beni seorang siswa SMA harus terpuruk karena goncangan mental dikarenakan keadaan selalu mendorongnya agar berubah menjadi kuat


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu yang terdengar pelan namun bertenaga membuat penghuni ruang perawatan dapat mendengar dengan begitu jelas. Namun dari dalam tidak merespon sama sekali, sehingga tidak lama terdengar suara yang berasal dari luar balik pintu


"Bolehkah aku masuk?" tuturnya dengan lembut sambil menunggu respon, akan tetapi setelah ditunggu beberapa saat, balasan tak kunjung datang hingga wanita itu berusaha untuk membuka pintu dan melihat Beni sudah duduk dipojok dalan posisi memeluk kaki


Tentu saja Angel yang melihat langsung merasa perhatian, walaupun sebagian pengungsi mengalami gangguan jiwa, tetapi hanya kali ini dirinya melihat seorang anak remaja berada diambang kegilaan


"Kamu tidak apa-apa?" tanyanya yang duduk didepan beni sambil memperhatikan ekspresi yang datar dan sorot mata kosong.


"Aku membawakan mu sup, jadi tolong dimakan dulu untuk sarapan" ujarnya namun tidak direspon


Angel yang merasakan diabaikan hanya bisa menghela nafas panjang karena kejadian ini bukan hanya sekali dua kali dalam kehidupannya di bunker


"Jika kamu ada masalah, kamu bisa menceritakannya pada ku, mungkin aku bisa bantu" ucap Angel


"Cahaya" balas beni dengan lirih sambil menatap penuh sedu kearah Angel yang kebetulan ada dihadapannya


"Cahaya?" batin Angel kemudian dia mulai terpikir dan menarik tangan beni hingga pria dihadapannya langsung berdiri dan mengikuti langkahnya


Ketika diluar ruangan, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua apalagi ketika di lorong yang rata-rata penduduk evakuasi ditempatkan di sana untuk sementara, hingga salah satu dari pengungsi mulai berbicara mengenai mereka berdua


"Lihat!!.. Dia kan pria yang kemarin mengumpat camp kita?" bisik pengungsi A kepada yang lainnya


"Benar, kemarin dia merasa kuat namun sekarang untuk melihat saja dia tidak becus"


"Itulah kemarin aku gak bilang apa-apa, masalahnya percuma kalau debat dengan bocah kemarin sore"


"Haha.. Sudahlah kita lihat saja nanti, apakah dia masih punya muka buat diperlihatkan ke kita"


Umpatan demi umpatan terus berlangsung selama beni melewati lorong dan mencapai puncaknya dimana pintu dimana Angel akan membawanya tembus ke luar Bunker.


Greeek..


Akhirnya pintu besi pun terbuka dimana cahaya mentari sudah menerangi bunker yang telah dilindungi oleh jaringan kawat berserta menara penjaga dan serdadu, sekaligus tenda militer berjejer rapi memenuhi area kotak di sekeliling bunker


Pada waktu itu cahaya langsung menusuk ke lensa mata hingga membuat Beni merasa remang-remang sejenak sebelum dirinya melihat dengan jelas begitu indahnya pemandangan langit biru yang cerah hingga membuatnya terpesona


"Hari ini cerah" gumam beni dengan pelan tetapi dapat didengar dengan jelas oleh Angel


"Yah.... Hari ini cerah, seperti biasanya" sambung Angel dengan senyum merekah di sudut bibir


"Apa yang kau harapkan dari dunia ini?"


"Hah?.. Mungkin hanya ingin melihat orang lain bahagia" jawab Angel yang gelagapan karena mendapat pertanyaan mendadak dari beni


"Begitu yah"


"Sementara kamu sendiri, hal apa yang akan kamu lakukan selain menjadi kuat" tanyanya karena ia masih ingat begitu jelas keinginan beni


"Hmm... Entahlah, mungkin hanya ingin hidup dengan nyaman"


"Mungkin menjadi kuat tidak ada salahnya, namun apa tidak sebaiknya kamu menjadi dirimu sendiri?"


