THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 53 (Part³)


__ADS_3

Waktu berlalu begitu singkat hingga meninggalkan trauma bagi yang mengalaminya secara langsung. Entah itu pihak Sekutu ataupun Warz, karena nyatanya trauma akan muncul ketika mereka diperlihatkan sesuatu yang menekan batin dan mental dalam waktu bersaman, bahkan imbasnya terkena kepada pihak netral yaitu masyarakat pengungsi.


Karena harapan mereka akan masa depan kebebasan harus kandas bersama kalahnya pihak Sekutu dalam perang bunker, walaupun sudah dikatakan jika mereka dijajah nyatanya tiada seorang pun dari pengungsi yang berani melawan tentara Warz karena di hati mereka tiada yang namannya keberanian.


Namun karena kejadian berdarah tersebut hampir seluruh serdadu Warz disibukkan dengan perintah atasan yaitu membersihkan medan perang mereka yang sempat berlumpur darah segar hingga bau amis menyengat ke hidung manusia, terutama Kristian yang memiliki niat untuk mengembalikan bunker seperti semula


Tentu berencana untuk mengerahkan tentara sisanya untuk membersihkan keseluruhannya agar Kristian dapat mengaktifkan kembali jalur distrik bunker seperti semula, setelah terjadinya perang.


Akan tetapi disaat seluruh pasukan masih sibuk dengan tugas, beni seorang yang memiliki posisi tertinggi diantara mereka tidak ikut serta di dalamnya, malahan ia berjalan ke distrik 3 untuk bertemu seseorang yang menanti kembalinya ia dari masa pelatihan


Namun ketika di distrik 3 beni tidak langsung masuk kedalam ruangan yang menjadi tujuannya, yang ada ia malah berdiri sambil meratapi gagang pintu yang ingin diraih namun tidak memiliki niat di hati kecilnya karena kepalanya benar-benar tidak karuan.


Satu sisi beni ingin membuka pintu dan memeluk seorang gadis yang mungkin hatinya sedang merindukannya tapi di satu sisi lagi, pikirannya selalu menghalangi niat dengan berbagai macam alasan salah satunya adalah, 'Apakah aku masih pantas untuk bersanding dengan mereka?' itu merupakan hal yang signifikan di dalam kepalanya yang membuat beni terus berpikir ulang untuk mengambil langkah.


Karena isi kepala tidak sesuai dengan kata hati. "Apa sebaiknya aku pergi saja?" tanya beni dalam hati sambil terus memandang daun pintu yang masih tertutup dengan rapat, bahkan yang terbesit di kepalanya hanya perintah untuk pergi, karena tiada hal yang bisa dimenangkan hati, akhirnya beni memutar balik tubuh dan mengalahkan isi hati untuk segera pergi dari depan pintu


Namun sebelum melangkah secara mengejutkan, terdengar suara pintu yang terbuka hingga beni memalingkan padangan untuk melihat siapa yang berada di punggungnya kala itu. "Angel" beni terkejut sebelum matanya membulat karena melihat penampilan gadis tersebut begitu sederhana namun sangat cantik dimata beni


Karena penampilannya yang casual seperti jas putih polos seperti yang dikenakan oleh suster pada umumnya, kemudian rok yang panjang yang melebihi sedikit dari lututnya sambil mengikat model rambut yang kuncir kuda.


Walaupun terlihat sederhana dan tidak mencolok nyatanya beni tertegun sejenak karena terpesona melihat kecantikannya tapi itu sebelum ia terkejut karena sesaat kemudian angel atau wanita dihadapannya berlari dan memeluk tubuhnya dengan erat.


Wanita itu memeluk tubuh beni dengan begitu erat sambil menitikkan air mata yang mengalir membasahi pipi halusnya, sembari ia menyela ucapannya yang terdengar lirih. "Akhirnya kamu kembali juga, ben" ucapan tersebut tidak terlalu keras karena tidak hanya suara yang lirih tapi juga wajahnya yang terbenam di tubuh beni yang gagah dan tegap seperti seorang tentara sungguhan


"Iyah.. Aku telah kembali" jawab beni sambil ikut membalas pelukan dengan membelai punggungnya dengan lembut. Karena mereka terlarut dalam perasaan tanpa disadari sudah ada 2 pasang mata yang menatap dari balik punggung angel sambil tersenyum senang


Antara lain mereka adalah tante novi yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dengan senyum lebarnya, karena merasa jika sepasang remaja itu sudah berada pada fase sama-sama suka, sedangkan lisa yang ada disampingnya hanya terkejut, karena dua faktor.


Yaitu kembalinya beni dari masa pelatihan, tentu membuat lisa senang sekaligus bahagia namun satu faktor lagi ketika melihat mereka saling berpelukan layaknya sepasang kekasih, tentu itu mengundang rasa keinginan tahuannya di antara mereka seperti anak kecil pada umumnya.


"Seperti, kakak Angel akan berpacaran dengan kak beni, deh" gumam Elisa yang menceloteh dengan begitu polosnya.


