
Beni dan Bagus hanya saling menatap satu sama lain dengan memancarkan aura yang mendominasi di sekitar mereka, entah siapa yang lebih kuat tapi yang jelas kedua tekanan tersebut sudah membuat Surya tak berhenti bergetar, bahkan tubuhnya sampai hilang tenaga yang akhirnya tersungkur ke tanah dalam keadaan takut setengah mati.
"Sebenarnya siapa mereka berdua?!!" gumam surya menatap keduanya dengan lekat tak lupa ekspresi wajah ketakutannya.
Tapi anehnya ketika itu juga terbesit di kepalanya kalau seandainya mereka bersatu apakah mereka berdua akan menguasai daratan? Walaupun didominasi oleh ketakutan tapi Surya masih menyempatkan untuk bertanya kepada diri sendiri tentang mereka berdua.
Namun itu masih opini karena pada nyatanya mereka berdua akan saling membunuh untuk mendominasi tempat dan daerah kekuasaan yang akan mereka tempati.
Karena jika salah satu dari mereka masih bernapas itu bakal menjadi masalah untuk pihak satunya dalam menguasai ataupun menginvasi tempat lain untuk memenuhi ambisi, seperti Bagus yang hendak menaklukkan daratan kota A.
"Heh~.. Ternyata disini ada hewan liar, yah" seruan Beni² dalam memprovokasi Bagus yang akan dirinya lawan walaupun sebenarnya roh yang mengendalikan Bagus bukan yang sesungguhnya melainkan jiwa hewan buasnya.
"Grrr.." Suara Bagus yang meraung menatap Beni² dengan sangat tajam seperti ingin melahapnya, entah itu karena insting atau memang itulah cara Bagus berkomunikasi pada lawan bicaranya.
Tapi yang jelas beny² berjalan mendekati Bagus dengan kedua tangan di dalam saku. "Aku tidak suka berbasa-basi dengan hewan, jadi akan aku bunuh kamu dengan cepat'
Awalnya Beny hanya mengeluarkan satu tangan dari saku dan memainkan bayonet dengan lihai walau hanya menggunakan satu tangan tapi keterampilan beni² dalam menduplikasi sangat mahir, jadi tak sulit untuk beni² menguasai jurus militer milik Kristian.
Kenapa disebut duplikat?!, karena kemampuan tersebut tidak terlepas dari militer jadi secara khusus hanya bisa dipelajari oleh orang-orang seperti veteran tentara maupun perintis marinir saja yang bisa mempelajari ilmu bela diri tersebut. Karena bela diri tersebut juga bisa dibilang aset negara yang dijadikan sebagai privasi negara.
Dan Kristian mengajarkan beni secara khusus tanpa sepengetahuan dari orang luar tapi mendapat persetujuan dari rekan militernya yang lain, namun tanpa sepengetahuan, beni² sudah mengambil memori dari beni asli terhadap ingatan yang ia tangkap dalam masa pelatihan.
Walaupun hanya data dan ingatan tapi tidak disangka jika kenyataannya beni² mampu mengaplikasikannya secara benar dan lihai seperti seorang senior profesional yang telah berkecimpung dalam militer dalam waktu lama dan sudah mengikuti beberapa kali peperangan.
Swoosh...
Tak disangka Bagus melesat dengan cepat ke arah Lawannya yang masih tertegun melihat speed dari Bagus yang begitu gesit dan cepat sampai beni² sendiri pun heran dengan kekuatan besar yang muncul secara tiba-tiba itu
"Cepat!! Tak kusangka hewan yang satu ini punya speed yang begitu cepat" batin Beny² yang kala itu terkejut melihat Bagus sudah mendekat
Bahkan yang awalnya tangan berada di saku kini telah ditarik keluar untuk menyambut kedatangan musuh yang beni² sendiri tahu kalau lawannya itu bukanlah makhluk lemah seperti yang dia lawan pada umumnya.
"Dia sangat berbeda dari yang lain, karena entah mengapa instingku berkata kalau dia berbahaya" sambung beni² dalam hati sambil memasang mata untuk melihat dari arah mana musuh akan menyerangnya.
Satu..
Bagus menyerang dengan cara horizontal menggunakan tangan kanan dan itu membuat beni² hanya bisa menahan karena yang menjadi permasalahannya adalah kecepatan atau critical yang begitu luar biasa hingga tak mampu dilihat oleh mata beni²
Buak..
Tangan beni yang menahan serangan dari lawan kala itu seketika mundur beberapa langkah sambil merasakan tangannya yang mati rasa karena saat dia sedang menahan serangan, terdengar suara tulang yang ikut berbunyi memadu pukulan dari lawan.
"Sialan,.. Ternyata hewan ini cukup kuat" gumam Beni² yang kala itu menahan sakit di kedua tangannya
"Grrrr..."
"Hadeh.. Percuma saja bicara pada hewan" keluh Beni² Sambil bergerak mendekat ke arah posisi lawannya.
