
Cklek.. Terdengar suara pintu yang terbuka hingga memperlihatkan seorang wanita remaja yang mengenakan jubah putih polos dengan rambut terurai sambil memakai penjepit rambut. Ketika itu wajahnya murung, namun setelah membuka pintu akhirnya bibirnya tersenyum dengan tipis yang memperlihatkan wajah kembali berseri-seri
"Dasar" umpat Angel dengan memperhatikan seorang pria yang tertidur di sofa dengan begitu lelap. Setelah berdiam diri diambang pintu, angel kemudian masuk ke dalam ruangan dengan langkah perlahan sambil memperhatikan gadis kecil yang masih terbaring lemah
Karena lelah, angel langsung duduk di sofa dengan menyandarkan punggung ke sofa sambil memejamkan mata hingga tidak butuh waktu lama dirinya berhasil terbawa ke alam mimpi dengan begitu pulas disamping beni.
\*\*\*
Keesokan harinya angel terbangun dengan melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 7 pagi, tapi lagi-lagi dirinya melihat bahu beni basah karena liurnya. "Eh.. Jangan-jangan aku tidur di bahu beni?!" cemas Angel dengan tampang memerah
Sampai beni ikut terbangun dengan suaranya dan melirik kearahnya yang masih kusut karena habis bangun tidur. Tapi ketika itu beberapa saat mereka saling memandang satu sama lain hingga keduanya memalingkan wajah karena malu
"Maaf" bunyi wanita tersebut dengan lirih sambil memperhatikan bahu beni yang basah. "Tidak masalah" jawab singkat
Setelah mereka kembali tenang, tanpa disangka ternyata ada sepasang mata yaitu gadis kecil yang terbaring koma telah tersadar dari pingsannya dan memperhatikan kedua remaja tersebut dengan heran
"Ka-kak" panggil gadis tersebut hingga membuat angel terkejut dan berlari kearahnya dengan bergelimang air mata
"Syukurlah kamu sudah sadar" angel langsung memeluk gadis tersebut dengan tatapan penuh harus sampai-sampai gadis yang dipeluk jadi semakin kebingungan
"Kakak siapa?" tanya gadis kecil itu."Perkenalkan, nama kakak, Angelina" jawabnya dengan senyum manis hingga beni yang memperhatikan hanya bisa ikut tersenyum tipis
"Kalau kakak di sana?" lanjut gadis kecil tersebut. "Kalau kakak yang duduk di sana, namannya kak beni"
"Kak Enjel, kak beni" ulang gadis kecil tersebut kemudian memiringkan kepalanya
"Iyah"
"Dimana orang tua lisa?" lanjutnya. "Katanya mereka masih ada urusan, jadi yang jaga lisa adalah kami" potong beni. Hingga gadis kecil tersebut tampak murung, tentu saja dengan elak Angel berkata kepadanya. "Kakak, pinjam kak beni dulu yah" ucapnya hingga gadis cilik tersebut hanya mengangguk
Beni awalnya bingung dengan perkataan Angel tapi seketika lamunannya buyar ketika wanita tersebut menarik tangannya menunju luar ruangan. Ketika diluar dengan tatapan dan suara tajam dia langsung lantunan
"Kenapa kamu berbohong?" tanya Angel dengan nada menekan. "Memangnya kita harus apa?" tukas beni datar
"Bukannya kalau berbohong akan memperkeruh keadaan!!"
"Kalau begitu, kamu akan jujur kepada seorang anak kecil yang baru bangun dari koma dan belum sempat mengetahui keadaan sama sekali"
Angel tertegun sejenak setelah mendengar ucapan dari beni hingga dia sempat takjub dengan cara dia berpikir. "Kamu benar"
"Kita akan beri tahu padanya setelah dia sudah pulih dan mengerti dengan keadaan" potong beni kemudian masuk kembali kedalam ruang perawatan
Setelah didalam ruangan, beni langsung melihat ke arah gadis kecil tersebut yang sudah duduk tenang dengan melirik ke setiap sudut ruangan, karena tampak dari wajahnya kalau dia sedang kebingungan
"Lisa, dimana?" tanya gadis kecil tersebut. "Kamu ada di ruang isolasi, tapi tenang saja nanti kalau kamu sudah sehat, kamu akan keluar dari sini" jawab beni hingga Angel baru masuk tampak heran tutur beni yang seolah sudah sangat dekat dengan anak kecil
"Apa kamu dulu dekat dengan anak kecil?" tanya Angel yang duduk di samping beni
"Aku mempunyai adik, dan aku juga mempunyai saudara sepupu, jadi aku sudah agak paham dengan bagaimana menyikapi anak kecil, tapi itu dulu sebelum hari zombie terjadi"
Angel yang mendengar langsung terdiam, sambil memperhatikan gadis kecil bernama lisa tersebut dengan iba.
