
Suasana mencekam membuat Surya tak mampu berkata-kata kecuali mengkondisikan tubuhnya agar tidak bergetar dengan hebat, walaupun di sakunya ada senjata, tapi entah mengapa seperti senjata tersebut berbicara jika ia tidak bisa mengandalkannya meski terlihat absurd namun itulah bahasa insting ketika melihat hal abnormal.
"Jadi mereka beneran akan saling bertarung!!" Batin Surya menatap keduanya yang sudah memasang posisi siaga
"Tapi jika mereka berdua bertarung siapakah pemenangnya? Beny atau paragos yang disebut Bagus itu!?" Surya kembali berkata dalam hati hingga isi kepalanya bergelut dengan pikirannya sendiri.
Topik kembali ke tokoh Beny dan Bagus yang kala itu hendak bertarung satu sama lain. "Jadi satu pertanyaanku, apa kamu yang menyebabkan ini semua?" Tanya Beny menatap Bagus dengan sangat sinis hingga ekspresinya serius.
"Kalau iya, kenapa?"
"Baguslah, jadi ada alasan aku untuk membunuhmu, dasar brengs*k"
"Heh.. Apa kamu kira aku selemah dulu?!!!" Tekan Bagus pada kalimatnya. "Aku rasa tidak tapi-.."
"Aku tidak bisa memaafkan kamu yang sudah melukai adikku dan teman-temannya"
"Begitu ya, cukup menarik walaupun aku ingin segera menyelesaikan misi ku yang selanjutnya tapi berhubungan ada kamu disini, jadi kita bisa reuni sejenak, bukan begitu ben!" Ucap Bagus tersenyum sinis untuk pertama kalinya.
Karena jujur, Bagus sudah lama tidak tersenyum setelah kepergian sosok Manda dari sisi-Nya walau bisa dikatakan normal tetapi sebenarnya psikologis dari Bagus sendiri mengalami guncangan hebat hingga terkadang membuatnya menjadi orang setengah gila yang mana tubuhnya sendiri tak bisa dikontrol olehnya
Dan salah satu yang membuatnya terlihat gila kala itu adalah dimana Bagus menyeringai dengan sinis dengan tatapan tajam dan benci menjadi satu dalam sorot matanya.
"Matilah" gumam beni mengeluarkan sebuah bayonet yang disimpan di sisi celananya, Dan berlari secepat kilat menembus angin malam yang kala itu berhembus pelan tapi menusuk tulang.
"Sudah dimulai" batin Surya melihat Beny melesat dan melancarkan serangan tanpa suaranya, akan tetapi ketika sudah di depan mata yang terdengar kala itu bukan sayatan melainkan pukulan yang datang begitu singkat.
Duak....
Benar saja Beny mundur beberapa langkah setelah tangan kirinya menahan serangan dari lawan yang menggunakan siku karena musuh menyerang pada titik buta hingga Beny sendiri pun tidak mampu menghunuskan pisau terlebih dahulu dari lawannya.
"Menarik" gumam Beny melihat Bagus sudah memasang kuda-kudanya.
Walau serangnya tersebut berhasil tertahan tapi serangannya begitu luar biasa sehingga pondasi tubuh Beny mulai tergoyahkan. "Bagaimana!" Ucap Bagus menyeringai kembali
"Hoh.. Kuda-kuda itu yah, Muaythai"
"Kamu tertarik?" Tanya Bagus dalam ekspresi cukup ngeselin. "Maaf, tapi aku sudah punya ilmu bela diri sendiri"
Beni mulai memasang kuda-kuda dengan bayonetnya hingga ia membentuk pondasi bela diri ala militer yang telah diajarkan oleh Kristian pada masa pelatihannya.
Untuk kesekian kali mereka kembali bertarung satu sama lain untuk memperebutkan kemenangan karena bagi yang kalah dia akan mati tapi disini ada yang berbeda yaitu dimana, Beni menggunakan senjatanya yang berjenis belati militer sedangkan Bagus hanya tangan kosong.
