
Di tengah ketakutan, Surya mulai merasakan sesuatu yang mengejutkan datang menghampirinya yaitu sinar mentari mulai menyingsing yang mana malam telah tergantikan oleh fajar. Dan ketakutan di hati ikut sirna hanya saja tidak dengan Bagus, karena ketika cahaya mentari datang dia sudah pergi dengan langkah cepat meninggalkan pekarangan sekolah.
Bahkan Surya yang berencana untuk membunuhnya tak sempat menarik pelatuk karena gerakan Bagus yang begitu cepat dan gesit membuatnya tak mampu untuk menjangkau bidikannya dan hanya bisa membiarkan target pergi tanpa ber berbuat apapun.
Dan tak selang beberapa lama rasa terkejutnya pun terpatahkan dengan melihat beny sudah tak berdaya di tanah dengan keadaan belum diketahui, tapi yang dirinya tahu, Beny sudah berjuang hingga titik darah penghabisan.
"Beni.. Bagaimana kondisimu!!" seruan Surya mendekat ke tubuh Beny yang sudah terbaring di tanah.
Namun ucapannya tak di respon oleh beni karena dia sudah keburu pingsan duluan, akan tetapi ketika Surya hendak membangunkannya terdengar suara gadis berseru kepadanya dari balik punggung.
"Paman, segera bawa kakak ini naik ke lantai atas, saya akan mengantarkan paman hingga ke ruang UKS"
Sejenak Surya tertegun dan kemudian memalingkan pandangannya menatap seorang gadis remaja dengan seragam sekolah dan rok sepanjang lutut seperti seragam sekolah pada umumnya, dan gaya rambut yang dikuncir seperti ekor kuda.
"Siapa kamu?" tanya Surya. "Apa paman ingin ngobrol panjang lebar dengan ku disini" tegas wanita tersebut membuat Surya tersadar kalau kondisi Beny jauh lebih penting daripada sekedar keingintahuannya.
Jadi setelah itu dirinya mengangkat tubuh Beny dan memapahnya secara perlahan masuk kedalam gedung sekolah dengan petunjuk yang diberitahu oleh gadis remaja tersebut. Tapi ditengah perjalanan Surya bertanya untuk memuaskan rasa penasarannya terhadap gadis yang berjalan di depannya itu.
"Siapa kamu? dan kenapa kamu ada disini?!" tanya Surya menatap punggung wanita tersebut yang melangkah bersamanya melewati koridor.
"Namaku Indri, dan aku kebetulan terpisah dari keluarga, saudara dan temanku tapi beruntung ada Block dragon yang mau menerima ku"
"Jadi kamu anak yang terpisah ketika bencana ini datang?"
"Bisa dibilang begitu, tapi aku kenal dengan orang yang kamu gendong itu" ujar Indri melirik ke arah Surya tapi jarinya menunjuk Beny yang kala itu masih pingsan
"Kamu kenal dengannya?"
"Ya.. Aku kenal dengannya, sebelum bencana ini datang, dan aku juga ingin bertanya sesuatu padanya saat sudah sadar nanti"
"Hmm.. Apa hanya kamu wanita disini?"
"Aku tidak sendiri disini, karena ada club black dragon yang terdiri dari wanita, hanya saja sebagian besar dari kami tidak memiliki daya tempur jadi kami hanya menjadi bala bantuan saja, khususnya seperti sekarang dimana hampir seluruh anggota pria yang telah di kalahkan jadi kami akan membantu mereka lewat medis dan lain sebagainya"
Jelas Indri panjang lebar sembari melangkah demi langkah menelusuri lantai. "Lalu dimana wanita yang lainnya?"
"Kami tidak akan keluar sebelum situasi benar-benar aman, karena itu dari tadi kami hanya melihat pertarungan kakak itu dengan musuh kami"
"Begitu ya"
Tak lama mereka berjalan akhirnya Indri berhenti di depan ruangan yang terdapat tanda tertulis UKS sambil memperhatikan Surya yang menggendong Beny di punggungnya.
"Kita sudah sampai, sebaiknya paman langsung masuk dan baringkan terlebih dahulu kakak itu di bangsal supaya lebih nyaman, masalah yang lain biar kami yang akan urus" ujar Indri kemudian berjalan meninggalkan Surya bersama Beni di depan UKS
Tapi karena sudah di beri arahan seperti itu akhirnya Surya menurut dan meletakkan Beni di bangsal supaya lebih nyaman, sembari menunggu Surya selalu memperhatikan Beni dari atas hingga ujung kaki sambil bertanya-tanya tentang dari mana asal kekuatan itu muncul.
"Sebenarnya kamu dan parados memiliki hubungan apa sih, kok bisa sama-sama bisa jadi monster diluar nalar gitu" batin Surya memperhatikan Beni begitu dalam
Namun tak lama melamun akhirnya datang seorang wanita yang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu tapi langsung masuk dan berkata dengan nada yang mengejutkan. "Kenapa melamun!!"
"Eh.. Buset, kaget aku" Surya yang tertohok kaget melihat seorang wanita lebih tua datang ke ruang uks tempat Beni berbaring.