"Kapan ayah dan ibu lisa akan datang?"
Lagi dan lagi, hati mereka seperti tersayat sebuah belati hingga menyebabkan luka namun tidak berdarah ketika harus berbohong kepada anak kecil yang tidak tahu-menahu. "Memang kenapa lisa, mencari ayah dan ibu, apa lisa memang kangen dengan mereka?" sahut Angel
__ADS_1
"Iyah.." jawabnya lirih. "Bisa gak, kakak dengar cerita tentang lisa?" sambung Angel
Setelah itu Lisa mulai bercerita jika dirinya adalah anak yang duduk di bangku dasar kelas 2 SD. Awalnya mereka hidup den bahagia karena ayah dan ibunya selalu memperhatikan lisa, hanya saja dalam kondisi keluarga yang berkecukupan
Karena setelah ayah lisa mendapat kerja, ayahnya sangat sibuk dengan urusannya hingga lupa waktu tapi itu tidak masalah, namun yang membuat gadis tersebut bingung adalah ketika ayah dan ibunya bertengkar dan akhirnya memutuskan untuk pisah rumah
Lisa yang saat itu tidak tahu apapun, dirinya disuruh memilih antara ibu dan ayah, tapi lisa lebih memilih ibu, hingga suatu hari ketika lisa sehabis pulang sekolah dan berencana pulang sekolah, nasib sial terjadi, dimana lisa tidak mengetahui jika ada salah satu mobil
Yang melaju menabraknya hingga detik itu juga gadis kecil tersebut jatuh pingsan dalam keadaan sekarat dan tidak membangun diri sampai detik ini.
Mendengar setiap cerita dari gadis kecil tersebut membuat hati Angel tersayat, sementara Beni merasa marah karena ada saja di dunia ini sampai lupa anak, namun dirinya tidak patut untuk bertanya karena hidupnya saja sudah sangat membingungkan
"Aku keluar sebentar, akan aku ambilkan kalian makanan" seru beni kemudian pergi meninggalkan yang lain didalam ruangan
\*\*\*
Sekembalinya beni dalam ruangan dirinya menatap angel kini sudah menangis sambil membekap erat gadis bernama Lisa. "Aku datang" panggil beni kemudian menyerahkan sebuah mangkok berisikan sup, sama seperti yang beni makan ketika pertama kali bangun di bunker
"Dan ini untuk mu" lanjut beni sambil menyerahkan satu kotak konsumsi, tapi tidak langsung dimakan melainkan dia letakkan di meja karena untuk sesaat dia meraih mangkok dan berencana untuk menyuap Lisa
"Kalau begitu aku pamit dulu, Enjel, Lisa" sambung beni setelah meletakkan kotak konsumsi di meja tempat Angel menaruh. "Kakak, ingin kemana?" tanya gadis kecil tersebut
"Tentu saja, kak akan menggunakan pakaian keren" balas beni sambil mengunggah senyum tipis tapi tulus dari hati, hingga kedua gadis tersebut terheran-heran terutama Lisa, karena dari pertama kali dia bertemu dengan beni
Dirinya tidak melihat sekilas senyum pun dari sudut bibir, sementara Angel hanya membalas senyum beni dengan tawa kecil. Sampai-sampai Lisa bingung dengannya. "Kenapa kakak tertawa?"
"Ah... Nggak ada kok" jawab angel dengan senyum.
"Kak beni, keren sama kaya ayah lisa" mendengar ucapan tersebut, tanpa diundang jantung angel langsung berdegup dengan cepat dan wajah tersipu malu
****
Hingga tidak lama datang komandan Kristian ke depan mereka semua sambil membawa sebuah kertas hasil keputusan, walau begitu beni merasa sinis kepada Kristian karena dia tidak berhasil untuk mengalahkannya bukan karena takut dia tidak lulus
Karena menjadi anggota militer hanya untuk sebagai batu loncatan agar dia bisa menjadi kuat.
