THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 49 (Part²)


__ADS_3

Beni terus berlalu dengan langkah bergema mengisi kekosongan dari ujung lorong yang tidak berpenghuni, sambil mengarahkan pandangan ke depan untuk memastikan keadaan di depannya, namun sebelum sampai di ujung lorong beni mendapati penglihatan dari masa depan, dimana dirinya akan di tembak menggunakan sniper dari posisi depan


Door... Suara yang bergema dengan sangat kuat langsung mengisi kesunyian dari ujung ke ujung membuat siapapun akan merasa kaget hingga peluru yang dilepaskan langsung mengarah tepat dimana beni berdiri akan tetapi sebelum mengenai sasaran beni langsung memiringkan kepala


Karena peluru tersebut dilepaskan untuk mengenai target tunggal yaitu bagian tubuh paling inti atau kepala manusia dengan tujuan musuh akan tewas dalam satu tembakan. Sementara itu di lain tempat terlihat dua tentara yang salah satunya membidik menggunakan sniper ke arah depan mereka


"Gimana?" tanya rekannya yang kebetulan berada di samping untuk menemani temannya dalam memantau keadaan di ujung lorong dua, karena portal dari dua distrik hanya terdapat satu jalan saja untuk berpindah tempat


"Gak kena" balas temannya dengan raut wajah kaget dan sedikit merasa aneh. "Kok bisa sih?" bingungnya yang raut wajahnya kebingungan. Karena jika dilihat dari situasi sangat minim jika meleset apalagi jika tentaranya terlatih, kecuali jika sang penembak mengalami buram sesaat


"Aku juga tidak tahu, tapi memang peluru nggak kena target" ucapnya dengan panik kemudian kembali melihat target dari scope. "Tembak lagi" ujar rekannya yang tidak kalah panik kala itu


Akan tetapi disaat sang penembak sedang membidik, dirinya melihat beni sudah berlari ke arah mereka dengan langkah cepat dari sebelumnya hingga dirinya tidak bisa menyeimbangi kepanikan dan rasa tenang yang pada akhirnya melepaskan tembakan ke arah target tanpa harus membidik ke arah mana peluru seharusnya dilepaskan


Dooorr...


Dalam waktu singkat sebuah peluru kembali melesat mengarah dimana beni sedang berlari ke arah mereka walau tidak dibidik secara pasti tetapi jika dari kecepatan peluru maka akan mengenai sasaran dimana pun bentuknya dan itu sudah lumayan untuk melumpuhkan target.


Namun ekspetasi tidak sesuai dengan realita, karena peluru tersebut tidak mengenai target yang ada malahan beni menghindarinya dengan mudah sambil terus berlari seperti tidak terjadi apapun.


"Bagaimana?" tanya sekali lagi rekannya dengan penasaran. "Apa!!.. Kenapa tidak kena?" bingung sang penembak dengan mulut terbungkam erat sambil terus memperhatikan dari jauh targetnya yang tak kunjung terjatuh ke lantai malahan sasaran terus berlari


"Kenapa meleset lagi sih!!" ucap temannya yang menaikan nada dari notasinya. "Aku juga nggak tahu, mungkin dia menghindari peluru"


"Mana ada manusia yang bisa lihat peluru coba, aneh-aneh aja"


"Tapi buktinya apa, dia bisa selamat dari dua kali tembakan sniper ku" jawabnya. "Mungkin matamu saja yang rabun"


"Ndasmu!!" cetus temannya dengan penuh emosi sampai-sampai mereka bertengkar hingga tidak sadar jika beni sudah berada didepan mereka yang sesaat kemudian mereka langsung mendapatkan serangan berupa sebuah tendangan yang meluncur dari langit


'Bugh..' Satu tendangan tersebut membuat seorang penembak jitu tersebut terpental kebelakang dengan posisi badan jungkel. Sementara temannya hanya bisa melihat sebelum dirinya mengambil sebuah pistol dari sarung dan membidik tepat ke arah beni tepat pada kepala dengan jarak hanya 1 meter


"Jangan bergerak!!" titah seorang tentara yang menodongkan senjata pistol ke arah beni walaupun lawannya sudah gemetaran akan hal tersebut tapi beni masih tetap memasang wajah datar dengan posisi tidak bergeming sama sekali


"Bagaimana bisa dia menghindari peluru sniper 2x berturut-turut?" batin tentara tersebut yang terus membidik pistol tepat pada kepala beni. "Kamu ingin tahu bagaimana cara aku bisa menghindari peluru tersebut, bukan?" seketika beni angkat bicara hingga membuat pria dihadapannya terpaku diam

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


Bugh..


