THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 59 (Part³)


__ADS_3

 "Apa kamu sudah siap?!" tanya beni menatap surya yang terkapar di jalan. "Tolong, biarkan aku istirahat sebentar lagi" balasnya sambil memejamkan mata sejenak kemudian menatap sinar bintang di langit yang dikuasai oleh gelapnya malam.


"Huh.. Baiklah" pada akhirnya beni pun memutuskan untuk menurut apa kata Surya karena memang ia juga sedikit merasa lelah, jika dipaksakan yang ada malah akan berbahaya, mungkin jika nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, beny bisa lari dari zombie bersama skillnya namun berbeda dengan Surya yang hanya orang awam. 


Beberapa menit berlalu akhirnya mereka sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan zombie, walaupun waktu itu hari sudah menunjukkan pukul 3 pagi, nyatanya tiada rasa mengantuk dalam diri mereka, terutama Beni yang hanya fokus pada keadaan sang adik


"Huh.. Benar-benar deh, merasa menyesal aku ikut denganmu" keluh Surya. "Jangan banyak ngeluh, lagian kita tidak memiliki pilihan untuk kembali" 


Setelah berkata demikian, pada akhirnya mereka mulai berjalan mendekati portal tol, yang mana disepanjang jalan menuju portal, banyak mobil yang berderet rapi tapi tak ada satupun pengemudinya yang terlihat disana, semua terlihat terbengkalai


Walaupun ada juga mobil yang tak beraturan hingga rutenya berantakan. "Sepertinya ini adalah hari akhir dari riwayatku deh" batin surya yang menatap dari kejauhan. 


Gerbang keluar jalan tol yang mana di sana terlihat sangat suram dan menakutkan, walaupun yang ada di sana hanyalah kegelapan karena tak ada sinar penerang sama sekali di sekitar maupun di gerbang portalnya


"Terlambat untuk takut, karena yang ada didepan kita adalah pilihan terakhir mu" bunyi Beni sambil tersenyum kedut menatap surya yang ada di balik punggungnya


"Kurang ajar kau, ben" gumam surya, walau pelan namun masih terdengar jelas di telinga beni akan tetapi beni sendiri juga tidak merespon ucapan Surya karena nanti akan memperpanjang obrolan.


Langkah demi langkah mereka terus bergerak mendekat ke arah gerbang portal, dan di sana surya tiada habisnya menatap sekeliling dengan keadaan tubuh sedikit bergetar bahkan keringat dinginnya sudah membasahi wajah akibat saking takutnya dengan keadaan saat itu. 


"Sepertinya disini tidak ada satupun zombie kalau begitu kemana perginya mayat-mayat itu?" gumam Beni memperhatikan sekeliling. 


Suasana yang mencekam tersebut akhirnya berhasil mereka lewati ketika mereka sudah melewati portal hingga menembus jalan raya, walau disebut jalan raya, nyatanya tiada satupun manusia atau zombie yang terlihat di sana. 


"Syukurlah... Tiada satu pun zombie" ucap Surya menghela nafas lega. "Aneh.. Kenapa perasaanku jadi tak enak" batin Beni yang berkata sebaliknya dari Surya karena suasana tersebut sangat tidak asing baginya.


"Bahaya!!" sebut Beni dengan satu kata sehingga Surya yang ada di sampingnya tersentak kaget mendengarnya 


"Apa maksudmu?!" tanya Surya melirik beni dari samping. "Keadaan seperti ini telah mengingatkan ku pada situasi dimana tim kami berjumpa dengan sesosok zombie paling kuat dari umumnya"


"Zombie paling kuat!!"


"Yah.. Suasana dimana sangat mencekam tapi tidak terdapat satupun zombie di sekitar, sama seperti ketika aku bertemu dengan zombie bertitel bos karena dirinya dilindungi oleh zombie biasa dalam jumlah yang tidak sedikit" 


"What... Zombie yang biasa saja, sudah sangat merepotkan apalagi harus menghadapi makhluk mutasi tahap 2 seperti itu" 


"Pokoknya kita harus kabur dari sini sebelum dia datang" 


"Ya, kamu benar"


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mengikuti jalan raya yang sepi itu, walaupun sepi nyatanya suasana mencekam selalu menghantui mereka berdua seperti ada sosok besar yang menatap mereka dari balik punggung. Yang mana sosok tak terlihat mengikuti dan memantau pergerakan Beni dan Surya 


Usut punya usut, akhirnya mereka sampai pada kota utara, dimana tempat adik beni berada yaitu Dika walaupun sudah berada di kota nyatanya mereka tidak menemukan zombie satupun. "Dimana lokasi sekolah tersebut?"


