THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 57 (Part³)


__ADS_3

 Mungkin dari banyaknya camp hanya Black Dragon lah yang paling lemah, tetapi dibalik itu ada sesuatu hal yang membuat kamp Devil berpikir untuk berurusan dengannya yaitu dimana kesabaran seorang siswa telah habis, maka mereka akan menjadi sebuah predator yang haus kebenaran dan kekuatan dan itu dialami oleh Bagus. 


Dimana dirinya sedang ditatap dengan begitu tajam dari berbagai arah, karena emosi dari salah satu murid membuat murid lain ikut memanas seperti ada api yang menyulut hingga mereka bisa terbakar secara bersamaan ketika salah satu di picu. Entah itu karena ikatan batin atau mungkin karena rasa solidaritas mereka


"Perasaan apaan ini?" gumam Bagus yang kala itu mempertanyakan situasi dari yang ia lihat karena tatapan dari banyak orang membuatnya terintimidasi. 


"Bos biar aku saja yang melawannya" ucap salah satu dari antara mereka yaitu Fredy yang pernah berurusan dengan Bagus dan Beni. 


"Tidak, dia terlalu kuat"


"Tapi bos, saya masih ada urusan dengannya, jadi kali ini biarkan saya yang menghadapinya" pinta Fredy. 


"Baik, tapi konsekuensi harus kamu tanggung sendiri" ujar Dika. "Siap kapten" 


Setelah suasana menyeramkan itu menyelimuti Bagus akhirnya tiba waktu dimana ia harus berhadapan dengan Fredy yang mana jika kalian ingat dia adalah orang yang pernah bertemu dengan Protagonis sebelum hari zombie. 


"Kamu!!, sudah lama tidak bertemu!" terlihat jelas bahwa Ferdy sangat paham dengan wajah yang tak asing baginya, karena ia masih ingat jelas sama orang yang pernah meninju wajahnya di kantin sekolah


"Lama tidak bertemu" satu kalimat tersebut sudah menggambarkan betapa mengerikannya Bagus kala itu. "Hmm.. Ternyata kamu masih ingat dengan ku ya, walaupun sekarang kita menjadi musuh"


"Aku juga tidak menyangka jika kamu masuk ke dalam kelompok ini, walaupun cukup serasi dengan kemampuanmu" 


"Maksudmu?" 


"Hahaha.. Ternyata kamu cukup lambat ya dalam memahami situasi, masih sama seperti dulu" tawa jahat mulai menyelimuti Bagus hingga ia terlihat seperti Antagonis. 


"Sial.. Bagaimana bisa dengan tawanya justru memancarkan aura mengerikan seperti ini, sebenarnya sudah seberapa kuat dirinya" batin Fredy melihat Bagus begitu mengerikan


"Aku harap kamu dapat membuat ku senang untuk hari ini, fredy!!" hanya dengan tatapan Bagus sudah membuat mental Ferdy cukup bergetar tapi dia harus berani, karena ia merupakan pilar dari kamp Black Dragon jika ia takut itu malah menurunkan moral anggotanya.


"Cukup menarik" serangan Fredy mendahului awan yang berdesir pelan ke arah Bagus, hingga tangannya dapat ditangkap seringan kertas walaupun lawannya sudah mengerahkan seluruh tenaganya. "Ap-a?" Ferdy tidak mampu berkata-kata karena memang kekuatannya seperti kertas dihadapan Bagus 


"Ternyata kamu tidak banyak berubah ya" sindir Bagus menatap tajam seperti predator yang ingin menerkam mangsanya. Bahkan Fredy yang di depannya ingin segera mengambil langkah mundur karena posisinya sangat kurang pas tapi sebelum mundur tangannya sudah di cengkram kuat dan.... 


Boomm... 


Satu pukulan melesat cepat ke arah ulu hatinya hingga Fredy tidak sempat untuk menghindar maupun menahannya karna kekuatan Bagus telah berbanding 1:4 dengannya hingga pondasi tubuh tidak mampu menahan serangan lawan. 


"Argh.. " suaranya yang mengeluarkan seteguk darah segar dari mulut membuat Fredy terkapar di tanah dengan mata terpejam. 


Kejadian itu disaksikan oleh Dika dan bawahannya yang secara mengejutkan mereka semua sangat ketakutan melihat betapa mengerikan kekuatan dari Bagus walaupun sudah bertarung dengan yang lain, tapi kekuatannya tidak berubah. 


"Bagaimana mungkin kak Fredy bisa kalah telak dengannya?" ucap salah satu anggota ketika itu menyaksikan pertarungan yang tidak seimbang tersebut karena yang tumbang adalah pilar mereka hingga tak heran jika mereka bingung kenapa seorang pilar dapat kalah secepat itu dari lawannya. 


