
Kedatangannya membuat suasana menjadi riuh, karena beni bisa melihat senyum dari kedua orang yang dirinya sayangi. Mungkin. Karena sejatinya hanya beni seorang yang tahu. "Sudah lama kak beni, pergi ninggalin lisa" ujarnya dengan cemberut sambil menatap lekat ke arah beni yang kini berjalan mendekatinya sambil mengunggah senyum tipis yang melekuk di bibir.
"Haha.. Baru lima hari, kakak pergi" tukas beni dengan tutur lembut. "Bagaimana keadaan kakak sekarang dan bagaimana dengan tugas kakak?" lanjut lisa dengan antusias
"Ha-ha.. Seperti biasa, cukup susah tapi karena kakak sangat kuat sehingga bisa menyelesaikan dengan mudah dan sampai bisa pulang seperti sekarang untuk bertemu lisa"
"Wah.. Lisa jadi penasaran, bagaimana keadaan diluar sama aku juga ingin bertemu dengan ayah dan ibu" timpal Elisa yang senyuman lebar dan manis sehingga siapapun akan berpikir kalau dia adalah anak yang imut tapi memang kenyataannya dia imut
Namun dibalik keceriaannya ada sebuah kebohongan besar yang telah bersandiwara dibelakangnya sampai beni merasa bersalah dengan ucapnya yang telah terlanjur di utarakan pada beberapa hari yang lalu, Angel yang melihat dapat merasakan sesal tersebut
Tapi yang membuatnya diam bukan karena lisa melainkan karena beni yang seakan-akan tersenyum ketika semua telah berubah, dimana sifatnya menunjukan kalau tidak terjadi apapun. "Ben" panggilnya untuk mencairkan sensasi diantara mereka berdua
"Ia.. Kita bicarakan nanti" jawab singkat beni walau sebenarnya suara mereka berdua sangat berat seperti sedang di tumpuk oleh masalah yang banyak
"Kakak kenapa?" tanya lisa polos. "Tidak apa-apa kok, yasudah kakak sama kak beni keluar dulu ya, karena kak beni pasti lapar jadi kakak akan menyiapkan makanan untuknya" jawab Angel dengan senyum. "Baik" singkat gadis imut tersebut yang tidak tahu menahu akan semua masalah yang terjadi diluar ruangan
Ketika diluar, Angel langsung berjalan menelusuri lorong dalam langkah perlahan, tentunya diikuti oleh beni dari balik punggung, karena suasana cukup sunyi akhirnya Angel mengangkat bahasanya untuk mencairkan suasana.
"Apa kamu sudah tahu, ben?". "Iya, aku sudah tahu semuanya, memang itu bukanlah keputusan yang bijak walau aku tidak tahu akan hal begituan, tapi aku juga tidak menentang jalan pikir Kristian" balas beni sambil terus menyetarakan kecepatan melangkah dengan angel
"Kenapa?"
"Karena cepat atau lambat semua harus berubah beriringnya waktu"
"Tapi aku tidak terima dengan semua ini" tukas Angel dengan nada tinggi kemudian berbalik badan dan menatap tajam walaupun pelupuk mata telah bergelimang air mata yang terbendung akibat tahan tangis
"Seandainya kamu tahu, njel" batin beni yang berempati merasakan apa yang dirasakan oleh gadis tersebut
"Jawab aku!!" cetus angel yang menyeka air mata tersebut dengan jarinya. Walaupun sudah di tegaskan begitu namun tidak di respon oleh beni karena memang beni tidak bisa berkata apapun
Sehingga Angel hanya melihat beni menundukkan kepala sambil memasang wajah muram langsung bertanya. "Kenapa?" ketika itu ia telah membuat beni terkejut. Karena kepala yang tertunduk kini langsung mendongak menatap matanya yang waktu itu dia memaksakan kepalanya untuk melihat ke depan
"Aku tanya kenapa?" Angel semakin kebingungan dengan sikap yang telah membuat beni berubah dalam beberapa saat. "Eh.." sepertinya tindakan Angel sudah membuat beni tersadar dari keterpurukan
"Aku hanya.." ucapan beni terdengar lirih membuat gadis tersebut bingung. "Berkata lah dengan lantang" tegasnya sambil menatap dengan tajam, sehingga terpancar aura ketegasan dari sorot mata
"Aku tidak apa-apa, hanya ini keputusanku" tegas beni kemudian menepis tangan Angel yang memegangi wajahnya. Ternyata tindakannya membuat Angel terkejut karena tidak hanya sikap tapi sorot mata datar sudah menunjukkan kalau dirinya telah kekeh dalam pendirian.
