THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 69 (Part³)


__ADS_3

   Rentetan peluru mulai memecah kesunyian dari sebuah pertempuran, yang mana pasukan dragon Slayer berhasil di sudutkan oleh pihak lawannya, karena musuh menggunakan metode serangan dadakan, dan hal tersebut sudah membuat sebagian besar dari anggota mereka mengalami pukulan telak yang membuat mereka tak bisa berbuat banyak


Sampai pada puncaknya, yaitu dimana pasukan mereka hanya bisa bertahan dari serangan tanpa bisa apapun, karena orang utama mereka tidak sedang disisi mereka, melainkan sedang bertarung dengan Beni di  tempat lain dengan segenap kekuatan 


Walaupun Bagus tahu jika sekutunya sedang dalam kesulitan, tapi dirinya tidak melirik sedikitpun ke mereka, justru dia malah semakin beringas melawan Beni, walaupun hanya menggunakan tangan kosong. 


"Dasar, apa kamu tidak tahu prioritas yang diberikan oleh atasanmu?" tanya beny sambil mengerahkan tenaganya dalam pertempuran mereka yaitu duel antara hidup dan mati. "Tidak, karena tujuanku hanya membunuhmu!!" 


"Dasar gila!" umpat beny. Sembari menahan serangan ia mencoba untuk menyerang balik dengan bayonet tapi usahanya tidak begitu mudah, karena Bagus adalah orang yang tak bisa dianggap remeh. Walau tujuan Beny bertahan hanya untuk mengulur waktu sampai bala bantuan datang. 


Setiap serangan dan pola Bagus berubah-ubah sehingga Beni sulit untuk membaca gerakannya, entah apa yang terjadi tapi semua seperti Bagus telah menjadi satu dengan muaythai itu sendiri, yang mana gerakan bisa mencapai fleksibel dan kombinasi sempurna antara pertahanan dan penyerangan 


Duak... 


Tendangan tepat terarah pada dada beny, tapi beruntung ia sudah melindunginya terlebih dahulu dengan kedua tangan, tapi semuanya belum cukup, karena Beny harus terpental jauh menabrak dinding beton di sisi bangunan. 


"Ugh.. Sial" gumam beny memegangi tangan kanannya yang terasa kebas sehabis menahan serangan Bagus secara langsung


"Kau tahu, jika pertempuran sebelumnya tidak aku anggap sebagai pertempuran, karena aku tidak punya niat 100% untuk melawan mu tapi sekarang, tidak akan aku biarkan kamu lolos lagi, ben"


"Ha ha.. Aku sudah sadar jika kamu sejak awal tidak serius melawanku, tapi bukan berarti aku punya niat untuk melawan mu, Bagus!!" 


"Apa maksudmu?" 


"Aku dilema karena melihat dulu kamu adalah temanku, dan aku tahu tahu pertarungan ini adalah sebuah kesalahpahaman"


"Kesalahpahaman? Jangan bercanda kamu, ben, kamu pikir semua ini terjadi bukan karena ulahmu"  ucap Bagus dengan nadanya yang menghardik 


"Ha ha.. Lucu sekali, kamu ingin melempar kesalahan pada orang lain" 


"Tertawa lah selagi bisa, karena sebentar lagi kamu akan menemui ajal" kecamnya. "Kalau begitu mari kita bertarung sampai titik darah menghabiskan" 


Pertarungan kembali terjadi dimana Bagus mulai melancarkan serangan secara vertikal sehingga sulit di jangkau oleh beni, bahkan bayonet nya tidak mampu untuk dia hunuskan kearah lawan, sehingga posisinya yang bertahan membuatnya sulit untuk memprediksi serangan 


Tapi setelah pertarungan yang cukup panjang akhirnya terlihat cela bagi Bagus karena kesalahannya yang selalu menyerang. "Kena" gumam beni segera menikam pisaunya secara horizontal tepat di dadanya 


Namun usahanya gagal karena Bagus langsung cepat respon dengan menahan serangan tersebut menggunakan tangan kosong, yang karena hal itu darah segar mengalir dari telapak tangan 


"Sial" 


"Terlalu cepat untuk mu mengalahkan ku" ujar Bagus dengan jarak satu langkah dari lawan. 


"Benarkah?"


Sekilas beni melancarkan tendangan disaat keadaan mereka berdekatan. Akan tetapi tendangan itu lagi-lagi  berhasil ditahan dengan tangan satunya. Melihat hal tersebut Beny segera mundur beberapa langkah dengan menarik kembali bayonet dan kakinya. 