Sampai-sampai seluruh anggota tidak mampu berpikir dengan kritis akibat dari kemampuan dari Bagus sudah di luar nalar tentang ketahanan, stamina dan kekuatannya yang sudah menunjukkan kalau dia adalah monster. 

__ADS_1


"Ketua" panggil anggota Dika ketika itu tertegun melihat ketuanya terdiam menatap lawan dengan keringat dingin, karena awalnya dika hanya ingin Fredy untuk menguji lawan tapi siapa sangka jika kekuatannya tidak mampu membuat lawan menarik keluar kekuatannya. 


"Gila kemampuan ini benar-benar sudah di luar nalar, bahkan jika ditandingi dengan power kakak ku dulu kemungkinan untuk menang saat mustahil" batin Dika menyeka keringat di pelipisnya


"Loh ada apa? Apa hanya segitukah kemampuanmu, sangat lemah" cibir Dika menatap hina. "Kurang ajar" umpat Dika melihat temannya di hina. 


Namun ditengah suasana tersebut datang Samuel diantara mereka sambil berkata. "Apakah masalah disini belum usai?" tanyanya namun ketika ia melihat situasi dirinya langsung tercengang karena melihat puluhan anggota terkapar bersama dengan Fredy


"Ada apa ini?" 


"Aku juga tidak menduga jika kekuatan dari Devil sangat mengerikan seperti ini bahkan orang yang dikirim saja mampu mengguncang kestabilan Black Dragon"


"Heh.. Sungguh menarik" gumam Samuel sambil menatap Bagus. "Kalian tunggu apa, serang dia!!" sambung samuel berlari ke arah Bagus yang masih berdiri terpaku menatap mereka. 


Bahkan ketika Samuel berlari rasa keraguan dari anggotanya pun ikut hilang dengan perasaan yang telah tergantikan oleh amarah hingga mereka semua ikut berlari menyusul langkah Samuel untuk menerjang musuh yang seorang diri. 


"Semuanya berhenti, dia bukan lawan kalian" teriak Dika dengan lantang tapi tidak di hiraukan oleh anggotanya sendiri karena hati mereka telah diselimuti oleh amarah.


*** 


"Tak kusangka hari sudah semakin sore" ujar Beni menatap jendela dari atas gedung yang mana langit-langit telah berganti orange angin mulai berhembus pelan karena itu menandakan jika matahari akan terbenam pada arah mata angin. 


"Benar hari semakin sore dan kita belum menemukan cara untuk bisa keluar dari daerah ini benar-benar, menyedihkan" sahut Surya yang langsung merusak suasana hati beni 


"Heh.." sindir Surya terlihat memasang wajah mengejek. "Kalau kamu terus pasang wajah seperti itu lihat saja nanti, bakal aku pites wajah mu" 


"Iya.. Iyah sorry tapi aku juga beneran, karena jika kita terus disini cepat atau lambat pasti anggota kamp devil akan sadar dengan kita" 


"Huh.. Walaupun begitu tetap saja, untuk pergi dari sini sangat tidak mudah karena kamu tahu kan mereka sudah memasang mata dimana-mana jadi bergerak sedikit saja aku yakin kepala mu pasti akan tembus peluru" 


"Walaupun begitu aku juga ingin keluar dari sini secepatnya, dan lagi kita sama sekali tidak punya persediaan" 


"Kamu benar juga, mungkin dengan bekal ku kita hanya bisa bertahan satu hari dua malam" 


"Kalau begitu besok kita akan rencanakan bagaimana cara agar bisa kabur dari sini" ujarnya


"Yah.. Aku juga begitu" balas Beni memejamkan mata untuk menikmati desiran angin yang berhembus pelan menerpa wajahnya. 


"Memangnya jika kamu keluar dari sini apa yang akan kamu lakukan?" tanya beni mencairkan suasana.


"Seperti yang sudah aku bilang kalau aku akan mencari dukungan kelompok luar untuk membumihanguskan devil karena menurut aku mereka pasti mau bersatu jika mereka tahu akan kebengisan dari ketuanya"


"Memangnya diluar sana masih ada kelompok lain selain kelompok Warz tempat aku berada"


"Kamu belum tahu ya kalau di daerah kita memiliki empat kelompok atau circle yang mendominasi" 

__ADS_1


"Maksudmu!?" tanya beni mengalihkan pandangannya menatap Surya. "Hmm.. Gimana ya menjelaskan tapi memang benar kalau ada kelompok lain yang sama besarnya dengan Devil" 


"Sebutkan!!" 


