THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 34 (Part²)


__ADS_3

Waktu itu beni berjalan keluar bunker dan melihat di halaman sudah ada tentara golongan bumi yang berbaris dengan rapi sambil di pimpinan oleh salah satu di antaranya. Dan itu dalam jumlah sekitar 20 orang banyaknya, karena hal tersebut juga beni langsung terkejut dan penasaran, dalam rangka apa mereka sampai dibariskan dalam jumlah tertentu yang kesannya seperti mereka ingin menjalankan misi.


"Kenapa kalian berkumpul disini?" tanya beni kepada seorang yang menjadi komando barisan. "Kami baru saja mendapat perintah untuk melakukan ekspedisi di area luar" jawabnya dengan rasa hormat.


Karena pada dunia yang seperti ini, militer akan menjunjung tinggi nilai atasan dari pada umur seseorang dan salah satunya beni dan senior tingkat golongan bumi, walaupun umurnya sudah lewat dari 20 tahun namun rasa formalitas masih di anut oleh golongan militer


"Apa tujuan dari misi ini?" lanjut beni dengan intens


"Tentu saja, untuk mensuplai kembali SDA bunker kita"


"Baiklah, terimakasih atas waktunya" ucap beni kemudian pergi meninggalkan orang tersebut hingga seluruh orang yang ada di sana cukup heran dengan ekspresi datarnya.


Setelah berjalan masuk kembali kedalam bunker. Beni menyempatkan diri untuk singgah ke meja Kristian namun sebelum masuk dirinya mengetuk pintu terlebih dulu dengan berseling ucapan penuh hormat


"Boleh saya masuk?" tanya beni dari luar pintu sebelum ada respon dari dalam yang berkata dengan tegas dan lantang seperti seorang pria. "Silahkan"


Beni masuk kedalam dengan langkah perlahan dan memberi hormat seperti tentara pada umumnya, bukan semata-mata beni segan terhadap Kristian, melainkan hanya sekedar rasa hormat


"Ada apa?" singkat Kristian dengan terus menerus fokus membaca jurnalnya, hingga tidak sempat melirik lawan bicaranya


"Aku ingin ikut berpartisipasi dalam tim ekspedisi bersama golongan bumi" mendengar ucapan beni membuat Kristian terheran-heran hingga dia langsung break konsentrasi dulu dan memfokuskan diri kepada bawahannya


"Bisa ulangi?"


"Aku ingin gabung ke tim ekspedisi" singkat beni semakin kesini makin datar


"Ha-ha.. Kamu tahu dengan posisi mu, bukan?" tawa Kristian yang terdengar sumbang dan nyaring


"Tidak"


Lagi-lagi Kristian telah dibuat terkejut dengan setiap perkataan yang di lantunkan oleh beni itu sendiri, walaupun begitu tapi dirinya masih bersifat tenang dan mengunggah senyum sinis. Sambil berkata


"Kenapa kamu, begitu percaya diri?" tanya Kristian dengan melesat maju beberapa langkah dan menyerang beni dengan sebuah tendangan horizontal tepat mengenai dada, akan tetapi sebelum itu beni telah lebih dulu menahan dengan tangannya


Gubrak...


Hanya dalam satu serangan beni langsung mundur beberapa langkah dengan menabrak ke sebuah pintu besi. "Eh.. Ternyata komandan ingin menantang ku berduel disini" gumam beni dengan sinis sambil memperlihatkan tatapan tajam layaknya psikopat


"Aku tidak tertarik" jawab Kristian secara langsung dan to the poin kemudian menarik kakinya kembali dari tubuh beni


Tentu saja, beberapa saat setelahnya. Beni hanya mengimbas seragam militernya dengan cara memperagakan seperti orang yang lagi membersihkan noda debu di baju. "Aku tidak yakin kalau aku bisa menang dari komandan, tapi aku juga tidak menjamin kalau anda bisa menang dengan mudah melawan saya"


Mendengar hal tersebut Kristian hanya menghela nafas kemudian kembali berkata dengan bahasanya yang terkesan dingin. "Heh.. Begitu yah"


"Jadi bagaimana?" lanjut beni yang tetap kekeh untuk ikut tim ekspedisi. "Permintaan di tolak" jawaban singkat Kristian dengan senyum sinis


"Heh!!..." bingung beni akibatnya, dia tidak mendapatkan hasil apa yang dia inginkan


"Bagaimana mungkin kamu melarang bawahan untuk menjadi relawan"


"Tidak perduli dengan pendapat mu, karena aku tertarik denganmu, untuk menjadi pasukan inti yang lebih dari ekspedisi"


"Apa maksudmu"


"Aku akan mengirim mu ke tim ekspedisi, asalkan kamu mau menjadi bawahan ku secara langsung setelah kamu kembali nanti"


"Kenapa harus menjadi bawahanmu?" tanya beni semakin bingung dengan alur pembahasan.


