THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 41 (Part²)


__ADS_3

"Komandan?" tampak seluruh orang kebingungan terutama dicy yang tidak tahu-menahu akan semua yang terjadi di bunker, karena yang dia ingat hanya sebatas ketika dirinya pergi melakukan ekspedisi bersama serdadu untuk mengambil persediaan dan waktu itu situasi masih baik-baik saja, tapi setelah dirinya kembali ia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat


"Aku bukan lagi seorang komandan, melainkan letnan dari sebuah lembaga baru yang ada pada bunker!!" cetus Kristian dengan angkuh. "Lembaga?" bingung dicy karena dia tidak tahu akan urusan politik, dimana yang dirinya tahu hanyalah masalah laboratorium yang kian menumpuk menjadi bebannya


"Jelaskan!!" titah sang letnan kepada salah satu anak buah untuk menjelaskan kepada seluruh orang di sana, namun tidak untuk beni, karena dirinya diminta untuk ikut bersamanya menuju ruangan pribadi


"Beni, ikuti aku!!" ucapnya hingga beni beranjak berdiri dan mengikuti langkah Kristian tanpa harus memasang rasa waspada sama sekali


Selama berjalan menuju ruangan beni mulai angkat bicara dengan bertanya kepada Kristian. "Apa yang kamu perbuat?" tutur beni dengan raut wajah datar karena selama dirinya kembali ke bunker beni sama sekali tidak tertarik ikut campur hanya saja dia sedikit terkejut dengan perubahan yang di buat oleh orang yang menurutnya sedikit merepotkan


Karena sudah ditanya akhirnya Kristian menjelaskan bahwasanya dia membangun sebuah partai baru di bunker dengan tujuan untuk memajukan bunker dari segala sektor seperti persediaan pangan, militer, dan industri.


Semua itu perlu di update dari sekarang, jika tidak mau sampai kapan mereka hanya menunggu bala bantuan dari negara pusat. Dan beni yang mendengar tidak merespon, karena benar apa adanya. Apalagi melihat situasi semakin rumit dimana zombie golongan zero mulai berkeliaran


Mungkin jika dari kekuatan mereka masih bisa mengalahkannya, namun berbeda dengan jumlah yang sangat banyak kalau saja beni tidak tahu masa depan, mungkin dirinya akan sepenuhnya memihak kepada militer negara, bukan partai baru tersebut


"Bagaimana caranya kamu membuat ini semua dalam 5 hari?" tanya beni memecahkan suasana hening kala itu. "Mudah" jawab Kristian singkat. Dimana dia menjelaskan jikalau dirinya sudah melakukan propaganda sebelum membuat dirinya naik pangkat menjadi seperti sekarang


Karena ketika dirinya telah dilantik maka ia langsung meresmikan jika dirinya akan membangun gerakannya baru dengan memanfaatkan otoritasnya karena memang jika tidak begitu maka akan ada keraguan dalam hati serdadu. Hingga malam harinya kami mulai bergerak dimana tentara yang tidak bersenjata kami tahan dan kami pindahkan di distrik 3 dan 4


Semua itu biarkan seperti kudeta namun tidak berdarah, karena kami bergerak di malam hari setelah aku menyampaikan pidato ku kepada anggota tentara, awalnya memang tidak ada tanggapan dari mereka tapi bukan berarti mereka tidak setuju


Melainkan rencanaku untuk mengecoh atasan yang berpikir jika propaganda tersebut tidak berhasil, namun ternyata salah karena setelah 1 jam berlalu banyak surat masuk dari salah satu utusan jika mereka mau memihak kepadaku bahkan aku sudah menguasai 6:10 dari pasukan Bunker


Sampai aku membuat susunan rencana baru dimana mengirim utusan untuk menyampaikan secara diam-diam, bahwa ku tidak hanya diam setelah semua telah setuju karena jika di ulur maka pendirian mereka akan goyah, sampai malam itu aku bersama tentara melakukan operasi berskala besar dengan membentuk pekerja dan menahan tentara yang menolak bergabung kedalam partai


Sebagai musuh utama dari partai dan nama partai tersebut adalah Warz atau bisa di perpanjangan sebagai War Zombie, sebagai bentuk semangat dari serdadu yang bertekad untuk menghabisi seluruh zombie yang melanda kehidupan mereka


Begitu panjang penjelasan Kristian mengenai skenario yang telah dia rancang sedemikian rupa hingga beni hanya mengerutkan alis seraya berkata didalam hati mengenainya. "Ternyata kau orang yang berbahaya, kris" begitulah yang terbesit dalam benak beni