Setelah beberapa waktu mereka melepaskan rasa rindu. Akhirnya Beni dan Angel sama-sama melepaskan pelukan dan mulai menatap satu sama lain dengan perasaan yang terpancar begitu dalam di lubuk hati mereka namun sebelum angel angkat bicara beni sempat tersipu menatap mata wanita yang ada dihadapannya.


"Bagaimana dengan latihanmu?" tanya Angel dengan tutur lembut untuk memecahkan rasa canggung diantara mereka. "Baik-baik saja" jawab beni yang tatapannya memancarkan sorot mata yang tenang sampai-sampai angel sempat merona ketika melihat senyum tipis dari beni, namun masa-masa itu tidak bertahan lama karena sesaat terdengar suara teriakan yang memekakkan telinga namun tidak buruk untuk didengar.


"KAK BENI...!!!" teriakan tersebut berasa dari dalam room, dimana sudah ada Lisa yang memasang senyum cerianya hingga dia menyandang menjadi gadis kecil yang imut di bunker, tentu beni terkejut namun ia tidak mempermasalahkannya yang ada ia malah berjalan mendekati gadis itu yang sembari tadi duduk di sofa bersama tante Novi


"Hi.. Lisa" sapa beni yang melambaikan tangan kecil ke arah Elisa ketika sudah masuk kedalam ruang perawatan dengan diikuti oleh angel dari belakang punggungnya


"Kenapa lama sekali, kakak kembali?" tanya Elisa yang sudah memasang wajah cemberut

__ADS_1


Ketika beni sudah berada di hadapan Elisa begitu persis, ia langsung jongkok dengan tinggi yang setara sambil mengusap-usap rambutnya dengan lembut. "Maaf jika kakak kembali terlalu lama, tapi kakak janji, jika mulai sekarang kakak tidak akan meninggalkan Lisa lagi untuk waktu lama"


Tutur beni dalam nada yang lembut sambil membelai rambut hitam milik gadis kecil tersebut secara lembut dan juga perlahan-lahan sehingga siapapun yang melihat bisa merasakan kehangatan dari sorot mata beni karena itu terpancar secara langsung dari hati yang murni.


"Janji?"


Beni melihat lisa menyodorkan sebuah jari kelingking seperti seorang anak kecil yang ingin mengikat janji kepada orang lain, tentu saja beni membalasnya dengan hal yang serupa sambil tersenyum tipis dan berkata. "Iya.. Kakak janji" balas beni hingga mereka saling mengaitkan jari kelingking sebagai tanda jikalau beni benar-benar sudah berjanji kepada Elisa


Usai mengikat janji antara beni dan lisa akhirnya mereka berempat mulai berbincang sambil bercanda ria, terlihat lisa mulai bahagia disaat melihat seluruh orang yang dia sayangi telah lengkap sampai-sampai ia mulai merasakan jika semua kenyataan yang pahit belakangan ini hanyalah angin lalu


Namun ditengah percakapan mereka tiba-tiba suasana mulai berubah ketika angel mengajak beni secara langsung untuk keluar ruangan.


Awalnya beni enggan untuk menuruti kemauan wanita tersebut karena ia masih ingin lebih lama lagi bersama Elisa, tapi karena melihat sorot mata angel akhirnya beni mengikuti langkah wanita itu untuk menuju luar ruangan. "Kakak mau kemana?" tanya lisa dengan polos


"Sebentar yah lisa, kakak mau pinjam kak beni sebentar saja" ucap angel yang tersenyum lebar ke arah lisa berbeda dengan beni yang hanya membalasnya dengan sekilas senyuman tipis sambil memancarkan tatapan penuh kehangatan seperti berkata, 'tunggu sebentar, kakak akan kembali'


Walaupun hati beni benar apa adanya jika ia berkata seperti demikian.


\*\*\*


Ketika berada di luar ruangan terlihat beni mulai memperhatikan tingkah angel yang sembari tadi hanya menundukkan kepala, mau itu di dalam ataupun di luar ruangan, tapi yang jelas angel berusaha untuk menyembunyikannya namun hal itu berhasil diketahui oleh beni ketika ia dan lisa mengikat janji walau angel sempat tertawa ketika bercanda


Tapi itu tidak sepenuh hati, seperti ada hal yang mengganjal di hatinya sehingga ia tidak bisa ditebak secara pasti ada apa dengan angel sebelum beni bertanya secara langsung. "Ada apa denganmu?" tanya beni dengan raut wajah datarnya


"Hah?"


"Tidak usah berbohong, sekarang jujur saja, aku tahu kamu sedang berkonflik dengan kak via, bukan!!"


"Benar" jawab beni yang seakan-akan terlihat sudah siap dengan konsekuensi. "Bagaimana keadaannya sekarang?"


"Dia ditahan oleh serdadu, kamu tenang saja walaupun via meminta untuk dibunuh tapi nyatanya Kristian tidak akan melakukan hal demikian"


"Syukurlah" tampak angel menghela nafas sebelum dirinya kembali menatap tajam ke arah beni seakan memiliki dendam pribadi. "Ada apa?"


