
Suasana saat itu sangat berantakan, dimana Beni² merasa jika dia sudah dipermainkan oleh manusia busuk seperti dihadapannya walaupun tujuan dari orang itu baik, yaitu mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi namun tetap saja, perspektif mereka berbeda jadi siapa sangka jika terjadi ke salah pahaman.
"Apa maksud mu!!" cetus Beni² kemudian berdiri dan mencekik tentara tersebut dengan satu tangan dan mengangkatnya sampai kakinya tidak lagi menapak lantai. Dengan kekuatan tersebut membuat seluruh orang terkejut bukan main
"Kamu hanya manusia lemah, tapi sudah berani melawanku!!" datar beni² ketika itu sudah berada diambang amarah
Namun seketika itu juga dirinya kembali sadar dan melepas cengkeramannya dari leher serdadu. Walaupun begitu, terlihat rekannya hampir mati karena tubuhnya hampir kehabisan napas sehingga terlihat wajahnya langsung pucat pasi karena tidak bisa melawan sama sekali
"Apa yang terjadi?" bingung beni² tapi ketika itu juga dia sadar kalau beni yang asli telah terbangun dari tidurnya hingga secara otomatis beni² akan kembali tidur tapi sebelum sadar beni² kembali pingsan dan terbangun dengan mata sudah normal
"Ada apa ini, kenapa kepala ku pusing?!" tanya beni pada diri sendiri ketika itu melihat seniornya sudah tersungkur dengan memegangi lehernya yang kesakitan. "Uhuk.. Uhuk.." terlihat tentara tersebut terbatuk-batuk sambil mencoba menyetabilkan nafas
Sehingga beni berdiri dan menatap bingung, begitu juga dengan sebaliknya, setelah nafasnya stabil dia kembali berdiri dan langsung menarik kerah milik seragam beni, kemudian melancarkan pukulan tepat di wajah hingga kali ini sudut bibirnya mengalir darah
Bugh..
"Argh..." beni yang terkena tinju pun langsung terjatuh ke lantai untuk kesekian kalinya. "Ada apa?" bingung beni akan diri sendiri tapi ia tidak mampu untuk bertanya kepada seniornya
"Berani sekali, kamu mencekik ku setelah aku menyelamatkan nyawamu dan seluruh orang disini" umpatnya kemudian memukul wajah beni lagi dengan jumlah berkali-kali
Bugh.. Bugh... Bugh...
Pukulan bertubi-tubi hingga membuat beni terkapar tak berdaya, bukannya beni tidak mau melawan tapi memang dirinya tidak tahu apapun tentang kemarahan senior, karena ingatannya sangat samar ketika ia sedang tidur tapi dia bisa merasakan kegaduhan di sekelilingnya
"Sudah cukup!!" titah sang pemimpin dengan tegas dengan diiringi oleh anak buahnya yang turut memisahkan keduanya
"Kurang ajar!!" umpat tentara tersebut kepada beni yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai. Karena suasana yang kurang tenang, akhirnya kedua belah pihak dipisahkan dari satu tempat untuk saling menenangkan terutama untuk pihak yang teraniaya oleh beni walaupun dia tidak tahu apapun.
"Ada apa denganmu?" tanya sang pemimpin kepada beni yang duduk di lantai dengan menyandarkan tubuh ke tembok
"Entahlah..." jawabnya dengan lirih karena memang dia benar-benar tidak tahu apapun dengan semuanya, kecuali ingatan yang jelas ketika dirinya tidur dalam posisi duduk.
"Kamu tahu, tidak, jika tindakan kamu tadi sangat berbahaya!!" kata pemimpin dengan tegas tapi tidak mendapat respon dari beni. "Hais.. Kamu istirahat saja, walaupun kamu seperti tidak tahu apapun, namun tetap kamu akan aku hukum sesuai dengan tindakanmu!!"