Tapi Bagus tidak membiarkan itu sehingga terjadilah pertempuran jarak dekat yang sangat sengit, karena dari dua belah pihak sama-sama saling menunjukkan potensinya, yaitu Bagus dengan serangan muay thai dan Beny dengan bela diri militernya


Membuat mereka terlihat begitu mengagumkan, walaupun dari kedua bela diri tersebut saling menyakiti satu sama lain. 

__ADS_1


Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka sudah terlihat batasannya, dimana masing-masing orang saling terengah-engah karena nafas yang tidak teratur. "Bagaimana mungkin kemampuanmu sudah meningkat!?" sebut Bagus dengan wajah kebingungan. 


"Tentu saja, sejak awal aku bukan orang lemah dan untuk sebelumnya aku hanya menyesuaikan diri dengan pola seranganmu, karena seranganmu sulit untuk prediksi, karena polanya berbeda dari yang lainnya" 


"Sialan" umpat Bagus mulai merasakan ada yang tidak beres dengan lawannya. 


"Sepertinya kamu harus diberi pukulan supaya sadar, deh" ujar Beny. "Aku tidak butuh kamu sadarkan, karena aku sudah tahu dengan apa yang harus aku lakukan" 


Boom.. 


Terdengar pukulan dari dua belah pihak yang saling bertabrakan tapi itu baru permulaan, karena setelahnya mereka kembali bertukar serangan, dengan keadaan yang berbeda, karena kali ini lebih sengit dan bersinergi, karena kekuatannya sampai membuat suara hantaman yang cukup memilukan


"Ini terlihat seru, bukan, Bagus!" di sela itu Beni berbicara dengan suara lantang sehingga terlihat dari bibir Bagus yang merekah sebuah senyuman sumringah sebelum mereka kembali mengeluarkan energi penuh. 


Dimana Beni meluncurkan bayonet ke segala titik sehingga Bagus hanya bisa bertahan sambil berusaha menghindar, karena entah apa yang terjadi semenjak kekuatannya terkuras banyak membuatnya tidak bisa menyerang dengan agresif lagi yang akhirnya malah bertahan dari lawannya


"Bagaimana? Apa kamu terhibur?" 


"Banjing*n!!" umpatan Bagus mulai melancarkan tinju dengan skala penuhnya, namun karena Beni sudah paham pola serangan Bagus, membuat ia dengan mudah menghindari serangannya. 


Dan ketika itu cela di bagian perut terlihat jelas, sehingga Beny bisa menyerang tepat di bagian livernya dengan sebuah pukulan keras, dan hal tersebut membuat Bagus memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. 


"Ugh... Sial" gerutu Bagus sambil tersungkur ke tanah dengan keadaan tubuh gemetar, sementara Beny hanya berdiri di hadapannya dengan wajah tenang. 


"Bagaimana? Apa masih bisa lanjut?" remeh Beny sambil menyipitkan kedua matanya. "Jangan meremehkan ku, bangs*t" umpatnya memasang wajah merah padam. 


"Hais.. Sudahlah Bagus, jika ini terus berlanjut yang ada malah tak berkesudahan"


"Lalu apakah dengan membunuhku, semuanya akan kembali? Sadar semua yang telah hilang tidak mungkin bisa diraih kembali, kecuali mengikhlaskannya" 


"Bacot.. Kamu tidak merasakannya!!" hardik bagus berusaha untuk bangkit, namun dengan cepat di tinju oleh Beny dengan keras di pipi kirinya. 


"Bangun,.. Apa kamu merasa di dunia ini hanya kamu yang kehilangan, semua orang juga merasakan hal yang sama" seru beni teringat dengan teman-temannya.


Terlihat Bagus terdiam sembari berpikir keras tapi karena pikirannya yang kalut membuatnya tidak bisa berkata apapun. "Berisik" gumam Bagus sembari menundukkan kepala. 


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu" sambungnya menatap Beny dengan tatapan tajam. 


"Kalau begitu, bisakah aku bertanya kepadamu, mengenai yang terjadi kepada Manda" 


Entah bagaimana tiba-tiba emosi Bagus langsung memuncak dan akhirnya pertarungan terjadi lagi, tapi kali ini terlihat tidak seimbang dimana Bagus yang keadaannya kurang memungkinkan harus melawan Beny yang masih memiliki stamina. Jadinya semua serangan Bagus dapat dilihat dengan jelas oleh lawannya


Bahkan beni sampai tidak menggunakan senjatanya karena merasa lawannya sudah tidak sekuat sebelumnya. Tapi di sela pertarungan Beni bertanya kepada Bagus yang masih menyerang dengan beringas 


"Apa yang menyebabkan manda mati itu karena musuh terlalu kuat, ataukah kamu yang terlalu lemah?" 


Seketika pukulan meluncur tepat di wajah Beny yang membuatnya harus menahan serangan tersebut dari lawan. 