"Ah.. Maaf kalau saya mengagetkan anda tuan" ujar wanita tersebut sambil memasang wajah malunya.
"Ah.. tak apa, mari kita kenalan dulu, nama saya Surya teman dari anak ini" balas Surya sambil menunjuk ke arah Beni
"Begitu ya.. Nama saya dr. Linda, yang kebetulan memang tempat saya disini sebagai tenaga medis dari Black dragon, walaupun sedikit norak dari nama nya tapi saya sebagai orang tua mungkin memang harus menghargai dan memaklumi akan ide generasi muda sekarang ini"
"Haha.. Anak muda jaman sekarang apalagi kalau pria, entah apa namanya asal keren pasti langsung di paste tanpa pikir panjang" tawa kecil Surya mencairkan suasana yang kala itu sedikit canggung.
"Kalau begitu boleh saya periksa kondisi dari anak itu?"
__ADS_1
"Oh.. Silahkan dokter" balas Surya yang sama-sama menukar senyum dengan dokter Linda.
Setelah beberapa saat tubuh Beni di periksa tiba-tiba terlihat dari ekspresi Dr. Linda yang kala itu wajahnya langsung datar dan serius setelah dirinya menganalisis tubuh pasien.
"Tubuhnya sangat lemah, tapi detak jantungnya terlihat normal, ada apa ini!?" ucap Dr. Linda sambil mengernyitkan alis.
"Apakah itu terlihat aneh bagi kedokteran?" sela Surya bertanya. "Tentu aneh dan ini sangat tidak logis, tapi analisis saya juga tidak mungkin salah"
"Lalu bagaimana?"
"Cukup biarkan saja mungkin beberapa saat, keadaannya akan membaik setelahnya, karena selain luka lebam tak ada luka fisik lainnya yang berdampak fatal" ujar Dr. Linda
"Baiklah kalau dokter sudah berkata seperti itu, saya hanya bisa menurut"
****
Usut punya usut akhirnya keadaan di sekolah itu mulai ricuh dengan keadaan dimana seluruh wanita berlalu-lalang melewati koridor sambil membawa suatu perlengkapan medis, karena mereka para wanita disibukkan dengan mengurus para anggota black dragon bagian pria yang mengalami luka dari pertempuran melawan Bagus sebelumnya.
"Kalian terus bergerak, amankan para korban tapi utamakan para anggota yang sudah luka parah karena kalau mereka terlambat menerima pertolongan bisa saja mereka tewas" titah seorang wanita yang mengenakan seragam sekolah sama seperti yang lainnya tapi bertingkah tegas layaknya pemimpin.
"Baik kak" seruan dari gadis lainnya yang sibuk mengangkut kotak P3K
Sementara Surya yang mendengar hal tersebut dari balik ruang UKS segera bertanya kepada Dr. Linda yang ada di sampingnya. "Apa sekarang para wanita sudah bergerak?"
"Yah.. Kemungkinan mereka akan mengamankan korban yang sudah luka parah"
"Apa disini tidak ada senjata api?"
"Tidak, kami tidak bisa menjangkau benda tersebut" jawab Dr. Linda
"Lalu apakah keadaan ini pernah terjadi sebelumnya?" lanjut Surya mempertanyakan sesuatu yang mengganjal di pikirannya
"Belum"
"Ah.. Maksud saya belum pernah ada sejarahnya, seluruh anggota black dragon dibantai habis oleh satu orang"
"Aku juga tidak menduga jika kemampuan manusia bisa sehebat itu" ucap Surya
"Tapi kenapa temanmu bisa menandinginya yang jelas-jelas kemampuannya berada di luar nalar itu"
Tanya Dr. Linda pada lawan bicaranya yang mana mereka sama-sama duduk di sofa tidak jauh dari bangsal Beni berada mungkin hanya beberapa langkah jauhnya.
"Aku tidak tahu, tapi dari apa yang aku dengar dari percakapan mereka sepertinya mereka pernah saling terikat di masa lalu"
"Sindrom?"
"Aku juga tak tahu tapi dari percakapan dan ekspresi mereka, seperti memang ada kaitannya dan itu bukan halusinasi semata"
"Begitu ya,. Sepertinya aku memang harus bertanya kepadanya secara detail, karena orang sepertinya sangat berbahaya bagi peradaban tanpa hukum seperti sekarang ini"
"Aku juga merasa seperti itu"
"Kamu sebelumnya dari kepolisian yah?" tanya Dr. Linda memperhatikan seragam Surya yang memang terlihat jika ada logo polisi.
"Yah... Dan aku dari tanah barat yang kebetulan datang kesini untuk melarikan diri dari kumpulan terketuk itu"
"Kumpulan terkutuk?" tanya Linda memasang ekspresi bingung. "Yah,.. Orang yang datang menyerang kalian itu adalah orang dari tanah barat yang sengaja mengacau untuk menguji kekuatan kalian"
"Tujuan menguji untuk apa?"
