
"Siapa kamu?" tanya Beni yang menatap sinis karena melihat orang itu bukan orang biasa sehingga ia harus menaikan rasa waspada. "Tenang, aku adalah anggota kepolisian dari daerah ini jadi kamu tidak perlu khawatir" ucapnya yang sedikit menyakinkan mulai dari mimik wajah hingga penampilan semua sangat sinkron.
"Tapi aku sedikit tidak percaya, karena aku pikir orang yang membunuh dengan bersikap biasa saja adalah orang yang bengis dan haus darah tapi siapa sangka jika kamu hanya seorang pria remaja yang baru puber, atau mungkin kamu masih sekolah?"
Orang yang menggunakan titel polisi itu tampak mencerca dan mengomentari beni dengan sebuah alibinya sampai-sampai orang yang mendengar tampak kesal karena kesan pertamanya jauh dari ekspektasi.
"Apakah kamu bakal terus berkomentar hal yang tidak-tidak?"
"Emm.. Maaf" seketika pria berseragam polisi itu sadar dengan sikapnya. "Perkenalkan namaku Surya kamu boleh memanggilku dengan sebutan kak surya" sambungnya dengan sedikit gaya
"Ck.." Beni mencibir dengan sangat cetus sambil memasang tatapan mengejek. "Heh.. Aku ini lebih tua dari mu tahu, bahkan aku sudah berkepala 3" cerocos pria polisi itu yang tak terima dengan tatapan jijik dari Beni
"Aku tidak akan ada waktu jika kamu terus-menerus berkata omong kosong"
"Aku tahu kamu khawatir dengan posisimu tapi kamu tenang saja, aku sudah menghilangkan jejak dari dua orang yang kamu bunuh itu, lagian kok bisa sih kamu membunuh dengan meninggalkan jejak yang besar begitu saja"
"Aku tidak biasa melakukan hal yang seperti itu, lagian itu terlalu membuang waktu"
"Berarti kamu lebih memilih untuk diburu dari pada main aman" sindir Surya. "Berisik" celetuk Beni sinis.
"Ha-ha-ha.. Ternyata kamu anak yang baik yah"
"Hah?.. Aku bisa kok membunuhmu, sekarang juga!!"
"Maksud dari kata baik adalah sifat dan tutur kata mu"
"Hai, orang tua, dengar!! Aku tidak suka bicara omong kosong, bangs*t" bentak beni dengan menatap penuh emosi
"Ternyata kamu cukup menarik ya" Surya hanya tersenyum kedut sambil menatap Beni dengan mengernyitkan kedua alisnya "Akhiri dari obrolan omong kosong ini, Jadi hal apa yang kamu bisa tawarkan untuk kerjasama dengan ku!?"
"Informasi"
"Katakan!!".. "Apa kamu pikir aku bakal percaya dengan ucapanmu, karena aku tidak akan yakin setelah aku memberimu informasi ini kamu masih mau bekerjasama dengan ku!!" ujar Surya dengan tersenyum tipis
"Lalu apa yang akan membuatmu yakin?"
"Beritahu aku tentang informasi mu terlebih dahulu, karena aku juga tidak yakin kalau kamu datang tanpa tujuan" ujarnya. "Kamu langsung menginginkan informasi penting, bukankah itu terlalu mencurigakan"
"Hai.. Bagaimana mungkin kamu bisa mengatakan hal seperti itu, aku lihat sendiri bagian kemampuanmu membunuh anak buah Devil, jadi menurutku membunuh diriku bukanlah hal yang sulit bagimu, apalagi aku dapat merasakan aura mengerikan yang menandakan jika kamu orang kuat, jadi untuk apa kamu khawatir"
"Kamu ada benarnya juga, lagian menghabisi mu sekarang tidak jadi masalah. Jadi kamu ingin dengar informasi ku dari mana dulu?"
"Tujuanmu datang kemari!!"
"Tujuanku seperti yang kamu katakan tadi, yaitu mencari sebuah pasukan yang dikirim oleh markas beberapa hari yang lalu, mereka dikirim untuk mencari suplai karena keadaan markas kala itu sedang inflasi sekaligus harus menghadapi perang internal jadi kala itu kami sangat membutuhkan bantuan suplai apapun bentuknya namun di saat perang berlangsung komunikasi kami terputus hingga markas harus hilang kontak dengan pasukan ekspedisi, awalnya kami mengira kalau pasukan kami hanya terkena masalah biasa, tapi setelah berhari-hari tanpa kabar, akhirnya markas mengutusku untuk mencari tahu, dan akhirnya seperti yang kau lihat, aku terkena masalah dari circle Devil atau apalah itu"
"Hmm.. begitu ya" Surya mulai mengangguk paham dengan keadaan yang telah terjadi pada kehidupan Beni kala itu.
__ADS_1
"Tapi bukankah sebelum itu kamu pernah berkata jika kelompok Devil membantai sebuah pasukan beberapa hari silam, apa maksudnya?"