"Di selatan masih ada kelompok Flower yang mana kelompok itu hampir diisi oleh wanita, tapi jangan pernah kamu anggap enteng, karena kemampuan mereka sendiri sudah seperti militer karena mereka melewati latihan yang sama beratnya dengan seorang pria 


Apalagi di sana rata-rata di isi oleh wanita-wanita pintar dan cerdas tentu mungkin sekarang peradaban di sana lebih maju dari pada ketiga kelompok lainnya"


"Lalu?" Beni bertanya lagi karena ia semakin tertarik dengan hubungan diplomatik


"Di Timur tempat kelompok Warz berada merupakan kelompok yang sangat kuat dari segi pertahanan dan militernya, karena kelompok itu hampir diisi oleh kumpulan pasukan khusus sehingga di sana sering dijadikan sebagai pusat adanya senjata" 


"Kemudian Devil yaitu kelompok terkuat nomor dua setelah Warz walaupun nomor dua tetapi sumber daya mereka sangat melimpah dari kelompok lainnya, hanya saja ketuanya kurang bijak dalam mengelolanya hingga sumber dayanya sering melenceng dari yang seharusnya"


"Kemudian yang terakhir, apakah kamu kasih mau dengar?" tanya Surya yang memotong penjelasannya sendiri


"Yah.. Sangat ingin!!" 


"Sebenarnya kelompok ini tidak memiliki kekuatan maupun kelebihan yang begitu signifikan bahkan bisa dibilang kelompok ini urutan terbawah dari yang lainnya, hanya saja dia cukup ditakuti oleh yang lain karena sebagian besar kelompok ini diisi oleh semangat dari jiwa muda" 


"Apa nama kelompoknya?" tanya beni semakin serius karena ia juga penasaran kelompok yang menduduki peringkat terbawah


"Sebenarnya namanya juga cukup norak aku saja tidak suka menyebutnya, tapi karena kamu yang bertanya ya sudahlah, nama dari kelompok itu adalah Black Dragon"


Ketika itu beni pun langsung mematung sejenak sambil berpikir jika ia baru ingat kalau nama itu tidak asing untuknya,. Ya dimana ia baru sadar kalau dulu adiknya pernah berkata kalau dia sudah menjadi pemimpin dari geng sekolah yang bernama black dragon, karena nama dan isinya adalah anak-anak norak yang masih bau kencur


Akhirnya beni sendiri tidak pernah menganggapnya bahkan sempat menghinanya. Tapi sekarang di dunia yang sudah kiamat kelompok itu masih berdiri tegar walaupun berada di peringkat bawah, tapi ia juga tahu bagaimana sulitnya hidup di ambang kehancuran apalagi kelompok tersebut tidak lepas dari anak-anak muda yang masih labil. 


"Kelompok itu!!" gumam Beni berkicau sendiri sehingga Surya tampak bingung. "Ada apa dengan kelompok itu?"


"Kelompok itu adalah tempat dimana adikku berada sebelum kiamat datang dan mungkin sekarang dia masih ada karena aku tahu kalau adikku adalah orang yang tidak biasa" jelas beni


"Percuma saja ben, karena apa? Kelompok itu yang menjadi sasaran utama ketua Devil untuk dimusnahkan bahkan sekarang orang terkuat di devil sedang dikirim kesana untuk memporak-porandakan kelompok tersebut dan mungkin akan membunuh ketuanya" 


Beni terkejut bukan main bagaimana mungkin jika adiknya akan dibunuh walaupun ia tahu adiknya bukan orang biasa tapi tetap saja, jika kelompoknya sampai di lock oleh kelompok Devil mau sekuat apapun anggota Black dragon dan ketuanya, mereka akan tetap hancur di tangan Alex


"Anji**, sekarang kita menuju kesana!!" hardik beni mengepalkan telapak tangan. 


"Hah.. Seharusnya kamu tahu kan kalau perjalanan kesana tidaklah dekat apalagi situasi sekarang yang cukup sul-.." seketika mulut Surya berhenti mengoceh karena dirinya tertegun melihat aura yang terpancar dari tubuh beni begitu mengerikan bahkan di sana sudah di selimuti oleh kemarahan


Beni hanya berdiri mematung sambil mengepalkan telapak tangan dengan bibir digigit sampai darah mengalir, semua itu dilakukan untuk menahan amarah agar tidak meledak karena bisa kacau jika nanti Beni maju ke base lawan sendirian.


Bahkan Surya sendiri yang tidak kenal dekat dengan Beni pun bisa tahu kalau dia harus berhenti bicara ketika beni sedang marah. 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2