"Maksudmu?"


"Menjadi kuat akan diri sendiri dan orang lain sangat berbeda"


"Menurutmu, aku berjuang untuk siapa?" tanya Beni tidak berpaling dari pandangannya ke langit


"Untuk orang lain!!"


"Begitu yah" jawab pria tersebut dengan datar kemudian mulai berpaling menatap wajah angel

__ADS_1


"Kebahagiaan itu sederhana, melihat orang lain tersenyum saja, sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk kita"


"Maka dari itu kamu membantu mereka?"


"Iyah,.. Aku memang tidak bisa seperti tentara dan orang-orang berbakat yang kompeten tapi aku punya tekad kuat untuk membantu mereka sekuat tenaga"


"Kamu berkata seperti itu, seperti tidak terjadi apapun dalam hidupmu!!"


"Haha.. Mungkin aku akan terlihat aneh di mata mu jika aku tidak merasakan apapun, namun apa salahnya jika kita memiliki pedoman hidup"


"Pedoman hidup?"


"Yah,.. Dulu ada seseorang yang berharga untuk hidupku yang berkata kepada ku, 'hidup itu sudah keras sejak awal, jika kita juga keras terhadap diri sendiri bukankah kita tidak menghargai pemberian sang Maha Kuasa, seharusnya apa yang diberikan harus dinikmati apapun bentuknya"


"Jangan konyol, jika dia memang ada seharusnya semua ini tidak terjadi"


"Ini bukan akhir, melainkan awal dari penderitaan yang harus di rangkul manusia, jadi sebelumnya tangis, sedih dan duka hanya bentuk kecilnya yang terjadi secara alami"


Setelah mendengar ucapan tersebut beni langsung terbelalak karena dalam hidupnya ada seseorang yang membuat matanya terbuka setelah dua gadis tersebut antara lain Nenek dan Sinta namun mereka telah pergi meninggalkannya.


"Awal?" gumam beni dengan termenung jika yang dimaksud Angel adalah awal lalu bagaimana dengan hidupnya yang terlalu banyak berliku-liku, apakah itu hanya mainan semata


"Mungkin kamu akan merasa jengkel dan tak terima dengan semua argumen ku, tapi ada hal yang perlu kamu tahu, yang membuat kamu bebal bukan keadaan tapi hati mu yang tertutup rapat, dan tak membiarkan seorang pun boleh menjamahnya"


Lagi dan lagi ucapan tersebut membuat beni tertegun namun dikali ini air matanya menetes karena ucapan tersebut membuatnya teringat dengan seseorang namun tak mampu untuk mengingatnya dari mana asal suara tersebut pertama kali didengar olehnya


"Eh.. Kamu kenapa?, apakah ada salah kata yang terucap dari mulut ku!!" tanya Angel dengan gelisah


"Tidak ada apa-apa, hanya kelilipan saja mungkin karena disini banyak debu" elak beni dengan menyeka air matanya


"Kalau begitu apakah kamu mau berkeliling dengan ku?" tawar gadis tersebut hingga beni mengangguk setuju


Berselang beberapa saat setelah mereka berjalan mengelilingi camp, tampak di sana banyak sekali tentara berseragam sekaligus rompi armor yang biasanya digunakan pada umumnya


Sambil diperjalanan berkeliling beni bertanya kepadanya.


"Enjel, kenapa kamu bisa ada disini?"


"Namun ketika pelarian kami dari kejaran zombie seluruh teman ku tewas dan hanya menyisakan aku bersama beberapa orang tapi ketika itu juga kami tidak menyangka jika zombie telah tersebar begitu cepat hingga kami pun terkepung dari berbagai arah"


"Waktu itu aku sangat takut hingga tidak mampu untuk melawan akan tetapi aku juga tidak bisa selalu mengandalkan orang lain, namun ada aku ataupun tidak semuanya tidak berubah, sampai pada akhirnya sahabat ku harus mengorbankan diri untuk nyawa pengecut seperti ku"


