
Di setiap langkahnya. Beni terus kepikiran dengan setiap perkataan tante Novi, karena jika dari ceritanya maka keadaan Angel saat itu kurang fit, namun bukan itu yang membuat beni heran, melainkan perasaan buyar yang selalu menghantui pikirannya karena selama perjalanan selalu terlintas gadis tersebut dalam pikiran
"Ada apa denganku?!" batin beni dengan melangkah menuju kantin. Tapi setelah sampai di perempatan secara tiba-tiba langkahnya terhenti, karena waktu itu ada dua pilihan jika dia belok kiri maka ia akan ke kantin namun jika kearah sebaliknya maka lorong tersebut akan tembus distrik 3
"Kenapa? sekarang malah aku bimbang!!" cetus beni dengan menyeringai masam. "Huh.. Memang aku membutuhkannya karena tidak ada teman ngobrol deh" keluh beni akhirnya belok kanan untuk menyusul angel
Setelah berjalan kurang lebih beberapa meter dari persimpangan akhirnya beni menemukan Angel yang duduk di lantai dengan menenggelamkan wajah pada lutut yang di peluk, karena merasa iba akhirnya beni berjalan dan berdiri dihadapannya walaupun gadis tersebut tidak di lirik sama sekali
"Ada apa?" tanya beni hingga mengejutkan Angel yang kemudian secara spontan langsung mendongakkan kepala ke atas yang di sana sudah ada wajah datar dari seorang pria yang dirinya kenal
"Ben?" panggil Angel dengan bingung. Tentu saja dalam sekali pandang Beni langsung terkejut bukan main, karena wajah angel kala itu sudah pucat pasi hingga jika dilihat pasti akan terlihat seperti orang kehabisan darah.
"Apa kamu tidak istirahat?" tanyanya yang kembali normal setelah membulatkan mata akibat terkejut bukan main. "Tidak, jika aku istirahat, siapa yang akan menjaganya?" balas Angel dengan lirih sambil melirik ke suatu pintu ruangan yang ada plat nama perawatan.
Sesaat akhirnya Beni menghela nafas panjang karena sebelumnya dia sudah berpesan kepada gadis tersebut agar tahu batasannya, tapi nyatanya dia justru sampai lupa diri. "Bukannya aku sudah bilang untuk tidak memaksakan diri?" ucap Beni dengan duduk disamping angel
Yang masih memeluk kaki dan menenggelamkan wajahnya yang manis dan cantik tersebut walaupun sudah terlihat pucat karena kelelahan. Tapi di sisi lain Angel tidak membalas perkataan darinya atau bisa dibilang kalau Beni sedang di abaikan
"Huh.. " karena kesal, pada akhirnya dengan lancang Beni menarik kepala gadis tersebut hingga terjatuh ke pundaknya. Karena mendadak angel tampak terkejut dan merasa tersipu malu dengan posisinya saat itu
Dan jika dilihat secara menyeluruh wajah Angel sudah merona sedangkan Beni hanya memasang tatapan datar walaupun didalam hatinya sudah merasa risih dan kurang nyaman akan tetapi tidak lama akhirnya angel mulai terlelap dalam mimpinya
"Kamu terlalu memaksakan diri" gumam Beni karena melihat Angel tidur dalam waktu cepat, jadi bisa katakan kalau dia sudah benar-benar kelelahan. Beruntung lorong distrik 3 tiada pengungsi dan tentara yang berlalu lalang, jadinya Beni bisa memasang wajah lega
2 jam telah berlalu hingga Angel mulai terbangun dari tidurnya, walaupun wajahnya begitu cantik jelita seperti maradona tapi ada sisi lain yang mungkin membuat orang lain menganggap kalau dia adalah gadis imut, karena tanpa disangka-sangka jika Angel tidur dengan air liurnya keluar dari sela mulutnya
Hingga baju beni pada bagian pundak harus basah oleh liur gadis tersebut yang bisa dikatakan kalau Beni sudah mengetahuinya sejak tadi, tapi dirinya tidak memiliki niat untuk membangunkan nya sehingga Beni hanya pasrah dengan keadaannya saat itu dan seterusnya
"Uhm.." Angel bergeming ketika sudah bangun dari tidurnya lalu merenggangkan otot lengan kemudian memperjelas pandangannya.