"Benar,.. Awalnya aku pikir pasukan itu dikirim untuk melakukan diplomasi biasa antara kelompok, tapi siapa sangka jika pasukan tersebut dibantai habis-habisan oleh pasukan devil yang jumlahnya tak terhitung itu"
"Sialan.. Ternyata memang benar dengan dugaanku selama ini" umpat Beni dengan wajah kesal. "Lalu bagaimana dengan kisah mu, lagian apa bisa kamu menjadi informan kami dengan mengandalkan informasi yang kamu tahu?" beni menyambung kalimatnya dengan mengalihkan suasana.
"Tentu saja, lagian aku sudah bilang kalau aku ini anggota kepolisian yang tugasnya melindungi rakyat, termasuk ketika bencana ini datang, pasalnya aku merasa pekerjaan ku belum usai dan mungkin tidak ada habisnya, karena setelah bencana datang dan seluruh anggota militer tiada kami diberikan tugas terakhir, yaitu melindungi masyarakat yang tersisa di daerah ini"
"Lalu apa yang terjadi setelahnya?"
"Dalam Camp kami ada seorang penghianat dan dia lebih memilih untuk mengikuti jalannya sendiri daripada menjalankan tugasnya"
"Jadi penghianat itu berasal dari rekanmu?"
"Benar, dan setelah mendapat dukungan, terjadilah kudeta dimana tim oposisi akan dibantai, termasuk pengungsi yang masih tidak terima dengan struktur barunya dalam camp"
"Tapi kenapa polisi bisa melakukan pemberontakan?" tanya Beni penasaran. "Aku pun juga tidak tahu, tapi ada kaitannya dengan keserakahan dan keegoisan, namun setelah beberapa waktu datang lah sih Alex menghasut para pemberontak dengan kampanye"
"Sampai pada titik balik dimana pemimpin lama di bunuh dan dirinya dinobatkan menjadi ketua dari kamp pengungsi yang nantinya akan berganti nama menjadi Devil"
"Benar-benar gila, aku tak menduga jika kalian akan melalui kejadian dramatis seperti itu"
"Itulah kenapa aku lebih memilih untuk kabur dari pada harus menjadi bagian dari mereka karena mereka adalah manusia tak berakhlak, bahkan mereka sendiri bukanlah manusia melainkan monster berbentuk manusia" jelas surya yang wajahnya merah padam.
"Monster?"
"Pemimpin baru mereka alex adalah seorang kriminal kelas kakap yang telah membuat kejahatan di negara asing hingga harus di penjara menurut hukum negeri ini, tapi siapa sangka setelah hari kiamat datang, dia malah lepas dari tahanan dan menjadi lebih kuat daripada kami"
"Bagaimana mengatakannya, tapi sepertinya itu tidak salah, karena pernah ada dalam sejarah kami menembaknya dengan sebuah senjata api, tapi tidak berefek padanya, seperti orang yang sudah kebal terhadap peluru"
"Aneh apa jangan-jangan dia memiliki kemampuan spesial seperti ku, tapi apakah itu mungkin!!" batin beni bertanya-tanya. "Kenapa melamun?" ujar Surya membuat beni tersentak kaget
"Tidak ada"
"Jadi bagaimana? Apa kamu masih ada hal yang ingin ditanyakan?"
"Sepertinya untuk sekarang sampai disini saja karena aku juga tidak punya rencana untuk melawan mereka, lagian daripada melawan lebih baik memikirkan bagaimana kita kabur"
"Betul sekali, lagian kita sudah kalah dari segi jumlah dan kekuatan" balas Surya yang kini mulai tenang setelah emosinya sempat naik.
"Oh.. Iya aku lupa memberitahumu, kalau kekuatan mereka bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, karena aku sudah melihat sendiri bagaimana mereka melakukan manajemen kekuatan, dan dari hasil perkiraan mereka bisa dikatakan kelompok terkuat"
"Kenapa demikian?"
"Tentu saja, karena kelompok itu diisi oleh orang yang benar-benar berpengalaman, bahkan anggotanya saja sudah hampir penuh dengan anggota polisi" jelasnya
"Lalu rakyat pengungsi?" tanya beni. "Mereka hanya dijadikan sebagai pekerja bagi yang pria namun jika mereka wanita, mereka akan menjadi budak se*s dimana tugasnya sungguh tidak manusiawi karena mereka dipaksa untuk membuat anak tanpa batas mau itu sudah bersuami ataupun belum
Mereka akan terus dilakukan secara paksa karena mengingat dengan kondisi kita, sih Alex bedebah itu ingin menciptakan peradaban baru tanpa pandang bulu"
__ADS_1
"Gila, benar-benar sudah tidak waras, kenapa pemimpin kalian melakukan hal yang keji seperti itu memaksa pengungsi wanita entah itu anak kecil, remaja, maupun dewasa yang sudah bersuami melakukan hubungan tanpa memikirkan perasaan mereka"
"Oleh karena itu aku lebih memilih untuk meninggal tempat terkutuk itu dan mencari bantuan dari kelompok lain untuk membumihanguskan mereka semua" ujar Surya sedikit marah
"Kalau begitu mari kita keluar dari sini"
"Sebenarnya aku juga ingin begitu tapi itu tidak mudah karena di perbatasan sudah ada tim pengintai, jadi kalau kita melewati jalur itu otomatis keberadaan kita akan terdeteksi oleh mereka"
"Jadi itu sebabnya kenapa keberadaan ku bisa diketahui secepat ini" gumam Beni.