"Pertama camp ini telah berdiri tiga golongan dengan tugas yang beragam tapi tetap dalam satu kepala jadi aku akan menciptakan satu agen rahasia dari bunker ini sebagai pelindung dan pasukan mematikan yang akan diambil dari ketiga golongan"


"Tujuan?"


"Golongan bumi sebagai perisai, golongan angkasa sebagai penyerang, dan golongan elite sebagai intinya, tapi ada satu hal yang paling diperlukan yaitu pasukan khusus sebagai multi-peran yang akan aku buat secara khusus"


"Kenapa harus begitu, bukannya dengan menciptakan ketiga angkatan saja sudah cukup, bahkan menurutku itu sudah merepotkan?"

__ADS_1


"Kamu saja bilang seperti itu, apalagi aku" gumam Kristian kemudian berjalan ke sisi ruangan. Dimana di sana sudah ada mesin scanner. Hingga dalam satu klik muncul hologram, yang dimana menampilkan sebuah gambar negari Indonesia sebelum terjadinya hari zombie


"Ini kan!!"


"Yah.. Ini adalah kondisi dimana negara Indonesia belum terjadinya tragedi tak terduga"


Di sana terlihat beberapa monumen nasional seperti monas dan lain sebagainya. Hingga ada beberapa gambar visual yang memperlihatkan beberapa masyarakat yang hidup dengan damai dan terlihat bahagia


"Kenapa kamu memperlihatkan gambar ini?" tanya beni bingung karena sempat dia terkejut dengan penampilan tersebut. "Aku hanya ingin memberi tahu kan kepada orang pertama dengan project revolusi penduduk yang akan aku jalankan"


"Revolusi penduduk?"


"Dimana aku akan membentuk kembali kekuatan militer yang mewadahi, seperti zaman demokrasi Indonesia dulu, walaupun hubungan kota A dan ibu kota telah lama putus, tapi aku akan menjadi pemimpin baru di kota ini"


"Jangan membuat ku tertawa, lagian membentuk kembali peradaban seperti semula bukanlah hal yang mudah"


"Memang bukan perkara mudah, tapi aku yakin dengan kinerja dan potensi ku, jika aku akan membentuk kembali era manusia yang damai" tukas Kristian dengan optimis


"Konyol, lalu apa hubungannya dengan pasukan khusus?"


"Dari pada kamu terus bertanya seperti itu, lebih baik kamu menyetujuinya saja" Kristian menghela nafas panjang


"Angkatan golongan akan menjadi pilar sedangkan tentara khusus menjadi pondasinya" sambung Kristian kemudian mengklik kembali tombol mesin hologram hingga dalam waktu singkat, gambar yang ditunjukkan langsung redup seketika


"Aku tidak tahu apapun tentang rencanamu tapi aku tertarik untuk ikut bergabung bersamamu namun setelah aku bergabung, keuntungan apa yang akan aku dapat nantinya?!"


"Kekuatan" jawab singkat Kristian hingga membuat beni terkejut namun tidak berselang lama akhirnya mereka berdua saling berjabat tangan sebagai rasa setuju mereka akan rencana kedepannya. Dan keduanya sama-sama tersenyum sinis penuh ambisius


Dimana Kristian akan membuat era manusia penuh dengan kekuatan karena kekuatan politik di tangannya yang bakal menjadikan penduduk sipil dan tentara sebagai alat revolusi. Sedangkan beni sendiri, akan menjadi semakin kuat hingga tiada orang yang bisa menghalangi jalannya lagi


Seandainya mereka tidak bertemu maka tidak akan terjalin sebuah ikatan yang menarik di antara mereka berdua. Karena setiap dari mereka menyimpan rasa antusias akan impian yang ingin di wujudkan oleh hati mereka meskipun harus menggunakan cara instan sekalipun dengan cara memanfaatkan orang lain


"Karena aku sudah setuju dengan persyaratan tersebut, jadi aku akan ikut dengan tim ekspedisi, besok" ucap beni. "Baik, aku sudah memberi mu izin untuk keluar camp, dengan catatan kamu akan mengikuti seluruh rencanaku setelah kamu pulang nanti"