"Baik, pasti kalian sudah tahu kenapa dikumpulkan disini, karena hari semakin panas jadi saya akan mengumumkan hasil perhitungan nilai yang telah di ajukan oleh panitia, dan dimana jika salah satu dari kalian ada di nilai tertinggi maka, kalian akan masuk kedalam militer golongan angkasa"
Mendengar ucapan Kristian membuat beni bingung karena dia tidak tahu akan golongan angkasa yang dimaksud olehnya, namun setelah itu akhirnya sang sumber informasi langsung meneruskan ucapannya
"Kalian bingung, maka akan aku beri tahu jika di militer ini ada 3 golongan, pertama bumi, angkasa, dan Elite, setiap jurusan memiliki fungsi berbeda, dimana fungsi golongan bumi adalah sebagai pasukan serba guna, sedangkan golongan angkasa akan menjadi pasukan inti dari camp, tidak untuk Elite, karena mereka akan ditugaskan jauh lebih berat dan kalian akan tahu setelah beriringnya waktu"
"Kalian mengerti!!" lanjutnya dengan tegas hingga seluruh peserta dari calon militer menjawab, "Siap, mengerti"
Hasil dari nilai pun diumumkan. Udin mendapat nilai 233. Asep 344. Joko 342. Samsung 397. Beni 399.
Nilai yang dibacakan oleh Kristian membuat seluruh peserta bingung dan gelisah, takut jika nilai mereka dibawah standar dari rata-rata militer namun setelah pengumuman. Kristian kembali berkata.
"Untuk hasil telah kalian dengar, berarti seluruhnya sudah tahu, siapa yang akan masuk kedalam pasukan Angkasa" tanpa disebut lagi beni yang mendapat nilai di atas langsung konfirmasi menjadi pasukan inti
"Sedangkan yang lain, kalian lulus menjadi anggota militer golongan bumi" mendengar hal tersebut membuat mereka tertawa dengan bahagia sambil berpelukan satu dengan yang lainnya, sebagai tanda keberhasilan
Tidak untuk beni yang terus memasang wajah datar tanpa ekspresi bahkan ketika hasil pengumuman pun dirinya hanya terus duduk dengan tenang di bangku penonton. "Seragam kalian akan di berikan oleh panitia" sambung Kristian hingga seluruh panitia datang dengan membawa ke empat baju peserta
Sementara Kristian sendiri yang akan memberikan baju seragam angkasa kepada Beni, karena seragam mereka berbeda, dimana seragam bumi sama seperti militer Indonesia yang loreng, namun beda dengan angkasa yang bisa dibilang seperti pasukan khusus FBI yang berwarna biru gelap dengan sapu tangan khusus
__ADS_1
Mendengar penyerahan seragam miliknya membuat beni beranjak dari tempat duduk dan berjalan mendekati Kristian. "Semoga, kau bisa menunjukkan potensi mu, beni" bisik Kristian dengan senyum tipis tapi tidak digubris oleh lawan bicara bahkan ketika menerima beni langsung pergi dari tempat tersebut dan berjalan menuju kamar mandi untuk menganti pakaian
Walaupun waktu itu merupakan hari besar bagi peserta lain untuk menjalin hubungan dengan senior mereka karena setelah penerimaan anggota militer baru seluruhnya tampak bersenang bersama dan bersalaman satu sama lain, kecuali Kristian dan beni yang langsung meninggal tempat.