"Aku tidak menyangka jika kamu melakukan hal yang begitu keji"


"Memang benar, aku bukan manusia tulen yang tidak pernah melakukan kesalahan namun bukan berarti aku tega melakukannya tanpa alasan"


"Memangnya ada motif membunuh orang lain yang bertujuan ke hal mulia?" gertak angel sambil terus menatap tajam. "Tidak ada" singkat beni yang merasa bersalah jika mengingat atas apa yang terjadi belakang ini


"Kalau begitu bagaimana mungkin bisa kamu membunuh dengan alasan yang baik, bahkan seorang kriminal kelas kakap saja akan membunuh korban dengan alasan yang mungkin serupa denganmu"

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjawab pernyataan tersebut tapi aku akan..." ucapan beni terpotong pada pertengahan karena angel. "Kamu kira dengan begitu akan selesai, kamu tahu sudah berapa banyak dari kami yang tertekan mental dengan keegoisan kalian, bahkan anak kecil yang tidak tahu menahu harus mengalami rasa ketakutan, padahal dia baru saja menyaksikan kenyataan yang pahit"


Penjelasan angel tertuju kepada lisa, walaupun tidak di cerita secara lisan tapi beni bisa mengerti ke arah mana Angel lantunkan kalimatnya.


"Aku bersalah tapi aku merasa jika pilihan ku tidak sama seperti seorang kriminal, karena terkadang seorang pria harus menentukan pilihan yang berat"


"Memang kamu bisa berkata seperti itu setelah membuat korban berjatuhan, seharusnya kamu mencegah bukan malah mendukung, awalnya aku memang merindukan mu tapi sekarang aku malah merasa jika kamu tidak pantas lagi untuk berada di dekat lisa, karena itu akan membuat serangan psikologis untuk kedepannya" kecam angel


"Tapi bagaimana mungkin kamu berkata seperti itu, apalagi sampai harus memberi ku perintah untuk menjauhi dari lisa"


"Kenapa tidak bisa, selama ini aku sudah merawatnya dengan penuh keseriusan bahkan sampai harus memberikan sebuah kasih sayang yang begitu intensif, dan semua usahaku membuahkan hasil dimana lisa kembali tersenyum dan mulai melupakan kejadian yang telah diterimanya"


"Tapi"


"Tiada tapi, aku tidak ingin dia merasa kecewa jika seseorang yang disayanginya harus terlibat ke sesuatu yang tidak diinginkannya, apalagi dia masih sangat polos, dan aku sangat menentang hal tersebut, kamu paham!!"


Beni sudah tidak bisa berkata-kata seperti mulutnya telah di tutup rapat hingga yang bisa ia lakukan hanya berpikir tanpa bisa bergeming sambil terus berusaha mencerna semua yang telah tejadi dan berusaha untuk menyaringnya kembali agar dia menerima semuanya


"Baiklah, jika itu mau mu, aku berjanji tidak akan menentangnya lagi dimana aku mulai berusaha untuk menjauhkan lisa, walaupun aku merasa itu tidak mungkin, tapi aku hanya meminta satu hal kepada mu"


"Hal apa itu?" tanya angel. "Tolong jaga, lisa" jawab beni


"Tanpa kamu suruh aku sudah menjaganya, bahkan jauh sebelum kamu datang kesini" cetus angel


"Terimakasih untuk semuanya" tampak dari sorot mata beni, jika dirinya sangat kecewa dengan kenyataan yang menerimanya hingga rasanya dia ingin bunuh diri untuk sekali lagi setelah melihat kejadian dimana seluruh temannya tewas di depan mata


Kalimat tersebut membuat angel terperangah ketika mendengarnya namun karena pendiriannya dia hanya terus bersikap kuat, karena semuanya demi lisa yang dimana mentalnya masih belum pulih sepenuhnya, dan dia ingin berusaha untuk mengembalikan keceriaan tersebut sepenuhnya bersama dengan tante Novi


Sementara beni hanya bisa berbalik badan dan berjalan ke arah lorong distrik karena rencana berikutnya adalah ke tempat dimana Kristian berada yaitu ruangan kerjanya.


Tok.. Tok.. Tok...


Terdengar dari luar suara ketukan pintu yang di seling oleh suara beni dari luar, "Boleh aku masuk?" tanyanya dari balik ruangan yang nadanya begitu datar. "Silahkan" jawab Kristian sehingga beni masuk kedalam ruangan dengan seragam militernya


"Ada apa?"


"Beri aku misi di luar bunker" ucapnya dengan begitu serius sehingga Kristian hanya menyeringai sinis.


***


Sementara di sisi lain, angel baru kembali keruang perawatan dengan wajah yang kusut semua itu dapat dilihat dari raut wajahnya. Tante Novi bisa melihat dengan begitu jelas mengapa wanita remaja tersebut memasang wajah kusutnya, sedangkan lisa hanya memasang wajah bertanya-tanya sampai ia harus bertanya kepada angel

__ADS_1


"Kak angel kenapa? Dan dimana kak beni?" dua pertanyaan tersebut membuat angel terkejut hingga sadar dari lamunannya dan berusaha untuk memasang senyum tipis seperti seseorang yang dipaksakan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2