__ADS_1
Dengan langkah cepat tapi tidak lupa dengan bayonet ia menyerang mulai dari leher, lengan hingga luka yang sebelumnya robek di tubuh semua upaya sudah dilakukan beni² tapi tiada satupun yang berhasil mengenai sasaran karena insting hewan kadang jauh lebih tajam dari manusia itu sendiri.
"Apa!! Apa-apan dia ini, padahal aku sudah meningkatkan speed critical tapi tak satupun berhasil mengenainya, sebenarnya dia ini manusia atau bukan sih" keluh beni² melangkah mundur menjaga jarak
Tapi lawannya justru tak memberi kesempatan untuk Beni mundur karna sebelum beni² melangkah mundur dirinya mendapat tendangan yang melesat dengan sangat cepat terarah tepat di kepala.
Buk..
"Lagi!!.."
Satu kata yang keluar dari mulut Beni² yang berusaha menahan tapi tenaganya tak mampu akibat instingnya kurang tajam.
Boom...
Beni² harus terpental ke samping dengan kecepatan cukup tinggi hingga menabrak dinding tembok dan akibatnya seluruh tulang harus mengalami cedera ringan.
"Argh.." keluh Beni² menahan sakit di sekujur tubuh.
"Bagaimana bisa dia sekuat itu!!" batinnya melihat Bagus berjalan mendekatinya yang saat itu masih terkapar lemas. Sementara Surya hanya bisa melihat tanpa berbuat apapun karena dia sadar akan batasannya.
"Beni kalah!?" disatu sisi Surya langsung tercengang melihat perubahan dari kekuatan Bagus bahkan tak ada kata selain menjulukinya sebagai monster.
"Tidak mungkin, padahal Beny juga memiliki aura yang besar dan kekuatan besar tapi kenapa beni bisa kalah?, kalau bukan sih parados itu beneran sudah berubah jadi monster" batin surya memperhatikan pertarungan itu sambil memprediksi lawan beni yang disebut parados tersebut
Namun dibawah langit malam mereka bertarung tanpa henti untuk memperebutkan siapa yang akan menguasai daratan. Itulah yang dipikirkan oleh Surya yang ketika itu masih tersungkur dalam keadaan badan gemetar dan lemas, Entah karena takut atau apa, tapi yang jelas tenaganya hilang tanpa sebab.
"Brengsek, ternyata orang ini cukup sulit untuk ditangani" gumam Beni².
Serangan masih berlanjut dimana Bagus bergerak dengan sangat cepat ke arah beni² yang tubuhnya masih sempoyongan, jangankan untuk melawan, menghindar saja sudah membuat Beni² kesulitan karena kondisi tubuhnya.
Sehingga pada akhirnya Beny² terpaksa menahan serangan tersebut dengan kedua tangannya, dikarenakan keadaan yang tidak cukup waktu untuk menstabilkan kondisi kesadaran
Duak...
Diiringi oleh bantingan tubuh beni² yang menabrak dinding di belakangnya. "Argh.. Bisakah kita sedikit santai?!" tanya beni² pada Bagus yang sudah memojokkannya di dinding dengan tangan kanan.
"Sial, seperti dia tidak akan mendengar ucapanku, dasar hewan" umpat beni² dalam hati sambil berusaha lepas dari genggaman musuh dengan cara menyerangnya menggunakan siku dan melakukan hit combo yang membuat lawan tak bisa berkutik selain terkena stun
Duak..
Diakhiri dengan sebuah pukulan tepat di wajahnya hingga Bagus harus terpukul mundur beberapa langkah dengan darah mengalir dari hidung dan bibirnya. Tidak hanya itu terlihat beni² sudah memasang kuda-kudanya sambil berkata
"Kali ini aku akan serius melawan mu" ucapnya dengan mata bersinar sejenak kemudian kembali ke warna semula.
"Guarkh.." amukan Bagus dengan menyerang secara membabi buta ke arah lawannya, hanya saja kali ini Beny² tidak terlalu terkejut malahan dia menghindari serangan Bagus sambil mencoba menyerang balik di setiap silanya.
Tapi kali ini beni² sudah tidak menggunakan senjata karena sebelumnya senjata miliknya harus terbuang akibat menahan serangan lawan jadi kali ini pertarungan mereka fighting sama-sama hanya dengan tangan kosong.
Pertarungan sengit terjadi di antara beni dan Bagus dengan begitu dahsyat dimana keduanya saling menyerang satu sama lain, walaupun seimbang tapi Beni sudah memberi banyak perlawanan kepada Bagus, dimana Bagus menggunakan insting sedangkan Beni menggunakan kemampuan spesialnya yaitu melihat masa depan.
__ADS_1
Sehingga tidak terlepas dari pertempuran mereka keduanya sama-sama menanggung banyak luka lebam di sekujur tubuhnya, dimulai dari Beni yang sudah banyak menerima luka sampai ia cukup sulit untuk mengkondisikan tubuhnya, begitu pun sebaliknya tapi ada hal yang aneh karena setiap luka yang diterima tidak memberi efek apapun padanya
"Sialan, sebenarnya serangan ku ini berasa atau tidak, sih" batin Beni mengeluh karena semakin ia berusaha justru lawannya tidak merasakan apapun.