Setelah pandangan Angel mulai jelas akhirnya dia melihat Beni sudah duduk di sampingnya, sekaligus melihat pundaknya sudah basah oleh karenanya, bahkan sampai saat itu liurnya masih membasahi bibir
"Eh!!..." seketika itu juga wajah angel benar-benar memerah karena malu sambil memalingkan pandangannya kearah lain dengan menutupi wajah dengan kedua tangan
"Beni!!.." ucap Angel dengan gelagapan karena wajahnya kala itu sudah semerah stroberi, tentu saja dia menatap beni dengan begitu kacau terlebih jantungnya yang sudah berdegup cepat. Akan tetapi yang didapatinya hanyalah tawa kecil dari beni
"Haha.. Aneh-aneh saja" tawa beni yang disaksikan dengan begitu intens, sehingga wajah Angel sudah tersipu malu dan wajah merona sambil jantung yang sudah tidak karuan
"Kamu tersenyum?" tanya Angel yang tidak lepas dari tatapannya ke beni
"Ah.. Tidak kok"
"Halah.. Bohong banget" sindir angel kemudian ikut tersenyum ria bersama beni kala itu, hingga waktu berlalu dan mereka tampak sudah saling mengenal satu sama lain
"Bagaimana dengan ujianmu?" tanya Angel untuk memecahkan keheningan diantara mereka
"Lancar"
"Begitu yah, maaf banget karena sudah membasahi bajumu"
"Tidak masalah, karena masalah terbesarnya adalah kamu yang terlalu memaksakan diri demi orang lain hingga lupa dengan kondisi tubuh sendiri"
Angel tersenyum lalu berkata dengan gamblangnya kepada beni. "Lagian sekarang sudah tidak masalah, karena aku sudah istirahat kok" serunya
__ADS_1
Hingga beni tanpa sadar mulai memalingkan pandangannya karena malu, dan hal tersebut membuat Angel bingung dan bertanya kepada pria disampingnya. "Kamu kenapa?"
"Tidak ada kok, yasudah mari kita ke kantin" ajak beni hingga Angel menurut dan ikut beranjak sambil berjalan bersama-sama menuju tempat lain dengan akrab sambil ngobrol sepanjang jalan yang alur pembahasan tidak jelas
Setelah mereka meminta makan kepada kepala koki atau paman Arjuna, akhirnya beni dan angel makan bersama di meja yang sama dengan suasana yang harmoni. "Aku lupa menanyakan tentang kemarin!!" angel Angkat bicara kepada beni
"Tanya apa?"
"Kenapa kamu begitu gegabah dalam mengambil tindakan, melawan 4 orang sekaligus dan komandan Kristian yang jelas-jelas kekuatannya di atas rata-rata" gerutu Angel
Sampai pria dihadapannya memasang wajah datar dan langsung mengeluarkan ucapannya. "Sepertinya kamu tidak perlu tahu banyak, tapi semuanya hanya untuk latihan"
"Eh.. Tenyata kamu masih tetap kaku yah" gumam Angel dengan menyantap roti ke mulut
Tidak berselang lama akhirnya mereka berhasil menghabiskan makanan terakhir dan melanjutkan aktivitas, dengan jalan berbeda dimana Beni melanjutkan pelatihannya, sedangkan Angel meneruskan untuk merawat pasien tapi sebelum itu Beni menitip pesan, agar dirinya tidak memaksakan diri lagi
Ketika sudah berada di depan ruang perawatan, angel masuk kedalam dan bertemu dengan seorang gadis kecil yang masih terlelap dalam tidurnya
"Begitu malang nasib mu adik, karena kritis di situasi seperti sekarang" lirih Angel ketika melihat kondisi pasien begitu memperhatikan
Dia berjalan dan duduk dipinggir ranjang gadis tersebut yang telah terbaring tidak berdaya. "Andai kakak bisa membantumu, mungkin sekarang aku tidak akan merasakan bersalah"
Karena beberapa hari lalu ketika dirinya berada di rumah sakit untuk mengambil persediaan, tanpa sengaja dirinya bertemu dengan seorang gadis yang sedang kritis di ranjang dengan selang udara yang melekat di hidung dan tangan kiri terpasang infus membuat siapapun merasa kasihan