"Lah masa kamu gak tahu dimana adikmu sekolah sih!!" Surya yang terheran-heran melihat beni tidak hafal sekolah adiknya. "Masalahnya yang aku tahu tentang adikku hanya geng bernama Black dragon saja, sisanya aku tidak tahu, dan lagi sebenarnya dia sekolah di daerah selatan dimana tempat aku berasal" 


Penjelasan Beni membuat Surya menaikan alis akibat sedikit merasa heran tapi ia juga paham dengan situasinya, karena manusia juga tidak akan selalu menetap di satu daerah, manusia juga makhluk hidup yang mana selalu mencari tempat aman dalam segala situasi dan mungkin saja ada suatu alasan kenapa Andika pindah tempat. 


"Baiklah mulai sekarang kamu ikuti aku" titah Surya karena setelahnya dialah yang memimpin jalan menuju lokasi 

__ADS_1


Sepanjang perjalanan mereka sama sekali tidak buka mulut karena takut di sekitar ada zombie, bahkan mereka saat itu tidak lewat jalan besar melainkan lewat gang-gang kecil untuk menerobos walaupun ada satu atau dua zombie itu bukan masalah bagi beni karena dia bisa meringkusnya tanpa suara. 


Sampai akhirnya mereka berdua pun tiba di depan gerbang sekolah bernama Laskar yang nama itu terpampang jelas di atas arsitektur gerbang masuk. 


"Apa ini tempatnya?" tanya beni pada Surya


"Benar dan aku tidak salah lagi, ini tempat dari kumpulan Black Dragon berada" 


"Kalau begitu mari masuk" ucap Beni. "Tunggu!!" Sahut surya menyeka pergerakan Beni.


"Ada apa?" 


"Ada yang aneh" 


"Aneh?" 


"Yah.. Aku merasa ada sesuatu yang tak beres dengan tempat ini" keluh Surya. "Kalau begitu mari kita masuk dan melihat situasinya" 


"Ah.. Baik-lah" ujar Surya yang tidak bisa berargumen apapun lagi ketika itu.


Sehingga mereka berdua masuk kedalam gerbang sekolah untuk melihat situasi yang ada di dalam. Dan ketika mereka baru masuk untuk beberapa langkah dari gerbang, terkejutlah mereka berdua ketika melihat puluhan manusia tergeletak di bawah tanah yang di semen, ntah dalam keadaan hidup atau mati. 


"Apa yang terjadi disini!?" Bingung surya yang kala itu tercengang akan keadaan yang dirinya lihat kala itu, walaupun jika dilihat dari situasi mereka seperti habis bertempur melawan seseorang. 


"Pertempuran ini sepertinya terjadi dalam jumlah pihak yang sedikit" 


"Yah.. Kamu benar, karena aku sendiri tidak melihat satupun orang dari lawan Black dragon" 


"Kenapa firasatku jadi tidak enak lagi, dan perasaan ini hampir sama ketika aku berada di portal jalan tol" batin beny merasakan ada hal yang tak beres dari semua ini. 


"Lalu kita mau bagaimana?" Tanya surya. "Gak ada waktu, mari kita selidiki" ajak Beny melangkah mendahului surya temannya masuk kedalam pekarangan sekolah yang disana ada lapangan yang biasanya digunakan untuk upacara senin sehingga tak asing jika di tengahnya terdapat tiang bendera. 


Semakin jauh mereka melangkah semakin banyak orang-orang yang terlihat di sana, sampai akhirnya dengan mata kepala sendiri beny melihat sosok pria yang tengah berdiri di antara tumpukan mayat sambil mencekik seseorang yang sangat ia kenal. 


"An-dika!!" Seru beny dengan tubuh yang bergetar hebat. "Dia?" Gumam surya yang menyahut ucapan beny. 


"Lama tidak bertemu, ben" ujar sosok tersebut yang melepas cengkraman terhadap tubuh dari anak remaja yang bernama Dika hingga ia tergeletak tak berdaya mengikuti teman-temannya yang lain. Jadi dapat disimpulkan kalau seluruh anggota Black dragon dikalahkan olehnya termasuk sang ketuanya. 


"Ba-ba-gus" ujar beny terbata-bata menyaksikan sesuatu hal yang tidak disangka. "Beni!!, kamu kenal dengan Parados?"


"Parados?" Bingung Beny. "Iya.. Dia sering disebut parados di markas Devil, bahkan dirinya menjadi orang yang memiliki daya tempur terkuat diantara yang lainnya" 


"Aku tidak menyangka jika kamu akan menggunakan nama lain disana, Bagus" 


"Jangan sebut nama itu!!" Ucap Bagus dengan tatapan sinis dan nada yang mendominasi. 


"Apa kamu kenal dengannya!!" 