Swuuuss... Duak....
Serangan yang dilakukan oleh Beni membuat Bagus terpental ke belakang dengan tendangan berputar dengan gerakan 180° yang telah di pelajari dari ilmu bela diri taekwondo oleh Beny dalam masa latihannya.
Namun sayangnya semakin disakiti justru Bagus semakin meraung dengan buasnya hingga Beni hanya bisa mengerutkan kening seraya berkata
"Sepertinya agak sulit untuk aku mengalahkan makhluk ini, jangankan untuk kalah merasakan sakit saja aku tidak tahu apakah dia merasakan atau tidak"
Bagus semakin menyerang lawannya dengan sangat cepat dan agresif bahkan sulit untuk beni menyerang balik kali ini, karena entah mengapa semuanya baru terlihat jelas tentang kekuatan asli milik Bagus yang sudah menjadi hewan buas itu.
"Argh.." serangan semakin sengit dimana Beni² mulai kewalahan karena kecepatan Bagus meningkat tajam akibat dirinya yang sudah membangkitkan insting predator ketahap tertinggi.
Tapi semakin lama Beny² bertahan akhirnya terlihat secercah harapan dari pertempurannya yaitu dimana speed critical milik Bagus mulai memudar bahkan refleknya sudah melambat, semua itu terlihat jelas kalau sikap hewan buas milik Bagus ada batasannya
Sementara beni² yang sadar akan hal itu segera memanfaatkan situasi dengan mencari titik cela supaya bisa menghabisi lawan dengan satu serangan, karena jujur seluruh tubuh Beni² sudah tak lagi kondusif dan mungkin ia juga hanya menunggu waktu sampai dirinya tumbang
Akan tetapi sebelum tumbang Beny² akan melancarkan serangan terakhir sebagai penutup dengan sisa kekuatannya, oleh sebab itu beni² akan terus bertahan sambil menunggu momen tersebut tiba.
Tapi setelah 10 menit waktu berlalu, Bagus masih menyerang dengan sangat membabi buta tanpa memberi cela pada Beni sedikitpun walaupun dari serangannya sudah terlihat semakin melambat. Tapi tidak sedikitpun cela yang terlihat dari gerakannya.
"Apa-apaan dia ini, kenapa selama ini tak ada peluang untuk masuk" batin beni² mencoba bertahan selama mungkin.
Dan ketika Bagus mulai kewalahan terlihat cela di antaranya dan disaat itulah beni² menyerang balik dengan sisa tenaganya, tapi ketika ia melancarkan serangan tepat setelah melihat peluang, ternyata Bagus sudah bersiaga hingga ia mampu menahannya dengan kedua tangan.
Buak...
Pukulan yang tertahan tepat di antara kedua tangan membuat beni terkejut karena tujuannya adalah untuk menyerang titik terlemah manusia yaitu ulu hati tapi apalah daya ternyata serangan Beni² masih tak mampu mengakhiri pertempurannya
"Waduh.. Sial, tenaga ku sudah habis" gumam beni² yang pandangannya mulai kabur badannya tak stabil bahkan untuk berdiri saja cukup sulit karena sekujur tubuhnya lemas tak berdaya.
Begitu pun sebaliknya, dimana badan Bagus mulai bergetar hebat setelah menahan serangan dari beni² yang begitu kuat menghantam kedua tangannya, sampai-sampai sesaat dirinya diam mematung dan mencoba menahan rasa sakit.
Tentu reaksi tersebut berhasil diketahui oleh Beny² yang mulai terhuyung-huyung karena tenaganya tak lagi ada yang tersisa, akibatnya tubuh tersebut tersungkur dalam keadaan berlutut di hadapan Bagus yang masih terdiam sambil menundukkan kepala.
Surya yang masih setia melihat pertarungan itu kini mulai menebak jikalau pertempuran tersebut sudah berakhir dengan kemenangan tak dipastikan namun ada kemungkinan jika Bagus lah pemenangnya.
"Semuanya telah berakhir" gumam surya. Melihat hal tersebut bergeraklah ia mengangkat senjata untuk menembak Bagus tapi nyatanya tidak semudah itu karena tangan dan tubuhnya mulai gemetaran ketika mengangkat senjata.
"Sialan ini cukup sulit" batin surya mencoba membidik tapi tangannya tak kondusif sehingga arah bidiknya juga tak menentu kemana tujuannya.
"Beni bertahanlah aku akan mengakhiri semuanya, dalam satu tembakan" batin surya mengangkat senjata dan mulai membidik tanpa ada ketenangan.
Apalagi seluruh wajah sudah berkeringat dan tubuh telah tremor parah. Jadi yang ada di kepalanya adalah rasa takut jika pelurunya meleset ke arah lain dan hal terburuknya adalah tembakan yang salah sasaran.
BERSAMBUNG...
__ADS_1