Angel awalnya ragu untuk menolong, tapi karena melihat keadaan sekarang, ditambah hati nurani yang terus bergejolak membuat angel turun tangan untuk menolongnya walaupun tidak tahu hasil apa yang didapat setelah dirawat, tapi dia berjanji akan menjaganya sampai dia bangun nanti
"Aku harus apa, sekarang" gumam Angel dengan lirih sambil menatap gadis cilik tersebut dengan tatapan sedu. "Apakah, Beni mau mendengar cerita ku ya?" seketika pikiran Angel mulai melayang ke seorang pria hingga dirinya menepuk kepala sendiri sambil gerutu
Dilain sisi beni telah kembali ke camp dengan perasaan yang gaduh, karena setelah melewati saat-saat dimana bersama seorang gadis, pikirannya mulai kacau dan moodnya justru malah berantakan hingga membuat beni duduk di depan tenda dengan pikiran kalang kabut
Tidak lama kemudian dirinya melihat seorang panitia keluar dari tenda dan berjalan melewatinya begitu saja, walaupun beni tidak tahu tapi dirinya bisa menembak kalau kertas ditangan adalah hasil dari seleksi kemarin. Namun ia juga tidak ingin terlalu kepo untuk saat itu hingga semaksimal mungkin dia harus tenang kembali.
****
**Ruang Komandan**
Tok.. Tok.. Tok..
"Silahkan masuk!" mendengar suara ketukan pintu dari luar membuat Kristian bangkit dari kursi kerjanya dan melihat salah satu panitianya yang memberi hormat lalu berkata dengan hormat.
"Komandan, saya sudah mengakumulasi semua nilai dari pelatihan kemarin lusa, ini sudah saya tulis dalam kertas ini" ucapnya kemudian menyerahkan sepucuk kertas kepada Kristian
Hingga beberapa saat dirinya membaca dan langsung mengernyitkan alis ketika membaca sesuatu. "Kenapa di ujian menulis, beni mendapat di nilai rata-rata?" bingung Kristian
"Saya juga tidak tahu komandan, tapi itu memang hasil yang diperolehnya, setelah kami menilai semua secara menyeluruh"
Mendengar hal tersebut Kristian pun langsung termenung dengan mulut diam seribu kata, sampai dia hanya menyeringai sinis karena dirinya berhasil melihat dimana letak kelemahan beni kala itu.
Hari telah berlalu dimana sore berganti malam, beni yang berada di kamarnya masih terus terbayang dengan paras gadis yang sempat membuatnya tertawa siang itu sehingga tiada waktu untuk beni bergumam sendiri
"Hah.. Benar-benar menjengkelkan, dari pada diam disini lebih baik aku susul saja dia" gumam beni kemudian beranjak berdiri dan pergi dari kamarnya menuju tempat angel bertugas
Sebenarnya beni ingin menghabiskan waktu yang ada untuk latihan tetapi karena moodnya yang sedang kacau, jadinya dia memutuskan untuk bertemu dengannya sekaligus memastikan perasaan yang telah menteror dia.
__ADS_1
Setelah sampai di ruang tempat angel merawat pasien akhirnya beni masuk dengan perlahan sambil melihat di sana sudah ada seorang gadis kecil yang terbaring lemah di ranjang. Beni yang melihat langsung terkejut, begitu juga dengan Angel yang sedang menyeka keringat dari gadis cilik tersebut yang telah bercucur deras membasahi wajahnya
"Beni, ada apa?" tanya Angel dengan bingung karena tidak ada angin dan hujan, beni datang menjenguknya di kamar perawatan. Tentu beni juga merasa heran akan dirinya, tapi dalam waktu singkat dia membalasnya dengan wajah datar
"Hanya ingin menjenguk mu, karena ingin memastikan kalau kamu tidak merepotkan tante novi nantinya"
"Heh.. Memangnya ibu Novi bilang begitu kepadamu?"
"Tante hanya bilang kalau kamu sering memaksakan diri sampai lupa waktu" jawab beni. "Begitu ya" tampak suara angel semakin lirih sambil memalingkan pandangannya menatap gadis kecil yang terbaring lemah di ranjang
"Dia kritis?"