"Huh.. Lagi-lagi kena pukulannya" gerutu Beny merasa tangannya mulai kebas. "Lemah, karena aku lemah makanya Manda bisa mati" gumam Bagus lirih akan tetapi dapat didengar oleh Beni

__ADS_1


"Lalu setelah kuat untuk apa kekuatan itu?" lanjut Beny. 


"Ah.. Itu" terlihat Bagus gugup dalam menjawab tapi setelahnya beni langsung potong ucapannya dengan ucapan datar. "Apa untuk membunuh temanmu? Atau membunuh orang yang sudah membunuh Manda, jawab!!"


Lagi-lagi Bagus terdiam sambil berpikir sejenak sebelum menjawab Beny dengan yang nada gelagapan. "O-rang yang sud-ah mem-bunuh Manda"


"Aku tidak tahu siapa orang itu, tapi apakah dengan membunuhnya, kamu sudah puas?" 


"Tidak" 


"Lalu kenapa kamu membunuhku?!" 


Untuk kesekian kali mulut Bagus terbungkam karena tidak tahu harus menjawab apa. Tapi beni kembali menimpali ucapannya dengan santai. "Siapapun yang kamu bunuh, itu bukan hukuman melainkan pelepasan orang tersebut dengan dunia ini, jadi singkatnya orang itu telah terlepas dari kekelaman dunia" 


"Apa itu juga yang kamu inginkan?" 


"Tidak, aku hanya ingin orang itu tersiksa" bantah Bagus. "Kalau begitu selamat, karena kamu sudah membuat ku tersiksa" ujar Beny dengan mata mulai berkaca-kaca


"Hah.." 


"Yah... Penyiksaan yang paling menyakitkan adalah dengan melihat kehancuran di depan mata"


"Ha haha.. Lucu sekali, mana mungkin aku membiarkanmu hidup begitu saja" gelak Bagus dengan senyum sinis


"Memangnya jika kamu membunuhku apa kamu puas, dan apakah mengikuti jejak yang salah juga sudah jalan yang tepat untukmu"


Bagus terdiam sambil memasang wajah terkejut, karena sangat tersentak kaget ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut temannya. 


"Kita teman, dan sampai kapanpun kita adalah teman, karena itulah janji kita kepada yang lainnya" sambung Beni


"Lainnya, apakah mereka masih hidup sehingga ada janji nyata diantara kita, jangan bercanda" hardik Bagus


"Kamu lupa apa kata Manda, kalau kita adalah teman!!"


Mendengar hal itu Bagus mulai sadar hingga munculnya satu kata dari hati kecilnya, yaitu. "Ma-af..." Bagus tersungkur sambil menangis berseru-seru sambil mengulangi kata-kata nya yang ia lantunkan kepada Beny yaitu. "Maaf" dengan berulang-ulang. 


Entah berapa lama tapi pasukan Dragon Slayer berhasil menaklukkan musuh mereka yang mana Fredy sendiri yang mengumandangkan sorakan. "Menang, kita menang" dengan lantang sehingga seluruh serdadunya ikut bersorak penuh semangat 


Walaupun dari dua belah pihak ada korban yang tidak bisa dihindari, tapi luka-luka itu tidak seberapa dengan hasil dari kemenangan yang berhasil mereka raih kala itu. 


Sampai titik dimana posisi Bagus dan Beny dikelilingi oleh pasukan dragon Slayer yang kala itu cukup terkesima melihat kejadian itu, karena mereka tidak sadar, jika monster yang mereka takuti selama ini, kini telah bersahabat, karena Beni dan Bagus saling merangkul satu sama lain. 


"Apa yang telah terjadi selama aku tidak bersama kalian?" ucap Fredy dengan mulut terbuka lebar menyaksikan suatu peristiwa yang harus diabadikan sebagai sejarah. Sementara itu Beni dan Bagus hanya melebarkan senyum sambil memperhatikan semua orang yang masih tercengang. 


"Selamat datang, kawan" ucap Beny dengan senyum bersahabat. "Yah.. Terima Kasih untuk sambutannya" ujarnya sambil memperhatikan bulan yang saat itu terang benderang. 


Pada akhirnya dua musuh ini kembali bersahabat seperti sedia kala, yang mana satu sama lain saling melindungi dan melengkapi tanpa takut dengan ancaman, karena mereka terpisah oleh bencana dan disatukan kembali dengan konflik, semua ada sebab-akibat yang terkadang datang tanpa kita sangka


Tapi itu hanya sementara, karena sebentar lagi sesuatu yang besar akan segera terjadi. 

__ADS_1


BERSAMBUNG… 


__ADS_2