Jelasnya kemudian sang pemimpin tersebut pergi dari tempat beni duduk sambil termenung. Waktu berlalu, karena keadaan yang tidak memungkinkan akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat semalam untuk mengumpulkan tenaga mereka di hari esok
\*\*\*\*
Matahari mulai menyingsing dengan pertanda jika hari sudah pagi, karenanya cahaya mentari masuk lewat ventilasi gudang yang sempat membuat mereka terjebak salah satunya beni yang terbangun dari tidurnya karena banyak kejadian yang tidak masuk akal kemarin malam .
Ketika bangun dirinya melihat seluruh tentara sedang berkumpul di antara kardus makanan, karena bingung akhirnya beni ikut bergabung diantara mereka. Beruntung kejadian kemarin tidak terulang kembali, karena setelah rekan mereka tergigit zombie
__ADS_1
Sang pemimpin memutuskan untuk mengikatnya di salah satu rak untuk mengantisipasi jikalau kejadian seperti sebelumnya terjadi lagi, dan benar saja, ketika di tinggal tidur pria tersebut telah berubah menjadi zombie sepenuhnya.
"Tadi pagi aku berkeliling di gudang ini, dan benar saja disini ada tangga yang menuju Rooftop, dan setelah aku lihat situasi kita masih sama hanya saja sekarang sudah lebih baik, karena zombie tidak terlihat terlalu banyak seperti sebelumnya"
"Kalau begitu kita harus bagaimana?" tanya seorang prajurit pasukan angkasa bertanya kepada pemimpin regu. "Karena kita sudah kehilangan rekan di sini, jadi aku tidak ingin diantara kita ada yang mati lagi"
"Tapi bagaimana lagi, namannya juga misi pasti ada konsekuensinya!!" sambung tentara golongan bumi yang sembari tadi diam. Sementara beni yang baru datang langsung mendapat tatapan sinis dari mereka semua.
Mungkin karena kejadian kemarin hampir membuat mereka kehilangan nyawa jadinya mereka merasa marah dan tak mampu untuk diutarakan karena lebih ke prioritas keberhasilan misi.
"Kita akan menggunakan barang berat, untuk membuat suara di sisi lain, sehingga zombie yang menumpuk di depan pintu akan teralihkan" ucap pemimpin mereka
Dan yang lainnya menganggukkan kelapa serasa memberi isyarat kalau mereka setuju. "Baik, mari kita buat kelompok siapa yang akan menjatuhkan barang dari atas"
"Kenapa tidak beni saja yang melakukannya!!" usul salah satu dari mereka yang lebih dulu mengangkat tangan sebelum bicara. "Tapi..." terlihat sang pemimpin kebingungan untuk membalas namun beni langsung memotongnya
"Tidak masalah" tukas beni dengan datar sambil memancarkan aura kemarahan dari balik sorot matanya. Sehingga sang pemimpin lagi-lagi dibuat percaya dengan aura yang keluar dari tubuh beni, karena aura yang keluar adalah rasa keberanian bukan amarah
"Aku akan menemanimu!!" sahut tentara dari mereka yang langsung mengangkat tangan.
"Baiklah, kalian berdua akan mengalihkan perhatian zombie!!" konfirmasi sang pemimpin kemudian mereka mulai mengangkat barang-barang berat untuk dibawa ke atas secara bersama-sama. Setelah semua terkumpul, barulah mereka menanti dari balik pintu keluar
Kecuali dua orang yang telah menjalani misi di atas atap gedung. "Ingat, aku membantu mu bukan karena aku perduli denganmu melainkan untuk keberhasilan misi ini" kecam tentara tersebut yang sedang berjalan berdua menaiki anak tangga menuju Rooftop
Setelah mencapai atas mereka melihat ke sekitar terlebih dahulu dan setalah menganalisis akhirnya Beni akan membuat bising di arah belakang karena di sana sangat sepi.