Sebelum dia teringat dengan 3 orang penting yang telah memulihkan traumanya yaitu Angel, Lisa, dan tante Novi. Sehingga detik itu juga dirinya menanyai tentang keadaan mereka


"Masalah mereka hanya sedikit yang menjagal di hati ku mengenai prinsip dari ibu Novi, karena dimana waktu kami melakukan interogasi dirinya berkata jika dia tidak memihak kepada siapapun dan dia akan berada dalam posisi netral sebagai medis yang akan mengobati siapapun yang terluka dan dia juga berkata jika dia telah lama membuang hak politiknya untuk masa depan"


"Lalu bagaimana dengan Enjel dan Lisa?" tanya beni secara intens. "Sayang sekali, jika Angel berada di pihak berlawanan dari partai, karena dia lebih memilih untuk bersama via, jadi apa boleh buat, maka dia akan bersama pihaknya di distrik 3 dan 4 sedangkan partai menguasai distrik 1,2 hingga area luar"


"Aku tidak perduli dengan urusanmu tapi ada satu hal yang harus aku ingatkan kepadamu, yaitu jika kamu berani melukai seseorang diantara mereka aku tidak akan segan lagi untuk menghabisi kalian semua" cetus beni dengan tatapan intimidasi karena dia paling tidak suka jika seseorang yang berharga harus terlibat dalam kekerasan yang brutal oleh orang dihadapannya


Karena mau bagaimana pun dia adalah masalah yang harus diawasi oleh beni secara intensif jika tidak ia akan seperti pisau bermata dua yang bisa menusuknya kapanpun. "Tidak masalah, tapi ada hal yang perlu aku pastikan kepadamu" ucap Kristian

__ADS_1


Ketika itu mereka sampai di dalam ruangan pribadi milik Kristian yang baru namun di sana banyak yang berubah terutama dengan bendera yang ada di belakang kursinya, karena gambar tersebut berbeda dari sebelumnya yang sebelumnya bergambar merah putih namun kini hanya berwarna merah polos dengan di sana ada lambang burung garuda dalam bentuk seni bercorak beda dalam stilasi


"Lambang itu?" bingung beni


"Iya,.. Itu adalah bendera baru yang aku disain untuk memperoleh otoritas berbeda dari sang kala merah putih"


"Benar-benar gila, ini namanya bukan propaganda lagi melainkan membentuk Reformasi baru dan ini sudah termasuk kedalam kejahatan kelas kakap dalam berbangsa" gerutu beni dalam mengomentari Kristian


"Aku tidak perduli dengan hal begituan, tapi yang aku tekankan adalah masalah kesepakatan kita" sambung dirinya kemudian berjalan dan duduk di kursinya dengan santai


"Memang apa yang kau inginkan?" tanya beni datar karena sejauh ingatannya adalah menyuruh dia untuk menjadi bawahannya. "Tentu saja, kekuatanmu" lanjutnya kemudian mengeluarkan secercah kertas ke pada beni


"Apa ini?"


"Buka saja!!" setelah di suruh akhirnya beni membuka lipatan kertas tersebut dan membaca dari isi kertas sampai tidak lama matanya membulat karena terkejut bukan main. "Apa maksudmu?" bingungnya ketika usai membaca


"Kenapa?"


"Apa ini surat yang kamu perintahkan kepada seluruh bawahanmu?"


"Ya.." singkatnya sampai beni terbelalak karena terkejut. "Menurutku ini bukan perintah melainkan paksaan"


"Itu adalah deskripsi baru akan peraturan dan misi, visi partai Warz"


"Benar-benar titah yang keras" gumam beni yang kemudian menghela nafas panjang karena memang apa akan dirinya tahu semua itu apa nyatanya yang telah di buat oleh Kristian


"Dan semua hal itu aku ingin ada satu orang yang memimpin berlangsungnya proses Reformasi"


"Jadi kamu ingin aku menjadi pemimpin dari gerakan tersebut, kenapa tidak kamu saja?" tanya beni


"Tidak, karena aku sudah disibukkan dalam mengatur sektor jadi untuk pengawasan aku menyerahnya kepada mu" jawab Kristian dengan senyum menyeringai. "Lalu apa yang harus aku lakukan?"


"Mudah, jadilah kuat untuk memimpin mereka"


"Tanpa kamu suruh aku sudah melakukannya" cetus beni. "Tentu aku sendiri yang akan melatih mu"


"Hah?"