"Dan menyisakan aku sendiri, yang kala itu berhasil melarikan diri dengan sekuat tenaga, awalnya aku sangat sedih dan frustasi hingga memiliki niat untuk mati, namun Tuhan berada di pihak ku dimana dia mengirimkan tentara ekspedisi dan menyelamatkan ku dari keterpurukan"


"Dari sanalah aku memiliki niat untuk meneruskan kebaikannya dengan membantu banyak orang, mungkin memang sudah takdirnya aku kesini untuk dipakai olehnya"


Mendengar setiap tutur kata Angel, beni langsung terkejut karena walaupun dia berbicara dengan senyum tetapi ada sebuah kesan sedih yang tak mampu dilantunkan oleh dirinya, hingga dia terus senyum optimis walaupun hatinya masih teringat dengan kejadian lalu


"Aku salut dengan dirimu" puji beni melihat Angel dengan tatapan haru


"Haha... Nggak sampai segitunya kamu harus memujiku"


Beni melihat Angel dengan perasaan berbeda, entah bagaimana itu adalah moments dimana seseorang mau terbuka untuk dirinya, karena sebelumnya banyak sekali seseorang merasa jika beni hanyalah orang pendiam yang tidak mau mendengar cerita dari orang Extrovert


Walaupun dilihat penampilan angel bisa dikatakan sederhana dimana rambut di kuncir dan sebuah jubah medisnya, sudah bisa dikatakan jika Angel adalah gadis polos yang tidak tahu-menahu akan dunia


Tapi siapa akan menyangka jika beni salut dengannya walaupun begitu Angel adalah gadis kuat yang pertama kali dirinya lihat, bahkan mulai detik itu juga beni mulai terkesima dengannya untuk kedua kali setelah Sinta


Setelah beberapa saat berkeliling di area bunker dan matahari sudah berada ditengah akhirnya mereka berencana untuk kembali masuk ke dalam bunker, akan tetapi sebelum itu juga kapten Via berada dihadapan mereka dengan dua pengawal yang menjaganya.


"Halo.. Kak, bagaimana waktu kakak" sapa Angel dengan membungkukkan badannya sejenak sebagai isyarat tubuh menghormati yang lebih tua sekaligus orang penting


"Seperti biasalah Njel, selalu sibuk dengan urusan militer" ucap Via dengan mengeluh


"Haha... Memang harus banyak sabar dalam bekerja, tapi yang lebih penting adalah kakak terus menjaga kesehatan" tawa kecil Angel dengan senyum lebarnya, tentu saja Beni tidak meninggalkan moments tersebut


"Lalu kalian dari mana?" tanyanya seketika berpaling menatap Beni di samping


"Tadi aku menemaninya untuk berkeliling disini" jawab angel dengan lembut

__ADS_1


Tanpa disadari empat mata saling menyorot dimana Via menatap Beni dengan intens sedangkan beni menatap balik dengan tatapan datar walaupun begitu Via langsung pergi acuh tak acuh seakan tak menganggap beni ada di sana


"Pasti kak via, masih kesal dengan sikap beni kemarin" batin Angel dengan memperhatikan punggung via semakin jauh


"Haa..." beni hela nafas berat hingga terdengar oleh Angel, sampai gadis tersebut bertanya dengan gamblangnya. "Ada apa?"


"Tidak ada, hanya merasa bingung dengan diriku yang kemarin"


"Tentu saja kamu bingung, orang kamu bergerak karena emosi" batin angel


"Sudahlah tidak usah dipikirkan, sekarang kita masuk saja, kamu pasti belum makan"


"Yah"


Akhirnya mereka masuk kedalam bunker dalam keadaan canggung karena kejadian tadi membuat mereka saling menyimpan rasa risih dan tak enak hati antara satu dengan lain. Walaupun begitu Beni sama sekali tidak menunjukkan ekspresi lain kecuali wajahnya yang datar