Dalam satu gerakan tentara tersebut langsung mendapati serangan tepat pada batang leher hingga dalam satu hit tentara tersebut langsung terjatuh yang keadaannya langsung pingsan ditempat. Walaupun beni seorang tentara juga akan tetapi gerakan yang dilakukan beni barusan bukan lagian seorang tentara


Melainkan master bela diri, karena gerakannya tidak mengubah posisi tubuh sedikitpun tapi serangnya masih memberikan sebuah damage yang bukan main-main. Sampai-sampai tentara terlatih itu tidak mampu melihat serangan dan hanya mendapati sebuah serangan yang begitu singkat dan cepat


"Huh... Benar-benar merepotkan" gumam beni kemudian melangkah melanjutkan perjalan ketempat dimana via dan jendral besar sedang berada yaitu di sebuah inti dari distrik 2


Selama perjalanan beni tidak menyadari jika sudah ada segelintir tentara telah mengintai dari jauh, sampai dirinya dikepung dalam waktu cepat tepat didepannya dengan menodongkan mulut senjata seenaknya mengarah dimana beni sudah terdiam dengan begitu santai


"Jangan bergerak!!" titah salah satu serdadu yang berada di depannya dalam posisi berjalan mendekat tanpa memasang posisi siaga, sehingga tanpa diberi tahu beni telah menyadari jikalau orang tersebut adalah pemimpin kelompok


"Apa kamu pemimpin dari regu ini?" tanya beni santai karena sejauh yang dirinya lihat, beni tidak merasakan sebuah gambaran masa depan yang akan mengancamnya.


"Kalau benar, bagaimana?"


"Aku hanya utusan dari Kristian jika kalian diminta untuk memberi kepastian"


"Bagaimana aku bisa percaya dengan perkataanmu, bodoh"


"Heh..."


Karena beni merasakan jika dirinya akan terus dipersulit, ditambah waktu terus berjalan akhirnya beni mengeluarkan sebuah pistol yang berada di sarungnya awalnya seluruh orang yang menjadi musuh beni memasang posisi siap menembak, sewaktu-waktu jika beni berbuat macam-macam


Maka pasukannya telah siap memberondong beni dengan jumlah senjata yang tidak sedikit apalagi dalam jarak yang sangat dekat. Tentu hal tersebut sang membahayakan bagi kesalahan beni walaupun dirinya memiliki kemampuan membaca masa depan tapi kemampuan tersebut tidak akan efisien jika dalam situasi saat itu.


Namun rasa was-waas mereka langsung pudar dimana beni melemparkan senjatanya ke lantai dengan jarak cukup jauh, mungkin membutuhkan beberapa langsung agar bisa meraih senjata itu. Tidak hanya sampai di sana saja ternyata beni juga mengeluarkan sebuah belati yang selalu dipakainya untuk bertarung dalam jarak dekat


"Apa dengan begitu kalian akan percaya!!" ucap beni dengan raut wajah begitu serius sampai terlihat begitu datar tanpa seri senyum diwajahnya yang bisa di bilang dalam ilmiahnya beni adalah seseorang berdarah dingin


"Baiklah..." balas pemimpin kemudian menuntut beni memasuki kawasan yang sangat dilindungi oleh pasukan musuh. Walaupun beni sudah diizinkan masuk tetapi itu tidak menutup kemungkinan jika beni mendapat perlakuan tidak baik


Salah satunya ketika beni memasuki area markas dirinya langsung disambut dengan nada emosi sampai-sampai orang tersebut berdiri di hadapannya persis sambil menarik kerah beni. Sambil melontarkan ucapan tajam. "Dasar b*njingan, beraninya kamu datang kemarin setelah membunuh banyak rekan kami!!" umpat tentara tersebut dengan intonasi tinggi

__ADS_1


"Benar, kalian adalah manusia iblis"


"Aku berjanji akan membunuh kalian dan memberi makan hewan dari daging kalian"


"Dasar manusia tidak punya hati, mati saja kalian!!"