Akan tetapi dari segi kecepatan dan kekuatan mereka hampir dikatakan setara karena gerakan mereka berdua mampir tidak bisa dijelaskan oleh surya secara subjektif, akibat dari kecepatan Bagus mampu mengindari serangan lawannya yang kala itu sudah menggunakan senjata.
Bahkan beni sendiri pun cukup kesulitan karena setiap serangan mampu di konter dan di serang balik oleh Bagus dengan bela dirinya yang mungkin sudah bisa dikatakan senior, karena gerakan dan pondasinya sangat fleksibel tapi penuh kekuatan. Itulah yang dipikir oleh Surya dalam menerka-nerka pertarungan mereka berdua
Pertarungan yang sangat luar biasa hingga tiada yang bisa ikut ke dalamnya, mungkin jika Surya nekat bergabung, mungkin dirinya hanya akan mati sia-sia tanpa memberi kesan apapun kepada pertempuran tersebut.
__ADS_1
5 menit berlalu
Surya hanya bisa menonton sambil berdiam diri tanpa melakukan apapun, bahkan rasa terkejutnya pun tak berhenti sampai akhirnya salah satu dari mereka terkena serangan telak, dan itu terjadi pada Beny yang mana serangan Bagus mampu memukul mundur Beny hingga tersungkur ke tanah oleh sebuah tendangan.
"Urghh.. " Beny cukup kesakitan karena terkena serangan dari lawannya sementara Bagus hanya nafasnya mulai terengah-engah akibat kelelahan tapi ia juga ikut menanggung luka sayatan di sekujur tubuh karena serangan Beny.
"Beni?!" Surya mulai terkejut jika temannya sudah mengalami serangan fatal pada tubuhnya, karena tendangan dari pengendali bela diri muay thai seperti apa damagenya.
"Sialan" umpat beni ketika itu konsentrasi dan kesadarannya mulai buyar karena rasa sesak di dadanya. Walau rasa sakitnya bisa ditahan tapi kondisi tubuhnya tidak bisa dibohongi.
"Sepertinya kamu sudah mencapai batasnya, ya ben!!" Ujar Bagus kembali tegap dengan menahan perihnya luka sayatan di sekujur tubuh.
"Walaupun aku sudah mencapai batas bukan berarti kamu bisa menang dariku dengan mudah"
"Heh.. Begitu ya"
Dor..
Suara tembakan terdengar dari arah lain yang mengenai lengan kiri Bagus. Akibatnya darah mengalir dari luka tembak dengan begitu deras hingga bajunya mulai ternodai oleh lumuran darah segar miliknya. "Ughh.. Sialan kau, bajingan" umpat Bagus menatap orang yang menembaknya
Sementara di lain sisi beni terkejut dan segera melirik ke arah sumber suara dan membulatkan mata ketika melihat. "Surya!!" Panggilnya yang terkejut.
"Dengan begini bukankah keadaan kalian seimbang" ucap Surya dengan badan yang gemetaran karena dalam penembakan hatinya masih tersimpan rasa takut dan khawatir
"Heh... Ternyata kamu cukup berani ya, surya" puji Beni kembali berdiri walaupun keadaan masih tak stabil.
"Sialan kalian berdua!!" Umpat Bagus. "Bukankah dalam pertempuran itu sudah tidak ada yang namanya keadilan" timpal Beny
"Ternyata kamu bisa marah juga ya" tutur Beni untuk menyindir.
