THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 50 (Part²)


__ADS_3

Keadaan benar-benar parah dimana tindakan beni membuat seluruh serdadu dari jenderal marah besar kepada beni yang waktu itu seorang diri di markas musuh. "Komandan via, bisakah saya menembaknya hingga tewas?" terdengar ucapan dari salah satu bawahan via yang berkata dengan penuh emosi sambil mengokang senjatanya. Walaupun begitu beni tetap tenang tanpa berkata-kata


Sambil terus memperhatikan via dan jenderal yang berada dihadapannya. "Jangan!!" titah Via dengan nada tegas sehingga niat dari para bawahannya diurungkan secara berskala. "Kenapa?" tanya prajurit tersebut yang kala itu wajahnya telah merah padam


"Kita tidak tahu apapun tentang rencana dari Kristian, jadi aku mohon untuk kalian menahan emosi kalian semua"


"Apa yang ingin kamu ketahui?" tanya beni. "Tentang rencana Kristian ke depannya"


"Bagaimana jika aku tidak ingin memberi tahu infomasi tersebut kepada kalian" jawab beni acuh


"Apa kamu bisa kabur dari sini, setelah melihat seluruh bawahanku menyimpan amarah terhadap kalian"


"Aku benar-benar tidak menyangka jika kalian benar-benar kolot, coba seandainya kalian mau melakukan gencatan senjata mungkin hal ini tidak akan terjadi" ucapan tersebut membuat seluruh orang di sana terkejut, karena seketika terdengar suara rentetan peluru dari balik lorong dengan begitu agresif


Yang setelahnya menembaki satu persatu tentara jendral yang masih terkejut dengan serangan yang mendadak kala itu, hingga dalam waktu singkat sudah 10 tentara mati ditempat sementara sisanya berusaha untuk melawan balik dari berbagai arah, namun tetap saja karena kemampuan mereka berada dibawah yang akhirnya cukup susah untuk mereka memukul mundur musuh


"Semuanya cari tempat berlindung!!" titah Via ketika melihat kecepatan peluru yang melaju dengan arah yang membabi buta hingga tidak memandang siapa saja yang mati tertembak olehnya


Tapi yang jelas pasukan via kala itu sudah kocar-kacir dan terpaksa untuk mundur kembali ke distrik 3 agar tidak kehilangan lebih banyak lagi tentara.


"Semuanya cari dan geledah, ambil suplai mereka sebanyak mungkin!" titah Steven yang berjalan lebih dulu masuk ke inti lorong dan memberi perintah kepada bawahannya untuk menelusuri seluruh seluk-beluk inti ruangan agar bisa merampas persediaan musuh dalam peperangan.


Beni yang awalnya berada ditengah ruangan kini hanya berlindung di balik pilar beton karena sebelum terjadi baku tembak, beni langsung berlari ke salah satu pilar di sana dan bersembunyi sampai tembakan mulai mereda tentu dengan memanfaatkan keadaan yang ricuh hingga posisinya tidak ketahuan oleh siapapun


"Bagaimana situasinya?" tanya beni yang keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Steven yang masih berdiri di antara para tentara yang sibuk mondar-mandir mencari sumber daya. "Situasi sesuai dengan apa yang kita rencanakan" ucap Steven dengan senyum tipis


"Heh.. Begitu yah" kemudian beni membalasnya dengan sinis sambil mengambil pistol di saku prajurit yang mati dan menyimpannya di sarung celananya sendiri. "Bagaimana perasaanmu tadi?" lanjut Steven dengan melipat tangan di dada


"Biasa saja hanya merasa sedikit muak dengan tingkah mereka"


"Kenapa begitu?"


"Karena sifat mereka tidak ada bedanya dengan hewan yang terancam oleh predator kuat"


"Ha-ha.. Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu dihadapan aku yang jelas-jelas merupakan atasanmu" tawa kecil steven. "Heh.. Begitu ya"


Secara bersamaan mereka berdua saling tersenyum sinis seperti orang yang memiliki dendam dan ingin membalasnya kepada orang yang sama. Entah karena kebencian atau amarah namun mereka seperti sedang memendam sesuatu dalam diri mereka yang belum diketahui seperti apa wujudnya.


Sementara dilain tempat sekelompok tentara yang dipimpin via telah sampai di inti lorong 3 yang biasanya sebelumnya di jadikan sebagai markas mereka. "Argh.." terdengar suara orang meringis bukan hanya satu melainkan banyak jumlahnya.


Dimana karena serangan tersebut membuat tentara via kehilangan sebagian besar dari anggotanya dan sebagian lagi luka-luka. Terutama jenderal yang secara tidak sengaja tertembak ketika serangan dari pihak Steven kala itu. Tepat di dada hingga tak sedikit darah yang mengalir dari lukanya


"Jenderal, anda tidak apa-apa?" tanya Via yang terlihat cemas sambil mencoba untuk menemani atasannya ketika mendapat pertolongan dari tim medis lainnya.