Setelah beni meninggalkan ruang kerja komandan. Kristian mulai duduk di kursi dan mengeluarkan kertas selembar sambil menulis sesuatu di atas kertas putih tersebut dengan bergumam. "Langkah pertama adalah membentuk karya terindah, yaitu kamu, ben"


"Kemudian aku akan membentuk organisasi khusus untuk membentuk kembali kekuatan negeri yang telah lama hilang" sambungnya dalam hati kemudian beranjak dan berjalan menuju ke 2 tujuan yaitu pasukan ekspedisi dan jenderal yang masih menaungi bunker


***


Beni kini sudah kembali ke ruang perawatan namun kali ini yang ditemuinya hanya lisa seorang, yang berarti Angel dan Tante Novi sudah pergi entah kemana. "Lisa, kamu sendirian?" tanya beni yang duduk di samping ranjang


"Iya... Katanya kak Enjel sama ibu Novi ada urusannya mendadak hingga mereka terpaksa harus pergi ninggalin, lisa" wajahnya dengan polos


"Begitu yah.." gumam beni dengan singkat kemudian mengajak Lisa untuk ngobrol singkat sambil mengajaknya canda gurau tapi disela itu beni mulai berkata dengan ucapan dan tatapan serius


"Lisa, untuk sementara kakak ingin pergi dulu meninggalkan Lisa disini"


"Kakak mau kemana?" bingung lisa karena melihat beni berbicara dengan serius. "Kakak dapat tugas dari atasan untuk berkerja di luar"


"Kenapa mendadak"


"Kakak juga tidak tahu, tapi karena kakak adalah seorang tentara, jadi kakak punya tugas"


Beni mencari alasan agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan, memang Lisa bisa di bohongi, karena dia adalah seorang gadis kecil yang tidak tahu apapun. Berbeda dengan Angel dan orang-orang yang memiliki pengaruh besar terhadap bunker


"Baiklah.. Kalau begitu kakak hati-hati ya, dan jangan lupain lisa, karena lisa akan selalu menunggu kak beni kembali" terlihat wajah gadis tersebut sangat berseri, karena dia merasa sudah nyaman berada didekat beni


Begitupun sebaliknya, karena beni juga sudah menganggap Lisa sebagai adiknya sendiri maka sudah seharusnya dia datang untuk berpamitan, walaupun sebenarnya beni menganggap hal tersebut tidak perlu, karena kepergiannya hanya satu dua hari saja


Namun ketika suasana cukup serius, mata beni melirik kearah lain, karena beberapa saat setelahnya terdengar suara pintu besi yang terbuka. Hingga di sana terlihat seorang gadis remaja yang berpakaian layaknya medis memasuki ruangan di tempat beni berada


"Kak Enjel" seru Lisa dengan cukup keras sampai memenuhi seisi ruangan. Karena sifatnya yang ceria membuat Angel membalasnya dengan senyum hangat. Baru beberapa langkah Angel memasuki ruangan


Beni langsung beranjak dari kursi dan melangkah dengan arah berlawanan. Karena bagi Angel yang tidak tahu, langsung merasa salah sangka hingga berpikir yang tidak-tidak

__ADS_1


Walaupun pada kenyataannya beni hanya melangkah melewati Angel yang masih terbujur kaku ditempat, dan setelah dia pergi, angel langsung bertanya kepada Lisa yang duduk di ranjangnya. "Ada apa dengan kak beni?" tanyanya yang terlihat kebingungan


"Katanya ingin menjalankan tugas dari atasan" balas Lisa dengan entang hingga membuat gadis remaja tersebut terkejut buka main. Kemudian memutar langkahnya untuk keluar ruangan, namun sebelum itu ia berpamitan terlebih dulu kepada Lisa.


"Yah.. Ditinggal lagi aku" gerutu Lisa dengan melipat kedua tangan di dadanya.


Ketika itu juga Angel langsung mengejar beni dan beruntung dia masih sempat dan segera bertanya kepada beni yang membelakangi dirinya. "Apa kamu mengajukan diri sebagai relawan?" tanya Angel dengan gaduh


"Iya" jawab singkat kemudian beni kembalikan tubuh melihat wajah Angel dengan begitu cantik walaupun tidak menggunakan kosmetik tetapi dirinya masih terlihat cantik secara natural


"Apa harus sekarang?" bingung Angel. "Tentu saja, karena setelah ini aku harus bersiap-siap"


"Kenapa?" tanyanya. "Karena aku akan mengikuti pelatihan tertutup bersama Kristian" jawab singkat beni yang tidak ubah ekspresinya


"Apa dia berkata seperti itu kepada mu?"