Mendengar hal itu Bagus segera bergerak dengan sangat cepat mendekati Beny sambil memancarkan tatapan penuh amarah dan kekuatan, tapi pada pertarungan kali ini Beni berada di posisi defense walau lawan sudah terluka dan ia menggunakan bayonet
Entah mengapa kekuatan dan ketangkasan Bagus masih begitu luar biasa hingga Beni sendiri merasa heran akan kekuatan yang besar dari tubuh lawannya
Bahkan setiap Beni ingin mengincar luka di lengannya, itu tidak membuahkan hasil akibat gerakan Bagus yang begitu fleksibel menghindar dan menyerang walau menggunakan satu tangan saja.
Akan tetapi gerakan kakinya begitu luar biasa hingga membuat Beni cukup kesulitan, apalagi bayonetnya hanya mampu menjangkau anggota tubuh bagian atas tidak sampai di kaki, ditambah energinya tak stabil membuatnya cukup kesulitan mengalahkan lawan.
"Sial, tak kusangka jika kamu sekuat ini, gus"
"Aku tidak butuh pujianmu" cetus Bagus sambil melancarkan serangan demi serangan sementara Beni hanya berusaha menghindar dan sesekali menyerang balik dengan bayonet di tangan
"Gila benar-benar gila, tak kusangka dalam keadaan tak stabil pun mereka bisa bertarung dengan sengitnya" gumam Surya sambil menatap pertarungan tersebut dengan tercengang.
Pukulan demi pukulan tersebut terarah pada beni sementara Bagus ikut mendapat serangan dari lawannya berupa sayatan belati yang dibuat khusus untuk membunuh orang dengan ringan.
"Hahaha... Menarik, benar-benar menarik" tawa terbahak-bahak yang melengking terdengar dari mulut Bagus, sampai suaranya menekan aura sekitar, sampai surya sendiri dapat merasakan tekanan tersebut.
__ADS_1
"Kalau begini terus, bukankah kita akan mati bersama-sama" ujar beni menjaga jarak dari lawan beberapa langkah sedangkan Bagus justru mendekati beni yang kala itu berupaya mengambil nafas.
Swuusss...
Buk... Ceessshh..
Terlintas serangan dari dua bela pihak yang kala itu sama-sama mengenai target dimana Beni mendapat serangan berupa tinjauan tepat di pipi, hingga dimana ia harus terpental beberapa langkah dengan seteguk darah mengalir dari mulut
Sedangkan Bagus, dirinya terkena sayatan cukup parah di dada hingga terbentuk luka robek di tubuh dengan garis diagonal sedalam 2 cm dan itu membuat darahnya mengalir deras membasahi sekujur tubuh dan bahkan darahnya sampai harus tumpah ke tanah akibat pendarahan tersebut.
"Argh.." Keluh beni yang sudah tergeletak di antara tumpukan para anggota black dragon yang lain.
"Sial" bunyi Bagus yang mencoba menahan darahnya namun karena luka yang terlalu parah seketika tubuh terjatuh ke tanah dengan keadaan setengah sadar karena tenaganya juga hilang bersama darahnya
"Apa hasilnya seri, tidak mungkin!!, parados yang memiliki kekuatan tempur terkuat di dalam camp harus kalah, padahal kami saja menyebutkan sebagai mesin tempur, namun mau di sangkal pun ini kenyataan tapi bagaimana bisa hal ini terjadi"
Setiap kata dan kalimat Surya selalu menerka atas apa yang dirinya lihat karena pertempuran ini baru pertama kali ia lihat sepanjang hidupnya walaupun perang negara lebih menghebohkan tapi pertarungan PvP jauh lebih menggemparkan.
"Apa sudah selesai?" Terlihat Surya terheran-heran melihat Bagus dan Beni sudah tak bergerak lagi, walaupun kesadaran Bagus masih ada tapi itu tidak akan butuh waktu lama sampai darahnya habis hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Jika dilihat dari hasil, sepertinya beni menang tapi ia sendiri akan menerima luka cukup parah namun ditengah rasa bingung surya, ada hal yang mengejutkan yaitu aura Bagus berubah dan pupil matanya ikut berganti warna menjadi kuning dan sikapnya sudah sama seperti predator.