"Aku tidak apa-apa, bagaimana yang lainnya?" tanyanya tapi tidak langsung dijawab oleh via melainkan dalam waktu sejenak dirinya termenung sambil berpikir untuk membalas ucapan paruh baya tersebut

__ADS_1


"Pasukan kita banyak yang menjadi korban dari serangan tadi"


"Aku sudah menduga kalau kita tidak akan bisa menang dari Kristian". "Kenapa anda berkata seperti itu" tegas via.


"Karena sedari awal Kristian bukan seorang pemimpin biasa, dan aku mengakui kemampuannya apalagi setelah melihat serang yang begitu bersih seperti tadi,.. Uhk.. Uhk.." ucap jenderal sambil mengeluarkan batuk darah. "Berhentilah berbicara dan tunggu sampai tim medis memuliakan anda jenderal" timpal via


"Tidak perlu via, sekarang lebih baik kamu bicara dengan Kristian lewat jalur damai, sebelum korban semakin banyak"


"Tidak, aku tidak akan pernah mau berdamai dengan bedebah itu" tukas via dengan tegas namun air mata terus mengalir di pipi. "Haha... Dasar" umpat jenderal hingga beberapa saat kemudian dirinya menghembuskan nafas terakhir


Dengan isak tangis dari via berserta seluruh serdadu yang menyaksikan kematian dari jenderal mereka membuat api amarah berkobar dengan begitu ganas di hati mereka. Sementara angel yang mendengar kegaduhan langsung berlari ke sumber suara dan melihat seluruh pasukan via


Sudah terluka dengan darah mengalir begitu deras mulai dari yang terkecil hingga kematian menanti. Semua itu dilihat oleh angel didepan mata kepala sendiri dimana sebagian dari mereka menangis, meringis dan lain sebagainya hingga tidak bisa digambarkan bagaimana ngerinya keadaan tersebut


"Kak via, apa yang terjadi?" tanya Angel yang berada di hadapan via kala itu sedang menangis di atas tubuh seorang perwira tinggi yang selalu dihormati oleh mereka semua.


"Hiks.. Hiks... Kurang ajar!!" umpat Via dengan sangat kuat dan lantang hingga menggema ke ujung lorong.


***


"Aku sudah melakukan sesuai perintah" suara pria yang berada dibalik pilar sementara lawan bicara berada di sebaliknya. "Bagus... Selanjutnya lakukan seusai dengan instruksi ku!!" ucap pria di balik pilar dengan menggunakan jubah militer


"Hal apa itu, kris?"


"Kalahkan mereka dalam sekali serangan" ucapnya dengan senyum tipis. "Kamu yakin?" tanya beni yang akhirnya keluar dari balik pilar dan bertanya penuh keyakinan.


"Bukannya itu akan mempersulit tujuanmu" . "Heh.. Sejak kapan kamu perduli dengan tujuanku?"


"Terserah kamu saja" beni pergi dari sana sambil memasukkan kedua tangan pada saku celananya "Sebenarnya aku juga tidak ingin terlalu serius mengalahkan mereka, hanya saja jika dibiarkan mereka malah akan menjadi ancaman ku untuk kedepannya" batin Kristian kemudian pergi dari posisi menembus gelapnya lorong.


\*\*\*\*


Sebuah apartemen kosong yang terlihat usang dan tak layak huni bahkan pondasi dan tembok beton sudah retak dan hancur, ditambah dengan suasana yang hening tanpa penghuni lalu perabotan sudah berdebu dan usang membuat gedung tersebut benar-benar tidak bisa diaktifkan seperti semula


Namun di atas kesunyian tersebut terdengar langkah kaki dari seorang pria dalam langkah banyak yang disebabkan mereka tidak sendiri melainkan membawa temannya yang berjumlah 10 orang secara beriringan. Diantara mereka sudah ada pria berjubah yang berjalan lebih dulu dengan tubuh tegak dan sedikit kekar yang sudah bisa dipastikan jikalau pria tersebut adalah..


Pemimpin teman-temannya. Akan tetapi langkahnya tidak bertahan lama, karena ketika mereka berada di bagian ujung gedung. Terlihat di sana sudah ada beberapa orang yang penampilannya serupa kemudian duduk di sofa dengan santainya sebelum pemimpin kelompok berhadapan secara langsung menghadap pria yang tidak menggunakan jubah walaupun tidak sama tapi dia


Memakai pakaian yang sangar yaitu kaos pendek berwarna hitam, dengan pakaiannya ketat bukan karena bajunya yang kecil melainkan otot tubuhnya yang sudah berada di luar batas normal. Kemudian wajahnya sudah penuh luka sayatan pisau tapi yang paling menonjol adalah luka bakar yang masih membekas wajah sebelah kiri


Pria yang berada dihadapannya yaitu pria berjubah dengan cepat memberi hormat seperti seorang bawahan bertemu raja melalui metode berlutut sehingga terkesan jika pria berotot tersebut adalah orang yang kuat


"Bagaimana?" tanya pria berotot dengan nada berat ditambah dengan notasinya yang lebih mirip membaca teks membuat siapapun akan berpikir jika pria tersebut adalah orang yang mengerikan