"Tentu saja untuk mengambil persiapan mereka dalam menginvasi tanah ini karena ketua dari wilayah barat sangat ambisius untuk mengeksploitasi tempat ini secara menyeluruh"
__ADS_1
"Apa!!!, Bagaimana bisa mereka sekejam itu, walau dunia sudah kiamat, mereka masih saja mencari kepuasan"
"Mau bagaimana lagi, wilayah barat sudah dipenuhi oleh manusia pendosa kelas kakap, mau dunia ini hancur rasa kejahatan selalu ada di hati mereka dan itu akan terus ada sampai mereka mati"
"Bengis, kalau begitu bagaimana jika mereka mengutus lebih banyak lagi anggota, apakah black dragon akan selamat? Bahkan jika tidak ada kalian saat itu sudah tak terbayang bagaimana hancurnya kami" gumam Linda dengan lirih.
"Aku paham perasaan kalian tapi saat ini yang terbaring di sana akan menjadi titik cerah bagi kalian semua"
"Maksudnya?"
"Anak ini punya hubungan dengan ketua kalian"
"Maksudmu Andika!?" tanya Dr. Linda memastikan karena ia kenal betul dengan ketua dari black dragon.
"Ya.. Jika di dengar dari katanya dia adalah adik kandung Beni"
"Adik kandung?"
"Tentu saja, itulah sebabnya dia datang jauh-jauh dari tanah barat tengah malam ini hanya untuk memastikan kalau adiknya selamat" jelas Surya
"Aku tidak tahu harus berkata apa, tapi anak ini sangat kuat dan aku lihat sendiri kalau dia bisa menandingi kekuatan dari pria monster tersebut" ujar Dr. Linda dengan antusias
"Tidak hanya kuat bahkan dia memiliki kekuasaan di wilayah selatan yaitu Camp bernama WarZ dimana kumpulan tersebut berisikan prajurit khusus yang jelas memiliki kekuatan yang setara dengan tanah barat, jadi kesimpulannya kalian akan mendapat dukungan penuh dari Beni dan camp selatan atas hubungan relasi"
"Kalau begitu, keselamatan kami untuk kedepannya akan terjamin" seru Linda dengan antusias yang mana dari matanya terlihat kalau camp black dragon seringkali mendapat tekanan dari dunia luar hingga menimbulkan trauma.
"Aku harap begitu.."
***
Waktu berlalu dimana 3 hari telah terlewati dimana drama demi drama berhasil di skip untuk menunjukkan scene dimana Beni kembali sadar dari pingsannya tentu dengan keadaan sedikit bingung karena wajar bagi pasien yang menjalani koma ketika bangun langsung Ling-lung
"Ukh.. Dimana ini?" ucap Beni membuka mata dengan remang-remang cahaya yang menusuk mata.
"Beni kamu sudah sadar?" tanya Surya berdiri dari sofa dan berjalan ke samping bangsal. "Aku dimana?" kalimat yang ditanyakan oleh beni untuk pertama kalinya membuat Surya tersenyum tipis
"Kita ada di markas black dragon"
Mendengar hal tersebut teringatlah beni akan hal yang telah terjadi sebelum ia pingsan, yaitu tentang pertarungannya hingga tujuannya bertarung, walaupun lawannya kala itu adalah seorang sahabat baik.
"Bagaimana dengan keadaan adikku?"
"Dia baik-baik saja, sekarang sedang ada pertemuan mendadak bersama pilarnya"
"Aku ingin bertemu!!"
"Tapi kondisimu masih lemah" timpal Surya menahan tubuh beni. "Jangan hentikan aku, aku ingin bertemu dengan adikku" tegas beni membuat Surya hanya bisa menghembuskan nafas berat.
Akhirnya Surya memapah tubuh beni dari bangsal untuk membantunya berjalan menuju ruang rapat yang kebetulan tidak jauh dari ruang uks, karena ruang rapatnya adalah ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat guru
Tetapi saat mereka berjalan di koridor tidak ada yang menegur justru malah seluruh anggota black dragon yang lewat di depan mereka malah tersenyum ke arah mereka dan juga menundukkan kepala, sebagai ucapan terimakasih karena sudah diselamatkan oleh beni dan Surya
Kenapa mereka bisa tahu? Karena ketika andika atau ketua mereka sadar, dia sudah memberitahukan kepada seluruh penghuni Black dragon bahwasannya pria yang membantu mereka melawan monster adalah kakaknya, sehingga secara mengejutkan mereka semua menganggap Beni sebagai penyelamat dan menyambut secara hangat sekaligus menghormati layaknya ketua.
"Kenapa mereka terlihat begitu sopan?"
"Kamu akan tahu nanti" ujar Surya yang terlihat enggan menjawab pertanyaan beni.
Ketika mereka sudah berada di depan ruang rapat terlihat Beni kembali bertanya lagi pada surya.
"Disini tempatnya?" tanyanya mulai menggenggam gagang pintu hingga dirinya membukanya secara perlahan dan disaat itu juga terlihat dari luar beberapa orang duduk di kursi masing-masing dengan suasana yang cukup serius.
__ADS_1
BERSAMBUNG…