"Yah.. Waktu itu aku menemukannya dalam keadaan seperti ini, disebuah rumah sakit"
"Lalu kenapa kamu membawanya kemari?" tanya beni semakin mendalam. "Mungkin karena rasa kemanusiaan"
"Konyol, manusia yang memiliki rasa kemanusiaan di era seperti ini" cetus beni dalam hati sambil menatap lekat ke arah Angel, tentu dengan ekspresi datarnya
"Kenapa kamu berdiri saja di sana?" tanya Angel hingga membuyarkan lamunan beni. "Tidak ada, hanya sedang berfikir"
"Jangan terus melamun, duduk di situ" tunjuknya kepada sebuah sofa di sudut ruangan. Ketika itu suasana sangat hening karena Angel sibuk dengan urusannya, akan tetapi karena beni merasa bosan akhirnya ia push-up di sana tapi masih menenangkan pakaian
Angel yang melihat beni melakukan kegiatan sendiri hanya bisa menghela nafas sambil meneruskan perawatannya, sampai terdengar suara pintu terbuka dengan memperlihatkan seorang wanita dengan jubah yang sama seperti angel kenakan, yaitu berwarna putih polos.
"Kenapa kakak datang kemari?" tanya Angel yang kaget dan langsung berdiri dari kursi
"Kamu dipanggil oleh ibu Novi"
"Baik aku segera datang ke mejanya" jawab Angel kemudian rekannya pergi dari ruang perawatan dengan menutup kembali pintu utama
Beni yang push-up mulai menghentikan latihannya dan melihat Angel menatap dirinya. "Aku pamit dulu, kalau kamu mau, kamu bisa kok tinggalkan pasien disini" ujarnya
"Aku akan menunggu" jawab singkat beni hingga angel tersenyum kemudian pergi dari ruangan tersebut untuk menuju meja kerja atasan.
Selama menunggu beni menghabiskan waktu dengan latihan ditempat yang begitu kondusif supaya dirinya bisa semakin kuat untuk kedepannya. Namun setelah waktu ke waktu terlalui akhirnya gadis kecil yang koma pun terbangun dari tidurnya hingga beni bergegas berdiri di samping ranjangnya dan berkata
"Bagaimana kondisi mu?" tanya beni yang masih terkejut hingga sedikit panik tapi berusaha untuk tenang akan tetapi tidak ada respon dari lawan bicara hingga beni duduk disampingnya dan menatapnya dengan lekat
"Di-dimana, A-ya-h, i-bu" ucap gadis tersebut dengan suara lirih. Tentu beni sangat bingung ingin menjawab pertanyaan tersebut dengan bahasa apa namun setelah melihat gadis cilik tersebut beni terpaksa harus berbohong dengan berkata
"Ah.. Ayah, ibu mu sedang dalam perjalanan, jadi kamu istirahat saja dulu, nanti mereka akan datang"
Mendengar alasan tersebut, gadis kecil tersebut menerimanya dengan mentah-mentah kemudian memejamkan mata sehingga tidak lama ia terlelap kembali ke alam mimpinya
Beni yang berbohong kini merasa berdosa dan tak mampu untuk berkata-kata, walaupun hatinya enggan untuk berbohong tapi sebenarnya dulu dirinya cukup dekat dengan anak-anak jadi ia tahu hal apa yang membuat anak sakit hati
Karena sudah berjanji akhirnya beni duduk di sofa sambil menunggu angel kembali, hingga hari semakin malam dan secara tidak sadar beni ketiduran di tempat dengan meninggalkan gadis kecil tersebut di ranjang.
Sementara dilain tempat Angel baru saja selesai berdiskusi dengan Tante Novi dengan membahas perkembangan setiap pasien, tidak lupa dirinya menanyai perkembangan dari gadis yang sedang koma
Walaupun begitu angel bercerita dengan luka lara yang tersirat dari ucapannya begitu lirih, hingga Tante Novi memahaminya dan menyuruh angel untuk kembali berkerja dan memberi saran agar tidak memaksakan diri lagi.
BERSAMBUNG...
__ADS_1