"Baik kita mulai!!" ucap rekan beni yang mengangkat sebuah kardus berisikan minuman kadarluarsa dan melemparnya ke bawah hingga pecah. Gubrak.. Hantaman keras membuat suara yang cukup keras hingga membuat zombie teralihkan dan berlari ke sumber suara
Karena masih kurang beni ikut membantu untuk menjatuhkan makanan kadarluarsa supaya bisa mengalihkan lebih banyak zombie, dan benar saja ketika mereka sedang sibuk menjatuhkan barang. Zombie yang ada didepan pintu masuk telah teralihkan hingga sang pemimpin memberi perintah kepada bawaannya untuk bergerak
"Sekarang!!" pekiknya dengan disertai dorongan halus untuk pintu besi yang membuat mereka bisa melihat dunia luar ketika itu mereka terus berlari ke arah mobil pengangkut dengan membawa suplai di tangan yang masing-masing membawa dua kardus namun ada sebagian orang yang memang tidak membawa senjata, karena di tugaskan untuk mengcover teman setim dari serangan zombie sisa.
"Sekarang!!" ucap salah tentara yang bersama dengan beni kemudian berbalik dan berlari ke arah tangga untuk turun ke lantai bawah. Tentu diikuti oleh beni itu sendiri
Namun ketika mereka berlari, tanpa diduga salah satu tentara melepaskan tembakan ke salah satu monster untuk melindungi rekan yang membawa kardus. Tapi bukan itu masalah karena ketika beni dan tentara tersebut keluar dari gudang hal pertamanya mereka lihat adalah kejaran oleh zombie
Akibat mendengar suara tembakan dari rekan mereka sendiri membuat usaha dari dua orang ini di pertaruhkan. Ketika berlari pun mereka terus dikejar oleh zombie tanpa henti mengikuti larian mangsanya karena situasi berbeda, beni menghentikan langkahnya dan menatap banyaknya zombie yang berlarian mengejar tim
"Kenapa berhenti berlari?" tanya sang tentara yang membantu beni di atap gedung sebelumnya. "Aku akan mengalihkan perhatian mereka" jawab beni sambil mengambil senapan di punggungnya dan menjatuhkannya di tanah, karena yang akan digunakan adalah belati tentara yang ada di atribut
"Siapapun yang ada didalam tubuhku, jikalau nanti aku tidak sanggup untuk menghabisi mereka semua, tolong bantu aku untuk mengalahkan semuanya" gumam beni sambil melirik kebelakang sebentar dan melihat seluruh timnya sudah berlari ke arah mobil dengan dipandu oleh pemimpin regu jadi untuk sementara dirinya yang akan mengalihkan perhatian
__ADS_1
Supaya nanti tidak terpojok dengan keadaan nantinya karena bisa fatal jika zombie berbarengan dengan tim yang sedang menuju mobil untuk mengantarkan kardus ke dalam mobil. "Huh.. Merepotkan!!" gumam beni dengan menghela nafas panjang
Kemudian mengambil ancang-ancang dan melesat dengan langkah cepat sambil menyatakan belati ke arah leher zombie hingga dalam satu tebasan mampu membuat zombie tersebut terkapar dengan leher hampir putus karena kekuatan beni cukup untuk menebas lunaknya daging mayat hidup
Setelah menghabisi satu zombie tersebut, beni mulai menghajar satu persatu zombie yang berlarian mengejar mangsa hingga dengan kekuatan penuh beni mulai menghabisi seluruh zombie dengan bengis seperti seorang penjagal yang haus akan darah
Darah hitam mulai terciprat membasahi seragam dan wajahnya sampai-sampai beni tersenyum sinis dengan menahan tawa seperti seseorang sudah hampir gila, karena menghabisi seseorang akan ada kenikmatan tersendiri bagi beni
Setelah tim sampai di mobil mereka langsung meletakkan suplai di mobil pengangkut dan kembali berjalan masuk kedalam mobil pengangkut tentara namun sebelum pergi salah satu dari mereka berteriak dengan kencang sambil berkata. "Jangan pergi!!" pekiknya
Hingga seluruh orang yang ingin naik mobil terpaksa menghentikan langkah dan melirik orang tersebut, ya dia adalah orang yang terakhir bersama beni. "Ada apa?" tanya sang pemimpin dengan mengernyit alis