"Tentu, aku pun juga bingung dengan jalan pikirannya" timpal beni kemudian melangkah mendekati angel dan memberikan sesuatu ke tangan Angel


"Ini kan?" jawab Angel terbata-bata. "Iya.. Ini ponsel yang sempat aku simpan"


"Kenapa kamu memberikannya kepada ku?"


"Kamu akan menggunakannya nanti, kalau begitu sampai jumpa, karena aku harus bersiap sebelum keberangkatan kami dan tolong, titip Elisa" pinta beni kemudian hadiah tersebut mengangguk sambil berkata. "Baiklah"


Dan kemudian beni pergi meninggalkan Angel dan Lisa menuju luar camp, karena dia akan menelusuri lagi daerah luar yang sempat menghancurkan hidupnya, tapi dalam prioritasnya sebagai anggota militer hingga tidak lepas tanggung jawab untuk tetap dalam jangkauan.


Setelah di tenda militer, beni mempersiapkan semuanya dimulai dari senjata hingga perlengkapan defense dan untuk senjata beni menggunakan pistol berjenis Revolver dan rompi sebagai pelindung tubuh. Beserta amunisi yang terbilang terbatas, dan ketika di sela persiapan ada salah satu tentara senior golongan bumi datang menghampiri beni


"Kenapa kamu ingin ikut dalam perjalanan ini, pak ben?" tanyanya yang duduk di kursi samping tempat beni menyediakan segalanya. "Jangan panggil aku pak, aku tidak terlalu suka" tukas beni dengan datar tapi tidak berpaling meliriknya, akibat ia masih sibuk dengan urusan


"Baik, kalau begitu aku akan memanggil namamu saja"


"Ya.. Itu jauh lebih baik"


"Kalau begitu, bagaimana dengan alasanmu?" tanya lagi dari tentara senior, hingga kali ini beni melirik dan duduk di kursi sebelahnya


"Hanya ingin keluar dari sini"


"Apa kamu yakin? Seharusnya kamu tahu jika diluar bukan tempat yang mudah di jarah"


"Sebelum aku disini, aku sudah bertarung diluar dengan alat alakadarnya jadi tanpa kamu tanya aku sudah tahu tantangannya"


"Pantesan saja, aku melihat mu seperti seseorang yang telah banyak mengalami pertempuran, karena tidak mungkin seorang anak SMA memiliki kemampuan selihai itu"


"Terimakasih atas pujianmu" bibir beni berkedut kemudian kembali berdiri untuk berjalan keluar tenda. "Maaf mengganggu waktu anda" sontak beni terkejut ketika mendengar pekik dari balik punggung dari tentara senior tersebut dengan begitu lantang


"Tidak masalah" Jawab singkat beni kemudian meninggalkan tenda dan melangkah menuju kamar supaya ia bisa istirahat karena besok, dirinya harus bergegas pergi dari camp di tambah hari semakin larut karena tidak sadar waktu sudah sore


Akan tetapi ketika beni berada di kamarnya, tanpa sadar Angel sempat memikirkan dia karena ia merasakan khawatir hingga hatinya selalu gusar setiap saat. Namun tidak lama dia dikejutkan dengan suara gadis kecil yang berkata kepadanya


"Kak Enjel, kakak kenapa?" suara tersebut telah memecahkan lamunan Angel hingga dia menatap sumber suara dan melihat lisa kebingungan. Setelah beni dan dirinya berpisah Angel langsung kembali ke dalam ruang perawatan untuk menemani Lisa di sana


"Ah... Kakak tidak apa-apa kok" elak Angel kemudian berpikir.


"Ada apa dengan isi kepalaku sih" gerutunya dalam hati dengan gejolak hati semakin tak karuan


***


Keesokan harinya dimana beni akan kembali melanjutkan langkah menuju luar camp, karena pagi hari telah tiba, lebih tepatnya pukul 6 pagi mereka sudah berbaris dengan rapi di lapangan dengan jumlah sekitar 25 orang 5 diantaranya adalah pasukan golongan angkasa termasuk beni itu sendiri


Tampak mereka sudah bersiap-siap, dengan seragam yang melekat ditubuh mereka. Dan hanya menunggu perintah dari atasan.


Sampai beberapa waktu telah berlalu dan Kristian datang bersama kapten Via menuju kompi yang akan diberangkatkan menuju misi ekspedisi dengan tujuan mencari sumber daya tapi sebelum berangkat dirinya akan memberi arahan kepada sang bawahan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2