Beni melangkah mendahului Angel menuju ruang makan, karena ruangan tersebut ada di distrik 4 sedangkan distrik 3 adalah lorong untuk penampungan tapi jenderal menggunakannya sebagai ruang perawatan yang di ketuai oleh tante Novi dan ketua staf adalah Angel itu sendiri
Selama menuju ruang konsumsi beni hanya memasang ekspresi dinginnya sampai tidak lama akhirnya ia sampai di ruangan tersebut, yang ternyata di sana sudah berkumpulnya seluruh tentara dari setiap golongan tapi dalam satu pendirian yaitu abdi bangsa Indonesia
Hal tersebut membuat bibir beni membisu seribu bahasa tapi dari belakang terdengar suara yang lembut dengan tutur halus dengan berkata kepadanya.
"Beginilah keadaan serdadu Indonesia, dimana mereka berada di situasi buntu, karena bergerak sangat menyesakkan. Dimana melakukan perlawanan hanya berbuah pertumpahan darah dan ujung-ujungnya melibatkan rakyat sipil"
Memang benar, jalan yang diambil oleh Kristian tergolong salah, karena telah melibatkan banyak korban jiwa, tapi apa yang di ketahui mereka hanya sebagian saja, karena sesungguhnya hanya beni seorang yang telah tahu dengan tujuan dan pencapaian yang ingin diraih oleh pria yang bergelar perwira tersebut
__ADS_1
"Percuma saja, karena aku tidak bisa berbuat banyak untuk kalian" timpal beni yang melanjutkan langkah menuju tepat resepsionis dari ruang konsumsi
"Apa maksud dari perkataanmu?" tanya Angel yang bingung akan ulasan dari beni. "Aku berada di pihak Kristian" jawab beni kemudian terus berjalan dengan santai walaupun ada seseorang yang sudah tahu akan statusnya
Karena bisa saja, tim golongan akan menangkap beni dan memaksanya untuk menjadi alat negosiasi antara pemimpin, jika dilihat beni sangat tidak menguntungkan karena berada di kawasan musuh tapi ketika itu isi kepala angel benar-benar kosong, dan tak mampu untuk mencerna semuanya
Karena sesuatu yang dirinya pikiran tidak sesuai dengan realita. Ditambah suara cetus dari beni meyakinkan dia kalau pria tersebut sedang bermasalah tapi ia tak mampu berbuat banyak untuk mencari tahu hal tersebut.
Sampai beni selesai memakan makanan sisa dari distrik 4 akibat hubungan suplai terputus, lebih tepatnya setelah dimana pasukan Warz menguasai bagian luar dan jalurnya. Tentu pemimpin mereka tidak akan membiarkan kesempatan emas tersebut terlewatkan.