"Tapi entah mengapa nama mu mengingatkan ku pada seseorang yang kebetulan namanya sama denganmu!! Sambung beni
"Namaku?"
"Yah.. Namanya sama dengan mu dan itu sangat familiar, tapi siapa aku juga tidak mampu untuk mengingat nama semua orang yang kukenal!!" Ucap Beni mengingat isi kepalanya.
"Yaelah. . Gak usah dipikirin juga kali, kaya gak tahu dengan negeri Konoha saja, jangankan pemimpin bahkan nama lokalnya saja sudah diobral di pasar"
"Haha.. Ada-ada saja"
"Heh.. Ternyata kamu bisa tersenyum ya" sindir surya yang tersenyum tipis. "Berisik!!"
Perasaan mereka sama-sama terhubung walaupun mereka baru bertemu namun keakraban mereka sudah seperti adik-kakak. Sehingga ada rasa aman diantara mereka berdua ketika berbicara walaupun usia mereka berbeda tidak jauh namun sikap mereka seperti orang yang sepantaran.
Sementara itu di lain tempat Andika adik beni sudah berhadapan dengan Bagus teman beni yang pertemuan mereka memang sudah diperkirakan. Kejadiannya beberapa waktu lalu dimana ketika.
Rizwan telah memberi perintah untuk Bagus memata-matai daerah Utara. Tempat dimana Black dragon berada, semua karena Alex tahu jika nanti suatu saat kelompok Warz atau Flower beraliansi dengan Black Dragon maka aliansi tersebut dapat menyulitkan mereka untuk melawan, apalagi ketika melihat betapa besar kekuatan Black dragon.
Mungkin karena itu Alex berencana untuk melemahkan mereka dengan membunuh salah satu pilar atau paling tidak mencari kelemahan dari mereka, tapi siapa sangka jika Bagus datang dengan tangan terbuka dan membabat habis pasukan garda depan Black dragon seorang diri.
Hingga memancing ketua mereka yaitu Andika (Adik beni) untuk datang, karena ia tahu jika dibiarkan lebih lama akan membuat situasi tak terkendali terutama setelah mendengar kekuatannya tentu Dika sendiri penasaran dengan orang tersebut, apakah Bagus sekuat kakaknya.
"Aku tidak menduga jika camp Devil sudah bergerak secepat ini" ucap Dika memperhatikan Bagus yang telah dilumuri darah dari anggotanya pada sekujur tubuh.
"Hmm.. Sepertinya kamu tidak ingin bicara ya" ucap Dika sekali lagi tapi segera di timpal oleh Samuel wakilnya yang berdiri di sampingnya. "Biar aku saja yang melawannya"
"Tidak, walaupun dia bukan seorang ketua tetapi kemampuannya sudah setara dengan ketua, jadi biarkan aku saja yang melawan, dan untuk kalian semua aku harap kalian tidak ikut campur ataupun mengganggu aku dalam pertarungan ini"
Maksud dari sebutan kalian adalah anggotanya yang berdiri di sekitarnya dengan jumlah banyak namun dalam keadaan babak belur. Karena markas mereka berada di sekolah yang sangat luas dan lagi mereka bertarung di sebuah lapangan upacara dekat dengan gerbang utama jadi kala itu seluruh anggota berkumpul di halaman sambil melihat Dika dan Bagus.
Kenapa mereka berkumpul?.. Semua karena Bagus datang dengan menghajar habis-habisan penjaga gerbang yang jumlahnya tidak sedikit, tapi siapa sangka, jika semuanya kalah hingga menggerakkan dua divisi untuk melawannya secara langsung, tapi tetap saja kemampuan Bagus membuat divisi tersebut kewalahan untuk menjatuhkannya.
Hingga Dika yang sebagai ketua camp memutuskan untuk datang sendiri dalam pertarungan karna mengingat anggotanya tak mampu melawan Bagus walaupun dia datang seorang diri.
"Aku tidak tahu, kenapa camp takut dengan kalian yang kemampuannya tidak seberapa mungkin aku sendiri bisa mengalahkan kalian semua" ucap Bagus yang akhirnya buka mulut tapi tatapan dan ekspresinya tampak kosong hingga terkesan meremehkan.
"Sombong sekali kamu" ujar Dika mulai kesal ketika mendengar ucapan Bagus yang merupakan kesan pertamanya.
Walaupun sebenarnya dari sekian banyak camp yang ada, memang Black Dragon lah yang paling lemah yang mengingat anggotanya merupakan deretan pelajar, membuatnya tak lepas dari keterbatasan aspek kemampuan tapi dibalik itu ada hal yang membuat Devil sedikit ketakutan dan itu adalah.
__ADS_1
BERSAMBUNG...