Beberapa saat dikamar mandi akhirnya beni keluar dengan seragam biru tua nya, yang memiliki karakteristik seperti militer, dimana dilengkapi desain yang nantinya menaruh atribut militer beserta sarung tangan yang hanya menutupi telapak tangan tidak dengan jari-jemari
Sehingga dengan gagah beni mulai kembali masuk ke bunker sampai seluruh pengungsi dari ujung lorong sampai pangkalnya, langsung kagum dengan keberhasilan beni, karena mereka tahu seperti apa pasukan yang mengenakan pakaian seragam biru tua
Untuk pelatih mereka tidak tahu, karena ketika masanya mereka tidak boleh keluar kecuali pasukan militer dan anggota penting saja yang boleh untuk menonton, jadinya mereka tidak tahu bagaimana forma tentara
Walaupun begitu beni merasa biasa saja hingga masuk kedalam ruangan dimana ada Lisa dan Angel menantinya. "Aku datang"
Melihat kedatangan beni sontak membuat kedua gadis tersebut melirik kearah pintu, hingga seluruhnya terkejut bukan main melihat penampilan beni yang berubah drastis karena jika dilihat oleh mereka tentu mereka akan kagum terutama Lisa yang dari dulu sangat antusias dengan tentara
"Kak beni" panggil Lisa dengan senyum manisnya, tapi tidak dengan Angel yang terpesona ketika pertama kalinya melihat penampilan beni begitu keren
"Maaf, membuat kalian menunggu lama" sambung beni dengan lembut hingga jantung angel tambah cenat-cenut tak karuan sampai-sampai ia hanya memalingkan pandangan dari pria datar tersebut
"Kamu kenapa Njel?" tanya Beni duduk disamping Angel yang masih tersipu malu karena terkesima melihat penampilan beni kala itu. "Gak ada kok, hanya merasa kamu begitu keren" balas angel dengan lirih
"Kamu juga, ketika menggunakan jubah ini malah terlihat seperti malaikat yang datang untuk menyembuhkan umat manusia" ucap beni yang sekilas tersenyum tipis
"Apa kakak, sekarang anggota tentara?" tanya Lisa polos. "Iya,.. Mulai sekarang kalian akan kakak lindungi" jawab beni yang merasa terhormat bisa menyenangkan hati gadis malang
"Wah.. Kakak mau tahu gak, kalau dari dulu aku suka banget dengan yang namanya tentara" Lisa yang berkata sambil tersenyum bahagia, membuat beni ikut senang
"Benarkah?"
"Iyah,.. Bahkan dulu waktu ada pameran, lisa menjadi orang pertama yang datang ke pertunjukan militer"
Melihat gadis tersebut mulai tertawa membuat hati Angel semakin terharu karena bisa saja, anak tersebut akan merasa depresi ketika mengetahui semuanya
"Kenapa lisa suka dengan tentara?"
"Karena mereka keren menurut lisa, bahkan dulu Lisa punya cita-cita untuk menjadi tentara, tapi lisa ragu kalau tentara bisa menerima lisa, karena kan rata-rata anggota tentara itu laki-laki saja"
Mendengar keluhan lisa membuat beni berdiri dan berkata dengan lantang. "Kata siapa kalau tentara hanya isinya laki-laki, sekarang laki-laki dan perempuan itu sama, namun kalau kak beni boleh kasih saran ya, lebih baik Lisa jadi anggota medis saja seperti kak Enjel"
"Kenapa?" bingungnya
"Karena anggota medis adalah pekerjaan yang mulia bagi masyarakat dan tuhan, bahkan seharusnya tentara itu menjunjung tinggi medis karena ketika tentara saling menyakiti, justru medis yang mengobati sakit tersebut"
Mendengar tutur kata beni dengan senyum tipisnya, membuat Lisa terkagum-kagum. "Kalau begitu apakah, aku bisa seperti kak angel yang cantik"
"Tentu saja, karena medis yang cantik adalah salah satu ciri khas untuk membuat pria menjadi cepat sembuh tanpa perawatan intensif" jawab beni hingga membuat Lisa bingung tidak dengan angel yang langsung mencubit pinggul beni
"Aw.. Sakit" rintih beni dengan meronta. "Kamu jangan bilang macem-macem sama dia" omel Angel dengan wajah kesal
"Haha... Kakak lucu, apakah kalian berdua pacaran!?" pertanyaan tersebut membuat keduanya malu hingga memalingkan padangan satu sama lain
"Ah.. Dari pada membahas hal tersebut lebih baik kita main game saja" elak Angel yang mengalihkan arah obrolan. "Game?" bingung Beni dan Lisa serempak
"Iyah,.. Kita akan main game saja, karena sedang ada waktu senggang"
Di saat itu angel menjelaskan game apa yang akan mereka mainkan, dimana tebak-tebakan nama hewan secara alfabet namun menggunakan jari sebagai patokan, dan setiap pemain menyumbangkan 10 jari, walaupun beni bingung tapi dia bisa mengikuti alur hingga mereka sepakat bila yang habis duluan adalah pemenangnya
__ADS_1
Dan pemenang berhak meminta ataupun menyuruh yang kalah untuk melakukan kehendak yang sesuai dan mudah dilakukan.
BERSAMBUNG...