"Aku tahu kamu memiliki ketrampilan dalam bela diri dan bertahan hidup, tapi tetap saja kamu harus membangun pondasi dalam bertarung, jadi aku harus melati mu secara langsung"

__ADS_1


"Aku tidak pecay-.." sebelum selesai bicara Kristian langsung berdiri dari kursi dan berjalan ke arah beni dengan wajah tenang


Tentu saja, beni langsung memasang insting kewaspadaan karena bisa saja beberapa saat kemudian Kristian melakukan serangan dadakan. Dan memang benar ketika sudah berada didepan mata dirinya langsung di serang dengan tendangan horizontal tepat ke arah dada


Bugh.. Dobrak...


Dalam satu serangan membuat beni terpental kebelakang dengan menabrak pintu yang keras, walaupun sudah ditahan tapi rasa diri dorongan tidak bisa dipungkiri, begitu kuatnya serangan Kristian hingga beni tidak mampu menahannya


"Aku yakin kamu ingin sampai di tahap ini, bukan?!" tanya Kristian yang lagi-lagi menyeringai sinis


Apa yang dimaksud oleh Kristian adalah pondasi yang kokoh dalam ilmu bela diri, karena terkadang serangan kita akan menjadi kurang optimal jika tidak disertai kondisi tubuh, dimana kembali menyerang dengan posisi tubuh yang sedikit berubah akan menurunkan damage dalam bela diri


Apalagi jika sang musuh memasang posisi defense, walaupun kita tidak bisa mengenainya secara langsung akan tetapi dengan pondasi yang kuat maka kita bisa menembus pertahanan lawan sekalipun dia sudah membuat kuda-kuda bertahan


Contohnya seperti beni yang secara tidak langsung menerima kekuatan dari dorongan Kristian walau dia sudah berusaha kuat menahan dengan kedua tangan. "Hm.. Menarik, aku terima tawaranmu" balas beni


"Baik, tapi ada syaratnya"


"Sebutkan!!" ucap beni. "Pertama kamu akan ada di pihakku, kedua kamu tidak boleh protes dengan tindakanku terutama dengan perintahku dan yang terakhir kamu selalu dalam pengawasanku"


"Baik, begitu pun sebaliknya, jangan kamu lukai Angel, Lisa, dan tante Novi, dan jika kamu sampai melakukan hal tersebut maka aku akan membatalkan persetujuan kita walaupun aku sudah menjadi sekutumu" kecam beni


"Baik" jawab Kristian. "Dan satu lagi, jangan batasi aksesnya Enjel dalam melakukan tugasnya"


"Setuju, apa ada lagi?" tanya Kristian yang kian menunjukkan senyum anehnya, awalnya beni tidak tahu apapun hingga dia menerima persetujuan tersebut dengan berjabat tangan sebagai sebuah tanda jika kedua belah pihak sudah sama-sam sepakat untuk menjadi Sekutu


Karena Kristian tahu jika beni sudah berada di fase mengamuk maka tidak ada siapapun yang bisa menghentikannya, maka oleh sebab itu dia harus menggenggam beni bagaimana pun caranya, karena bisa jadi dirinya adalah boom waktu


Setelah urusannya selesai dan mereka sepakat akan keluar bunker untuk menjalankan latihan selama mungkin beni segera keluar dan ingin bertemu dengan seseorang yang sudah menanti kepulangannya. Dan selama di perjalanan menuju distrik 3


Dia sama sekali tidak melihat seorang pun pengungsi disepanjang jalan, yang biasanya menumpuk di sepanjang lorong. "Ternyata benar, semuanya sudah bergerak untuk membangun pertahanan dan ekosistem bunker, tapi mereka dipekerjakan dengan paksa" gumam beni sambil mencoba untuk mencerna situasinya


Tidak lama berjalan akhirnya dia sampai dimana dibalik pintu ruangan tersebut sudah ada wanita kecil yang memiliki kondisi tubuh lemah. "Lisa, aku pulang" batin beni dengan membuka pintu ruangan dengan perlahan sambil mengunggah senyum tipisnya


Sampai pintu utama benar-benar terbuka dan memperlihatkan dua gadis yang sangat dikenal oleh beni yaitu Angel dan Lisa yang kebetulan sedang ngobrol sambil bersenda gurau bersama dengan suasana yang terlihat bahagia.


"Kak beni.." panggil Elisa ketika itu terkejut dengan kedatangan seseorang yang tak lain adalah beni itu sendiri. "Ben!!" sahut Angel dengan menatap mata beni dalam-dalam


"Aku pulang" jawab beni untuk membalas mereka berdua secara bersamaan karena untuk sekarang beni benar sangat merindukan suasana seperti sekarang ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2