"Beni masih ada di area dalam, dia menahan zombie sendirian untuk kita bisa melarikan diri dari kejaran makhluk itu!!" jelasnya kepada pemimpin regu hingga ia langsung berkata kepada anak buahnya untuk mengambil senjata karena mereka akan membantu beni didalam area gudang dan menunda keberangkatan mereka terlebih dahulu
Dengan seluruh jumlah tentara yang ada mereka mulai memasuki kawasan gudang dengan membawa senjata masing-masing, karena di sana ada sebuah gerbang besar yang menghalangi mereka untuk masuk kedalam
Namun ketika mereka melihat kedalam alangkah terkejutnya mereka ketika melihat beni sudah menghabisi hampir seluruh zombie seorang diri dengan sebuah belati bahkan tumpukan mayat terlihat jelas dibawah kakinya yang kian menumpuk
Bahkan setelah tim masuk kedalam kawasan gudang mereka masih melihat beni menghabisi seluruh zombie yang ada dengan penuh semangat sampai-sampai dia tersenyum sadis, berbeda dengan timnya yang ingin menolong tapi tidak tidak berani berkata-kata
Karena benar saja beni menghabiskan zombie dengan senyum sadisnya sehingga membuat siapa saja yang melihat langsung bergidik ngeri. "Apa dia orang yang kita kenal?" tanya sang pemimpin dengan berkeringat dingin membasahi seluruh wajahnya
Begitu juga yang lainnya, ketika melihat beni mereka sudah tidak bisa berkata-kata, karena yang ada kepala mereka hanya ada satu kata yang pantas untuk beni yaitu 'Monster'
Setelah menyaksikan hal yang tidak patut untuk dilihat, akhirnya beni berhenti bergerak karena sudah menghabisi semuanya tanpa sisa mulai dari zombie yang ada di depan hingga zombie yang ada dibelakang. Jadi semua yang dilakukan olehnya untuk menarik perhatian berbuah sia-sia yang pada akhirnya mampu di habisi oleh beni dalam jumlah lebih dari 20 mayat
Dengan sebuah belati kecil ditangannya. "Aku lelah" gumam beni yang mulai sempoyongan karena di menghabisi lawannya dengan tangan sendiri tanpa bantuan dari orang lain termasuk beni² yang sudah bersemayam ditubuhnya
Karena lawan yang pantas untuk beni saat ini adalah zombie gol. Zero dan itu juga dirinya masih cukup kesulitan untuk menghadapi.
"Beni kamu tidak apa-apa?" tanya sang pemimpin yang datang menghampiri beni ketika masih berdiri tegak dengan seragam berlumuran darah hitam. Dia datang bersama dengan yang lainnya
Ketika itu beni tidak merespon sebelum dirinya tersenyum dan berkata. "Ini masih kurang" gerutunya yang membuat seluruh orang di sana tidak mampu untuk berkata-kata
Setelah selesai mengurus semuanya akhirnya beni bersama timnya pergi menuju lokasi berikutnya yaitu ke pangkalan minyak untuk mengambil sumber daya yang dibutuhkan seperti big solar dan lainnya untuk dijadikan sebagai media penghidupan generator bunker
Selama perjalanan beni terus diam dengan menggenggam belatinya dengan erat sambil terus merasakan sensasi dalam mengalahkan semua zombie di gudang. "Menarik, jadi ini rasanya menjadi kuat" gumam beni kemudian tersenyum sadis
Selama perjalanan mereka sempat berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar lalu melanjutkan perjalanan lagi, karena lelah akhirnya beni ketiduran di dalam perjalanan, sampai hari semakin siang dan benar saja akhirnya mereka sampai di pangkalan minyak di sebuah pertamina
"Turun!!" titah pemimpin yang turun dari mobil kemudian mengambil senjata dengan diikuti oleh seluruh bawahnya. "Kita sudah sampai" suara tersebut mengagetkan beni ketika sedang tertidur lelap, awalnya ia masih lelah namun karena harus menjalani misi akhirnya beni ikut turun bersama yang lainnya
__ADS_1
Dengan membawa senapan dipunggung. Kali ini beni berdiri di jalan besar, yang bisa dibilang dekat dengan pusat kota, dengan begitu jumlah pertemuan dengan zombie gol. Zero bisa meningkat dan bahaya juga semakin besar, semua itu dapat dilihat sepanjang jalan sudah rusak sehabis gempa berskala.
BERSAMBUNG...