Umpatan demi umpatan terus dilantunkan dengan begitu tajam, untuk mencemooh beni kala itu walaupun beni tidak terlibat dalam peperangan namun yang mereka tahu hanyalah seragam beni sama persis dengan pakaian yang dikenakan oleh musuh mereka yaitu abu-abu


Walau beni selalu mendapat sesuatu yang tidak mengenakan akan tetapi buktinya beni tidak bergeming sedikitpun, kecuali orang yang menarik kerah hingga harus terkunci untuk bergerak. "Lepaskan tanganmu!!" perintah beni dengan tatapan sinis hingga memancarkan tatapan penuh intimidasi


"Apa!!" karena ragu untuk meneruskan aksi, akhirnya tentara tersebut melepaskan cengkeraman dan mundur untuk memberi jalan agar beni dapat melewatinya. Sementara seluruh orang masih tidak terima begitu saja jika beni tidak diberi pelajaran, karena sudah lancang datang ke markas mereka kini mulai membuat rencana untuk menghabisi pria tersebut


Dihadapan orang yang tidak asing bagi beni. Dirinya menatap dengan wajah datar sambil berdiri tegak dengan tenang walaupun dirinya sudah dipantau oleh banyak mata yang menatapnya dengan lekat, sampai maju seorang tentara yang menjadi asisten jenderal ke hadapan beni dengan wajah merah padam


"Apa lagi mau kalian?" tanya tentara tersebut dengan nada tinggi dihadapan beni yang kira-kira hanya 5 cm jarak dari antara kedua wajah. "Tenang dulu!!" titah jendral yang terdengar tegas sehingga membuat tentara tersebut kembali tegak dengan mengembalikan posisi wajah pada normalnya


"Ada apa kamu datang kemari?" tanya jendral dalam suara yang terdengar tenang walaupun sebenarnya hatinya sangat gusar dan gaduh yang saling beradu untuk mengambil alih kesadarannya. "Tujuanku datang hanya untuk menyampaikan pesan yang seharusnya kalian terima"


"Apa itu?"


"Kristian ingin kalian melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri semuanya"


"Brengsek.. Berani sekali dia berkata seperti itu kepada kami, dia pikir kita muda untuk dikalahkan olehnya!!" umpatan Jendral dengan mengepalkan telapak tangan dengan disertai oleh gumaman dari serdadu yang semakin emosi mendengar ucapan dari beni


"Apa kalian tidak mau menyerah?"


"Tidak akan pernah, lebih baik aku mati dari pada harus kalah dari orang sepertinya!!"


"Jika seperti itu bersiaplah dengan gempuran dari kami" jawab beni sebelum dirinya mendapat serangan dari sebuah pukulan tongkat senjata yang terarah pada leher beni. Akan tetapi sebelum mengenai sasaran ia kembali melihat masa depan


Sehingga beni bisa menghindari serangan tersebut dengan sangat kecepatan dan gesit kemudian membalasnya dengan sebuah pukulan berputar yang seiringan dengan serangan kepalan tinju sebelah kanan hingga membuat target langsung berdarah pada rongga hidung akibat beni menargetkan tepat pada batang hidung musuh


Tentu saja seluruh orang yang ada di sana langsung terkejut ketika melihat serangan dan cara beni menghindar kemudian menyerang balik dalam waktu singkat tanpa jeda. Semua itu ibaratkan mereka melihat atlet bela diri yang sudah profesional dalam setiap gerakan bertarungnya


Namun karena tindakan beni akhirnya tersulut api amarah dari gerilyawan yang sudah benar-benar marah melihat perlakuan dari pasukan Warz yang sudah sewenang-wenang terhadap anggota Abdi dengan yang secara teknis kedudukan mereka jauh lebih tinggi dari pada tentara gadungan seperti Warz.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2