Dimana hubungan dari sumber daya bisa diputus karena memang untuk menuju distrik 3 dan 4 hanya melalui satu jalur saja. Ditambah dengan posisi mereka yang tidak strategis, karena terlalu terisolasi dan susah bergerak bebas membuat pikiran mereka menjadi tidak karuan terutama pimpinan mereka yang makin lama kian kebingungan untuk mengatasi semuanya
Dan jikalau suatu saat nanti memang terjadi suatu hal yang tak terduga maka dia akan terpaksa melepaskan tembakan untuk membunuh sesama mereka walaupun dengan cara pertumpahan darah sekalipun karena pikiran manusia tidak akan bisa kondusif jika mereka berada diambang kekhawatiran
Setelah usai memakan roti, akhirnya beni beranjak untuk ke kamarnya yang berada di distrik 2 karena hari sudah semakin malam dan tubuhnya mulai letih karena sudah melalui perjalanan panjang, tapi sekali lagi dia terkejut, karena Angel sudah menunggunya di ujung lorong dengan berjongkok sambil menenggelamkan wajah di antara kaki
"Kenapa?" tanya beni yang berdiri di hadapannya walau tidak dilihat langsung. "Aku sedih, melihat ini semua" balasnya dengan lirih
"Apa yang kamu inginkan?"
"Tidak banyak, hanya ingin semua kembali semula"
"Katakan saja" titah beni sehingga membuat Angel mendongak kepala ke atas dan menatap wajahnya yang terlihat datar
"Aku tidak akan lama di bunker". Sambungnya "Hah.. Apa maksudmu?!"
"Kamu ingin meninggalkan ku"
"Iya,.. Baiklah aku sudah putuskan jika aku akan meminta kepadanya untuk membuka kembali jalur sumber daya untuk kalian"
Beni berjalan meninggalkan angel seorang diri di sana, sehingga banyak sekali pertanyaan yang ingin disampaikan gadis tersebut kepadanya namun tidak kesampaian oleh Angel. Jadi dia akan memutuskan untuk mencari petunjuk tersebut seorang diri.
Selama berpikir dan merenung akhirnya Angel memutuskan untuk pergi menuju ruang Kristian, walaupun dia tahu jika portal antara dua kubu telah tertutup akibat gerakan yang berlawanan, jadi untuk antisipasi Kristian jika nanti serdadu golongan akan melakukan hal yang membahayakan partai, apalagi pengaruh partai belum melekat hingga mungkin saja nanti akan membuat mentalitas tentaranya tidak stabil.
Ketika itu waktu menunjukkan pukul 8 malam 2 jam setelah mereka berdua berpisah, Angel yang memiliki pendirian kini sudah berjalan di lorong antara terhubungnya kedua wilayah, sampai waktu itu area Warz dijaga ketat oleh 4 serdadu, sedangkan pihak jenderal tidak sama sekali
Karena menurut mereka tiada gunanya menjaga perbatasan hanya untuk mempertahankan wilayah yang telah dimonopoli oleh Kristian, karena yang sekarang adalah bagaimana caranya mereka agar bisa keluar dari krisis tanpa harus saling baku tembak
Karena jika hal tersebut terjadi maka tidak bisa dipungkiri jika dua kekuatan saling berperang hanya karena memperebutkan bunker. Karena orang bijaksana akan melakukan segala cara agar hal tersebut tidak terjadi salah satunya bernegosiasi dengan kesepakatan sebagai penentu nasib orang-orang bunker.
Setelah berada di depan penjaga tersebut Angel tidak mendapat halangan yang mempersulit langkah, karena dari apa yang dirinya lihat, seperti dirinya di biarkan begitu saja, meskipun mereka tahu kalau dia bukan berada di pihak yang sama.
Karena dibiarkan, angel langsung mempercepat langkahnya hingga dia sampai di lorong panjang dimana biasanya penduduk di tampung namun kini terlihat sepi kecuali benda-benda mereka saja yang tersisa, seperti ransel dan tikar yang tergulung merata di lantai
"Kenapa hal seperti ini bisa terjadi?" gumam Angel yang bibirnya mulai gemetar karena ketakutan. Sampai dirinya terus melangkah dan sampai tepat di depan ruang Kristian. Awalnya tekad membara tapi setelah di depan pintu mentalnya langsung ciut akan tetapi karena niatnya yang besar akhirnya Angel membuka pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan.