Hingga mereka berjalan dalam keadaan hening hingga sampai di depan ruangan beni, tentu saja mereka harus melewati umpat dari orang lain walaupun tidak langsung, tapi beni tidak menganggapnya serius karena setelah dirinya pulih ia kan meninggalkan bunker untuk mencari temannya


Antara lain Manda dan Bagus karena setelah harinya berlalu beni sangat gusar dan gelisah akibat tidak bisa memenuhi semua harapan dia dan Bagus, yaitu menjaga temannya dan bertemu dengannya tepat waktu


"Sampai sini saja, terimakasih karena sudah mau menemani ku keluar dari bunker" seru Beni yang berdiri diambang pintu dengan ditemani oleh Angel


"Yah.. Tidak masalah, untuk makanan sudah aku letaknya di atas meja, jadi kamu bisa memakannya walau sudah dingin"


"Menurutku ini sudah lebih dari cukup, kalau begitu aku masuk dulu" ujar beni kemudian meninggalkan Angel di luar seorang diri


"Semoga setelah ini kamu akan jauh membaik" gumam Angel dengan pelan dari balik pintu setelah ditutup oleh beni.


Waktu terus berlalu hingga jam menunjukkan pukul 3 sore walaupun begitu beni tidak keluar ruangan ataupun meminta makanan karena ia tahu jika dirinya hanya menumpang. Sementara Angel masih disibukkan dengan urusannya yaitu membantu tante Novi


Melakukan pemeriksaan rutin terhadap setiap pengungsi, walau tidak terdapat luka pada pasien, namun mereka harus tetap memberi support dan masukan, karena di keadaan sekarang mereka paling membutuhkan hal tersebut


Ketika melewati lorong tante Novi membuka pembicaraan dengan bertanya kepada Angel yang kebetulan berjalan bersamanya.


"Bagaimana kondisi nak beni?" tanyanya


"Untuk sekarang dia sudah mulai membaik walau traumanya masih butuh waktu untuk sembuh"


"Tidak perlu dipaksa, karena setiap pasien memiliki trauma tersendiri, dan itu akan hilang dengan beriring nya waktu" ujar Tante Novi


"Tapi entah kenapa aku merasakan ada hal yang aneh terhadapnya"


"Hal aneh?"


"Yah,.. Ibu ingat tidak waktu dimana beni dihajar oleh kak Kristian?"


"Iya.. Aku ingat" jawab langsung tante Novi. "Walau sudah melalui kejadian tersebut, beni masih bersifat tenang yang bahkan seperti tidak terjadi apapun"


"Masa sih, tapi memang aneh seharusnya jika seseorang yang terkena gangguan mental dia akan cenderung penakut, gelisah, dan meracau tidak karuan, dan jika apa yang diceritakan kamu benar, ibu semakin curiga dengannya"


"Apa masih sama, jika dia memiliki dua kepribadian?" tanya Angel untuk memastikan


"Yah,.. Tapi untuk sekarang ibu, belum bisa memberi kesimpulan seperti itu, jadi untuk beberapa hari ini ibu, akan mencoba untuk menganalisis dan mencari tahu tentang kepribadian ganda tersebut"


"Kalau boleh tahu, apa pemicu dari kepribadian ganda tersebut? Tanya Angel semakin dalam sambil berjalan menuju ruang kerja tante Novi


"Biasanya karena masa lalu yang begitu menyakitkan untuk dirinya hingga membuatnya memiliki dua opsi"


"Dua opsi?"


"Kebenaran yang bertolak belakang, seperti kamu memiliki komitmen untuk menjadi baik namun karena otak dan naluri mu saling bermusuhan jadinya mereka akan bergejolak dan membentuk bayangannya tersendiri"


"Kalau begitu"


"Ada kemungkinan jika beni bisa ganti kepribadian yang bisa dikatakan jahat dan baik namun ada satu hal yang pasti"


"Hal apa itu?"


"Mungkin saat ini dia berada pada kondisi netral yang tidak bisa merasakan apapun"

__ADS_1


Selama perjalanan, mereka terus membahas mengenai beni prihal keadaan yang sedang melanda jiwanya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2