"Apa-apaan itu, dia kembali bangkit!! Gimana bisa dan bagaimana pendarahannya berhenti seketika?" Sulit dipercaya Surya bingung dan heran atas apa yang ia lihat bahkan jika dijelaskan lewat teori semua masih buntu karena kejadian itu masih di luar nalar.
Karena surya melihat dengan mata kepala sendiri jika Bagus kembali berdiri tegak setelah tubuhnya menerima luka robek cukup parah dari belati. Akan tetapi yang jauh lebih aneh adalah melihat lukanya berhenti mengeluarkan darah yang beberapa menit yang lalu masih menetes dengan derasnya.
"Apa!!! jangan bilang dia ini!-..!!" Surya mulai ketakutan karena merasa jika lawan mereka tidak akan tumbang dengan mudah meski Beni mengalahkannya lagi, walaupun dari keadaan tidak mungkin, karena dilihat dari keadaan beni sendiri, ia mendapat luka cukup parah yang biasanya akan membuat orang tidak dapat bergerak lagi.
"Habislah riwayat kita" gumam Surya dari balik ketakutannya yang meronta-ronta bahkan seluruh badannya bergetar hebat karena sulitnya menerima aura yang keluar dari tubuh Bagus. Tapi di tengah rasa takut terdengar suara berupa erangan dari mulut Bagus yang kala itu masih terus berdiri walau keadaan terbujur kaku
"Grrr...." Terdengar suara erangan dari Bagus yang kala itu sudah mulai menggerakkan tubuh karena sebelumnya ia berhenti seperti orang yang lag karna jaringan.
"Tidak, ini tidak bisa dibiarkan" Surya mengambil pistol di saku dan membidiknya dari jauh seraya berkata dalam hati. "Sebaiknya kamu berhenti disini, parados"
Dor..
Terdengar lagi tembakan dari Surya tepat ketika ia menarik pelatuknya, tapi yang aneh adalah kemana peluru tersebut, karena ia mengincar kepala hanya saja peluru tersebut tidak tertanam, seperti orang yang menembak namun meleset walaupun itu tidak benar karena Bagus menghindari peluru itu sendiri walaupun tidak terlihat jelas
Akibat ia bergerak mengikuti arah angin jadi semua terasa murni jika tembakan Surya meleset bukan dihindari walaupun jika dijelaskan itu masih terdengar tak masuk akal, karena mana mungkin ada seorang manusia biasa bisa menghindari kecepatan peluru yang sudah di beri bubuk mesiu.
"Grrrrrr...." Erangan itu semakin terdengar hingga auranya pun meningkat drastis, mungkin itu jauh lebih kuat dari sebelumnya dimana Bagus dan Beni bertarung. Dan itu seperti menandakan jika ada sesuatu hal yang bersemayam dalam tubuh Bagus yang sering dijadikan andalan kamp devil sebagai alat tempur.
"Eh… Ternyata disini ada hewan liar yah" suara yang tak asing di telinga Surya namun mengejutkannya.
Membuat dia langsung memalingkan pandangan dan melihat Beni sudah kembali bangkit tapi dengan aura yang berbeda, dan auranya seperti mendapat buff 3x lipat dan itu sama persis seperti yang dikeluarkan oleh Bagus.
Sehingga beberapa detik setelahnya, terpancar aura mengerikan yang sangat besar dan mendominasi dari dua orang itu hingga Surya yang merasakan pun langsung tersungkur karena tak kuat menahan aura yang menekan batinnya, bahkan keringat dingin mulai membasahi seluruh wajahnya yang membuatnya sulit bernafas
__ADS_1
"Apa mereka berdua sama-sama monster" Surya tertegun sambil memperhatikan keduanya saling menatap sinis yang mana sebentar lagi akan terjadi pertempuran ronde 2 yang akan jauh lebih menggemparkan.
BERSAMBUNG...