Sampai dirinya bertemu dengan Kristian yang tengah disibukkan dengan menulis sesuatu di note. "Ada apa?" tanya pria tersebut sinis, walau tidak melihat orangnya secara langsung, tapi dia bisa tahu siapa orang yang datang keruang kerjanya
__ADS_1
"Aku ingin bertanya padamu mengenai beni" balas Angel. "Beni? Ada apa dengannya?" bukannya menjawab justru pria tersebut malah berbalik bertanya.
"Tentu saja, aku ingin tahu apa yang membuatnya berubah!!"
"Seharusnya kamu lebih tahu dari pada aku" ujar Kristian yang menghentikan jarinya dalam menulis kemudian menatap dalam ke arah mata Angel
"Kumohon jangan terlalu bertele-tele"
"Kalau aku tidak tahu bagaimana?"
"Tidak mungkin" cetus Angel. "Kenapa tidak, kamu kira aku tahu segalanya tentang isi pemikiran anak tersebut"
"Apa kamu belum puas dengan kekacauan yang kamu buat?"
"Aku tidak peduli" jawabnya datar kemudian mengambil sebuah kertas yang sebelumnya ia tulis secara langsung, kemudian menyerahnya kepada angel. "Yang penting ambil ini" sambungnya sambil menodongkan tangan ke depan dalam posisi menggenggam sepucuk kertas
"Apa itu?" tanya angel yang meraih sepucuk surat tersebut dengan bingung
"Serahkan kepada atasan kalian"
"Kenapa kamu memberikannya kepada ku?" bingung gadis tersebut. "Karena kamu sekarang adalah perantara dari surat kabar untuk dua bela pihak, dan lagi posisimu sekarang adalah netral, sama seperti tante Novi"
"Apa maksud dari semua ini dan lagi aku tidak pernah berkata akan berada di pihakmu"
"Memang tidak, tapi karena beni, kamu menjadi memiliki hak khusus untuk bergerak bebas tanpa halaman, dengan catatan akan selalu berada di dalam pengawasanku"
"Beni?"
"Iya.. Aku harap kamu tidak banyak bertingkah"
"Jelaskan apa maksud dari semua ini, kenapa semua begitu berubah dan lagi apa yang dilakukan oleh beni sehingga aku bisa berada di posisi bebas?"
"Dari mana aku akan menjelaskan?"
"Terserah padamu!!" titah Angel semakin serius menatap dalam ke arah pria yang ada dihadapannya
"Beni, dia mau bertukar penawaran denganku asalkan dia mau berada di pihakku dan mendukung seluruh tindakanku atas semua yang akan aku lakukan, jelas!"
"Hah? Apa!!,.. Memangnya yang kalian syaratkan?"
"Dia ingin aku memberi jaminan atas perlindungan tiga orang, yaitu kamu, ibu Novi dan Elisa, kemudian membiarkan kamu berlaku bebas diantara dua wilayah tanpa hambatan tetapi dari kedua itu ada hal yang menarik perhatianku antara lain membiarkan masuknya suplai untuk memenuhi kebutuhan kalian, tentu saja aku tidak bisa menerima hal tersebut mentah-mentah, jadi aku menyerahkan surat tersebut untuk atasan mu, atau bisa dibilang komunikasi negosiasi"
Seketika Angel terdiam tanpa mampu mengeluarkan kata-katanya dari mulutnya, bahkan sampai dirinya bingung harus berkata apa lagi untuk membalas atas apa yang terjadi, tapi sebelum membuka mulut, Kristian kembali berkata untuk menyambung penjelasannya.
"Tapi dengan syarat dia mau ikut bersama ku untuk melakukan pelatih dan itu akan aku laksanakan besok saat fajar datang" penjelasan tersebut membuat Angel mematung karena terkejut, sampai-sampai dirinya mengerutkan kening.
BERSAMBUNG...
__ADS_1