"Tentu aku kenal dengannya, bahkan aku dan dia adalah-.." Beni terdiam sambil mengingat moment dimana dia dan Bagus adalah teman dalam satu kelas yang menghabiskan waktu bersama dengan canda dan tawa tiap harinya, bahkan tidak lupa dengan kehadiran Ahmad yang membuat mereka menjadi trio di kelasnya 

__ADS_1


Tentu momen tersebut dengan sekilas terlintas dalam ingatan Beny hingga menjadi kepingan memori yang sangat ia rindukan. "Aku tidak peduli dengan hubungan kalian tapi kita sudah tidak bisa lepas lagi, karena selain kuat dia juga sangat lihai dalam menumpas seseorang" 


"Kenapa kalian tidak datang pada waktu itu!!" Ujar Bagus yang memotong alibi Surya, sambil menatap lekat ke arah beni yang matanya sudah berkaca-kaca


"Maaf, aku tidak datang bukan karna keinginan tapi memang keadaan waktu itu sangat tidak memungkinkan"


"Kenapa!!" Jerit Bagus yang membentak hingga surya langsung bergidik ngeri kala itu. "Aku sudah bilang kalau aku tidak bisa datang karena keadaan" 


"Kau tahu!!,.. karena kamu manda akhirnya meninggalkan ku!!" Bentakan Bagus langsung tertuju pada beni 


"Sebenarnya ini reuni atau apa sih!" Di tengah adegan surya hanya mengernyitkan alis menatap kedua pria yang tengah berdrama 


"Manda, tewas, bagaimana bisa!!?" terlihat beni sangat syok 


"Kamu bilang bagaimana bisa!!, kamu tahu gimana dirinya menanti dan berharap pada kalian" unjuk Bagus membuat beni tertohok. 


"Dirinya berharap kalian akan datang akan tetapi nyatanya kalian malah tidak kunjung datang, sampai ia harus menghembuskan nafas terakhir di depan mataku" 


"Aku tahu, kalau kami salah tapi aku juga tidak bisa berbuat apapun ketika melihat dengan mata kepalaku sendiri dimana Ahmad dan Sinta tewas di depan mata tanpa bisa berbuat apapun, apa kamu tahu bagaimana


terpuruknya aku saat itu"


"Sinta dan Ahmad, mati!!!" 


"Yah.. Mereka berdua mati di depan mata ku, dimana saat itu aku masih sangat lemah hingga tidak mampu untuk melindungi mereka" 


"Tidak ku sangka jika kita sama-sama kehilangan sosok teman" ujar Bagus mulai mengeluarkan nada yang lirih


"Aku tahu kalau ini adalah hal yang berat untuk kita, akibat dari sekian banyak teman-teman kita di kelas, tiada seorang pun yang mampu untuk kita lindungi bahkan ahmad yang merupakan partner kita harus kehilangan nyawanya"


Suasana kini semakin hening ketika keduanya hanya menundukkan kepala sambil mengingat kejadian-kejadian lampau ketika mereka masih dikelas yang sama dengan, Ahmad, komang, manda, Sinta, Cahya dan yang lainnya. 


"Dari sekarang kita lupakan apa yang sudah terjadi, karena mulai sekarang kita adalah musuh, ben" sambung Bagus melihat beni yang masih berdiri terpaku melihat ke bawah 


"Begitu ya" balas beni yang mendongakkan kepalanya melihat Bagus dengan tatapan marah yang membara. 


"Karena kita tidak memiliki alasan untuk kembali berteman, aku sudah melupakan Manda dan mengubur semua kenangan lama kita, oleh sebab itu aku menjadi orang lain, yaitu Parados agar bisa melupakan nama Bagus, akibat aku merasakan nama itu sudah lama mati bersama dengan yang lainnya" 


"Ironis sekali, aku tidak menyangka jika pertemuan reuni kita akan berakhir dengan pertumpahan darah, Bagus, ah.. aku lupa kalau sekarang namamu adalah parados" 


"Apa aku harus berterimakasih untuk hal itu?" Tanya Bagus datar. 


"Tidak perlu, karena kamu akan mati karena sudah melukai adikku" ucap beny sinis. "Aku tidak menyangka jika orang lemah ini adalah adikku mu" ucap Bagus tanpa kesan sama sekali. 


"Aku anggap ini sebagai pujian" seru beny ketika itu memancarkan aura pembunuh, begitu pun sebaliknya sehingga Surya yang menjadi orang ketiga hanya bisa melongo sambil merinding ketakutan. 


"Gila kenapa aku merasa seperti melihat dua monster dalam satu tempat" Batin Surya yang kini sudah berkeringat dingin sambil membayangkan hal terburuknya. 


Karena suasana yang mencekam dengan udara dingin menusuk tulang, membuat tiada kata selain butiran keringat berhamburan membasahi wajah dan pelipis karna walaupun manusia aura pembunuh dari keduanya sangat mendominasi sehingga mereka terlihat seperti monster yang menjelma manusia. 

__ADS_1


Namun apakah mereka akan bertarung dan saling membunuh atau sebaliknya, dimana mereka berdua akan kembali berteman seperti dahulu kala yang mana persahabatan erat menjadi story cerita. ikuti Novelnya!!.


BERSAMBUNG... 


__ADS_2