"Saya sudah melakukan analisis yang sesuai dengan apa yang anda perintahkan"

__ADS_1


"Begitu yah"


"Bagaimana langkah seterusnya?" tanya pria berjubah itu. "Tentu saja menaklukkan mereka semua dan mencaplok kekuasaan sebanyak-banyaknya"


"Heh... Aku awalnya juga berkata seperti itu" dalam waktu singkat terdengar suara dari jauh yang terdengar lantang dan kuat namun bersahabat. "Kamu sudah kembali, Ridwan?" tanya pria berotot tersebut dengan senyum tipis


"Yah.. Setelah menciptakan maha karya akhirnya aku bisa kembali setelah 3 bulan lamanya"


"Mana hasilnya?"


"Dia?" tunjuk Ridwan dengan melirik ke belakang dimana sudah ada seorang pria melangkah dengan tatapan penuh amarah dan kebencian, antara lain Bagus itu sendiri yang berdiri tegak dan gagah semua itu berubah dalam waktu singkat


Dimana penampilan dan postur tubuhnya sudah berubah secara drastis sehingga dia terlihat seperti seorang petinju profesional atau istilahnya atlet yang tidak jauh berbeda dengan Beni. "Heh.. Begitu ya, siapa namamu?" tanya pria berotot itu dengan senyum puas di wajah


Walaupun ditanya Bagus tidak menjawab sama sekali seakan-akan ucapan dari ketua camp hanyalah angin lalu. "Hei... Ketua bertanya kepadamu!!" ujar salah satu anggota berjubah yang ada di samping ketua tapi tidak dibalas sehingga ridwan berkata


"Dia bukanlah, orang yang mudah untuk diajak berkomunikasi"


"Kalau begitu biarkan saya hajar dia supaya dirinya tahu bagaimana membalas ucapan seseorang" jawab pria berjubah tersebut yang melangkah mendekati Bagus dengan mengepalkan telapak tangan. Tentu tindakan dilihat oleh seluruh anggota yang kala itu tidak bisa berkata-kata ketika salah satu dari mereka langsung menghampiri Bagus


"Aku bilang bicara bukan!!" ucapnya dengan berlari dan menyerang Bagus dengan tinjunya. Namun sebelum mengenai sasaran dia telah lebih dulu mendapatkan serangan berupa siku yang dilancarkan tepat pada rahang hingga dalam satu serangan


Rahang pria tersebut langsung retak dan meninggal kan dalam rasa sakit yang luar biasa. "Argh... " ringkasan dari pria yang terkena serangan Bagus yang begitu cepat hingga tidak mampu untuk dilihat dalam waktu singkat.


Kejadian itu membuat seluruh orang di sana terkejut termasuk ketua camp yang secara tiba-tiba membulatkan mata dengan sempurna seraya berkata didalam hati. "Dia adalah orang yang kuat"


"Aku tidak ingin terlalu suka banyak bicara omong kosong dengan kalian!!" kecam Bagus dengan sorot mata penuh intimidasi. "Ridwan,.. Aku yakin dengan adanya dia, maka camp ini akan menjadi yang terkuat diantara yang terkuat" ucap pemimpin yang antusias


"Haha... Benar-benar diluar dugaan jika orang yang aku ambil dijalan bisa sekuat ini"


"Berisik" cetus Bagus secara tiba-tiba tertuju ke arah ridwan. "Bagaimana jika kita mulai acaranya saja" sambung pimpinan mereka


"Benar sekali, aku sedang menunggu hal tersebut" jawab ridwan yang sama-sama tersenyum sinis sehingga kala itu suasana di sana benar-benar mencekam karena ada hal jahat yang akan dilakukan oleh mereka sebagai kumpulan dari circle DEVIL.


-----



Masa itu dimana hari zombie telah melanda dunia sehingga sebagian besar penduduk pribumi harus mengalami radiasi karena penyebaran virus melalui polusi asteroid atau butiran es yang terbentuk karena campuran enzim biologi parasit yang tidak bisa dijelaskan. Karena ilmuan di waktu itu belum menemukan titik terang dari skenario tersebut


Tetapi setelah 3 bulan berlalu tercipta sekumpulan manusia yang membentuk circle untuk melindungi rekan mereka. Dengan sistem ketua menjadi konstitusi camp dan dalam kota A sudah berdiri 4 circle yaitu. Warz, Black dragon, flower, dan devil


Dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang benar-benar ingin melindungi umat manusia dan ada juga yang memiliki ambisius untuk menguasai semuanya. Walaupun begitu tetap saja mereka akan menjalani hari yang lebih suram dimana bukan manusia melawan zombie melainkan sesama mereka akan selain membunuh untuk mencapai tujuan mereka.


Untuk lebih jelasnya terus ikuti cerita THE DAY ZOMBIE. Pada bagian 3!!!!...

__ADS_1


Bagian 2 : T A M A T


BERSAMBUNG...


__ADS_2